Tiga Cinta Di Hidupku

Tiga Cinta Di Hidupku
* Fhatan Marah!


__ADS_3

Happy reading...


***


Hubungan Fira dan juga Arkana semakin lama semakin romantis dan mereka semakin dekat, namun tidak di depan orang banyak tentunya. 1 bulan hubungan mereka, Fira dan Arka masih memilih untuk merahasiakaanya.


kalian tau alasaanya!


drrrttt.... drrrrttt... drrrttt.....


ponsel Fira bergetar dan menampilkan nama yang Fira kenal betul.


" Ya kak "


" loe dimana Fir,?? "


" di kantor kak "


" bentar lagi jam makan siang, loe ada waktu nggak. gue mau ngajak loe makan! "


" aku ijin sama kak Arkana ya, kalau di ijinin aku telfon balik deh " Putus Fira.


" yaudah, gue tunggu yah! mumpung hari ini gue lagi free syuting "


" Oke! " dan Fira memutuskan panggilan.


iya sendiri tidak merasa keberatan dengan ajakan Fhatan karena memang sebelum gadis itu memiliki hubungan dengan Arka, dia dan Fhatan sering makan bersama.


sesaat Fira melihat ke arah pintu ruang kekasihnya, dan memutuska untuk menemui Arka.


tok. tok. tok...


" Masuk! " ucap Arka tanpa mengalihkan pandangannya dari layar laptop di depannya


" lagi sibuk?? " satu suara itu membuat Arka menghentikan aktivitasnya


" sayang? kamu ngapain? " Arka membiasakan panggilan itu ketika mereka hanya berdua


" kamu lagi sibuk ? " tanya Fira lagi, gadis itu melangkah mendekati kekasihnya.


" seperti yang kamu lihat " Arka meraih tangan Fira yang sudah berdiri di sampingnya dan mengecupnya.


ntah sudah berapa kali Arka melakukan itu, tapi tetap saja perlakuan Arka ini mampu membuat pipinya merona.


" kamu kenapa? hm? " lanjut Arka

__ADS_1


" aku mau minta izin sama kamu? " ujar Fira tanpa ragu


Arka berkerut " minta izin? soal? "


" Fhatan tadi telfon aku, dan ngajak aku makan. tapi aku bilang mau minta izin dulu sama kamu! "


ada rasa senang di diri Arka mendapat perlakuan manis itu dari sang kekasih. Fira, gadis itu selalu menghargai hubungannya karena apapun yang di lakukan gadis itu, hal yang di utamakan adalah dirinya.


seperti sekarang ini, meskipun tidak meminta izin Arka pasti akan mengizinkannya terkecuali untuk laki-laki lain, apa lagi Mike dan Dirga yang semakin gencar menarik perhatian gadis ini selama sebulan belakangan.


Arka mengangguk tipis dan memberikan senyum sayangnya, " yang penting kamu jaga diri, dan jangan lama! "


Musfira menangguk semangat " siap bos! " celetuknya


" tapi nggak gratis sayang! " Arka tersenyum licik


punggung Fira merosot. sudah kuduga! dan gadis itu mengerti maksud kekasihnya. tidak gratis. Artinya berbayar, jika kalian Fikir berbayar dalam bentuk uang, kalian salah karena maksud dari Arka adalah...


Lelaki itu dengan cepat menarik lengan Fira dan mau tidak mau membuatnya jatuh di atas pangkuan Arka. menelusuri wajah kekasihnya itu dengan jari telunjuknya.


menelisik setiap pahatan sempurna di hadapannya ini. " Cantik! " satu kata yang mampu membuat gadis itu mengeluarkan semburat merah di pipi bersihnya.


" kak nanti admmkkmnmm " Arka tidak membiarkan protes itu keluar dengan mulus di bibir Fira, dengan cepat Arkana membungkamnya dengan menautkan bibir mereka. lumatan kecil dan sangat lembut tanpa suara, keduanya sama-sama memejamkan mata, menikmati setiap pautan bibir yang memabukkan.


ntah kenapa akhir-akhir ini bibir Fira adalah candu untuk seorang Arkana. siapa sangka Lelaki yang dingin itu, jatuh dan takluk di depan seorang Musfira yuniar gadis yang sangat ia benci dulu. benar kata orang kalau benci adalah singkatan ' benar-benar cinta '.


tok. tok. tok...


Oh shit!


Lelaki itu mengumpat, ia bersumpah kalau yang mengetuk pintu itu datang bukan untuk hal yang penting, ia tidak akan segan untuk memecatnya langsung.


Fira mengambil langkah cepat, menjauh dari Arka dan merapikan kemejanya yang sedikit kusut karna pelukan Arka yang seakan tidak mau berhenti. oh tidak! gadis itu salah tingkah.


Arka berdehem sebentar " Masuk! "


pintu ruangan terbuka dan menampilkan lelaki yang cukup berumur. dia adalah pak Anton kepala divisi perencanaan.


" Maaf mengganggu pak "


emang loe ganggu!


" ada hal yang penting yang harus saya bicarakan sama bapak "


awas aja kalau nggak penting!

__ADS_1


" silahkan duduk! " Arka memerintahkan


Musfira dan Arkana kembali bersikap Formal, gadis itu beranjak keluar setelah mendapat izin dari Arka, melanjutkan pekerjaan yang sempat tertunda dan menyelesaikannya dengan cepat. mengingat sebentar lagi jam makan siang dan Fhatan pasti akan menjemputnya.


beberapa saat kemudian...


" Hai Fir! " dentingan pintu lift terbuka bersamaan dengan suara sapaan itu.


Fira ingat betul suara ini " kak Fhatan!? "


Billy yang berada di samping Fira tentu saja mengerjab bingung. ia tahu betul siapa laki-laki yang baru saja datang ini. tapi melihat kedekatan Fira dan juga adik dari atasannya adalah sesuatu yang aneh.


oke. Billy tau bagaimana hubungan Fira dengan Arka, Tapi Fhatan?? karena sampai saat ini Billy belum tau kalau gadis itu adalah anak angkat dari keluarga Abraham.


" gimana udah beres belum kerjaan loe?! " Fhatan berdiri di depan meja Fira sambil mengetuk-ngetuknya. " loe tau kan, gue nggak suka nunggu. karena menunggu yang tak pasti itu sama aja ****'. " Oke.. Fhatan mulai mendramatisir.


Fira hanya tertawa ringan seraya menggelengkan kepalanya. sudah beberapa bulan menjadi adik Fhatan membuat gadis itu hafal betul sikap nyeleneh sang kaka.


" udah kok, ini tinggal di beresin aja! " Fira merapikan beberapa berkas yang berserakan di atas meja. setelah selesai Fira meraih tasnya dan melihat sebentar ke arah Billy " Bil, kamu bilang sama pak Arkana ya, aku keluar dulu "


Billy mengangguk, menyembunyikan rasa keingin tahuannya dengan apapun hubungan gadis itu dengan Fhatan.


dentingan Lift berbunyi, Fhatan melangkah keluar menuju loby di ikuti Fira di sampingnya. lelaki itu sesekali melempar guyonan unfaedahnya yang berhasil membuat keduanya tertawa.


pemandangan itu tentu saja tidak luput dari karyawan yang kebetulan melihat keakraban keduanya, seperti biasa mereka akan berbisik dan bergosip ria.


*iihhh.. itukan Fhatan kan, adiknya pak Arkana. kok sama Fira


ada hubungan apa yah mereka? liat nggak kamu lis


gercep juga tuh cewe, udah kakanya sekarang adiknya yang di incar.


belum cukup kakanya, adiknya juga di embat. cewe maaruk emang*!


begitulah kasak kusuk yang berhasil di dengar Fhatan, sontak itu membuat langkah Fhatan terhenti, dengan mengerang jengkel Fhatan berbalik menatap tajam satu persatu karyawan yang secara langsung menggosipi mereka yang kebanyakan adalah kaum Hawa.


" loe semua di gaji disini tuh buat kerja, bukan nge ghibah nggak jelas.! udah minta di pecat! " Fhatan memang cukup geram mendengar gosip yang rata-rata menyudutkan Fira. ia tidak suka!


satu sentuhan tangan di pundak Fhatan, berhasil meredam emosi lelaki tampan itu. " udah, nggak usah di dengerin. kita lanjut aja " ucap Fira dengan pelan.


mendengar itu Fhatan menghela nafas panjang, gadis yang berstatus sebagai adik angkatnya ini memang gadis yang lembut. jadi berikan satu Alasan yang membuat Fhatan tidak harus mencintai Fira.


sepertinya tidak ada!


***.

__ADS_1


Awok.. wok... i am back. sory guys jarang up nih akoh. bukan nggak sempet, aku lagi fokus sama novel ARABELLE,. ini aku ngetiknya habis sahur, buat siapa? buat kalian lah...


Tinggalkan jejak kalian. 😭😭


__ADS_2