
Happy reading...
***
" Maafkan kami Nyonya..." satu kalimat dari dokter Noah berhasil membuat semua yang ada di tempat itu terdiam, memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang mungkin terjadi.
" kita nggak butuh kata maaf dokter, kita butuh penjelasan, gimana keadaan adik saya di dalam " Fhatan benar-benar sudah hilang kesabarannya menarik kerah jas putih dokter yang sedang di gunakan Noah.
" Fhatan, loe tenangin diri loe, kita dengar dulu penjelasan dokter Noah " Mike berusaha menenangkan Fhatan, meskipun dirinya juga sebenarnya tidak tenang
" gimana gue mau tenang, adik gue bang! dia di dalam sedang berjuang untuk hidup, dan gue disini nggak bisa ngapa-ngapain " bentaknya frustasi dan segera melepaskan cengkramannya dari Noah.
" katakan dok, bagaimana anak saya? " kini Hamis yang bertanya, suara yang berat dan penuh penekanan nyaris membuat Noah terlonjak kaget.
" Maaf kalau saya harus menyampaikan ini, karena luka yang cukup parah di kepala Non Fira, dan kami sudah melakukan semua yang kami bisa, tapi saya harus menyampaikan ini, Non Fira mengalami koma " jelas dokter Noah.
" Ko..koma!! " Satu kata yang mereka gumamkan secara bersamaan. Arka yang merasa tulang kakinya sudah sangat lemah berpijak, lelaki itu terduduk lesu, ntah dia harus senang atau sedih, kenyataan Fira sang kekasih masih selamat tapi, Koma?
oh.. Tuhan, sadarkan Arkana ia sudah menjadi orang yang terbrensek. ini semua karenanya, ulahnya, dan Fira yang menanggung akibatnya.
Raniah memeluk suaminya erat, " anak kita pi... Mami nggak mau kehilangan lagi cukup Arlita yang ninggalin kita, jangan Fira juga..hiks.. hiks.. " jika tidak mengingat ini adalah rumah sakit, pastikan saja bahwa Raniah akan menangis sekencang-kencangnya.
Leo dan juga Mike, hanya tertunduk berguman berdoa, dan merutuki diri mereka, sekali lagi penyesalan itu kembali, seandainya.....
" Brensek!! " umpat Fhatan, yang membuat gerakan meninju angin. dimana Fhatan yang pecicilan, dimana lelaki yang selalu mengeluarkan guyonan yang tidak berfaedahnya itu, hilang! dan semuanya karena Fira, gadis yang ia cintai namun tidak bisa ia miliki.
" kalian bisa menemui Fira, tapi kami harus memindahkannya dulu ke ruang inap " ucap dokter Noah selanjutnya.
" berikan perawatan terbaik di rumah sakit ini " pinta Hamis, tapi terdengar seperti perintah.
" Baik Tuan, kalau begitu saya permisi " Dokter Noah setengah membungkuk dan segera meninggalkan semua orang yang terlihat lelah dan frustasi ini.
ntah kenapa sorot mata Raniah kini sudah menajam, hingga satu tuntutan menyadarkan Hamis tentang apa yang sedang istrinya fikirkan saat ini terjawab " Papi, aku nggak mau tau bagaimanapun caranya segera akuisisi perusahaan keluarga Natasya sekarang juga, buat keluarganya hancur sehancur-hancurnya "
keluarga Abraham kembali lagi...
bukan rumor belaka, keluarga Abraham memang terkenal tak ada ampun untuk siapapun yang dengan sengaja mencari masalah dengannya, apa lagi untuk Raniah dan juga Hamis. jadi jangan tanyakan kenapa, orang-orang akan berfikir ulang jika mereka harus berurusan dengan keluarga itu.
__ADS_1
Mike dan Leo yang mendengarnya tentu saja membelalakkan matanya, bukan! bukan ia terkejut dengan tindakan yang di ambil oleh ibu dari sahabatnya itu, tapi mengakuisisi perusahaan keluarga Natasya langsung? sungguh itu di luar dari pemikirannya.
ternyata Raniah memberikan hukuman untuk Natasya tidak tanggung-tanggung, bahkan keluarga gadis itu harus terkena imbasnya, dan itu semua karena tindakan bodohnya sendiri.
Arka yang mendengar itu, bergeming. ia tidak perduli apa yang akan terjadi dengan gadis masa lalunya itu, yang hanya ia fikirkan saat ini hanya gadis untuk masa depannya. Firanya.!
" Mami yakin? " Hamis menelisik wajah sang istri.
Raniah mengangguk " yakin sekali, dan Mami mau itu dalam 3 hari. "
luar biasa!
kemarahan Raniah sudah tidak tanggung lagi, ia hanya ingin menyadarkan gadis itu dimana tempat ia seharusnya berada. mencari masalah dengan keluarganya benar-benar pilihan bodoh.
" besok Abimanyu pulang " satu kalimat dari Fhatan berhasil membuat Arkana menegang. Ah iya! kenapa bisa dia lupa dengan adiknya yang satu itu. tidak! lebih tepatnya ancaman yang Abimanyu ucapkan saat lelaki itu akan berangkat keluar negeri.
iya tidak mau dan tidak akan membiarkan Fira meninggalkannya. karena tidak menutup kemungkinan setelah sadar nanti gadis itu pasti akan meninggalkannya, dan itu akan di gunakan Abimanyu untuk merebut Firanya.
tidak akan!
***
benar-benar pemandangan yang membuat hati Arkana teriris. Ya lelaki itu sedang ada di dalam ruangan Fira. Mike dan juga Leo harus kembali, begitupun Raniah dan Hamis, pasangan paru bayah itu memang harus banyak istirahat, mengingat usia mereka yang sudah tidak muda lagi.
Fhatan, harus kembali ke lokasi syutingnya, menyelesaikan proses syuting yang ia tinggalkan begitu saja setelah mendapat kabar tentang Fira.
Arka melirik jam yang bertengger di lengan kokohnya, dan waktu sudah menunjukkan pukul 23:35. pantas saja ia begitu lelah dan merasa sedikit lapar, ia belum makan seharian ini. tapi itu tidak penting sekarang, karena perhatiannya hanya terfokus untuk gadis yang sedang terbaring lemah di atas brangkar rumah sakit.
Firanya!
lelaki itu mendekat kearah Fira, mengikis jarak untuknya, setelah tepat berada di samping Fira, Arka mengulurkan tanganya di atas puncak kepala gadis itu, mengusapnya dengan pelan dan sayang.
" kata Maaf aku nggak akan bisa membuat semuanya kembali seperti semula, tapi aku akan tetap ucapin itu. " Arka menarik nafasnya pelan " Maaf... maafin aku yang udah nyia-nyian kepercayaan kamu, aku emang laki-laki bodoh. yaa aku akuin itu, aku nggak bersyukur Tuhan udah ngasih wanita sebaik kamu di samping aku, karena dengan jahatnya aku bikin hati kamu terluka. Maaf! maafin aku sayang. Maaf! "
satu bulir air mata berhasil membasahi pipi Arkana. untuk pertama kalinya ia mengeluarkan air mata untuk seorang wanita. bahkan saat di tinggalkan Natasya dulu hatinya tidak sesakit ini. hidupnya memang sempat tak terarah dengan perasaan sakit yang menggelayutinya saat itu,
tapi sungguh, rasa sakit yang ia rasakan saat ini benar-benar membuatnya dua kali lebih hancur, bagaimana tidak, sesak dan penyesalan seolah sedang berkompromi menyiksanya saat ini.
__ADS_1
Arka merogah ponselnya yang sedari tadi bergetar, melihat nama yang tertera di benda pipihnya itu.
setelah mengetahui siapa yang sedari tadi mengganggunya, lelaki itu menghela nafasnya kasar, sungguh! ia tidak ingin berurusan lagi dengan wanita yang sudah membuatnya seperti ini.
hingga satu dentuman pesan membuat Arka memijat pelipisnya pelan.
Natasya
Kamu dimana,? kamu baik-baik ajakan? aku khawatir.
Arka tersenyum miring, kenapa baru sekarang ia menyadari jengahnya di ganggu oleh wanita itu. sebelum memutuskan untuk memblokir kontak Natasya, ia mengirimkan balasan pesannya.
Me
Loe ngga usah khawatir, gue baik-baik aja. kalau bisa loe jangan ganggu hidup gue lagi. satu lagi gue cinta sama Fira nggak ada yang lain termasuk loe. kita selesai.
setelah mengirim balasan itu, tanpa ragu Arka menekan nomor Natasya untuk ia blokir, meskipun itu terlambat tapi Arka akan tetap melakukannya.
****
Emang telat kali ka, Firanya udah gitu baru loe nyessel. Eniwey! nggak tau kenapa yah makin deket cerita ini mau tamat, makin fikiran aku nge_blank gitu. mungkin karena kalian nggak ngasih semangat makanya kek gini.
Tinggalkan jejak kalian ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜
.
..
...
....
.....
...
..
__ADS_1
..
..