
Happy reading....
***
satu menit... dua menit.. lima menit... mereka masih terhanyut dalam pelukan itu, menetralkan jantung yang masih berdetak tak karuan, suara sesegukan juga sudah tak terdengar dari mulut gadis cantik itu.
hingga lelaki itu mulai menyadari apa yang ia lakukan, dan dengan cepat melepaskan pelukan itu.
Arkana mundur satu langkah, memberikan jarak di antara mereka, mulai tidak mengerti dengan keadaan ini, wajahnya terlihat kikuk. sambil menggaruk leher berlakangya yang sebenarnya tidak gatal.
" M... mm... maaf, maafin gue. gu. gu. gue nggak ada maksud apa-apa....... me. meluk loe, gue..... " Arka dengan segala ke gugupannya, benar-benar gugup!
sedangkan Fira, juga mengatur debaran jantungnya yang memompa dengan cepat, pipi merona itu terlihat dengan begitu jelas, benar-benar malu!
" bapak tidak perlu minta maaf, saya juga salah karena me..... " apa aku harus bilang kalau aku juga menikmatinya! tapi itu memalukan..
Arka seolah menunggu ucapan Fira selanjutnya, setidaknya ia memastikan kalau bukan hanya dia yang menikmati apa yang baru saja mereka lakukan.
" me... melepaskannya pak, maaf " Fira dengan segala kegugupannya kembali duduk di kursinya dan berusaha terlihat seolah sibuk.
ada gurat kekecawaan di wajah arka, apa yang ia harapkan? Fira menikmatinya, sungguh menggelikkan!
iya mengatur nafasnya kembali, mencoba menenangkan debaran jantungnya, berdiri di depan Fira mencoba memasang wajah datarnya " Fir, buatin gue kopi dan loe bawa ke ruangang gue! "
" baik pak " mereka sama-sama pergi dari tempat itu, tempat yang menjadi saksi dua perasaan insan yang mencoba menolak dengan apa yang mereka rasakan.
*****
di lain tempat...
tok. tok. tok.....
suara ketukan pintu mengalihkan kefokusan Dirga pagi itu di ruang kerjanya.
__ADS_1
" Masuk! "
Rui. sekertarisnya, masuk kedalam ruangan yang di dominasi oleh funiture brown grey itu,
" permisi pak " melangkah masuk, dan berdiri di hadapan sang atasan
" kenapa Rui? " kembali fokus ke laptop yang ada di depannya.
" ini masalah Fira pak, "
tangannya menggantung di atas papan ketik laptopnya, lalu mengalihkan pandangannya ke arah Rui " ah.. ya saya memberi kamu waktu 3 hari Rui, tapi ini sudah hari kelima dan itu melenceng dari waktu yang saya berikan "
Rui menundukkan wajahnya, ini memang untuk pertama kalinya ia mendapatkan tugas dari Dirga tapi tidak tepat waktu " saya mohon maaf pak, itu kesalahan saya. tapi memang ada satu informasi yang memang sedikit susah saya tembus karena ada orang besar di belakang Fira yang mencoba menutupi satu Fakta itu dan_ "
" jangan katakan kalau kamu gagal Rui " Dirga menyela
Rui mengangkat wajahnya " Tidak pak, meskipun sedikit susah tapi kami berhasil "
" dan apa hasilnya " Dirga tanpa basa-basi
" lanjutkan! " Ujar Dirga cepat
" Fira sudah kehilangan kedua orang tuanya sejak dia berumur dua bulan, dan dititipkan oleh pamannya yang tidak lain saudara sang ayah, hingga sampai ia besar di panti asuhan tidak ada satupun dari keluarganya yang datang untuk mengambilnya dan beberapa bulan yang lalu itulah, Hamis Fatih Abraham mengadopsinya menjadi anaknya "
" panti asuhan yang mana Rui "
" panti Asuhan Kasih Bunda tuan, yang berada di pinggiran kota " jelas Rui
Deg...
mendengar semua informasinya itu, seakan ada sesuatu yang meremas hatinya. gadis kecilnya, gadis yang ia rindukan tapi tak sempat ia cari, dan gadis itu beberapa waktu lalu berada tepat di hadapannya tapi tak mampu ia kenali dengan baik. sangat keterlaluan!
Fira, itu benar-benar kamu! maafkan kaka karena tidak mencarimu tapi kakak sangat merindukannmu,, tunggu kaka!
" segera hubungi sekertaris Arkana, kalau tidak salah namanya Billy, katakan kalau pagi ini kita akan ke kantor Abraham group dan pastika bahwa Fira ada disana " titah Dirga tanpa jeda.
__ADS_1
Rui membungkuk " baik pak, kalau begitu saya permisi " dan Dirga hanya mengangguk tipis
Lelaki itu menghela nafasnya panjang, menyandarkan punggungnya di kursi kebesarannya, menengadahkan wajahnya di langit-langit ruangan,
Maaf!
hanya satu kata itu yang mampu ia ucapkan dalam hatinya, penyesalan merangkupi dirinya, dimana iya meninggalkan gadis kecil itu tanpa kata, ia memutuskan meninggalkan Fira saat itu tanpa memberitahunya, karena gadis kecil itu pasti akan sangat kecewa padanya, apa lagi setelah membuat janji bahwa akan menikahinya.
namun mengingat janji itu, membuat bibir Dirga melengkung membentuk senyuman " aku sudah berjanji bahwa ketika aku sudah sukses aku akan menikahmu dek, dan sekarang kaka sudah sukses tunggu kaka! " gumamnya pelan.
****
Arkana menatap secangkir kopi yang baru saja di antarkan oleh Musfira, gadis yang beberapa waktu lalu mampu meruntuhkan pertahanan yang ia buat selama 5 tahun, menyentuh sudut hatinya yang terdalam. satu wanita, setelah Natasya yang mampu membuat jantungnya berdetak tak karuan.
Arka meraih gelas cangkir itu, menyesapnya dengan lembut, ini kebodohan yang kesekian kalinya yang ia buat, ini adalah pertama kalinya ia menyuruh Musfira membuatkannya kopi, aneh bukan!
ia secara tak sadar menyuruh Fira membuatkannya kopi, ia hanya mencari pelarian dari kegugupannya, mencari kata yang pas setelah adegan pelukan yang masih menyisahkan bekas kenyamanan dalam dirinya saat ini.
ini benar-benar gila Arkana.. arrgghhh.. teriak Frustasi dalam hatinya.
apakah ia mulai menaruh rasa pada gadis itu? secepat itu? sesingkat itu? apa lagi mengingat bagaimana kebenciannya selama ini pada gadis yang bernama Musfira itu. ia menepiskan segala rasa yang berkecamuk, mulai menyusun list tentang daftar ke anehan yang ia rasakan selama berada dekat dengan gadis itu.
mulai dari perubahan sikapnya yang sudah tidak kasar, bahkan ada sedikit gurat penyesalan tentang kebencian yang besar yang dulu ditujukan pada Fira, mulai menerimanya kehadirannya di tengah-tengah keluarganya, kekhwatirannya saat Fira sakit, ketidak sukaan yang terang-terangan ia tunjukan saat gadis itu dekat dengan lelaki lain.
dan tadi... hanya karena 15 menit itu, 15 menit yang membuatnya bertindak seperti orang yang gila, mondar mandir tidak jelas di depan meja gadis itu, sambil terus menggerutu tidak jelas mengingat keterlambatan sekertarisnya 15menit. Tidak! lebih tepatnya ia tidak menyukai keadaan dimana ia tahu bahwa saat itu Fira bersama dengan laki-laki lain meskipun itu adalah Mike, dan Arkana paham betul sahabatnya itu menyimpan perasaan untuk Fira. bukan tidak mungkin Mike sahabatnya yang ia tau betuk sifat playboynya, berusaha merebut hati Fira.
****
Nah looo... Dirga balik lagi ke kehidupan Fira, mau di ajak Nikah pula.. gimana dong nih?! terus si Arkana diapain yak! haha si Abimanyu ma Fhatan apa kabar tuh? Author mau bongkar dulu perasaan Si Abimanyu dan Fhatan dulu, apa jawaban Fira ya'.. ?
Maaf yah ceritanya monoton, author tuh seneng aja, di mana tokoh wanita di perebutkan banyak pria, soalnya disitu tercipta banya konflik, meskipun masih ringan-ringan aja sampe sekarang. aku masih nyimpan konflik besarnya.
Author mau memperjelas dulu perasaan mereka masing-masing pada Fira supaya nggak ngegantung..
Tinggalkan jejak kalian ðŸ˜
__ADS_1