
Happy reading...
****
setelah mendapat telfon dari Arka bahwa setengah jam lagi lelaki itu akan datang menjemputnya, Natasya merias dirinya secantik mungkin. berharap jika Arkana akan kembali terpesona akan dirinya.
gadis itu melirik jam yang bertengger di dinding kamarnya, 5 menit lagi. sungguh! ini adalah sesuatu yang sejak dulu gadis ini tunggu. setelah putus dari Rama, penyeselan mulai melingkupi hari-hari Nata', karena nyatanya 4 tahun ia menjalin hubungan dengan Rama, lelaki itu sangat berbeda jauh dengan Arka, sejak saat itu Nata' memutuskan untuk kembali mengejar cinta Arkana.
Ting..tong..
bunyi bel apartemen Nata' berbunyi, dengan cepat gadis itu membuka pintu. dan benar saja lelaki yang ia tunggu sedari tadi sudah berdiri dengan gagah di depan pintu apartemennya.
" Eh ka.. akhirnya kamu datang, masuk dulu yah? " ucap Natasya dengan begitu lembut.
" nggak usah Nat, aku nggak bisa lama, Fira sendirian di rumah sakit " Raut wajah Natasya yang tadi kesenangan kini berubah 180 derajat. mendengar nama Fira lagi-lagi di sebut membuat wanita itu tidak suka.
" kan cuma bentar ka, udah lama kamu nggak main ke apart aku, yah? " wanita itu menarik Arka dengan lembut dan menggiring lelaki itu duduk di atas sofa panjang di salah satu sudut ruang tamu
" kamu mau minum apa ka? "
" Nggak usah Nat, tangan loe juga masih sakit mana bisa bikin minum " Arka masih dengan wajah datarnya.
" kamu kenapa sih ka, berubah banget sama aku, kamu dulu__ "
" dulu kapan Nat,? " potong Arka dengan cepat " jangan bahas apa yang udah terjadi dulu, karena kita udah nggak hidup disana "
" kamu berubah ka " Nata' yang memandang Arka dengan getir membuat lelaki itu mendengus kesal, kenapa ia bisa selemah ini jika sudah di depan Natasya. harusnya ia tidak perduli tapi melihat wanita yang dulu sangat ia cintai ini harus terlihat memilukan seperti ini.
ntah sadar atau tidak, Arka berdiri dari duduknya menghampiri Natasya yang sudah akan mengeluarkan butiran kristal di matanya, membawa wanita itu dalam pelukannya, mengusap lembut punggung gadis itu " gue minta maaf udah kasar sama loe, kalo loe nanya kenapa gue berubah, loe yang udah ngerubah gue Nat, biarin semuanya seperti ini. gue akan terap care sama loe sebagai temen loe " Arka melepas pelukannya dan menggenggam keduah bahu gadis itu " loe jangan sedih lagi. "
Natasya menyeka Air matanya, ada binar kebahagiaan dengan perlakuan Arka. Arka masih memperlakukannya dengan lembut, dan keyakinan akan merebut cinta Arka kembali menjadi semakin kuat. ini akan mudah untuknya!
__ADS_1
" ternyata kamu masih perduli sama aku ka, Arka yang dulu emang nggak pernah ninggalin aku. aku sayang sama kamu ka " Ucap gadis itu dengan lembut dan memeluk pinggang Arka dengan erat. lelaki itu tidak menolak ataupun membalas, ia hanya membiarkan wanita itu melakukannya.
****
" ya Ampun sayang, kamu kenapa kaya gini " Raniah dan Hamis yang barus saja tiba di rumah sakit, langsung masuk keruangan Fira dan mendapati gadis itu tengah berbaring.
Fira mendengar suara Raniah, dengan bersusah payaj berusaha bangun untuk menyambut kedatangan orang tua angkatnya. " E'... eehh... nggak usah bangun nak, Mami sama Papi nggak papa, kau tiduran aja "
Fira menggeleng pelan " aku lebih nyaman kalau ngobrol dalam posisi duduk Mi " dan gadis itu sudah duduk dengan baik di bantu Hamis " makasih Pi "
" sama-sama nak " Hamis mengusap lembut kepala gadis itu
" sekarang jelasin ke Mami, semalam kamunya pergi sama Arkana, tapi tadi pagi Fhatan udah bilang kamu masuk rumah sakit, ini ada apa Mami nggak ngerti " Raniah menatap Fira intens.
Fira tertawa pelan " ini gara-gara Fira nggak ingat jalan Mi " ucap Fira berbohong
" Maksud kamu apa Nak, nggak ingat jalan gimana? memang Arka ninggalin kamu? " Tanya Hamis selidik
" trus kenapa kaki kamu sampai Luk kaya gini " Raniah memperhatikan beberapa lipatan perban yang melilit kaki gadis cantik itu.
" aku nggak kuat pake hak yang tinggi-tinggi kelamaan Mi, makaya Fira lepas dan gini jadinya nginjak beling " Fira berusaha untuk tidak mengatakan apapun, apalagi masalah Arka yang megabaikannya hanya karena mantan kekasihnya.
ngomong-ngomong soal Arka, Fira langsung terlihat lesu mengingat kekasihnya itu sedang menjemput si mantan kekasih. huh membuat punggung Fira merosok, dan satu pertanyaa Raniah membuat Fira menegang
" ini Arka kemana, bukannya dia harusnya disini yah jagain kamu? " Raniah dan Hamis mengedarkan pandangannya mencari sosok anak sulungnya itu.
" iya Nak, kakakmu kemana? " tambah Hamis
dan Fira sudah mulai terlihat panik, apa yang harus ia katakan. tidak mungkinkan mengatakan kalau Arka pergi menemui mantan kekasihnya.
" Fir " Ranih menyadarkan Fira dari lamunannya " Arka mana sayang? "
__ADS_1
" kak Arka... di... dia.. dia aku suruh beli makan, soalnya be.. belum sarapan jadi aku surub dia cari sarapan dulu " Fira lagi-lagi berbohong untuk menyelamatkan kekasihnya
Raniah dan Hamis mengangguk paham.
****
" Makasih ya ka, kamu udah anterin aku " Natasya menatap Arka dengan lembut " maaf udah ngerepotin " gadis itu merai gagang pintu mobil untuk ia buka.
" Hm "
" kamu hati-hati baliknya " Pintu mobil sudah terbuka dan wanita itu melangkah keluar. Arka hanya menyaksikan punggung Natasya yang semakin menjauh.
di sudut lain, sebuah motor yang ugal-ugalan di jalan, sedang mendekat ke arah Natasya. dengan langkah cepat Arka berlari secepat mungkin
"NATAAAA!!!!! " teriak Arka sambil menarik lengan Natasya, dan hampir saja Natasya di tabrak oleh motor yang tidak tau aturan itu.
" kamu nggak papa, ka... kamu ada yang luka, " perasaan khawatir melingkupi wajah Arkana, ia benar-benar terlihat takut " aku hampir kehilangan kamu lagi Nat " Arka semakin mempererat pelukannya di tubuh Natasya
" ka? " Natasya tidak percaya ini, apa yang ia dengar tadi, aku hampir kehilangan kamu lagi Nat.
" diam, biarin seperti ini. aku capek Nat, aku berusaha ngebuang kamu 5 tahun ini, awalnya aku bisa, bahkan aku udah berhasil mencintai satu wanita. tapi kamu hadir dan mengacaukan semuanya. semuanya Nat!! " Teriak Arka frustasi. " kenapa kamu harus balik lagi dan mengacaukan semuanya, kenapa Nat? "
" Ka? "
" jujur aku masih sayang sama kamu, tapi aku nggak bisa balik sama kamu, aku udah mencintai gadis lain, bahkan lebih saat aku mencintai kamu " Arka berlalu meninggalkan Natasya yang masih mematung di tempatnya.
***
Satu kalimat untuk Arka!!!
Huaaa ... sumpah yah, di part ini aku udah nyiapin sumpah serapah untuk Arka. si Fira lagi lindungin dia dari Amukan orang tuanya, laah dia malah mesra²an sama si ular...
__ADS_1
Tinggalkan jejak kalian 😭😭😭