Tiga Cinta Di Hidupku

Tiga Cinta Di Hidupku
* Lembur


__ADS_3

Seminggu sudah Musfira bekerja sebagai sekertaris Arkana. sampai sekarang belum ada perkembangan dengan hubungan mereka. Arkana masih terlihat cuek dan dingin di depan gadis itu, meskipun sekali-kali dia tak mampu menahan dirinya untuk memperhatikan Fira.


masih dapat di hitung dengan jari berapa kali Fira masuk ke dalam ruangan Arkana. bukan tanpa sebab, Arkana selalu mencoba untuk tidak dekat dengannya. ini bukan lagi tentang perasaan benci, tapi perasaan yang tidak mampu ia cerna sendiri. Namun memang pada dasarnya dia adalah makhluk yang tidak perdulian, dia selalu menepis perasaan itu.


sedangkan Fira, masih konsisten dengan selalu mematuhi perintah Arkana, menjaga jarak darinya. tak pernah sekalipun dia menatap Arkana lebih dari 5 detik, karena jika dia melakukannya, itu hanya akan membuatnya salah tingkah.


Malam ini mau tidak mau Arkana harus lembur di kantornya. menyelesaikan berbagai macam pekerjaan kantor yang harus segera iya selesaikan.


Arkana terlihat lelah, ia meletakkan kepalanya di jari jemarinya, yang sikunya bertumpu di atas meja kerjanya. memijat pelipisnya dengan ke dua jarinya. kepalanya sedikit pusing. ia melirik jam yang terpajang sempurnah di salah satu sudut ruangannya.


" sudah jam segini ternyata., " gumamnya


Tok. tok. tok...


" Masuk!!! "


Ceklek.. suara pintu terbuka dan yang datang ternyata adalah billy


" Permisi pak "


" yah kenapa Bil.? "


" pekerjaan saya sudah selesai, apa ada yang bisa saya kerjakan lagi, karena saya melihat bapak sedang sibuk. " Billy menawarkan diri


" Hmm?? " berfikir sejenak " tidak usah Billy, kamu bisa pulang, "


" Baik kalau begitu, saya permisi pak " melangkah menuju pintu. namun langkahnya terhenti sebelum meraih knop pintu.


" Billy " panggil Arkana


" iya pak "


" apa semua karyawan sudah pulang, "


" sebagian besar sudah pulang pak "


Arkana mengagguk. dia terlihat ingin mengatakan sesuatu. " Fira?? "


" dia masih di luar pak, apa perlu saya panggilkan.. ? "


" tidak.. tidak perlu kamu bisa pulang "


" baik pak "


Arkana kembali dengan layar Laptop di depannya. namun fikirannya kali ini tidak Fokus seperti tadi. dia memikirkan gadis yang sudah seminggu ini menjadi sekertarisnya. menimbang beberapa kalimat yang di katakan billy, sebagian besar karyawannya telah pulang, berarti di luar Fira sendirian. karena mengingat ruangannya berada di lantai paling atas dan tidak sembarang orang di perbolehkan untuk berada di kawasan itu.

__ADS_1


Arkana beranjak dari kursi kebesarannya, membuka pintu, dan sedikit berjalan ke meja Fira.


Fira yang sedang terlihat menulis sesuatu, menyadari akan langkah sepatu mendekatinya. dia mengalihkan pandangannya ke arah seseorang yang tengah berdiri di depannya.


Arkana tepat di depannya, dengan kedua tanganna berada di dalam saku celana. untuk sesaat mata mereka saling bertemu, satu detik. dua detik. tiga detik, Arkana berdehem " ada yang salah? "


Fira tersadar, dia berdiri dari kursinya dan langsung menundukkan wajahnya, " Maaf.. ada yang bisa saya bantu pak? "


" loe sedang apa? " sambil melirik ke meja fira.


" ah.. ini, saya di suruh pak Billy untuk mencatat skejul bapak besok "


" apa sudah selesai?? "


" sebentar lagi pak " Musfira mulai gugup


" tidak usah di lanjutkan, loe ikut ke ruangan gue!! " perintah Arkana.


Musfira tidak langsung mengikuti langkah Arkana, dia sedikit mematung. mencerna ucapan Arkana, karena ini adalah pertama kalinya dia di minta langsung oleh Arkana untuk keruangannya.


" Mulai ngebantah loe?! " dengan sedikit ketus


" ya?? tidak pak, saya segera kesana " Panik


Arkana berbalik, sudut bibirnya terangkat, ada sedikit senyuman di bibirnya. kok gue suka liat muka loe yang panik kaya gini, menggemaskan..... batin Arkana.



" loe duduk disini,! " sambil menunjuk sofa yang tidak jauh dari mereka.


" i.. iya pak "


" loe tetap disini, sampai gue selesai dengan kerjaan gue!! " titah Arkana


" ta... tapi pak, apa yang harus saya lakukan disini,? "


" tungguin gue sampai selesai "


" saya bisa menunggu di luar pak " tolak Fira


" sekali lagi loe ngebantah,... loe__ " terpotong


" baik pak " dengan cepat Fira menyandarkan bokongnya di sofa. ia tak ingin memperpanjang hanya karena masalah ini, ia tau ancaman tidak segan akan Arkana lontarkan jika dia dibantah.


menyenangkan juga menggoda loe! batin Arka.

__ADS_1


Arkana kembali duduk di kursi kebesarannya, sedangkan Fira, menyandarkan bokongnya di dinding sofa sambil bersedakap dengan kedua tangannya.


sesekali Fira, melirik ke arah Arkana yang tengah berkutat dengan laptopnya, bukannya Arkana tak menyadari itu, ia tahu jika Fira meliriknya, karena iya juga melakukan hal yang sama. namun ia berusaha sebisa mungkin untuk tak memperlihatkan rasa gugupnya.


beberapa saat kemudian...


Arkana melirik jam yang bertengger di lengannya, dan sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. segera iya menutup layar pipihnya itu. dan melihat ke arah Fira.


ketiduran!!!


ternyata Fira sedang meringkuk di atas sofa dengan mata terpejam dan mungkin tengah terbuai di alam mimpinya. tanpa ragu Arkana berjalan menuju Fira, berdiri di dekatnya,matanya tak pernah berkedip menatap gadis cantik itu,


deg


rasa aneh itu mulai lagi, perasaan nyaman yang menjalar naik ke hatinya. hanya karena menatap gadis ini, mampu membuat hati dan perasaanya damai, jantungnya berdetak tak karuan, perasaan yang ia rasakan setelah 5 tahun yang lalu.


Arkana mengulas senyum indah di bibirnya, ia menekuk salah satu kakinya, mencoba mensejajarkan tubuhnya dengan Fira tanpa mengalihkan arah pandangannya sama sekali. meneliti sisi wajah Fira dengan seksama, wajah yang tampak polos, wajah tanpa dosa, hingga pandangannya terhenti di bibir ranum gadis cantik itu.


Arkana mengangkat tangannya, ingin menyingkirkan anak rambut yang bertengger di mata indah Fira, ia merasa terganggu karena itu menghalangi pandangannya untuk lebih detail ke arah wajah Fira. namun belum sempat ia lakukan, gadis itu menggeliat dan sepertinya sebentar lagi akan segera membuka matanya.


sontak saja itu membuat Arkana terkejut, dengan langkah cepat ia kembali berdiri dan mundur beberapa langkah.


perlahan Fira membuka matanya, sedikit menyipit karena masih menyesuaikan diri dengan cahaya lampu di ruangan Arkana.


samar-samar Fira melihat ke arah laki-laki yang berdiri dengan tegap di hadapannya. Fira mengernyitkan keningnya, mulai bingung dan bertanya. dia siapa?? guman Fira pelan, namun masih terdengar di telinga Arkana.


" Loe baru tidur beberapa jam di ruangan gue, tapi udah amesia??!! " ujar Arkana.


Musfira membulatkan matanya, ia ingat bahwa ia sedang berada di ruangan Arkana. dengan gerak cepat Fira berdiri dan memulihkan kesadarannya.


" Maaf.. maaf pak saya ketiduran!! " ucap Fira malu-malu,


" baru di suruh nunggu gitu aja udah ketiduran, gimana kalau gue nyuruh loe sama gue seumur hidup " ujar Arkana enteng, yang bahkan iapun tak menyangka akan mengatakan itu.


" Ha??? "


" mmm...? apa? gue nggak ngomong apa-apa yah!!! " Arkana berkilah, sebenarnya ia merutuki dirinya dengan ucapannya barusan.


Fira hanya mengangguk tipis. " kita pulang sekarang pak? "


" menurut loe?, kalau loe mau nginap disini sih gue nggak masalah!! " jawab Arkana sambil berjalan menuju pintu keluar.


kenapa sih, doyannya marah-marah mulu..!!! Fira mencebikkan bibirnya, sambil menyusul Arkana. tidak mungkinkan jika ia benar-benar harus tidur disini.


****

__ADS_1


aku nggak akan bosan untuk mengingatkan kalian, jangan lupa tinggalkan jejak 😭😭😭


__ADS_2