
sambil terkekeh Dirga mengusap rambut gadis kecil itu " Baiklah.. kakak berjanji akan menikahimu "
" tapi kakak harus kaya dulu, supaya aku tidak hidup susah seperti di panti ini " kata gadis itu dengan memasang wajah polosnya
di saat itu pula Dirga bertekad untuk menepati janjinya, dia belajar dengan sekuat tenaga agar bisa melanjutkan perusahaan ayahnya Gunawan Wirajaya dan berjanji pada darinya sendiri bahwa dia akan menikahi gadis kecilnya itu
namun keadaan harus memaksanya untuk berpisah dengan gadis kecil itu, karena orang tuanya menyekolahkannya di luar negeri. Dirga tentu saja tidak akan bisa menolak, karena ini akan lebih mempermudah dirinya untuk melanjutkan perusahaan keluarganya kelak.
Flashback off......
" Ahhhh... maafkan saya arkana, saya sedikit teringat dengan masa lalu saya," Dirga dengan wajah yang nampak tidak baik-baik saja
" tidak masalah.. kita memang harus mengingat masa lalu, untuk mengingatkan kita betapa pentingnya kita untuk masa depan " Arkama
perbincangan merekapun terus berlanjut. dua pria tampan dan kaya.. Ohhhhh sempurnah!!!
****
" kamu ngapain sih jemput aku lagi "
" ya elah Fir,, gue nggak sengaja kali jemput loe kan dari tadi gue udah bilang, tempat syuting gue searah sama lo, dan kebetulan gue mau pulang dan jam kerja lo udah selesai,apa salahnya kita pulang bareng "
" iya. aku tau!! aku cuma nggak enak aja sama anak-anak yang lain, apa lagi sama si nana " Fira memanyunkan bibirnya " dia nggak berhenti nanyain tentang kamu "
" ya udah sih yaa... tinggal jawab aja kok susah amat " jawab fhatan dengan santai
" kamu mah enak.. lah aku____"
" udah deh Fir.. dari kamu masuk mobil sampe sekarang, nyerocos aja kerjanya. kamu mau kita_____"
" Kecelakaan??? huh!! kamu bisa nggak sih nggak ngasih aku kalimat menyeramkan itu "
Fhatan terkekeh sambil mengusap rambut Fira.. " iya iya... Maafin gue "
Fira dan Fhatan saat ini sedang berada dalam mobil. Fhatan sebenarnya harus memutar jauh untuk sampai ke Restoran tempat Fira bekerja tapi ntah mengapa laki-laki ini terus ingin melihat Fira, meskipun itu memakai alasan-alasan konyol sekalipun.
mobil Fhatan telah terparkir di depan halaman rumahnya. seperti biasa Fhatan langsung keluar dari mobil dan berlari kecil ke sisi pintu mobil membuka pintu untuk gadis cantik itu, namun belum sampai, Fira sudah membuka pintu mobil itu sendiri
" Jangan mulai lagi deh " Fira langsung menatap Fhatan dengan tatapan malas, ia sebenarnya tidak suka di perlakukan seperti ini oleh Fhatan. apa lagi mengingat kemarin Abimanyu melihat itu dan membuatnya harus mendapatkan tatapan tajam. Fira tidak menyukai itu..!!!!!!
gadis itu melangkahkan kakinya tanpa memperdulikan Fhatan yang menatapnya dengan ketidak mengertiaanya
baru kali ini gue ngadapin cewe kaya loe Fir. dan loe menarik!!! gumam Fhatan dalam hati
*****
Bulan telah menunjukkan sinarnya, menggantikan matahari yang harus kembali ke perpaduaanya. malam yang akan membawa semua orang terbuai di alam mimpinya. Arkana sedang berada dalam kamarnya dengan setumpuk kertas urusan perusahaan menggantikan Hamis ayahnya yang sedang dalam perjalanan bisnis
Tok. tok. tok....
hingga suara ketukan pintu mengalihkan pandangannya
" Masuk aja.."
" lo lagi sibuk bang?? " tanya Abimanyu,berjalan mendekat ke meja kerja Arkana
__ADS_1
" seperti yang loe liat... " tanpa mengalihkan pandangannya dari layar laptop miliknya
" kayanya gue harus ngomong sama Fhatan sekarang ".
" gue kan udah ngasih waktu sama loe dan cuman untuk malam ini.. "
" gue tau bang, tapi gue nggak tau mau mulainya dari mana.. "
Arkana mengerutkan matanya sambil menutup layar laptopnya, menatap Abimanyu dengan seksama
" sebenarnya loe mo ngomong apa? jangan berbelit-belit " seolah mengerti dengan yang di rasakan adiknya, Arkana mencoba membuka ruang untuk mendengar ke khawatiran Abimanyu
" gue takut.. setelah ngomong ke Fhatan dia nggak bakal bisa nerimanya dan ngejahuin gue "
" Cih.. sekarang lo lebih percaya hubungan yang baru terjalin beberapa hari dengan hubungan persodaraan kita bertiga??? gue nggak main-main bima, kalo lo belum bisa ngomong sama Fhatan malam ini, biar gue yang ngomong langsung sama dia dengan cara gue sendiri.. dan loe tau kan maksud gue.. " Arkana dengan penuh penekanan dan mata yang berkilat menampilkan amarah yang ia pendam
Abimanyu mengerti maksud Arkana, dia tidak punya pilihan lain selain bicara langsung dengan Fhatan dan menegurnya, ketimbang harus membuat Arkana turun tangan langsung menghadapi Fhatan yang ia tahu hasilnya tidak akan baik, Arkana pasti akan memakai fisik jika berhubungan dengan sesuatu yang tidak ia sukai dan Abimanyu tidak mau itu!!!!
Rasa benci Abimanyu kepada Fira semakin membuncah. karena ia harus menghadapi situasi yang sangat menguras otaknya
Abimanyu menghela nafasnya, " yaudah bang gue ke kamar Fhatan dulu.. "
tanpa berniat menjawab, Arkana membuka laptopnya dan kembali memfokuskan dirinya dengan setumpuk pekerjaan yang ada di hadapannya.
sedang Abimanyu menyeret langkahnya menuju ke kamar Fhatan
Tok. tok. tok....
" Ehh... bang, ada apa??? "
" Boleh gue masuk "
" Masuk aja.. " ucap Fhatan sambil melepaskan knop pintu dan langsung duduk di sofa panjang dalam kamarnya
" gue mau ngomong sama loe " duduk di samping Fhatan
" Ngomong aja.. " sambil membuka buku yang masih di pegangnya
" loe kenapa jadi berubah ke gadis itu " Abimanyu tanpa basi-basi
Fhatan menutup bukunya dan meletakkannya di atas meja, dia mengernyitkan wajahnya
" Maksud loe Fira??? "
" Siapa lagi..?!! " dengan tatapan tak kalah mendominasi.
" Gadis itu punya nama bang!!! "
" whatever!!! " Abimanyu meninggikan suaranya
" gue tau arah pembicaraan loe , but this is not fair for* her* bang!!! "
" Nggak adil gimana, dia udah masuk di keluarga kita dengan tanpa___" ucapan Abimanyu terpotong
__ADS_1
" dan lo harus ingat bang!! yang bawa dia kesini itu nyokap bukan atas kemauan dia sendiri " pekik Fhatan
Abimanyu berdecih.. ada kilatan kemarahan dalam matanya. dan Fhatan menyadari itu, tapi bukannya berhenti untuk bicara dia seolah semakin merasa harus melawan argumennya dengan Abimanyu. karena yang dia tau saat ini adalah melindungi Fira
" bulsyiiiiittttttt... gue nggak percaya kalau dia nggak tau keluarga kita itu siapa " sarkas Abimanyu
" 20 tahun lalu.. " Fhatan mencoba untuk tenang
Abimanyu mengernyitkan keningnya
" Maksud loe.. ??"
" 20 tahun lalu.. orang tuanya harus ninggalin dia akibat kecelakaan waktu dia berumur 2 bulan, kehidupan mengharuskan dia untuk tinggal di panti asuhan, karena pamannya menitipkan___ aaahh bukan lebih tepatnya membuang dia di panti asuhan, karena setelah 20 tahun nggak pernah ada yang datang sekalipun untuk menjenguknya,dan selama ini dia harus bekerja keras untuk dirinya sendiri " Fhatan menghela nafasnya
" kalau loe berfikir gue bakal percaya gitu aja setelah ngedenger semuanya. loe salah!!! karena gue udah nyelidikin semuanya sendiri dan nggak ada satupun cerita yang dibuat-buat "
" dan loe tau bang!!! kita bahkan beruntung, karena kita masih bisa mengenang Arlita yang masih sangat kita ingat wajahnya "
"sedangkan dia.. dia harus mengenang kedua orang tuanya, tanpa tau seperti apa wajah mereka.. Rasa sakit apa yang bisa mengalahkan rasa sakit seorang anak yang ditinggal orang tuanya tanpa tau wajahnya dan tanpa satu kenangan pun?!!! "
" dia aja nggak tau bang.. gue siapa? keluarga Abraham itu siapa? dan sekarang loe nge judge dia tanpa loe sendiri berusaha buat ngenal dia dengan baik "
" dia cuma mau ngerasain gimana rasanya punya keluarga yang lengkap, apa itu salah bang??? dan gue nggak mau jadi orang jahat yang buat dia lebih menderita lagi "
tanpa bergeming sedikitpun, Abimanyu menangkap setiap jengkal apa yang di ucapkan Fhatan, ada sedikit rasa sesal di hatinya, oh Tuhan gadis ini benar-benar malang Fikirnya. tapi dia berusaha menepis perasaan itu tidak ingin merasa terjebak dengan situasi
" everything is not that easy Fhatan!!!! " pekik Abimanyu
" apa yang nggak mudah bang!! semuanya emang nggak akan mudah tanpa loe sendiri berusaha ngenal dia lebih dekat. gue mohon bang.. terima dia, tapi kalau emang loe nggak bisa anggap dia sebagai bagaian dari kita, se enggaknya jadiin dia Temen loe dan loe bakal tau sebaik apa dia "
Fhatan beranjak dari tempat duduknya.
" Sepertinya udah nggak ada yang perlu kita bicarain bang!!! gue mau tidur selamat malam " Fhatan menarik langkahnya ke arah ranjang dan merebahkan dirinya
sedang Abimanyu, sudah tidak tau apa yang harus dia katakan.. hatinya tidak mampu menolak rasa menyesalnya pada Fira. mendengar kisahnya seolah membuatnya berfikir bahwa dia memang jahat karena sudah menjudge yang tidak-tidak tentang gadis itu
ya Tuhan!!! apa gue sejahat itu.. . gumamnya
Abimanyu menyeret langkahnya keluar dari kamar Fhatan dengan di temani perasaan bersalah pada gadis itu. tapi dia sendiri tidak tau harus berbuat apa sekarang
hingga tanpa sengaja tubuhnya menabrak seseorang,
" Maaf.. maafkan saya!!! saya benar-benar tidak sengaja " Fira sambil terus menundukan wajahnya. menyembunyikan perasaan takut dan khawatirnya
setelah ini pasti aku kena' marah lagi..
tapi setiap jengkal perkataan Fhatan masih terngiang di telinganya. tanpa sadar Abimanyu mengulas senyumnya " Nggak papa.. sekarang lo balik ke kamar dan istirahat "
" Ha.? " Fira mengangkat wajahnya,melihat Abimanyu karena seolah tidak percaya dengan apa yang baru saja di dengarnya
tanpa berniat melanjutkan perbincangan, Abimanyu melangkah meninggalkan Fira yang masih mematung di tempatnya
****
Tinggalkan jejak kalian ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜
__ADS_1