Tiga Cinta Di Hidupku

Tiga Cinta Di Hidupku
* Kecelakaan Abimanyu


__ADS_3

Fhatan semakin larut dalam lamunannya, sedang Fira dan Nana sudah meninggalkannya ke dalam Restoran, hingga dering telfon menyadarkannya


" Halo "


"........"


" oke. gue kesana sekarang "


Fhatan memutar kunci mobilnya dan melajukan mobil sport merahnya meninggalkan restoran


Nana dan Fira berada di ruangan ganti, menggunakan pakaian wajib bagi pelayan restoran. ia terus menatap Fira dari pantulan cermin yang sedang merapikan rambutnya. tatapan selidik Nana kepadanya di sadari betul oleh Fira.


" kamu kenapa natap aku kaya gitu?? "


Nana melangkah mendekati Fira " pliiss deh Fir.!!! loe tau maksud gue, loe masih punya utang penjelasan sama gue. semuanya!! kenapa loe bisa tinggal dengan Fhatan bahkan selalu nganter jemput loe. dan laki-laki tempo hari yang ngajak loe ngomong di lorong toilet, gue baru Ngngeeh kalo ternyata dia itu Arkana anak sulung dari keluarga Abraham, dan otomatis itu kaka Fhatan, sebenarnya ada apa sih Fir ??"


Fira mulai merasa khawatir dengan semua penuturan dan pertanyaan sahabatnya itu, dia bingung dia harus menjawab apa tapi merahasiakan ini dengan sahabatnya akan semakin membuatnya jengngah dengan berbagai pertanyaan yang akan di lontarkan Nana nantinya


Fira menghela nafas panjang, berfikir dalam diamnya, tidak tau harus memulai ceritanya dari mana intinya saat ini dia tidak punya pilihan lain selain menceritakan semuanya pada Nana. dia mengedarkan pandangannya untuk memastikan bahwa tidak ada yang mendengar percakapan di antara keduanya


" oke!! aku bakal cerita, tapi aku mohon sama kamu. ini kamu simpan rapat-rapat. karena yang aku kasih tau itu cuma kamu dan kalau sampai tersebar itu akan jadi masalah besar buat aku. kamu ngertikan?? "


" horor banget !! ya elah Fir jangan buat gue merinding dong, kaya' lagi pertaruhin hidup loe aja kalo ini bakal kesebar!! lagian loe tenang aja gue nggak se ember itu "


Fira lagi-lagi menghela nafasnya dan mulai menceritakan semuanya pada Nana, awal mula dia bertemu denganHamis dan Raniah. bagaimana dia bisa berakhir di kediaman Abraham bahkan perlakuan ke tiga putra mahkota itu.tanpa terkecuali..!!!!!!


" What!!!! are you kidding me? jadi lo sekarang anak angkat keluarga Abraham.. gila.. gila.. gilaa... " Nana berteriak tanpa sadar karena keterkejutannya dengan apa yang baru saja Fira ceritakan. untung saja pagi itu restoran masih dalam keadaan sepi karena karyawan yang lain belum datang termasuk pak dhani


" iiihhh... kamu tuh Na' pelan-pelan ngomongnya ntar ada yang denger gimana " Fira sambil membekap mulut Nana


" Sory. sory.. gue nggak sadar, " melepaskan tangan Fira dari mulutnya " tapi.. gue salut sama loe Fir, loe masih tetap bertahan di rumah itu setelah apa yang mereka lakuin sama loe . apa lagi si Arkana itu " Nana mulai merasa kesal sendiri dengan menyebut nama Arkana karena mendengar perlakuannya kepada Fira yang keterlaluan


" itu semua karena Tuan dan Nyonya Abraham baik banget Na' dan itu yang buat aku bertahan di rumah itu.. "


" gue jadi nggak rispek sama si Arkana itu, gue Fikir dia itu orangnya baik banget, karena di liat dari tampangnya yang lumayan cakep___ ralat deh cakep banget. hahhhh meskipun nggak ikhlas gue ngakuinnya tapi ternyata dia yang paling nggak beres "


" ini aku udah ceritain semuanya yah!! dan ini untuk kamu simpan, karena kalo sampai tersebar, aku nggak tau apa yang bakal Arka lakuin ke aku "


" iya.. gue ngerti, gue juga nggak mau nempatin loe disituasi yang bahaya "


" sekarang kita mulai kerja, ntar pak dhani keburu datang " Fira beranjak dari tempatnya dan langsung di ikuti oleh Nana


****


Fhatan memarkirkan mobilnya di depan halaman rumahnya,melangkah dengan cepat ke dalam kamarnya, setelah mendapat telfon dari menejernya bahwa 3 hari kedepan mereka akan keluar kota karena lokasi scane

__ADS_1


syuting yang harus di lakukan diluar kota,


Fhatan meraih ransel pakaian yang telah ia persiapkan sebelumnya dan kembali melangkahkan kakinya keluar rumah


" Ehh Tuan muda mau kemana, kok bawa ransel segala? " bik Minah yang melihat Fhatan dengan ransel yang menggantung di pundaknya


" aku mau keluar kota bik,, lokasi syutingnya pindah untuk 3 hari kedepan dan kalo kak Arkana ato Abimanyu nanya bibik jelasin aja, aku nggak ada waktu buat minta izin ke mereka "


" ta... tapi tuan " panggil bik Minah


namun Fhatan tak mengindahkan, melajukan mobilnya dan meninggalkan rumah.


mungkin ini waktu buat gue sementara ngejauh dari loe Fir.. sambil gue menela'ah perasaan gue ke loe. gumam Fhatan


******


jam kerja selesai, Fira berjalan menyusuri trotoar menuju halte untuk menunggu bus yang biasa di lewati olehnya. dan tak lama kemudian bus yang sedari tadi di tunggu Fira telah menampakkan dirinya. ada senyum kelegaan dari raut wajah Fira, setidaknya dia tidak harus menunggu lama...


Fira turun di persimpangan jalan dekat dari rumah kediaman Abraham, dan harus berjalan kaki sekitar 100meter untuk bisa sampai ke rumah yang sudah sebulan lebih dia tempati


Fira melangkah masuk kerumah, namun ia tiba-tiba terpaku dengan melihat raut wajah yang bik Minah yang terlihat cemas sambil memegang gagang telfon.


bik Minah meletakkan telfon itu begitu saja dan langsung berlari dengan wajah yang terlihat sangat khawatir.


" bik.. bik Minah " panggil Fira dengan setengah berlari


" bibik yang ada apa? kok kelihatan khawatir? "


" mmm.. anu non.. anu.. itu.. " bik Minah gelagapan.


" anu apa bik..??? " mengernyit


" Tuan Abimanyu kecelakaan, mobilnya nabrak pohon Non, ini saya mau cari mang asep suruh dia jemput tuan muda "


Fira membelalakkan matanya " apa?? kak Abimanyu kecelakaan? kok bisa?? dimana bik? trus keadaannya gimana? " pertanyaan beruntun yang di lontarkan Fira seolah menegaskan ke khawatiran yang mendengar kabar itu


" sabar Non.. sabar!!! tuan muda Abimanyu baik-baik aja katanya tadi cuman tangannya yang keseleo, sekarang bibik mau panggil mang asep buat jemput tuan muda Non, dia masih di tempat kejadian soalnya mobilnya udah nggak bisa nyala katanya "


" yaudah bibik panggil mang Asep sekarang, biar aku sama mang Asep yang jemput kak Abimanyu "


" baik Non "


********


Mang Asep dan Fira berada di tempat kejadian. matanya erus menelusuri dengan seksama, mencari sosok yang sangat dia khawatirkan. Hingga dia menangkap sosok seorang pria yang di carinya, raut wajah menahan sakit dan beberapa luka goresan di bagian tubuhnya. ia terlihat sedang duduk di pinggir jalan dengan seorang lelaki paru baya dekat dengan mobil yang hampir rinsek di bagian depannya.

__ADS_1


tak perlu waktu lama, Fira langsung mengenali pria itu. ia berlari mendekati Abimanyu di ikuti oleh mang Asep di belakang.


" kak Abimanyu " panggil Fira


Abimanyu yang sedari tadi meringis menahan sakit pada bagian tubuhnya, langsung menoleh ke arah suara yang cukup ia kenali


" Fira???? kok loe disini ?" Abimanyu tertegun dengan kehadiran Fira yang sama sekali tak di sangkanya


" Non Fira maksa buat ikut Tuan muda " ujar mang asep yang sedari tadi berada di belakang Fira


" Maaf kak.. aku cuma khawatir makanya aku ikut sama mang Asep " menggigit bibir bawahnya


pasti aku bakal di marahin.. batin Fira


Abimanyu terdiam menatap Fira dengan tatapan yang sulit di mengerti. kemudian tanpa sadar ia memberikan setengah senyumnya ke arah Fira yang masih tertunduk tak berani menatapnya


" Makasih yah!!! makasih udah khawatir sama gue "


" ya?? " sambil mengangkat wajahnya


" khemmmmm... " Abimanyu berdehem menetralkan fikirannya " jadi kita mau disini terus, nggak ada niatan buat bawa gue ke rumah sakit " Abimanyu dengan wajah memelas


" biar mang Asep yang bantu tuan muda "


ketika mang Asep berniat meraih lengan Abimanyu untuk membantunya berjalan tiba-tiba pria itu mengangkat satu tangannya mengarah ke mang Asep seolah menyuruh mang asep untuk tidak menyentuhnya,


" katanya khawatir sama gue, trus apa gunanya loe disini kalo nggak nolongin gue... Fira " ujar Abimanyu tanpa mengalihkan tatapannya dari Fira


" eh.. i.. iya kak!! jadi aku harus bantuin apa? "


Abimanyu mengulurkan satu tangannya yang tidak sakit, seolah meminta Fira untuk memapahnya.


Fira yang mengerti itu, segera meraih lengan Abimanyu dengan sedikit canggung meletakkan lengan Abimanyu di bahunya,


tertatih, Fira dengan sabar membantu Abimanyu berjalan, namun langkah Abimanyu tiba-tiba terhenti dan menoleh ke arah laki-laki paru baya yang sejak tadi menemaninya dan menolongnya dari orang-orang yang mencoba mendekatinya tanpa ada niat menolong,


mereka malah sibuk dengan ponsel mereka masing-masing, mengabadikan momen yang mereka anggap sangat jarang. Miris bukan!!!


bagaimana tidak. seorang Abimanyu Fatih Abraham kini ada di hadapan mereka, Secara langsung.


pria paru baya itu juga yang membantu Abimanyu memberika kabar ke orang rumah tentang kecelakaanya karena ponsel abimanyu sudah tidak lagi terlihat


" Terima kasih pak " Abimanyu tersenyum


" Sama-sama den.. " jawab pria paru baya itu

__ADS_1


*****


Tinggalkan jejak kalian 😭😭😭


__ADS_2