
Happy reading....
****
Hening tercipta di antara mereka. Mike maupun Fira tidak ada yang mencoba memecah keheningan. hingga deheman Mike mampu membuat Fira membuka suara
" kenapa kak? "
" loe nggak suka yah gue jemput? "
" Hem? kaka ngomong apa sih, makasih udah jemput aku "
" habisnya loe dari tadi diam mulu " melihat Fira sekilas dan kembali fokus ke setir mobilnya
tertawa kecil " aku nggak tau mau ngomong apa kak "
" Maaf ya, gue jemput loe nggak bilang dulu, lagian gue mau ngabarin loe kaya gimana gue nggak simpan nomor loe, oh ya..." merogoh saku celana, mengeluarkan ponselnya " nih.. loe masukin nomor telfon loe "
" hm? " Fira melihat ponsel itu sebentar dan meraihnya, mengetik beberapa digit angka dan mengembalikannya ke Mike
" ini nomor telfon loe kan, bukan nomornya emak-emak komplek " tanya Mike dengan sedikit bercanda
" ya bukan lah kak, masa nomor telfon emak-emak komplek " Fira terkekeh
" jadi ini bener telfon loe kan? " Mike sekali lagi memastikan
" nomor telfon satpam komplek " dengan sedikit tertawa
" anyiiing... sama aja!! " Mike mencebik
" iya nomor telfon aku, "
" yaudah, awas aja kalau bukan " ancamnya
Fira mengernyit " kenapa emang kalau bukan? "
" gue bawa loe kabur ke KUA "
" Wih.. enak tuh kak! boleh..."
__ADS_1
Sontak membuat Mike menatap Fira yang tengah melihatnya, seketika membuat tawa mereka berdua pecah di dalam mobil itu.
" selera humor loe boleh juga " kembali Fokus menyetir
Fira hanya membalas dengan senyuman khasnya, dan kembali mengalihkan pandangannya ke arah luar jendela mobil.
beberapa saat kemudian..
setelah menempuh perjalan 35 menit, mobil Mike telah sampai di depan pintu utama Abraham Group, memang perjalanan sedikit lama, mengingat waktu tempuh dari kediaman Abraham ke kantor hanya menyita waktu 20 menit, namun Mike dengan Sengaja membawa mobilnya sedikit melambat, agar bisa lebih lama bersama dengan gadis itu.
" Makasih yah kak " sambil melepas seatbealtya
" sama-sama "
Fira baru saja akan membuka pintu mobil dibagian sisinya, namun cegatan tangan Mike menghalanginya " Fir "
gadis itu melihat tangan Mike yang memegang lengannya dengan sedikit tidak suka " kenapa kak? " Fira berusaha tenang
" ntar gue jemput lagi yah " Mike dengan wajah memohonnya
Fira merasa tidak enak menolak ajakan Mike, orang yang baik menurutnya. toh hanya mengantar pulang mungkin tidak akan masalah. gadis itupun mengangguk tipis
dengan setengah senyumnya
setelah memastikan Mobil Mike benar-benar pergi dari hadapannya, gadis itu melangkahkan kaki jenjangnya masuk kedalam lift khusus untuk para petinggi perusahaan,
banyak mata yang menatap Fira dengan ketidak sukaannya, lebih tepatnya iri. apa lagi dari para karyawan-karyawan wanita, jangan ditanya bagaiman dengan reaksi para karyawan pria, mereka menatap Fira dengan tatapan kagum.
Musfira memang gadis yang cantik dan juga sangat ramah, iya akan selalu menebar senyumnya pada orang-orang yang sekalipun tidak ia kenal, wanita yang lembut dan tidak banyak bicara jika tidak dengam orang yang mengenalnya dengan baik.
Ting.....
suara pintu lift terbuka berbunyi, ia sedikit mengernyit keheranan melihat Arkana yang mondar mandir di depan mejanya ditemani Billy di sampingnya.
mencoba tidak perduli, Fira melangkah dengan sedikit kikuk dan mengambil duduk. Billy yang melihat kedatangan gadis itu membuatnya bertanya dengan raut wajah khawatir " Fir, loe dari mana? kok telat "
" Ya? " Fira mengerjap keheranan, ia melirik jam tangan yang melingkar di lengannya, menyadari bahwa memang dirinya sedikit terlambat, membuat wajahnya memucat takut.
dan Arkana yang baru saja menyadari kedatangan Fira langsung memutar tubuhnya ke arah gadis itu " wah.. Hebat yah, udah berani telat sekarang!! " bentaknya
__ADS_1
Wajah Fira berubah pias, ia tersentak takut. benar-benar takut. kembali lagi, Arkana yang beberapa waktu kebelakang mulai menatapnya lembut kini kembali melihatnya dengan amarah.
Fira berdiri dari kursinya, bentakan yang Arkana berikan membuatnya tertunduk sekaligus menggigit bibir bawahnya.
" Ma.. maaf pak, tadi....... " ia berputar mencari kalimat yang pas untuk ia berikan, ini memang bukan salahnya, salahkan Mike yang dengan sengaja memperlambat laju mobilnya hingga membuatnya harus terlambat.
" tadi kemana?? loe liat ini jam berapa, harusnya dari rumah itu cuma makan waktu 20 menit, tapi ini udah 35 menit. loe sadar loe terlambat 15 menita Fira!!! " masih dengan penekanan
" ia maaf pak, saya salah " hanya itu yang mampu gadis itu ucapkan saat ini, ketimbang harus menjelaskannya, karena ia yakin kemarahan Arkana tidak akan membuat lekaki itu percaya begitu saja
" itu bukan jawaban atas pertanyaan gue! gue nanya kemana loe 15 menit ini dan itu bersama Mike ?!!! "
" JAWAB FIRA....!!!! "
oh ayolah Arka, over protektifmu itu tidak beralasan!!!!
Billy, mengernyit keheranan menyaksikan kelakuan bosnya itu. bagaimana tidak, ini pertama kalinya ia melihat Arkana dengan ke over protektifannya pada seorang karyawan. apa lagi ini hanya masalah waktu 15 menit.
sebelum kedatangannya Fira, Lelaki itu sedari tadi uring-uringan melihat jam tangannya terus menerus sambil merapalkan kalimat ' loe kemana fira!!!!! '
Fira meremas ujung kemejanya " a... aku sama kak Mike nggak kemana-mana pak! kami hanya terlalu lama di jalan "
Arkana menghela nafasnya berat, mencoba meredam emosinya, ia menyadari bahwa gadis di hadapannya ini mulai takut lagi padanya, ia langsung mengingat raut wajah Fira saat perlakuan kasarnya dulu pada gadis ini.
shit! apa yang loe lakuin Arka, loe buat dia ketakutan lagi sama loe!
tanpa Fikir panjang, Arkana melangkah medekati Fira, menarik gadis itu kedalam pelukannya. mencoba menenangkan Musfira dengan sapuan lembutnya.
Fira yang memang dalam mode ketakutan, tanpa sadar menitikan air matanya, rasanya ia tak mampu menolak rengkuhan lembut lelaki ini, terlalu nyaman untuknya!
" Maaf.. maafin gue, gue nggak maksud bentak loe kaya tadi, gue... gue cuma khawatir " Arka memejamkan matanya menikmati sentuhan yang membuat darahnya mendesir, berhasil menyentuh sisi dalam hatinya yang paling dalam.
rasa yang selama 5tahun ini tidak pernah ia rasakan, dan tak ingin ia rasakan lagi. otak dan hatinya sungguh tidak selaras. otaknya mencoba untuk menolak tapi tidak dengan hatinya.
ia menyayangi gadis ini...!!! tidak salah lagi
Billy langsung membalikkan badannya, meninggalkan kedua insan yang saling berpelukan ini. ia mulai mengerti dengan situasinya dan ia tak ingin menjadi perusak moment indah yang tidak pernah ia saksikan sebelumnya. Billy mengulas senyumnya pak Arka jatuh cinta!!!
*******
__ADS_1
Aku merindukan kalian... 😢
Maaf ya.. maaf banget!! kesibukan ini membunuhku, sehingga harus mengenyampingkan tulisanku ini. di samping anak yang mulai rewel... sekali lagi aku nggak minta banyak! Tinggalkan jejak kalian ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜