Tiga Cinta Di Hidupku

Tiga Cinta Di Hidupku
* DIRGA WIRAJAYA


__ADS_3

bi' Minah melanjutkan pekerjaan yang di tinggalkan Fira untuknya, menyiapkan makanan untuk tuan-tuan mudanya.


" Selamat pagi bik.. " Abimanyu menyapa,menarik kursi menyandarkan bokongnya " Wah.. wah.. hari ini ada acara apa, ada banyak makanan enak "


" Hmmmmm" ujar Arkana sambil mempertajam indera penciumannya, terlihat baru saja turun dari kamarnya di ikuti oleh Fhatan yang mengekor di belakangnya


" tumben bi'.. masak segini enaknya,


sampai-sampai wanginya sampe kedalam kamar gue " ucap Fhatan


" diih...lebbay lo "


" biarin.. week " Fhatan menjulurkan lidahnya


begitupun juga Arkana dan Fhatan yang langsung duduk dan meraih piring yang sudah tertata rapi di depannya.


" Oh ya bi'.. Fira belum bangun, kok nggak ikut sarapan?? " tanya Fhatan, yang membuat Arkana mengerutkan ke dua alisnya


" Nona muda baru saja naik tuan, selesai memasak dia langsung naik untuk siap-siap " jawab bi' Minah


" Uhuuukk.. uhuuuk.. " Arkana yang sedang menikmati makanannya itu tiba-tiba terbatuk mendengar kata Memasak. refleks, Abimanyu meraih gelas berisikan air putih lalu di berikan kepada kaka'nya itu


jadi dia yang masak.. enak juga. Arkana


sesaat Fhatan memperhatikan Arkana yang tiba-tiba terbatuk. lalu mengalihkan pandangannya ke bik Mina " jadi yang masak ini Fira??? "


" iya tuan "


" ya sudah.. sekarang bibi' panggil Fira untuk ikut makan" perintah Fhatan ke pelayannya itu.


Fira yang sedang sibuk di depan cermin mendengar suara ketukan pintu dari luar kamarnya.


Tok. tok. tok...


" masuk.." menoleh ke arah pintu untuk memastikan siapa yang mengetuk pintu


" Ehhh.. bik Minah. ada apa bik ??"


" tuan muda Fhatan, menyuruh saya untuk memanggil anda Nona muda, sarapan katanya "


" Oh.. ya udah aku segera turun " meraih ransel kecilnya


saat bik Minah memegang knop pintu dan segera membukanya, tiba-tiba suara Fira menghentikannya.


" Tunggu bik.. "


bik Minah membalikkan badannya menghadap Fira. " ada apa Nona muda..? "


Fira melangkahkan kakinya menuju bik Minah, meraih tangan bik Minah dan menggenggamnya dengan hormat. bik Minah yang mendapat perlakuan itu mengerjap keheranan.


Fira tersenyum tulus " bik.. bibi'kan lebih tua dari Fira, bisa tidak kalau bibik manggil Fira dengan Fira aja. nggak usah pake embel-embel Nona mudah " menghela nafas " Fira nggak biasa dan nggak nyaman di panggil seperti itu oleh orang yang lebih tua dari Fira "


" tapi Non, itu sudah jadi peraturan di rumah ini, kalau sampai bibi melanggangar takut Tuan dan Nyonya besar marah "


" begitu yah!!....atau gimana kalau bibi manggilnya Non Fira aja, yaah itu lebih baik "


" ya sudah kalau itu mau Nona mudah.. eehh maksud bibi Non Fira, tapi kalau ada apa-apa bibi nggak tanggung jawab yah "


" Siap bik " jawab Fira dengan sigap.


Fira langsung melangkahkan kakinya keluar dari kamar meninggalkan bik Minah yang masih setia berdiri di tempatnya


Non Fira, hati anda begitu lembut,.. pantas saja tuan dan nyonya besar sangat menyayangi anda, semoga anda selalu di beri kebahagiaan. ucap bik Minah dalam hatinya sambil tersenyum tulus.


***


Fira melangkahkan kakinya menuruni anak tangga, Fhatan yang menyadari itu langsung mengalihkan pandangannya ke arah gadis itu begitu juga Abimanyu dan juga Arkana


mereka sempat terpaku melihat penampilan Fira hari ini yang terlihat lebih cantik dan feminim.


__ADS_1


dres mini sabrina berwarna white gray dan sedikit payet bunga yang mengekspos kulit putihnya yang bersih, sedang rambutnya di biarkan ter urai..


satu kata yang mereka ucapkan dalam hati dengan serempak


Sempurna!!!!


Hingga deheman bik Minah berhasil membuyarkan lamunan mereka. bik Minah menyadari kalau ke tiga majikannya itu sedang terpesona dengan Fira yang memang sangat cantik hari ini


" khemmmmm "


sontak saja membuat mereka bertiga panik dan membuang tatapan mereka ke sembarang arah.


ke tiga laki-laki itu berhasil menguasai diri mereka kembali untuk tidak menampakan keterpesonaannya kepada gadis cantik ini, meskipun sebenarnya mereka sama-sama menghiasi bibir mereka dengan senyuman kekaguman. haaahhh bisa jatuh harga diri mereka!!!


gilaaa nih cewe, cantik banget. Abimanyu


itu Fira kan?? benar-benar Fira kan? ko' jadi cantik gitu. Arkana


Shit!!!! cantik banget sih lo fir. Fhatan


ungkapan dalam hati mereka masing-masing. tanpa mereka sadari Fira sudah sangat mengikis jarak diantara ke tiga laki-laki ini


" Eh..Fir, loe ikutan makan yuk. loe kan udah cape-cape masak jadi loe juga harus makan " ujar Fhatan sembari menarik kursi untuk Fira


gadis ini masih diam di tempatnya, tidak berani langsung duduk begitu saja karena selain Fhatan ada Arkana dan Abimanyu juga disana yang masih terlihat acuh dan lebih fokus ke makanan mereka.


apa lagi mengingat hubungannya dengan Arkana dan Abimanyu tidak sebaik hubungannya dengan Fhatan saat ini.


hingga suara Arkana yang terdengar, membuat semua orang tertegun keheranan.


" Loe duduk aja dan nikmatin makanannya " Arkana yang berusaha dingin dan tanpa melihat ke arah Fira


" ya??? ah iya... terima kasih " jawab fira kikuk


Fira langsung mengambil duduk di samping Fhatan yang sudah menarikkannya kursi sedari tadi,


Abimanyu menatap Arkana dengan memicinkan matanya. ada rasa terkejut dengan ucapan kakanya itu yang seperti sedang memberikan izin gadis itu untuk duduk sebagai bagian dari mereka


jadi itu yang bisa bikin lo luluh.. oke. senyum menyeringai di bibir Fhatan.


hening tercipta di antara mereka.


" Fir.. hari ini loe kerjakan? " tanya Fhatan memecah keheningan


" hmmmm " menganggukan kepala


" kalau gitu, loe bareng gue aja yah? kebetulan kita kayanya searah "


" Nggak usah,aku bisa naik bus nggak jauh-jauh juga.. " mencoba menolak


" gue nggak terima penolakan" ucap Fhatan yang penuh penekanan. Fira hanya bisa pasrah kemudian menganggukan kepala


sedang Arkana dan Abimanyu hanya saling melempar tatapan yang sulit di artikan


Fhatan selesai dengan makannya dan juga Fira, " Yaudah yu'.. kesiangan ntar " tanpa aba-aba Fhatan langsung menarik lengan Fira dan membawanya keluar


" Bang!! gue duluan " teriak Fhatan


Arkana dan Abimanyu menatap kepergian Fhatan dan Fira dengan tatapan tajam mereka. yang menunjukkan ketidak sukaannya


" ini nggak bisa di biarin bim " arkana


" iya bang.. gue bakalan ngomong sama Fhatan. secepatnya "


" Nanti malam!!!! gue kasi loe kesempatan nanti mlm buat ngomong sama Fhatan, kalau nggak, gue yang bakalan ngomong sama dia dengan cara gue sendiri " tekan Arkana


" pasti bang..!!! "


***


" permisi pak " ucap Billy

__ADS_1


" ada apa Bil.. "


" CEO dari jaya group sedang menunggu anda di ruang tunggu.."


" apa???? kenapa mendadak sekali, tanpa membuat janji terlebih dahulu, " Arkana terkejut


" Saya kurang tau pak, dia sekarang ada di ruang tunggu "


Arkana langsung beranjak dari kursinya di ikuti Billy di belakangnya. dia segera membuka pintu dimana tamu yang di maksud oleh sekertarisnya itu sedang menunggunya.


ceklek..


pintu ruangan terbuka, terlihat seorang laki-laki yang sedang duduk di sebuah sofa panjang dengan stelan jas kantor yang sangat pas di badannya, bermata hazel,berkulit putih,hidung mancung, anting-anting yang menghiasi telinganya yang menambah kesan modisnya, wajah tegas dan dingin menambah aura ketampanan pada dirinya, seolah ia bukanlah CEO dari perusahaan besar



" Selamat siang_____?? " Arkana menggantung ucapannya karena belum tahu nama dari tamu pentingnya itu


" Dirga Wirajaya, panggil saja Dirga " Dirga memperkenalkan dirinya


" Ah...baiklah senang bisa bertemu dengan anda pak Dirga " Arkana mengulurkan tangannya


membalas uluran tangan " Sama-sama pak Arkana,, Ahhh iya!!! maafkan atas kelancangan saya yang datang tanpa membuat janji terlebih dahulu "


terpampang senyum di wajah Arkana. seolah memberi tahukan pada Dirga bahwa itu tak masalah untuknya " tidak apa-apa pak!!! saya senang seorang CEO yang memimpin perusahaan yang hampir bisa di sejajarkan dengan Abraham group mau repot-repot datang menemui saya " Arkana memuji


" anda berlebihan tuan " ucap Dirga


" kalau boleh tau, apa yang membuat anda datang repot-repot kesini pak Dirga, bukannya masalah tender kita yang kemarin sedang dalam proses dan saya rasa persiapannya sudah mencapai 60%?? "


" sebelum menjawab pertanyaan anda tuan Arkana, apakah kita bisa Bicara sedikit santai saja, karena saya rasa umur kita tidak jauh berbeda "


" Hmmm.. sepertinya menarik Dirga "


" Ah yaaaa itu lebih baik Arkana "


Dirga memberikan sebuah map berwarna kuning pada Arkana, map yang sudah sedari tadi ada di atas meja


" saya hanya ingin membicarakan tentang indeks-indeks perusahaan kita yang sedikit meningkat semenjak kerjasama antara jaya group dan Abraham "


" itu tidak lain karena kerja keras kita bersama Dirga, dan saya rasa itu pantas untuk kita dapatkan.. saya merasa kagum dengan semua catatan kinerja anda, sebagai CEO muda anda sudah bisa membawa jaya group menjadi salah satu perusahaan yang layak di perhitungkan, dan saya memilih mengajukan tender ke perusahaan anda karena saya yakin dengan kinerja anda "


" ah.. sekali lagi anda terlalu berlebihan.. tapi saya hargai itu, terima kasih Arkana"


" anda sangat bersemangat jika membahas tentang pekerjaan, sepertinya anda punya alasan tertentu " tanya Arkana yang menyelidik dengan wajah berseri yang di tampilkan Dirga


" Selain hebat dalam bisnis, anda juga sepertinya sangat hebat membaca ekpresi orang lain " ucap Dirga terkekeh. lalu menghela nafasnya, seketika wajah dirga berubah sedikit sayu " itu semua karena Dia "


Arkana mengernyitkan keningnya, masih bingung dengan penuturan Dirga.


Dia??? dia siapa???


Dirga memejamkan matanya. menghirup udara yang mencoba merasuk kedalam rongga hidungnya dengan sedikit kasar


" Aku sudah berjanji pada seseorang__ " Dirga menggantung ucapannya, sesaat ada sekelebat bayangan seorang wanita dari masa Lalunya muncul,


Flash Back On.......


" kakak berjanji akan menikahiku.??? " pernyataan seorang gadis kecil sontak membuat Dirga membelalakkan matanya. bagaimana tidak gadis kecil yang berbeda 6 tahun dengannya membahas tentang pernikahan,


" kenapa kakak harus berjanji..?? " Dirga yang masih tidak habis fikir dengan perasaannya sendiri, dia merasa aneh sekaligus bahagia dengan pernyataan gadis kecil itu, gadis kecil yang sudah menjadi sahabatnya sejak 1 tahun terakhir ini sejak kepindahannya,


gadis kecil dari panti asuhan yang berada tepat samping rumahnya, gadis kecil yang sudah menyelamatkan hidupnya dari keterpurukan,


gadis kecil yang memberikan kehidupan baru untuknya


" ya sudah, kalau kaka nggak mau, biar aku cari laki-laki yang mau menikahiku jika aku sudah besar nanti " anak kecil itu mencebikkan bibirnya cemberut.


membuat Dirga menatapnya dengan gemas, namun ada perasaan tidak rela ketika gadis kecilnya itu mengatakan akan mencari laki-laki lain yang ingin menikahinya.


****

__ADS_1


Tinggalkan jejak kalian 😭😭😭😭😭


__ADS_2