
kini wajah Arkana yang terlihat serius dan mulai antusias mendengar penjelasan Mike. sedang Leo hanya terus memperhatikan percakapan ke dua sahabatnya itu sambil melipat kedua tangannya.
" loe nggak bisa jawabkan?? kareno loe juga membenarkan pertanyaan gue " menepuk pundak Arkana " dan itu yang harus lo cari tau " Mike menghela nafasnya " gue boleh ngomong?! "
" yaelaah Mike, dari tadi lo ngapain aja kalau nggak lagi ngomong, kumur-kumur??? " timpal Leo
" DIAM!!!!! " bentak Mike dan Arkana secara bersamaan
" Cih.. oke gue diam " rajuk Leo sambil mengerutkan bibirnya
" loe coba buang sedikit jarak antara loe sama Fira, berusaha buat nerima kebera___"
" nggak.. nggak.. nggak.. gue nggak bisa!! jangan terusin apa yang mau loe bilang karena jawaban gue satu dan loe tau itu!!! "
Mike menghela nafasnya dengan kasar " gue belum selesai ngomong kambing.!! " ini nihh masalah lo sekarang, rasa traumatik loe yang mendalam rasa bersalah loe yang besar yang ngebuat loe kaya gini. jadi saran gue lawan perasaan itu, bukan malah melampiaskannya ke cewe itu, yang sama sekali nggak tau apa-apa "
darah mendesir merangkak naik ke Wajahnya, kenyataan itu kembali terulang, kenyataan tentang kepergian Arlita yang masih sangat dalam di benak Arkana, benarkah kebenciannya dengan Fira itu tak beralasan??? atau itu adalah bentuk kelemahannya untuk bisa menerima kenyataan bahwa Arlita benar-benar pergi 10 tahun yang lalu
" gue pusing!! lama-lama gila gue denger nasihat loe yang nggak masuk di akal itu!!! " Arkana beranjak dari tempat duduknya meraih jas kantornya
" Cetek lo.. udah balik aja, woiii.. Arkana.. woiiii " Arkana terus melangkah tanpa memperdulikan panggilan dari Leo. dia hanya ingin sendiri saat ini
" Ferari 458 italia Coupe koleksi terbaru gue.".tantang Mike melemparkan kunci mobilnya ke atas meja " Arka bakal luluh sama Fira "
" eh.. bujubuneng!!! gila loe, nggak main-main amat taruhannya "
" kalau dalam waktu 2 bulan Arka nggak luluh sama Fira, mobil gue jadi milik loe, Tapi kalau sebaliknya gue minta salah satu koleksi rumah loe.. gimana??? "
" widiiihhh.. ngeri amat,.."
Mike dengan tatapan tajamnya " gue lagi nggak becanda Leo "
" oke.. oke.. tapi gue nggak pengen mobil loe " ucap Leo sambil menyunggingkan sebelah bibirnya
Mike menaikkan sebelah alisnya menatap Leo yang saat ini tersenyum licik padanya
" Jadi??? "
" kalau gue menang........gue boleh ngencanin Amara " Leo dengan seringai liciknya
__ADS_1
sontak saja Mike membelalakkan matanya, " bangsaat... lo nyari mati..!!!! "
" Eits.. sabar bray, loe tau kan dari dulu gue suka sama adik loe. tapi karena loe nggak ngijinin dia deket-deket sama gue. " Leo dengan tampang memelasnya
" gila aja!!! nggak bakal gue biarin adik gue deket sama lo,, cowo terbrensek yang pernah gue kenal " umpat Mike
" apa kabar loe???? nih ngomong sama tangan, kaya benner aja loe jadi cowo " Leo terkekeh " Deal nggak nih??? "
Mike melipat kedua tangannya sambil menatap tangan Leo yang terulur
" DEAL!!!! " ujar Mike tanpa ragu meraih uluran tangan Leo
ntah atas dasar apa yang membuat Mike sangat yakin kali ini, karena untuk pertama kalinya dia melihat sahabat kecilnya itu di buat pusing karena keberadaan seorang wanita,
wanita yang berhasil menarik perhatiaan Arkana, meskipun dalam bentuk kebencian tapi Mike yakin ada sebuah perasaan lain yang terselip di dalam hati Arkana yang sampai saat ini belum di sadari lelaki dingin itu..
********
Arkana dengan tampilan acak-acakannya terus mengendari mobilya, membelah jalanan kota yang saat itu tidak terlalu ramai.
sekelebat bayangan tentang semua omongan Mike terus mengganggu Fikiraanya. Arkana memarkirkan mobilnya, menarik nafas sambil mengusap wajah dan rambutnya dengan frustasi dan memukul stir mobil dengan kencang
"Shiiiiit..!!!!!! siapa sih loe Fira,, loe udah bikin hidup gue berantakan nggak jelas kaya gini "
Pagi yang cerah dengan bunyi bell di pintu utama.
" Eh,, Tuan muda Fhatan udah pulang? " ujar mba Lilis, salah satu pelayan di kediaman Abraham. setelah membuka pintu
" iya mba..yang lain pada kemana? " sambil berjalan dan memilih duduk di sofa ruang tamu
" kalau Tuan muda Arkana sudah berangkat pagi-pagi sekali den, Tuan muda Abimanyu sedang ada di kamar. dan Nona muda Fira juga mungkin sedang menemani den Abimanyu di kamarnya "
Fhatan memicingkan matanya, menggaris bawahi ucapan mba Lilis Fira sedang menemani Abimanyu di kamarnya
" maksud mba Lilis apa'an Fira nemenin Abimanyu di kamarnya ???? "
" Loh.. den Fhatan emang belum tau, kalau Tuan muda Abimanyu habis kecelakaan dua hari yang lalu "
Fhatan terlonjak kaget mendengar kata kecelakaan, pasalnya tiga hari ini dia di sibukkan dengan syutingnya di luar kota. jangankan untuk nonton televisi. sekedar untuk main ponsel saja ia jarang. makanya Fhatan sama sekali tidak mengetahui perihal kecelakaan yang menimpa Abimanyu
__ADS_1
Fhatan langsung berlari, meninggalkan mba Lilis, memutar knop pintu kamar Abimanyu dengan sedikit kasar hingga membuat Abimanyu yang sedang sibuk dengan game di ponselnya terkejut
" Shiiiitt.. sialan lo, nggak bisa di ketuk dulu tuh pintu " umpat sang pemilik kamar
tanpa perduli dengan umpatan kakaknya, Fhatan langsung berjalan cepat mendekati Abimanyu
" loe nggak papakan bang??"
"kok bisa kecelakaan?? "
"kapan, dimana?? "
"ini tangan loe kenapa??"
" patah??? "
"jawab bang loe kok diam!!! " Fhatan dengan raut khawatirnya
Abimanyu memutar matanya, mendengar semua pertanyaan adiknya itu " gimana mau jawab.. lah loe nyerocos mulu "
" sory deh!! abis khawatir gue " Fhatan
" gue nggak tau kenapa gue bisa kecelakaan, karena mobil gue yang tiba-tiba nggak bisa gue kendaliin, nggak usah lebay gitu, sekarang lo liat kalau gue baik-baik aja. dan ini " sambi mengangkat sedikit tangannya yang masih di gips " keseleo doang "
" kak Fhatab udah pulang?? "suara lembut Fira yang sedang berdiri didepan pintu yang terbuka membuat dua saudara itu menoleh.
berbeda dengan Abimanyu yang terlihat biasa saja hanya memberikan sedikit senyum hangat untuk Fira, Fhatan malah menjadi salah tingkah.
"ya.. eh.. iya Fir gue baru aja sampai " kegugupan Fhatan
Fira melangkahkan kakinya mendekati kedua pria itu,namun itu malah membuat Fhatan semakin salah tingkah, gadis yang sudah tiga hari ini dia rindukan semakin mengikis jarak di antara mereka
" kak Fhatan aku___"
" eh Fir,, gue istirahat dulu yah.. gue.. gue cape' banget " sambil memijit bahunya " bang loe juga istirahat, gue ke kamar dulu " Fhatan bergerak cepat meninggalkan Abimanyu dan Fira yang menatap punggung Fhatan dengan bingung
shit.. jantung gue.... lama-lama deket Fira bisa bikin gue sakit jantung. batin Fhatan yang memegang dadanya
Fira mengalihkan pandangannya ke abimanyu seolah bertanya apa yang terjadi dengan Fhatan. namun Abimanyu hanya menganggkat kedua pundaknya tanda bahwa ia juga tak mengetahuinya
__ADS_1
**×********
Al nggak minta yang aneh kok... sumpah cuma minta like komen sama votenya.. supaya bikin Al ngerasa kalau novel Al ini tuh nggak sia-sia..plisss 😘😘