Tiga Cinta Di Hidupku

Tiga Cinta Di Hidupku
* Kenapa jadi nyessek?


__ADS_3

Flashback Off...


" oh God... are you seriuosly..??? " tanpa sadar Leo memekik menarik kesimpulan dari cerita Mike " Gila.. dunia emang sempit, yang bilang kalau dunia tak selebar daun kelor, ternyata bulsyiitttt.. "


" nggak tau gue mesti ngapain!! " mengehela nafas berat lagi.


" jadi loe bakal bilang ini ke Arka? kalau__"


" apa yang bakal loe bilang ke gue? " suara Leo menggantung, melihat kedatangan Arkana di sertai dengan pertanyaannya.


" Arka?? sejak kapan loe ada disini? " Mike bertanya di sertai dengan keterkejutannya.


" hm?? jangan mangalihkan pertanyaan, apa yang mau loe bilang sama gue? " menatap Leo dan Mike bergantian.


Leo menelan salivanya, " a.. anu ka, Mike udah tau keberadaan tuh cewe "


" bagus dong!! oh iya gue juga skalian ngasih tau loe, kalau di komplek gue itu nggak ada pembokat sama seperti yang loe ceritain."


yaiyalah nggak ada, orang dia ada dirumah loe!!. Mike membatin


" So?? loe ketemu dia dimana? " lanjut Arkana


" gue nggak ketemu sama dia " jelas Mike


mengernyit " lah.. trus loe bisa tau dia dimana dari siapa? " tanya Arkana bingung


" di tempat kerjanya " Mike singkat


" khem.. " Leo berdehem " ka.. loe habis dari mana? " mencoba mengalihkan pembicaraan


" dari rumah, tadi gue lembur sampe jam 10, gue anter Fira balik, trus lanjut kesini " jelas Arkana


Mike yang mendengar nama Fira di sebut, langsung mengalihkan pandangannya ke Arkana..


Leo yang mengerti semakin bingung di tempatnya, ia sendiri tidak tau apa yang harus dia lakukan.


" loe nggak pengen tau cewe itu siapa? " ntah apa maksud pertanyaan Mike, mungkinkah dia berniat memberi tahu Arkana bahwa gadis itu adalah Fira.


" nggak.. asal loe bahagia!!! " meraih gelas Wine didepannya


" Fira!!!! "

__ADS_1


Arka menggantung tangannya sepersekian detik yang ia gunakan untuk memegang gelas, " Oh " lalu meneguknya hingga tandas.


kalau kalian berfikir Arkana biasa saja karena hanya mengatakan oh.. kalian salah, ntah sadar atau tidak sudut hatinya yang paling dalam terasa sedikit nyeri.


" khemm.. " menetralkan perasaanya " jadi, loe.. loe bakal nemuin dia, di.. dia ada di kantor besok loe bisa nemuin dia kok.. " Arkana dengan setengah senyumnya.


Mike tau, itu adalah senyum palsu dan senyum yang Arkana paksakan. jangan lupa mereka sudah bersahabat sejak kecil jadi Mike sangat tau Arkana.


" loe nggak papa Arka? " Leo bertanya


" gue?? " tertawa kecil " emang gue kenapa? gue nggak masalah dia bukan siapa-siapa gue, gue... gue cuma sedikit kaget aja, nggak nyangka kalau cewe itu Fira, haha.. pantas aja gue nggak nemuin dia sebagai pembokat di komplek gue.. lucu hahah " semakin memaksa tawanya.


" kalau gue deketin Fira, nggak papa ka? "


" ya...ya... ya nggak papalah.. bukan urusan gue juga, loe berduakan paling tau gimana bencinya gue sama dia,, yahh gue benci sama dia " Arkana berbicara namun dengan tatapan kosong sambil menggenggam dengan erat gelas wine itu. jika yang ia pegang adalah botol mineral, ntah seperti apa bentuknya sekarang.


Shit!!! kenapa gue jadi nyessek kaya gini.? Arkana.


setelah beberapa saat terjadi keheningan..


" gue balik..!!! " Arkana beranjak dari tempatnya. ia tidak memahami perasaannya sekarang, ia terlalu sulit mengartikannya. Fikiran, hati, dan mulutnya saat ini benar-benar tidak sejalan. yang ia tahu, dia hanya ingin sendiri.


Fikirannya berasumsi ia membenci wanita itu, tapi hatinya merasakan sedikit sakit mendengar Mike akan mendekati Fira, dan mulutnya berkata bahwa ia baik-baik saja.


" gue.. gue capek leo, tadikan gue udah bilang kalau hari ini gue lembur, gue balik!!! " sebelum benar-benar pergi, Arkana mengalihkan pandangannya ke Mike " Selamat yah!! jadi loe nggak perlu galau lagi kaya kemarin, kaya kambing conge haha " lagi-lagi dengan tawa yang di paksakan


Mike hanya mengangguk dan sedikit tersenyum, dan menatap Arkana yang telah hilang di balik pintu.


" Loe kok ngasih tau Arka sih Mike? " Leo tak mengerti jalan Fikiran sahabatnya yang satu ini, bukan karena apa, Mike yang paling tau bahwa Arkana sudah sedikit membuka hatinya untuk Fira, meskipun lelaki itu sendiri belum menyadarinya.


" ini yang terbaik Leo, gue nggak mau ngejar Fira di belakang Arka seperti seorang penghianat, setidaknya dia bisa mengontrol persaanya sendiri karena dia udah tau perasaan gue ke fira seperti apa! "


" haaa... jadi sekarang loe ngakuin kalau loe jatuh cinta sama Fira? " Leo dengan nada menggoda.


" anggap aja seperti itu " menenggak minumannya.


Mike juga tidak ingin ini terjadi, posisinya sekarang sama dengan Arkana, dia tipe lelaki yang sangat sulit tertarik dengan Wanita, jadi untuk yang satu ini, dia tidak akan mencoba mengalah meskipun itu sahabatnya sendiri.


toh.. Mike juga tau bagaimana Arkana memperlakukan Fira selama ini, jadi dia tidak punya alasan untuk menyerah begitu saja.


" jadi perjanjian kita gimana? " Leo

__ADS_1


" perjanjian?? " Mike tak mengerti


" ah elah.. loe lupa soal taruhan kita tentang Fira dan Arkana, tentang gue mau ngedeketin adek loe.. gimana sih!?? " Leo mencebik kesal


"Sory bray... ya terpaksa gagal kan, Lucu yah kok jadi gue yang jatuh sama cewe itu, tapi kalaupun gue nggak kenal sama Fira, udah di pastiin gue yang bakalan menang, nggak perlu gue jelasin kan kenapa?! loe juga liat sendiri tadi " jelas Mike


" loe nggak kasian sama Arka ya Mike!? " Leo merasa khawatir dengan perasaan Arkana, meskipun lelaki itu berkata nggak apa-apa tapi ia tahu kalau Arkana tidak sedang baik-baik saja.


" dalam hal cinta nggak ada yah kata kasian-kasian.,!!"


" serah loe deh!!! " Leo menyerah, bagianya baik Mike ataupun Arkana yang bersama Fira itu tidak masalah yang penting tidak berpengaruh dengan hubungan persahabatan mereka..


***


besoknya...


"skejul gue apa hari ini?? "


" mmmm " sembari membuka beberapa catatan " hari ini ada rapat dengan divisi pemasaran pak, dan nanti setelah jam makan siang, ada janji temu dengan CEO jaya group di Restoran M "


Arkana hanya mengangguk tipis dan kembali Fokus dengan menyetir. melaju dengan sedikit kencang. setelah sampai di parkiran, seperti biasa, mobilnya akan jadi pusat perhatian dari para karyawannya.


dan lagi-lagi cibiran dan tatapan tidak suka selalu di tujukan untuk gadis yang mengikuti langkah Arkana di belakang, siapa lagi kalau bukan Fira, selama seminggu lebih Musfira bekerja sebagai sekertaris Arkana, datang dan pulang bersama bosnya, membuatnya menjadi tranding topik di group-group chat para pecinta Arkana di perusahaan. terkusus untuk para kaum Hawa


" ehh.. itu si sekertaris baru siapanya pak Arkana sih, manja banget datang dan pulang selalu bareng pak Arkana " ucap Neli salah satu karyawan di perusahaan itu.


" iya Nel, lagian nih yah kok bisa sih dia langsung dapat jabatan tinggi itu, kita aja yang udah bertahun-tahun kerja disini selalu berusaha untuk bisa merensek menjadi sekertaris dari salah satu petinggi perusahaan tapi susahnya minta ampun!!. jangan-jangan..... " ikut Mita yang memperkeruh suasa


" jangan-jangan apa Mit?? " tanya Reni penasaran.


" dia jual tubuhnya kali sama pak Arkana " jawab Mita santai.


" sedang apa kalian, mau minta di pecat??? " suara bariton yang tiba-tiba terdengar, sontak membuat ke tiga wanita yang sedang bergosip itu terlonjak kaget.


" Maaf pak.. kami nggak lagi ngapa-ngapain kok!!! " ucap Mita sambil tertunduk


" i.. iya pak kami lagi bahas pekerjaan kok " lanjut Neli..


****


**Hayo.. hayo... kira-kira siapa yah yang mergokin tuh tiga cewe cabe-cabean. .. apa jangan-jangan Arkana ??? wah bunuh diri nih buat mereka...

__ADS_1


Tinggalkan jejak kalian.. 😭😭**


__ADS_2