Tiga Cinta Di Hidupku

Tiga Cinta Di Hidupku
* Kamu menyakitiku lagi


__ADS_3

Happy reading..


****


Suasana canggung kini menyelimuti Fira dan Abimanyu di dalam mobil, sesekali lelaki itu berdehem untuk menetralkan perasaannya. ia ingin sekali memulai perbincangan namun tak tau harus memulainya dari mana. sedangkan gadis yang duduk di sampingnya itu, hanya menatap luar dari balik kaca mobil.


" Maaf " Lirihnya


" ya? " Fira menoleh


" maaf atas kejadian itu, gue nggak seharusnya kaya gitu ke loe " ucap Abimanyu lagi


Fira mengerti arah pembicaraan kaka angkatnya itu " aku nggak apa-apa kak, kenapa harus minta maaf " mengulas senyum


" semenjak kejadian itu, hubungan gue sama loe nggak kaya dulu, gue terlalu takut ngomong sama loe " Abimanyu menoleh sebentar dan kembali fokus menyetir


" aku yang harusnya minta maaf, karena udah menolak perasaan kaka " ucapnya seraya menundukan wajah


" gue ngerti..!! perasaan emang nggak bisa di paksa kan?? " menghela nafas " yah setidaknya gue udah ngungkapin perasaan gue, meskipun terbilang cepat " tertawa miris.


Hening sejenak...


" Fir.."


" Ya? "


" enam hari lagi gue bakal pergi ninggalin rumah, jaga diri yah?! " ucapnya dengan tulus


Diam. perasaan bersalah makin menyeruak dalam diri gadis itu, ia paham bahwa ini semua karenanya. Abimanyu, kaka angkat yang di tolaknya akan meninggalkan keluarganya hanya karena dirinya.


Abimanyu melihat keterdiaman Fira, seolah mengerti apa yang mengganggu Fikiran gadis itu.


" Loe nggak usah ngerasa bersalah, ini keputusan gue, loe nggak ada sangkut pautnya! " Abimanyu berbohong.


seulas senyum kelegaan terukir dibibir gadis cantik itu, meskipun ia tetap saja merasa sedih Abimanyu akan meninggalkan rumah dalam waktu yang lama. ia menoleh ke Abimanyu dan menggeleng pelan " aku cuman sedih, kaka bakal pergi "


Abimanyu terkekeh pelan, " gue pergi buat balik kok " seraya mengusap puncak kepala Fira.


****


Arkana berdiri di balik kaca besar di dalam ruangannya yang menampilkan hiruk pikuk kesibukan di kota itu. ia berdiri dengan tegap kedua tangannya berada di dalam saku celana, pandangannya kosong tak ter arah.

__ADS_1


sedari tadi mencoba meyakinkan dirinya, bahwa jalan yang ia ambil dengan menjauhi fira adalah yang paling baik untuknya dan juga gadis itu. Berbicara tentang gadis itu, Arka langsung meraih gagang telfonnya dan menghubungi Billy sekertarisnya.


" iya pak? "


" Apa Fira sudah datang? " tanyanya penasaran


" sudah pak, baru saja tiba " ucap Billy lagi di seberang telfon " apa perlu saya suruh dia keruangan bapak "


" Tidak perlu!!... Billy? "


" iya pak "


" jangan biarkan dia masuk tanpa seizin saya " Titahnya


sejenak Billy mengernyit bingung, " baik pak! "


Arka langsung mengakhiri telfonnya. Lelaki itu menghela nafas berat dan kembali berkutat dengan dokumen kerjanya, menyibukkan diri adalah pilihan terbaik untuknya saat ini.


beberapa saat kemudian..


Arka keluar dari ruangannya, ia menghampiri Billy tanpa menoleh sedikitpun ke fira " Bil, suruh seseorang untuk membuatkan saya kopi "


" Tidak perlu!! gue nggak nyuruh loe " sarkas Arka dengan wajah dingin, ia segera baranjak lalu berhenti sejenak " dan yaa... jangan masuk keruangan gue tanpa gue suruh " Arka kembali melenggang pergi


gadis itu menggigit bibirnya keluh, ia tidak paham dengan situasi ini sekarang, hatinya sakit mendengar ucapan Arka yang tidak biasanya.


Billy memukul pelan pundak Musfira " Loe bikin kesalahan sama pak Arkana? "


Lelaki itu juga merasa, pagi ini bosnya itu terlihat sedikit berbeda, apa lagi sikapnya ke Fira yang berubah 180 derajat.


gadis itu menggeleng pelan, matanya sudah berair seolah menggambarkan isi hatinya yang sedang terluka saat ini.


aku nggak ngerasa bikin kesalahan, kenapa dia sekarang bersikap begitu denganku? apa aku harus minta maaf, tapi aku nggak bikin kesalahan apapun, aku harus minta maaf untuk apa!!!!


sikap Arkana itu benar-benar menyita perhatian Fira, menjadikan ia tidak fokus dengan kerjaanya, pertanyaan itu terus berputar dalam fikirannya, kak Arka kenapa?


begitupun dengan sore ini, Arka memilih meninggalkan Fira pulang duluan dan meminta Billy mengantarnya pulang. sedangkan setibanya di rumah, gadis itu mendapati Arka tengah bersantai di ruang tamu, namun seperti biasa Lelaki itu tak menghiraukan kedatangan Fira dan memilih sibuk dengan ponselnya.


" kak Ar__ " baru saja Fira ingin menyapa, Lelaki itu malah melenggang pergi, sekali lagi itu menyakiti Fira, gadis itu tidak mau membiarkan ini terus berlanjut, dia mengejar Arka dengan cepat


lelaki itu memegang knop pintu kamarnya, namun panggilan Fira menghentikannya " kak Arka, tunggu!!! "

__ADS_1


Arka mengatur nafasnya, ia tau situasi ini pasti akan terjadi, jadi sebisa mungkin ia memasang wajah datarnya " ada apa,?"


" aku mau ngomong, " ucap Fira to tho poin


" gue capek!! " kembali memegang knopnya,


" tunggu dulu kak " gadis itu langsung menahan Arka lagi dengan cara memegang lengannya namun di tepis kasar oleh Arka dan membuat Fira terhempas ke lantai.


Arka sedikit terkejut dengan tingkahnya sendiri yang lagi-lagi menyakiti Fira, namun lelaki itu barusaha menahan diri tak menunjukan rasa bersalahnya. " loe apaan sih, jangan pegang-pegang gue " hardiknya.


" Bang!!! loe apain Fira??? " Fhatan terkejut melihat keadaan Fira yang sudah terduduk di lantai dengan linangan air mata, ia membantu Fira berdiri dengan memegang kedua pundak gadis itu " loe kasar lagi sama dia?? "


" Bukan urusan loe!!! " sarkas Arka dan melenggang masuk ke kamarnya. Bruuukkk.. Arka menghempaskan pintu dengan kasar.


" loe nggak papakan Fir,?? " ujar Fhatan memperhatikan raut wajah gadis itu.


" aku nggak papa kak!! " Fira menyeka air matanya " aku ke kamar dulu "


Fhatan mengangguk " loe istirahat, jangan di fikirin, mungkin kak Arka lagi pusing masalah kantor " Fhatan menenangkan gadis itu seraya mengusap lembut puncak kepala Fira.


Fira menyeret langkah dengan berat, rasa sakit yang lagi-lagi di torehkan Arkana kali ini benar benar membuatnya sakit, bahkan lebih sakit dari perlakuan Arka saat lelaki itu membencinya, setelah memberikan harapan, setelah membuatnya terbang, Arka seolah menghempaskannya tanpa perasaan. lalu apa arti ciuman itu? apa arti dari kata sayang yang sudah di ucapkan lelaki itu? apa ini hanya permainannya!!! fikir gadis itu.


kamu menyakitiku lagi...!!!!


****


gimana-gimana,, kurang greget yah?? hehe maaf, masih amatir akoh 😩


Tinggalkan jejak kalian...


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2