Tiga Cinta Di Hidupku

Tiga Cinta Di Hidupku
* Permintaan Mami


__ADS_3

" i... ini semua ka...karena__" Abimanyu melirik Arkana yang berdiri di sampingnya


" ini semua karena Fira yang nggak hati-hati mih," potong Musfira dengan cepat " Fira, jatuh dari tangga " ujar Fira berbohong


" kok bisa jatuh? " tanya Mami raniah dengan selidik


Fira seolah berfikir " hmmmm.,,,!!???__"


" yasudahlah mih, ini kecelakaan. Fira sekarang cuma butuh istirahat, iyakan sayang? " Papi hamis menoleh ke Fira


Fira mengangguk sambil tersenyum " iya pih "


Mami raniah menghela nafasnya " Mami cuma khawatir sama kamu, kalau begitu mami istirahat dulu yah!! " mengalihkan pandangannya ke arah tiga putranya " kalian jaga adik kalian "


tanpa menjawab ke tiganya hanya menganggukan kepalanya.


******


Arkana,Abimanyu dan Fhatan kini telah berada di dalam ruang perpustakaan di kediaman Abraham, mereka sengaja memilih berkumpul di ruangan itu karena letaknya yang sedikit jauh dari kamar orang tua mereka,


" So, sekarang jelasin ke gue.. apa yang membuat kalian sampai berantem kemarin.. " Arkana memulai pertanyaannya, melihat arah ke dua adiknya secara bergantian


" ki... kita... kita cuman__ " jawab Fhatan gugup


Arkana mengernyitkan keningnya " Cuman..???? "


" Lagian kenapa bang loe harus tanya ini ke kita, sekarang disini yang harusnya di adili itu loe.. kenapa loe nyakitin Fira bang? " sela Abimanyu mengalihkan


menghela nafas " gue nggak ada maksud buat bikin dia terluka. gue__"


" dan loe udah lakuin itu, bikin dia terluka!!! " sarkas Abimanyu


" loe berdua tau gue nggak sengaja__"


" nggak sengaja dengan ngedorong dia!!! " sarkas Abimanyu lagi


Fhatan hanya diam menyimak perdebatan ke dua kakaknya,


" i.. iyaaa gue emang ngedorong dia tapi, gue nggak nyangka kalau dia bakal terluka, mana gue tau kalau dia bakalan kaya gitu "


" dan sayangnya dia udah terluka!!! bang, loe nggak malu apa. dia udah nyelamatin loe dari kemarahan mami, dia berbohong demi loe, dia sampe nggak mau di bawah ke rumah sakit demi nepatin janji dia sama loe.. cihh gue aja yang sebagai adik kandung loe malu tau nggak!!! "


tak ada jawaban atas penuturan Abimanyu karena memang itu kebenarannya , saat ini harga dirinya sebagai laki-laki dipertaruhkan, dan malu pada dirinya sendiri, selama ini membenci seorang gadis yang sebenarnya tidak punya masalah apapun dengannya,

__ADS_1


apa lagi mengingat apa yang telah di lakukan Musfira. dia menepati janjinya sampai saat ini, dia berbohong demi menyelamatkannya.


loe brensek Arkana. batin Arkana


Arkana mengusap wajahnya frustasi, menghela nafasnya.


" oke.. gue akui gue emang salah dan__"


" dan loe harus minta maaf!!! " sarkas Abimanyu


" sekarang??? " Arkana


" nggak.. Nunggu lebaran monyet " jawab Fhatan


" Fhatan!!!! " pekik Abimanyu


" oke.. oke.. sekarang " Arkana langsung beranjak dari tempatnya di ikuti ke dua adiknya,


hingga langkah kakinya berhenti di depan pintu kamar Musfira, berhenti sejenak menetralkan perasaannya, menarik nafas, memengang handle pintu dan membukanya dengan pelan.


terlihat gadis cantik itu sedang memejamkan mata, menyadari bahwa ada seseorang yang membuka pintu kamarnya seketika memaksanya harus membuka kelopak matanya


Abimanyu dan Fhatan sedikit mendorong tubuh Arkana untuk masuk lebih dalam karena ia yang sedari tadi mematung di tempatnya


Musfira yang tau siapa yang tengah mebuka pintu, dengan pelan-pelan mencoba membawa tubuhnya bangun untuk duduk


" kaka... ehh maaf kamu pengen ngomong apa? "


" gue.. gue.. " Arkana terbata, sekedar mengucapkan kata Maaf terasa berat untuknya. dan itu semua karena kata gengsi


" yaa???? "


" gue.... " menghela nafas pelan " gue minta maaf!!! "


" hmm??? minta maaf? untuk? "


" untuk... ya' itu... yaaa pokonya gue minta maaf!! nggak usah di jelasin..intinya gue minta maaf " suara Arkana naik satu Oktaf, dia terlalu gugup saat ini. huh ini pertama kalinya dia minta maaf sama seorang perempuan


" Bang Arkana!!!!! emang kaya gitu yah caranya orang minta maaf " protes Fhatan yang sedang bersender di ruas pintu sedang Abimanyu di sampingnya


" ya... ya..... habisnya dia banyak nanya!! uda'aahh intinya gue udah minta maaf " Arkana melangkahkan kakinya keluar dari kamar,


Shiiiittt.. bisa-bisanya sih gue jadi gugup depan dia, gila... ini benar-benar gila!!!! umpat Arkana dalam hati

__ADS_1


Abimanyu dan Fhatan saling melempar pandangan. melempar senyum mengejek satu sama lain. pasalnya ini adalah pertama kalinya mereka melihat sang kakak di buat tidak berkutik oleh seorang wanita.


sedangkan musfira hanya mengerjap kebingungan. " kak.. kak Arkana kenapa? "


" Nggak papa.. loe istirahat aja gue sama Abimanyu mau ke bawah dulu.."


Fira mengangguk " iya kak.. "


*****


Arkana berdiri di balkon kamarnya, ditemani langit yang sedikit mendung, dan mungkin sebentar lagi Air hujan akan turun membasahi segala yang ada di atas tanah.


dengan kedua tangan yang berada di dalam saku celananya, pandanga Arkana lurus kedepan. tatapan kosong seolah menggambarkan segala sesuatu yang berlarian dalam otaknya


Tok. tok. tok..


Arkana beranjak dari balkon masuk ke dalam kamarnya


Ceklek....


" boleh Mami masuk!!! "


" Mami..kenapa nggak istirahat? " menyandarkan punggungnya di salah satu sofa panjang di sudut kamar


Mami raniah duduk di samping Arkana, meraih tangan anaknya. menggenggam dengan sayang " Mami boleh ngomong?? "


" sejak kapan Mami minta izin kalau mau ngomong sama anaknya sendiri? "


Mami raniah tersenyum tulus " sayang, akhir-akhir ini hubungan Mami sama kamu sedikit nggak baik, dan kita sama-sama tau alasannya." menghela nafas " mami minta maaf dengan semua keputusan mami tentang Fira, tanpa persetujuan kamu sebagai anak sulung di keluarga ini, dengan ke egoisan mami, tanpa sadar mami udah menyakiti hati anak-anak mami, "


Mami raniah terus berucap dan berusaha menahan air mata yang mungkin sebentar lagi akan membasahi pipinya " Mungkin mami bukan ibu yang baik untuk kalian, mungkin__"


" Husssttt.. udah mih jangan di lanjutin, " Arkana merengkuh tubuh wanita paruh baya itu dalam dekapannya, mengusap punggung ibunya dengan lembut " Mami nggak salah, ini semua karena aku nggak bisa ngertiin keadaan Mami, maafin Arka mih, selama ini Arka nggak memahami kemauan mami, Arka ___ " tak mampu lagi melanjutkan ucapannya karena butiran bening itu berhasil menembus pertahanan seorang Arkana


menyalurkan kasih sayang antara ibu dan anak dalam sebuah pelukan hangat, air mata yang mengalir di pipi masing-masing menandakan penyesalan tentang hubungan yang kurang baik akhir-akhir ini.


melepaskan pelukan anaknya " Mami boleh minta sesuatu sayang?? "


Arkana mengangguk.


menatapa anaknya dengan tatapan sayu, ada sebuah permohonan yang tergambar jelas di wajah wanita yang masih terlihat cantik meskipun umurnya yang sudah tidak muda lagi itu " kamu tolong kenali Fira dengan baik. maka kamu akan mengerti kenapa mami bawa dia masuk ke dalam keluarga kita " mengecup kening Arkana " Mami menyayangi kamu " lalu beranjak dari tempatnya


sedang Arkana, menatap kepergian ibunya itu dengan ekspresi datar, ntah apa yang difikirkan lelaki itu setelah mendengar permohonan ibunya.

__ADS_1


sebenarnya dia juga mulai merasakan perasaan aneh dalam hatinya, setelah menatap gadis itu dengan tenang, tak mampu di pungkiri, bahwa mata gadis itu memancarkan ketulusan dan kehangatan. namun, tetap dengan sifat keras Arkana, dia selalu berusaha menepis perasaan itu dengan asumsi yang di tanam dalam fikirannya sendiri bahwa itu hanya karna rasa bersalah.


yaaahh.. itu rasa bersalah.... Arkana


__ADS_2