
Happy reading....
*****
Abimanyu duduk di sofa ruang tamu, terlihat sibuk dengan benda pipih di tangannya. hingga suara mobil sport berwarna merah terdengar berhenti di depan halaman rumah dan membuatnya mengalihkan pandangan ke luar jendela.
Fhatan terlihat berjalan keluar dari mobilnya dan beralih membuka pintu mobil di bagian sisi Fira.
" ayo turun!!! loe nggak niat pengen tidur di mobilkan " ujar Fhatan yang melihat gadis itu mematung.
" Ehh.. iya, tapi nggak perlu segininya juga, aku kan bisa buka sendiri " Fira merasa perlakuan fhatan berlebihan
" udah aaahh. bawel banget dari tadi.. loe mau turun atau gue kunciin disini? " seringai jail Fhatan. sontak saja membuat Fira langsung berdengik ngeri.
" iya.. iya aku keluar... " Fira memanyunkan bibirnya, dan Fhatan terkekeh melihatnya.
Abimanyu menaikkan satu alisnya. melihat ke akraban Fhatan dan Fira yang menurutnya sedikit berbeda., tadi dia langsung berjalan ke arah pintu setelah mendengar suara mobil Fhatan dan tidak menyangka akan di suguhkan pemandangan ini.
" Ehh bang!! loe ada di rumah? " melihat Abimanyu berdiri di depan pintu.
Abimanyu tak menjawab, dan hanya menyelidik ke arah Fira yang tiba-tiba tertunduk, ia lalu mengalihkan pandangannya ke arah Fhatan.
" Habis dari mana loe.. ? " tanya Abimanyu
" dari syuting lah bang.. pertanyaan loe aneh banget, udah ahh gue cape' mau istirahat " Fhatan cuek, lalu menoleh ke samping ke arah Fira yang masih terlihat menunduk itu " Fir, loe langsung istirahat gih.. pasti cape'kan?? "
" ha? iya.. aku duluan " ujar Fira kikuk.
gadis itu lalu menoleh ke arah Abimanyu " saya Permisi dulu " membungkukkan setengah badannya dan melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah.
Abimanyu tidak memberikan reaksi apapun melihat Fira. tatapan matanya masih mengarah ke arah Fhatan
" Kenapa loe bisa bareng dia? "
" kenapa emang kalau gue bareng dia?" Fhatan menghela nafasnya " gue tau arah omongan loe bang, tapi gue minta maaf. gue nggak harus ngejelasin apapun, gue istirahat dulu " ujar Fhatan yang merasa ini tidak harus di jelaskan, ia cukup paham tatapan ketidak sukaan yang di tampilkan Abimanyu terhadap kedekatannya dengan Fira, tapi dia merasa tidak ada yang harus di jelaskan. karena dia yakin, dia hanya akan mendapat kata-kata mutiara untuk menjauhi Fira, dan ia rasa tidak akan bisa ia lakukan saat ini.
Ntah kenapa? Fhatan juga tidak mengerti...
Abimanyu tidak ingin memperpanjangnya. dia tau kalau Fhatan memang lelah, dan akan mencari waktu yang pas.
***
Arkana dan Abimanyu sedang menikmati makan malamnya tanpa ada Fhatan dan Fira.
" Bim, Fhatan dimana, dia nggak makan? " tanya Arkana
" katanya udah makan tadi, " jawab Abimanyu cuek
" Tumben tuh anak makan di luar "
" Nggak tau'.. eh tapi bang..........." Abimanyu menggantung ucapannya. dia sejenak berfikir apa dia perlu untuk memberitahu Arkana tentang apa yang di lihat tadi
" ada apa,,? " selidik Arkana.
" Emmmm.. itu.. si Fhatan..............." Abimanyu masih menggantung ucapannya.
" kenapa dia?? "
__ADS_1
" gue perhatiin dia sama Fira makin deket "
Arkana mengernyitkan keningnya
" Maksud loe deket, deket gimana? "
Abimanyupun menceritakan semua yang dia lihat dan dia dengar pada saat mendapati Fhatan pulang bersama Fira.
Arkana sedang menahan emosinya, rahangnya menegang,
ini nggak bisa di biarin. lama-lama Fira bisa menggantikan posisi Arlita. Arkana terus menahan emosinya.
Hingga ia memilih beranjak dan ingin menuju kamar Fhatan,. Namun langkah Arka terhenti oleh tarikan Abimanyu di lengannya.
" Bang, loe mau kemana? "
" kemana lagi kalau bukan nemuin Fhatan, gue mau minta penjelasan sama dia " sarkas Arkana yang masih di selimuti kemarahan
" jangan bang!!!, gue juga udah berusaha ngomong tadi sama Fhatan, tapi dia nggak mau bahas itu" Abimanyu menghela nafas " kasih gue waktu, gue yang bakal ngomong sama fhatan " Abimanyu berusaha menghentika Arkana yang saat ini sedang menahan emosinya. ia faham akan situasinya sekarang.
jika membiarkan Arkana menemui Fhatan dalam keadaan emosi saat ini. hasilnya tidak akan baik.
Arkana yang mendengar penuturan Abimanyupun berusaha meredam emosinya.
" gue serahin sama loe " ujar Arkana
Abimanyu mengangguk.
***
" Loe dimana?? "
"............"
" yaudah gue kesana sekarang "
"..........."
" Oke "
***
Arkana berada di bar black world milik leo. lagi dan lagi dia memilih menjatuhkan dirinya dengan segelas wine yang ada ditangannya.
" kenapa lagi loe?? " Mike yang sedari tadi diam memperhatikan sahabatnya itu " masalah si gadis itu lagi..????" lanjutnya
" Siapa lagi kalau bukan gadis itu," Leo menimpali " cuman dia yang bisa bikin seorang Arkana Fatih Abraham jadi stres kaya gini " Leo dengan senyum mengejek
" bacot loe pada, gue kesini bukan buat dengerin ocehan loe, bukannya nenangin gue malah buat gue makin stres tau nggak!! " umpat Arkana
Mike dan Leo hanya terkekeh mendengarnya.
" calm down buddy!!! nggak usah nge_gas gitu juga, Sekarang gue harus ngebantuin loe apa'an "
" Singkirin gadis itu dari hidup gue!!! " sarkas Arkana
Mike dan Leo sontak membelalakkan matanya " Loe nyuruh kita buat bunuh orang?? "
__ADS_1
" kalau itu di perlukan " meneguk Winenya.
" GILA loe..!!!! " pekik Leo
" Benner tuh!!! gila aja loe nyuruh kita buat bunuh orang, bunuh nyamuk aja gue harus mikir " Mike ( Author: Mike... Mike... sempat-sempatnya lo bercanda di saat temen loe lagi mau di lurusin otaknya 😂)
" lagian otak loe berdua yang gila. gue nyuruh loe buat nyingkirin dia bukan bunuh dia!!! " geram Arkana
" No.. no.. no.. kalau soal singkir menyingkirkan orang, gue nggak ikutan dah. pasti ujung-ujungnya ber bau kriminal " tolak Leo
" Gimana kalau loe nyuruh orang buat nyulik dia, trus loe bawa dia pergi dari sini sampai nggak bisa di temuin siapapun " Mike yang mencoba memberikan ide
" Nah.. kan, apa gue bilang " Leo
bola mata Arkana memutar. menunjukkan ekpresi jengngah mendengar ide gila sahabatnya itu.
Arkana menjenttikkan jarinya ke kening Mike yang membuatnya meringis kesakitan
" aduuhh.. sakit woiii "
" loe lupa siapa keluarga gue, emangnya loe Fikir orang tua gue nggak bakal bisa nangkap penculiknya dan buat dia ngaku siapa yang nyuruh dia buat nyulik Fira. dan yaah saat itu tamat riwayat gue "
" iya sih.. " Mike sambil mengusap-usap keningnya yang sedikit kesakitan akibat ulah Arka
" emang tuh cewe buat masalah apa lagi sih, sampe buat loe mau nyingkirin dia " Mike
Arkana menghela nafas panjang. menceritakan apa yang mengganjal di fikirannya.
" Hebat juga tuh cewe, bisa buat adik loe akur sama dia.. Hmmm gue makin penasaran sama tuh anak " Mike
****
Mentari kembali hadir menyapa Fira pagi ini, dia langsung beranjak dari tidurnya dan berjalan ke kamar mandi untuk membasuh wajahnya yang masih tersisa rasa kantuk
ntah kenapa hari ini dia ingin sekali memasak dan menyiapkan sarapan untuk orang di rumah. Fira melangkahkan kakinya menuju dapur, membuka lemari pendingin dan memilah bahan-bahan yang bisa dia gunakan untuk memasak
satu jam berlalu, makanan sudah siap di atas meja.
" Loh kok Nona muda repot-repot seperti ini, kan bisa membangunkan bibi " ucap pelayan yang tidak lain adalah Bi' Minah, baru saja masuk ke ruang makan dan sedang mendapati Fira tengah menyiapkan makanan di meja.
" Nggak apa-apa bi'...Fira lagi pengen masak "
" tapi nanti saya di marahi Tuan dan Nyonya besar " pelayan itu terlihat khawatir
" kan Mami dan Papi lagi nggak di rumah "
" tapi kalau mereka tau gimana Nona muda?! "
" Nggak akan ketahuan kalau bibi nggak ngasih tau " fira tersenyum " yaudah.. bibi lanjutin yah aku mau siap-siap dulu " meninggalkan bik Minah.
" Baik Nona muda "
Ternyata anda gadis yang sopan dan juga baik hati Nona mudah. guman bi' minah
****
Tinggalkan jejak kalian ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜
__ADS_1