Tiga Cinta Di Hidupku

Tiga Cinta Di Hidupku
* Semuanya di Mulai


__ADS_3

" kamu sudah siap nak..??? " tanya bunda anisa yang berada didepan pintu kamar Fira


hari ini adalah hari terakhir Fira dipanti, karna sebentar lagi ia akan tinggal dikediaman keluarga Abraham, Raniah dan Hamis juga sedang berada didalam ruang tamu menunggu Fira yang tengah bersiap-siap


" Fira udah siapko' bun " dengan senyum yang sedikit dipaksakan,


ada rasa sedih yang saat ini menggelayuti hatinya. Bagaimana tidak sebentar lagi dia akan meninggalkan panti ini. panti asuhan yang sudah hampir 20 tahun menjadi tempatnya berteduh, meninggalkan bunda anisa yang sudah membesarkannya dengan penuh kasih sayang dan anak-anak panti lain yang sudah ia anggap adalah adik kandungnya sendiri.


" ya sudah. ayo keluar orang tua angkatmu sudah menunggumu untuk menjemputmu sayang " lanjut bunda anisa sambil memegang pundak gadis itu untuk menuntunnya.


di ruang tamu nampak Raniah dan Hamis menelitik ke arah Fira, sejak saat gadis itu muncul dibalik dinding pemisah antara kamar dan juga ruang tamu.


Fira terus berjalan sambil tertunduk.sekuat tenaga menahan air mata yang mungkin sebentar lagi akan mengalir dipipinya.


*ya Tuhan, apakah memang ini yang terbaik untukku?? apakah ini adalah jalan yang telah kau pilihkan untukku, jika memang seperti itu,beri aku ke*kekuatan. do'a fira dalam hati


Rania beranjak dari tempat duduknya menghampiri gadis yang masih tidak berani menatapnya itu. Rania mengerti dengan apa yang di rasakan Fira saat ini, tapi itu tidak menjadi masalah untuknya, karena dia berjanji pada dirinya sendiri kalau dia akan menyayangi Fira dengan sepenuh hati.


" kamu kenapa sayang..?? " tanya Rania


".........." fira masih terdiam


" saya mengerti ini tidak mudah untuk kamu dan kami minta maaf karena menempatkan kamu di posisi ini, tapi beri kami kesempatan untuk menjadi orang tua yang baik untuk kamu, iya kan pi...??? " jelas Rania, dan mendapat anggukan setuju dari suaminya itu.


" Terima kasih " hanya itu yang mampu di ucapkan fira saat ini


*****


Mobil mewah berwarna hitam yang membawa Hamis, Rania, dan Fira kini


memasuki halaman rumah keluarga Abraham. Fira tertegun melihat rumah yang cukup besar ini dengan cat berwarna putih, atapnya yang menjulang tinggi, halaman rumah yang sangat luas dan berbagai tanaman bunga yang sangat terawat.


" kita masuk sayang.. " ujar Raniah pada fira yang sepertinya masih fokus menatap takjub melihat rumah yangbakan segera ia tempati.

__ADS_1


dan Fira mengangguk,


pintu rumah terbuka. terlihat beberapa pelayan yang tengah berbaris berpakain khas pelayan dan beberapa pria bertubuh kekar dengan pakaian formal mereka menunjukkan bahwa mereka adalah pengawal. mereka membungkukan badan menyambut Nyonya dan Tuan besar di rumah ini.


Rania memegang bahu fira sambil menuntunnya untuk masuk kedalam rumah. gadis itu tak henti-hentinya terkagum melihat bagaimana mewahnya rumah ini. sedang Rania hanya terus tersenyum bahagia


" kamu akan terbiasa dengan ini karna kamu sekarang sudah jadi anak Mami " Rania yang mengerti akan ekpresi yang ditunjukkan Fira sejak melangkahkan kakinya kedalam rumah.


Mereka bertiga sudah duduk di ruang tamu


Hamis berdiri di depan para pelayannya " baiklah.. karena kalian semua sudah ada disini. saya akan memperkenalkan kalian dengan gadis yang saya bawa " ujar Hamis kepada para pelayan dan pengawal yang masih tetap setia berdiri.


" Fira, sini nak " Hamis memanggil fira untuk berdiri disampingnya


dengan langkah canggung, Fira melangkah mendekati lelaki yang sudah sah menjadi ayah angkatnya itu


" dia Musfira yuniar, kalian bisa memanggilnya fira. dia sekarang adalah anak saya dan dia akan menjadi Nona muda dirumah ini ". pemberitahuan itu tentu saja membuat para pelayannya terlonjak kaget,


" dan saya harap kalian bisa melayani fira seperti kalian melayani tuan-tuan muda di rumah ini. apa kalian mengerti..!!!! " lanjut Hamis dengan penuh penekanan.


Fira masih tetap dengan tatapan kosongnya, belum sepenuhnya bisa menerima dengan apa yang terjadi dalam hidupnya saat ini. seolah berubah 180° dengan kehidupannya di panti tapi inilah yang terjadi dan fira tidak punya pilihan lain selain menjalaninya, itulah yang difikirkan Fira.


Semuanya di mulai...............


setelah pengumuman yang dilakukan suaminya, Rania langsung melangkahkan kakinya membawa fira bersamanya menuju kamar yang telah di siapkannya untuk fira tempati.



mereka sudah berada dalam kamar. ruangan besar dengan dinding berwarna cream, dan berbagai funiture mewah yang menghiasi kamar itu. ranjang dengan ukuran king size berselimut putih.


3 kali lipat besarnya dari kamar Fira yang ada di panti. fira terus memperhatikan dengan seksama setiap sudut kamarnya


'besar sekali ' gumam fira dalam hati

__ADS_1


"kamu suka sayang..? atau kamarnya kurang besar? " tanya Rania


Fira menggeleng " tidak nyonya. ini sudah sangat cukup bahkan ini terkesan berlebihan untuk saya " Fira yang merasa kamar ini memang sedikit terlalu besar untuk dia yang hanya akan tidur sendiri di kamar itu


Rania tersenyum " tidak ada yang berlebihan untuk anak Mami " sambil mengusap puncak kepala fira " mulai saat ini kamu jangan memanggil saya Nyonya tapi Ma**mi**. oke sayang? "


" mmmm.. baik Ma... mi " Fira sedikit terbata karna belum terbiasa dengan panggilan itu.


" kamu akan terbias nanti " merangkuh Fira dan memeluknya dengan sayang.


perlahan gadis ini mulai tersentuh dengan perlakuan ibu angkatnya yang sepertinya memang benar-benar menyayanginya. ntah mengapa dia mulai ingin belajar menyayangi Raniah dan menerimanya sebagai ibunya.


Hamis berdiri menyenderkan tubuhnya di sisi pintu sambil melipat kedua lengannya, memperhatikan ke dua wanita yang kini ada dihadapannya.


senyum bahagai terukir di wajahnya.senyuman bahagia melihat istrinya yang sepertinya sangat bahagia dengan kedatangan Fira.


' terima kasih fira. kamu sudah membawa kebahagian untuk istri saya. mungkin Tuhan mengirim kamu ke tengah-tengah kami untuk sedikit mengobati rasa rindu kami dengan dia ' Hamis membatin.


" mi.. sepertinya sekarang papi harus kekantor " ucap hamis sembari melirik jam mewah bermerek Alexand*** yang melingkar di lengannya.


Hamis juga masih punya tanggung jawab dikantornya. meskipun ada Arkana yang membantunya tetapi banyak pekerjaan yang hanya bisa di selesaikan oleh dirinya sebagai CEO dari Abraham group.


" pulang cepet yah pi, kita makan malam bersama, "


" iya sayang!!! " Hamis mengalihkan pandangannya ke Fira, " kamu temani Mami kamu yah, " sambik tersenyum


" i... iya " sedikit canggung.


****


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2