
Haloha... aku upnya double nih, untuk nebus karena jarang Up. hehe nggak papakan..?
Happy reading...
***
" tapi kan Fir__ "
" Fhatan! "
lelaki itu menghela nafas panjang, ia tidak berkutik " oke, kalau itu mau loe " sekali lagi Fhatan mengedarkan pandangannya memperhatikan satu persatu karyawan yang sudah memasang wajah takutnya.
" kali ini loe semua selamat, Awas aja kalo sekali lagi gue denger salah satu diantara kalian bergosip nggak jelas. Habis loe semua! " peringat Fhatan dengan serius.
Fira segera menarik Fhatan dengan cepat sebelum lelaki itu membuat para karyawan Arkana mendelik takut, meskipun mereka memang sudah terlihat takut.
cih.. kaka sama adik sama saja. menakutkan sekali jika sedang marah!
Fhatan berdecak sebal " loe ngapain sih narik gue, gue belum selesai ngasih mereka peringatan Fir, " keduanya sudah ada di halaman parkir Abraham group " loe nggak denger apa tadi, mereka itu jelas-jelas ngerendahin loe. "
Fira tersenyum lembut " terus masalah selesai, nggak kan? mereka akan semakin gencar bergosip melihat tingkah kamu "
" Lah... tingkah gue kenapa, apa yang salah sih, gue cuman ngelindungin adik gue " dan perempuan yang gue cintai... lanjut Fhatan tapi hanya tertahan di dalam hati.
" masalahnya mereka nggak tau itu kak, lagian kita nggak akan bisa menutup mulut mereka semua, tapi kita bisakan nutup telinga kita sendiri. jadi nggak usah di dengerin. mereka akan berhenti kalo mereka capek "
" cih.. hati loe tuh terbuat dari apa sih Fir, bae' banget " dan bikin gue makin cinta!
Fira hanya tersenyum lembut dan berjalan ke arah mobil Fhatan, " udah yuk, ntar jam makan siangnya habis lagi. kita belum makan apa-apa "
Fhatan memukul jidatnya pelan. ia hampir lupa jika kedatangannya ke kantor untuk mengajak Fira makan siang, ini semua karena karyawan yang berhasil membuat lelaki ini naik pitam
****
sedang di tempat lain..
" Dirga nggak bisa Mom, Dirga udah punya pilihan sendiri.! " tolak Dirga
" Dirga, kenapa kamu nggak pernah dengerin Mommy, ini untuk masa depan kamu nak " selalu akan terjadi perdebatan seperti sekarang, jika sudah membahas tentang ini. perjodohan.
" Masa depan Dirga itu, biar Dirga sendiri yang menentukan Mom, aku udah bilang aku nggak mau di jodohin, aku udah punya wanita yang aku cintai. "
__ADS_1
" Lalu mana. mana wanita yang kamu cintai itu, buktinya kamu tidak pernah membawa dia di hadapan Mommy "
" sebentar lagi Mom, tunggu sebentar lagi. Dirga belum jujur aja sama gadis ini. kalau Dirga sudah dapat kepastian. Dirga akan bawa dia ke hadapan Mommy dan Dady " jelas Dirga.
Azura, wanita paru bayah yang masih terlihat cantik meski di usianya yang sudah tidak muda. Wanita ini adalah ibu dari Dirga.
Azura memijat pelipis pelan " jadi kamu belum tau kalau dia menyukaimu? " Azura menghela nafasnya lelah " C'mon Dirga, bagaimana kalau dia menolakmu? "
" Nggak akan Mom, dia sendiri yang meminta Dirga untuk menikahinya di waktu kami masih kecil dulu, dan Mommy tahu betul itu " ucap Dirga yakin.
" Wait! jadi ini tentang gadis itu lagi,? gadis panti asuhan itu? " tanya Azura yang sudah bisa menebak.
Azura tau betul bagaimana hubungan Dirga dengan gadis itu. hingga sampai membuat anaknya memberikan janji monyet sialan itu. itu lah sebabnya Azura meminta suaminya Gunawan Wirajaya mengirim Dirga untuk melanjutkan sekolahnya di luar negeri.
wanita ini tidak cukup suka dengan gadis yatim piatu itu, meskipun Azura tidak menunjukkannya secara terang-terangan dulu karena melihat anaknya sangat bahagia ketika di dekat Fira.
" baik, Mommy akan menunggu kamu sedikit lagi. tapi ingat kalau sampai gadis itu tidak menerima kamu, kamu harus mau Mommy jodohkan dengan anak teman Mommy "
" tapi Mom__ "
" What? what do you think? Mommy sudah memberikan kamu pilihan, dan Mommy rasa itu sudah cukup adil bukan "
Dirga mengusap wajahnya frustasi. bagaimana jika Fira memang menolaknya dan dia harus menyetujui perjodohannya kali ini. apa dia sanggup, sedangkan hati lelaki itu sudah cukup terpaut untuk cinta masa kecilnya itu.
****
keduanya sudah ada di restoran yang sebelumnya sudah di boking Fhatan. di dalam ruang VIP ini terlihat hening. Fhatan dan Fira terlihat sibuk dengan makanan mereka masing-masing.
" Fira, gue boleh curhat nggak? " Fhatan memecah keheningan
Fira meraih gelas berisikan air dan menenggaknya " curhat aja! "
" tapi jangan ngetawain gue ya! "
" nggak akan kalo nggak lucu kak, " Fira menyendokkan makanan kemulutnya
" gue lagi suka sama seseorang, dan.... " Fhatan menjeda ucapannya, menelisik reaksi Fira " dan gue belum jujur sama dia sampe sekarang "
" kenapa nggak jujur " tanya Fira santai
" takut di tolak! " jawab Fhatan tidak berbohong
__ADS_1
" emang udah tau kalau bakalan di tolak? " Fira menaikkan satu alisnya
" nggak sih, tapi kemungkinan itu pasti ada "
" kemungkinan di terima juga pasti ada kan?! " Fira memberikan keyakinan pada Fhatan
" tapi kalo di tolak,? " tanya Fhatan yang terdengar ogah-ogahan
" kan belum di coba "
" jadi gue harus nembak dia?? "
" kalau nggak di tembak mana bisa tau kak " Fira segera menyelesaikan makannya.
" yaudah.." Fhatan mengatur nafasnya " Loe mau nggak jadi pacar gue? "
" Ha? "
gimana-gimana?
" Loe mau nggak jadi pacar gue? "
" Fhatan??? " Fira mengerjan bingung
" fffffttttthhhh...." Fhatan menahan tawanya, dan akhirnya pecah " hahahah... muka' loe syok banget gitu, sans kali Fir. gue lagi latihan ini "
" Fhatan!!!!! " Teriak Fira geram. hampir saja jantungnya copot, ia tidak ingin itu terjadi dan berakhir seperti Abimanyu.
" gimana, acting gue. meyakinkan kan? " itu adalah acting yang paling jujur Fir.
" Dasar Artis " Fira mencebik.
" emang gue Artis " Fhatan terkekeh.
gue belum bisa ngungkapin sekarang, gue takut setelah gue jujur dan loe nolak gue. gue takut akan berakhir seperti Abimanyu. ohh abang di saat kaya gini yang bikin gue kangen sama loe!
***
yaahhh si Fhatan, pengecut ih. hahaks..
btw.. ada yang kangen Abimanyu nggak nih.??
__ADS_1
aku sebenarnya kefikiran buat nulis tentang Abimanyu yamg sudah ada di negeri Orang, tapi ntar dulu deh yah! aku mau selesaiin dulu TCH ini dan cerita yang satu ARABELLE. biar nggak mumet.
tinggalkan jejak kalian. ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜