
Pagi telah menyapa.
Abimanyu dan Fira sedang berjalan di koridor rumah sakit di ikuti oleh mang Asep di belakangnya. hari ini hari kepulangan Abimanyu setelah semalaman ia harus tidur di ruang perawatan.
setelah dokter memberikan penjelasan bahwa keadaan Abimanyu baik-baik saja dan tidak harus di rawat lebih lanjut
langkah mereka terus menyusuri koridor rumah sakit, hingga mereka tiba di ujung lorong dekat dengan pintu utama rumah sakit. terlihat sudah banyak wartawan yang menunggu kedatangan Abimanyu
Fira melihat ke arah Abimanyu, lelaki yang sedang di tuntunnya saat ini untuk berjalan. sebenarnya bisa saja Abimanyu menggunakan kursi roda, namun dia memilih untuk berjalan karena menurutnya kakinya tidak mengalami cedera jadi tidak ada alasan untuknya menggunakan kursi roda.
" kak... "
" gue tau di luar banyak wartawan. pasti lo nggak bakalan nyaman, lo tenang aja biar pengawal yang hendle " saut Abimanyu yang seakan mengerti dengan ke khawatiran Fira
" bukan.. bukan kaya gitu kak..." sekelebat bayangan tentang semua peringatan Arkana padanya, tentang dirinya yang tidak boleh di ketahui publik, tentang dirinya yang tidak boleh terlihat berbaur dengan keluarga Abraham di depan umum apa lagi di depan wartawan, mengusik Fikirannya
raut ke khawatiran di wajah Fira tentu saja du sadari lelaki yang ada di sampingnya ini " lo kenapa Fir?? "
" ah.. itu.. itu.. kak Arkana.. aku.. " Fira bingung harus menjelaskan apa ke Abimanyu. dia tidak mungkin mengatakan semua peringatan yang Arkana berikan pada dirinya
" owh... gue ngerti, lo keluar lewat pintu samping, biar mang Asep yang nemening gue ke depan. mang Asep!!! "
" iya Tuan muda "
" lo gantiin Fira megangin gue, soalnya di depan banyak wartawan dan gue nggak mau kalau fira sampai terlihat oleh mereka, bisa-bisa kaka gue yang menyebalkan itu murka. dan lo Fira gue tunggu di luar "
Fira menganggukan kepalanya. berjalan meninggalkan Abimanyu dan mang Asep
berbagai pertanyaan terlontar dari para wartawan. tentang kejadian kecelakan ataupun kondisi Abimanyu saat ini.
seolah telah terlatih dengan keadaan ini. Abimanyu berjalan melewati para wartawan dengan tenang sambil memamerkan senyum ramahnya, di bantu oleh para pengawal yang membentengi mereka.
Abimanyu dapat mendengar setiap pertanyaan-pertanyaan dari para wartawan dengan sangat jelas. namun alih-alih menjawab dia hanya terus tersenyum. dia berfikir tidak ada yang harus dia jelaskan tentang Kondisinya, dengan mereka melihat Abimanyu saat ini itu sudah menjawab semua pertanyaan mereka
*******
mobil yang di kemudikan mang Asep telah terparkir di depan pintu utama kediaaman Abraham.
tertati. Abimanyu terus melangkahkan kakinya yang masih di temani Fira di sampingnya menuju kamar
" yaudah.. kakak istirahat aja dulu, aku mau buatin bubur buat kaka " ucap Fira sambil membaringkan Abimanyu di ranjang king sizenya
baru saja Fira melangkahkan kakinya, namun suara Abimanyu menghentikannya
" Fir.. "
__ADS_1
" iya kak.. ada apa? apa ada yang sakit? "
" nggak ada.. gue baik-baik aja. gue.. gue cuma mau bilang makasih. lo udah jagain gue dari kemarin gara-gara kecelakaan sialan ini "
Fira tertegun. mendengar ucapan terima kasih dari Abimanyu yang menurutnya terdengar tulus. hingga senyum itu terlihat dari bibir ranum gadis cantik ini
" nggak ada kata makasih untuk saudara "
Fira kembali melangkahkan kakinya menuju dapur.
Saudara???? benarkah saat ini dirinya telah menerima Fira sebagai saudaranya dan mulai menerima kahadirannya
beberapa menit kemudian
" lo lagi mikirin apa??? " suara Arkana berhasil menelisik indera pendengarannya. membuyarkan lamunan-lamunannya tentang Fira.
Arkana yang bersandar di ambang pintu sambil melipat kedua tangannya. lelaki itu menggunakan kemaja biru laut dengan dalaman kaos hitam polos di padukan celana kain hitam khas kantoran yang semakin menambah karisma ketampanannya
" eh..bang sejak kapan lo ada disitu? "
" gue dari kantor, baru aja gue sampe di sana dapat telfon dari bik Minah kalau lo udah balik ke rumah. keadaan lo gimana? " sambil berjalan ke arah Abimanyu meraih salah satu kursi santai yang ada di dalam kamar itu dan mengambil posisi ternyamannya
" dan seperti yang lo liat, cuman luka kecik doang "
" jadi bokap nyokap??? " tanya Abimanyu
" lo nggak usah khawatir, gue udah ngomong sama mereka. setelah dengar kabar kecelakan lo, mereka langsung mau terbang pulang kesini, tapi gue udah jelasin untungnya mereka ngerti. dan___ "
" dan apa bang??? "
" mereka kayanya bakal nambah perjalanan bisnis mereka sekalian beresin sedikit masalah sama anak perusahan papi yang ada di luar negeri. lo nggak papakan??? "
Abimanyu memutar bola matanya " gue??? " sambil menujuk dirinya sendiri " emang gue kenapa?, sory yah bang gue bukan anak manja "
" iya kali lo bakal ngerengek minta nyusulin mereka " ujar Arkana yang di sertai dengan kekehan
" sialan lo bang!!! " umpat Abimanyu yang juga ikut terkekeh
selang beberapa lama
" kak.. buburnya udah ja___ " Fira yang baru saja datang membawa nampan, berisikan semangkuk bubur dan segelas air putih di tangannya. langsung menggantung ucapannya karena menyadari adanya Arkana di kamar itu juga. lelaki yang sampai saat ini masih sangat membencinya
Fira menundukkan wajahnya, melangkah ke arah dua lelaki barsaudara itu, meletakkan nampan di atas nakas yang ada di samping ranjang Abimanyu " bu.. burnya udah jadi saya permisi dulu "
__ADS_1
lagi.. ketika Fira akan melangkahkan kakinya, tangan lembut Abimanyu tiba-tiba meraih lengan gadis cantik itu dan tentu saja itu tidak luput dari Arkana yang saat ini sedang menatap Fira dengan tatapan tajamnya
" lo nggak tanggung jawab banget, lo mau pergi gitu aja!!!? trus yang nyuapin gue siapa? " seolah tak perduli atau bahkan tak menyadari tatapan Arkana
" biar gue yang nyuapin lo, kenapa harus dia?? " Arkana
Abimanyu melepas cegatan tangannya
" dan lo juga yang bakal ngasih gue obat? emang lo tau aturannya? " ucap Abimanyu santai
" kan dia bisa ngasih tau gue " Arkana yang tak mau kalah
Abimanyu menggelengkan kepalanya " bang!! lo mending ke kantor deh, gue tau lo lagi sibuk dan masalah kek gini biar Fira yang bantu gue.dari kemarinkan emang di yang jagain gue "
" lo ngusir gue??? " sedikit ekspresi kecewa di wajah Arkana " lo kan bisa panggil pelayan yang lain kenapa harus dia yang ngerawat lo !!"
" karena sekarang yang ada disini tuh Fira!!! dan gue juga nggk maksud buat ngusir lo bang"
" ta___ "
" udah..udah ribet amat si lu bang!! kapan gue makannya kalau lo ngajak gue debat mulu " sarkas Abimanyu
tak mampu lagi melanjutkan perdebatannya dengan Abimanyu, Arkana langsung beranjak dari tempatnya memilih untuk keluar sambil terus bergerutu apa lagi mengingat hari ini dia memang akan sangat sibuk. karena pekerjaan papi Hamis yang harus di ambil alih juga olehnya selama papi Hamis belum kembali
pandangan Abimanyu kini beralih ke Fira yang masih berdiri mematung dengan masih menundukkan wajahnya
" lo mau sampe kapan berdiri disitu??? "
" eh. iya kak, kakak mau makan sekarang? "
Abimanyu menganggukan kepalanya. Fira dengan cepat meraih bubur yang telah ia letakkan sebelumnya di atas nakas. menyendokkan bubur satu persatu kemulut lelaki itu.
tawa tak henti-hentinya menghias kamar Abimanyu saat ini dengan guyonan-guyonan konyol dan polos dari bibir Fira
Abimanyu terus memperhatikan wajah cantik adik angkatnya itu. gadis yang saat ini tertawa di hadapannya. tanpa sadar bibir Abimanyu melengkung membentuk sebuah senyuman. senyuman yang benar-benar tulus
ternyata benner kata Fhatan. lo itu gadis yang baik, polos daaaan juga sangat cantik gue makin ngerasa bersalah udah pernah benci sama lo fir.. dan nganggap lo nggak ada di antara gue sama saudara-saudara gue. sekarang gue ngerti kenapa papi sama mami bawa lo kesini. mereka sama sekali nggak punya niatan gantiin posisi Arlita, tapi mereka ngeliat ketulusan dari mata indah lo dan nggak gue pungkiri lo emang beda dari kebanyakan wanita yang pernah gue kenal. gue janji mulai sekarang gue bakal berusaha nerima lo sebagai adik gue. batin Abimanyu
" kak.. kak Abimanyu kok ngeliatin aku kaya gitu ? "
Abimanyu langsung salah tingkah karena seperti sedang tertangkap basah memperhatikan gadis pujaan hatinya.
tanpa sadar ada sepasang mata yang memperhatikan mereka dari balik pintu yang tertutup setengah.
Semoga ini awal dari kebahagiaan non Fira...
__ADS_1
batin bik Mina