
Happy reading....
***
" Hai.. gue ganggu nggak? "
Fira mengulas senyum " nggak ko', ada apa kak? "
" gue pengen ngomong sama loe, tapi nggak disini. ayo ikut gue! " Lelaki itu menarik lengan Fira
dan disinilah mereka, di bangku taman belakang rumah. mereka berdua sama-sama menyenderkan punggungnya, mencari kenyamanan dalam duduknya.
" kaka mau ngomong apa? "
wajah lelaki itu berubah tegang, berfikir sejenak merangkai kata yang akan ia ucapkan. sejak sebelum memutuskan menemui Fira, ia pun ragu pada dirinya sendiri, apa ini sudah saatnya, apa iya harus jujur saat ini, tapi melihat Fira semakin dekat dengan banyak lelaki ia tidak ingin diam saja, setidaknya ia akan mencoba.
" ini mungkin nggak penting buat loe, tapi dari pada gue mendem kan, "
" gimana aku mau tau itu penting atau nggak kalau kaka nggak ngasih tau " jawab Fira santai
Lelaki itu berlutut di depan Fira, merai tangan gadis itu dengan lembut, menggenggamnya, sedangkan matanya berusaha menatap Fira dengan cinta yang tergambar jelas di dalamnya.
Fira yang mendapatkan perlakuan itu seketika menjadi gugup, ia menelan salivanya. mau tidak mau ia juga menatap mata lelaki itu, gadis itu tau tatapan yang di berikan kaka angkatnya kali ini berbeda dengan biasanya, " ini apa kak? dan ke_ "
" sssttt... " lelaki itu meletakkan jari telunjuknya di bibir Fira, " gue tau ini salah, seharusnya loe jadi adik gue, tapi gue mohon jangan salahin perasaan ini." sejenak menghela nafasnya, " gue Abimanyu Fatih Abraham, mau jujur sama perasaan gue sendiri, kalau gue suka sama loe, dan_"
ucapan Abimanyu seketika terhenti saat menyadari bahwa tangan lembut yang sedari tadi ia genggam mulai tertarik, " Fir, gue belum selesai ngomong "
Fira dengan refleks memang menarik tangannya dari Abimanyu, kaget, syok, semuanya bercampur. ia tidak ingin keadaan ini, benar-benar tidak ingin, dan ini tidak boleh terjadi Fikirnya.
" a... aku, aku... aku tau arah pembicaraan kaka, ta.. tapi ini nggak boleh, ini salah,.. kaka itu kaka aku." gadis ini benar-benar syok
__ADS_1
" gue emang kaka loe, tapi kayanya loe lupa kalau bukan kaka kandung loe " Abimanyu menekankan di kata kaka kandung
Lelaki itu kembali mengambil duduk di samping Fira, " gue suka sama loe, Fir... oke gini, jangan jawab sekarang gue bakal_"
" jangan nunggu jawaban aku kak, karena jawabannya, aku nggak bisa, aku emang sayang sama kaka, tapi nggak lebih dari seorang saudara, aku nggak mau ngecewain Papi sama Mami " Fira berdiri dari duduknya " Terima kasih karena udah sayang sama aku, tapi Maaf aku nggak bisa "
" Fir... Fira..... gue belum selesai ngomong " teriak Abimanyu yang menyaksikan punggung gadis itu semakin manjauh meninggalkannya " Arrrrggggghhhh "
Abimanyu mengusap wajahnya kasar, merutuki hatinya sendiri, ia adalah lelaki yang jarang menyukai wanita, namun saat ia mulai mencintai seorang wanita kenapa harus adik angkatnya sendiri.
setelah menyaksikan itu, Arkana menyenderka punggungnya di dinding kamarnya, dengan kedua tangan berada di dalam saku celananya, sedang matanya terpejam,
ia memang tidak mendengar apapun dari percakapan keduanya tapi dengan melihat perlakuan Abimanyu ia sebagai lelaki paham betul bahwa adiknya itu baru saja mengungkapkan perasaannya.
ada perasaan Lega sekaligus sesak dalam satu waktu, sesak menghadapi kenyataan kalau adik kaka itu menaruh perasaan pada satu gadis yang sama. Lega karena melihat perlakuan dan raut wajah Fira, ia pasti menolak.
selama ini ia berusaha menela'a perasaannya sendiri, otak dan hatinya selalu tidak selaras, ini benar-benar di luar kendalinya. dan satu kalimat itu mampu membungkam otaknya ' dia menyukai Fira' . hanya itu yang ia pahami saat ini.
tapi meskipun ia tahu dan mulai menyadari perasaannya, itu tidak akan berubah ia meyakinkan pada dirinya sendiri, bahwa perasaan ini hanya untuk sementara. tidak untuk ia ungkapkan seperti apa yang dilakukan adiknya.
Fira kembali ke kamarnya, dengan perasaan yang bersalah, ia sama sekali tidak ingin menyakiti siapapun, meskipun ia tau dengan menolak perasaan Abimanyu tadi ia sudah menyakiti kaka angkatnya itu.
namun apa yang harus ia lakukan jika tidak menolaknya karena memang ia tidak memiliki perasaan apapun untuk Abimangu. ia sama sekali tidak menyangka bahwa ia akan menghadapi situasi yang cukup rumit seperti ini.
di samping permasalahannya dengan Dirga, perasaan yang tidak biasa untuk Arkana, sekarang harus mengetahui perasaan Abimanyu untuknya. oh Tuhan benar-benar permainan takdir ini........
Drt. Drt... Drt...
perhatian Fira teralihkan dengan getaran ponselnya. gadis itu meraih benda pipihnya yang berada di atas nakas.
__ADS_1
Mike is calling...
" Halo kak "
" belom tidur Fir? "
" mana bisa aku angkat telfon kalau udah tidur " Fira sedikit terkekeh
" Ck! . iya kali loe kebangun Fir, gara-gara telfon gue "
" emang ada perlu apa nelfon? " nada suara Fira yang dibuat seolah-olah ketus
" Etdah.. galak amat, gue cuman mau minta maaf. gue nggak nepatin janji jemput loe, gue ada meeting mendadak, dan nggak bisa di tunda. jadi yaa gitu......... "
" nggak papa kali kak, lagian aku juga pulangnya sama kak Arkana, " mengulas senyumnya.
Mike terdiam sejenak " Fir.... "
" ya? "
terdiam........ " nggak papa, yaudah yah. istirahat gih "
" iya kak "
setelah meletakkan ponselnya diatas nakas, Fira kembali membaringkan dirinya. mengistirihatkan tubuh, Fikiran, dan hatinya sekarang. ia benar-benar lelah.
****
yap.. ini part pertama dari ketiga part yang aku janjiin. dan selamat yang udah jawab ' Abimanyu ' ini buat kalian...
aku ngepost 3 part tapi nggak tau, apa langsung lolos ketiga-tiganya atau nggak!...
__ADS_1
Dan makasih banyak yang masih setia dengan cerita amatiran ini... kalau ada kesalahan bantu Author mengoreksinya.
Tinggalkan jejak kalian.. ðŸ˜ðŸ˜