
Mata fira melebar. meremas ujung bajunya. mendengar apa yang di katakan arkana. jadi laki-laki ini menganggap bahwa apa yang di lakukannya saat ini karna 'uang' fikir fira.
" maaf aku nggak bisa. " ucap fira sambil menggeser cek itu
mengernyitkan kening " kenapa?? owh.. mau lebih. gue tau loe itu cewe macam apa " memberikan senyum merendahkan " loe sengaja masuk ke keluarga gue karena loe tau kan. siapa itu keluarga Abraham!!! gue nggak tau apa yang udah loe kasih ke bokap nyokap gue sampai mereka bawa' lo kesini dan gue nggak perduli itu..!!!! yang gue mau sekarang lo ambil cek itu dan pergi dari sini..!!!! " pekik Arka
fira menggelengkan kepalanya dengan pasti menolak mentah-mentah setiap perkataan arkana " maaf aku tetap nggak bisa.. "
takut? sudah pasti. tapi dia tidak ingin mengecewakan Raniah, apa lagi ini tentang harga diri.
" oke.. kalau itu mau loe, loe emang minta di kasarin!!!! " sudut bibir arkana menyeringai jahat. kembali menarik lengan fira dengan kasar, menyeretnya keluar dari kamar. menuruni anak tangga. Arkana tidak perduli dengan rintihan gadis itu yang kesakitan meminta untuk di lepaskan. " lepaskan!!!! lepaskan aku. kamu menyakitiku..aaahh sakit "
" Arkanaaa!!!!!!!! " teriak Rania. yang baru saja keluar dari dapur dan langsung membelalakkan matanya melihat putranya menyeret fira dengan kasar
Arkana menghentikan langkahnya mendengar suara sang ibu. tanpa berniat melepaskan lengan fira dari genggamannya " ada apa lagi sih mi..!!!! biarkan Arkana mengusir dia dari sini "
amarah membuncah di hati Rania mendengar kata pengusiran yang di ucapkan arkana. raniah melangkahkan kakinya dengan cepat menarik lengan fira dari cengkraman tangan anak sulungnya itu. " tidak akan ada yang bisa mengusir fira. termasuk kamu!!! "
" mami ini apa-apaan_____ "
" kamu yang apa-apaan.." potong Rania
" mami.. aku nggak mau dia ada disini. aku benci sama wanita yang sok polos ini. aku juga nggak setuju dengan keputusan Mami, aku nggak habis fikir, bisa-bisanya mami bawa dia di tengah keluarga kita,"
" dan Mami tidak meminta persetujuan kamu!! "
" aku kecewa sama Mami..!!!!! " Teriak Arkana dengan kasar
" bang!!!! " tiba-tiba suara abimanyu memecah ketegangan yang terjadi antara ibu dan kaka sulungnya itu.
Abimanyu mendekat " Mami bawa gadis ini ke kamar. biar aku yang ngomong sama abang " Abimanyu mencoba menengahi perdebatan yang terjadi.
sebenarnya sejak tadi abimanyu memperhatikan apa yang sudah di lakukan Arkana sejak saat arkana keluar dari kamar fira sambil menyeret gadis itu. dan abimanyu tidak berniat ikut campur, tapi setelah dia mendengar Arkana berbicara kasar kepada ibu mereka. mau tidak mau Abimanyu harus masuk di perdebatan ini sebelum emosi Arkana semakin menjadi-jadi dan menyakiti hati Raniah.
__ADS_1
" Abimanyu!!! apa-apaan lo..jangan coba-coba melindungi gadis itu... " peringatan Arka
seolah Abimanyu tidak mengindahkan peringatan Arkana, ia malah menuntun sang ibu menuju tangga agar ibunya itu segera pergi dari hadapan mereka
" biar aku yang ngomong sama Abang " hanya itu yang di ucapkan Abimanyu. Raniah mengangguk tipis, dan segera meninggalkan ke dua anaknya dengan masih menggenggam Fira.
" bang.. sekarang lo ikut gue " abimanyu menarik lengan arkana dan membawanya ke taman belakang rumah
" sekarang loe duduk " sambil menuntun Arkana duduk dengan kedua tangan Abimanyu di pundak arkana
" udah deh Bim, jelasin ke gue apa maksud loe nyuruh mami bawa gadis sialan itu untuk balik kekamar, harusnya loe dukung gue buat ngusir tuh cewe keluar dari rumah kita.!!! "
abimanyu menghela nafasnya denga kasar " udah ngomongnya?? gue tau loe nggak suka sama tu cewe. karena gue juga nggak suka sama dia. tapi ngeliat loe nyeret dia kaya gitu dan bicara kasar ke mami. apa loe fikir itu benner?? " berhenti sejenak " gue nggak perduli dengan apa yang loe bakal lakuin ke cewe itu. tapi cara loe salah!!! dia itu cewe dan kita nggak pernah di didik buat jadi cowo pecundang yang bersikap kasar sama wanita. dan yang paling nggak gue terima loe udah kasar sama mami " jelas abimanyu dengan segala tingkat kedewasaanya
Arkana seolah tersadar dengan apa yang di katakan oleh adiknya itu. dia mengusap wajahnya frustasi. dia kecewa dengan dirinya sendiri yang tidak bisa mengontrol emosinya.
berbicara kasar pada wanita yang paling berharga dalam hidupya saat ini, Raniah. ada gurat penyesalan dalam hatinya mengingat semua yang telah dia ucapkan kepada ibunya itu.
kecewa dengan jalan hidupnya yang harus kehilangan satu-satunya adik perempuan yang sangat dia sayangi " arlita... arlita... arlita... kenapa harus kamu dek " teriak arkana frustasi dalam hatinya
Abimanyu terus berada di sisi Arkana. dengan wajah pilu, menyaksikan setiap kesedihan yang tergambar jelas di mata Arkana, kaka yang menurutnya paling kuat namun kini terlihat rapuh dan dia pun merasakan hal yang sama.
" sekarang gue mohon sama loe " ucap abimanyu dengan lembut " biarin gadis itu beberapa waktu disini. karena kalau untuk sekarang percuma lo ngomong sama mami,kalian sama-sama lagi emosi. dan gue yakin kita nggak akan ketemu jalan keluarnya " meraih tangan arkana menggenggamnya seolah memberikan kekuatan " kita ngomong pelan-pelan sama mami. oke?? "
" Tapi gue harus gimana ngadapin tuh cewe? "
" anggap anak itu nggak ada!!! cuma itu satu-satunya cara supaya loe bisa ngeredam emosi loe bang!!! "
sepertinya Arkana mulai mengerti arah pembicaraan abimanyu, dia tidak punya pilihan lain saat ini. iyapun mengagguk tipis.
" Wihhhh.. what the hell!!! . kelamaan nggak dekat sama cewe buat lo berdua jadi........ " fhatan yang tiba-tiba muncul dan menggantukan ucapannya sambil melirik ke arah tangan abimanyu yang sedang menggenggam tangan Arka.
mengerti dengan arah tatapan fhatan. sontak Arkana dan abimanyu melepaskan genggaman mereka sambil mengalihkan pandangannya.
__ADS_1
Arkana beranjak dari tempat duduknya dan langsung menjitak kepala fhatan dengan sedikit keras " aaauuuuuuhhh" rintihan fhatan yang seolah benar-benar kesakitan dengan jitakan itu.
" sialan lo bang!!! sakit tau..." mengusap pelan kepalanya
" lagian lo kaya jelangkung. datang tak dijemput pulang nggak di antar " sambar Abimanyu
" ahh elahhh.. masa gue yang ganteng gini di bilang jelangkung sih, nggak keren ah!!!."
" Lah... kalau bukan jelangkung apa dong?? " Abimanyu.
" Pocong!!! " sarkas Arkana
" berarti gue setan yak?? " ucap Fhata polos.
" Nahh itu tau'.. " Abimanyu terkekeh
" Waah jomblo Akut kaya kalian berdua ngatain gue setan yah?!! "
" Asem Loe Fhatan!!, sory yah kita ini bukan cowo sembarangan yang bisa deket sama cewe, dan apa loe bilang tadi? Jomblo akut? " tertawa " loe kalau ngomong suka benner " dan Abimanyu mendapat toyolan dari Arkana.
" Enak aja tuh Mulut ngabacot!!! " Arkana
malam semakin larut dan menyisahkan tiga pria di taman belakang rumah yang bermain kejar-kejaran seperti anak kecil yang sedang bermain. tanpa mereka sadari ada 2 pasang mata yang memperhatikan mereka dari dalam rumah.
Rania menarik ujung bibirnya membentuk senyuman. apa yang dia lihat saat ini adalah kebahagiaannya.
" papi liatkan. dampak dari kita membawa fira masuk ke rumah ini " ucap Rania dengan mata yang berkaca-kaca
" mami benar.. terakhir kali papi liat mereka seperti itu, 10 tahun lalu. saat arlita kita masih ada di dekat kita " Hamis dengan senyum bahagia sambil merangkul pundak istri tercintanya
*****
sampe disini gimana sayangnya AL.. maaf yah!! kalo belum bisa bikin greget!! masalah cinta²nya di tunda dulu.. karna akan banyak kejadian dan konflik sebelum mereka bertiga menyadari perasaannya ke Fira.. so jangan lupa like n komennya.. biar Al makin semangat nulisnya... 😘😘
__ADS_1