Tiga Cinta Di Hidupku

Tiga Cinta Di Hidupku
* Fira bukan milik Loe!


__ADS_3

Happy reading...


****


Hari berganti hari, hubungan Arka dan Fira semakin menjauh, Arka yang memasang Dinding tak kasat mata untuk mereka berdua, dan Fira sejak kejadian sore itu, ia berusaha acuh dengan perlakuan Arkana yang kembali seperti di awal pertemuan mereka.


tidak ada lagi kata manis yang tercipta hanya hubungan profesional antara bos dan sekertaris. Sesekali Fira di antar pulang oleh Mike dan di ajak Dirga untuk sekedar makan siang.


Arkana, berusaha menepis rasa yang bergejolak di hatinya ketika melihat Fira dekat dengan lelaki lain. Cemburu? tidak itu bukan cemburu. satu kalimat mantra yang selalu ia tekankan pada hatinya.


seperti saat ini Mike yang tiba-tiba datang ke perusahaan Arka untuk mengajak Fira makan siang.


" Loh, kak Mike?? " dentuman lift yang terbuka membuat Fira menoleh dan mendapati Mike melangkah keluar menghampirinya.


" Hai Fir.. " sapanya, mengambil duduk di samping Fira (kursi Billy)


" kaka ngapain? " Fira menutup Map yang sedang iabaca dan melirik jam yang melingkar cantik di lengannya " ini kan jam makan siang? "


" Tepat sekali!! temenin gue yuk? " Tawar Mike seraya menaik turunkan kedua alisnya


" Makan siang? "


" nggak! makan orang, " Ujar Mike dengan sedikit terkekeh " Lemmot ih, ya makan siang lah Fir "


" tapi kerjaan aku masih banyak kak " Tolak Fira dengan meraih beberapa dokumen di depannya


" udah, ini bisa nanti sekarang loe harus makan siang, " Mike menggeser dokumen itu kembali " gue nggak mau loe sakit, kalau loe sakit yang nyakitin gue siapa?! " Ujar Mike lagi mendramatisir


Fira berdecak geli " apaan sih kak, muka kaka itu nggak cocok sama quotes itu, "


Mike menaikkan sebelah alisnya " kenapa? "


" muka kaka itu cocoknya nyakitin, " Fira mencubit hidung Mike, dan tentu saja itu membuat Mike salah tingkah dan terpaku beberapa saat.

__ADS_1


" loe... loe kok nyubit hidung gue sih " protes Mike mencebik


" Mukanya merah ih " goda Fira yang membuat Mike menggaruk kepala belakangnya yang tidak gatal.


Fira dan Mike memang beberapa waktu ini semakin dekat, tapi bukan dalahlm Artian kedekatan yang memiliki hubungan spesial. Fira yang hanya menganggap Mike adalah teman yang baik, dan tentu saja Mike yang mengarah pada kata ' perjuangan meraih hati Fira '


" kalau mau pacaran jangan di kantor " satu suara berat itu membuat perhatian Mike dan Fira teralihkan


Fira berdiri dari kursinya " Maaf pak " gadis itu menunduk


" Ck " Mike berdecak malas


Arka berdiri di depan meja Fira dengan wajah datarnya, ke dua tangannya berada dalam saku " berkas yang gue minta kemarin mana? udah loe kerjain kan? "


" ini tuh jam makan siang Arka! jadi Fira harus makan siang dulu " Mike meraih lengan fira dan itu tidak luput dari pandangan Mike


" ini urusan gue sama sekertaris gue, lagian juga ngapain loe di kantor gue?! " ucap Arka dengan sedikit ketus


" Halo... bapak Arkana yang terhormat, loe nggak punya jam apa, gue kan udah bilang ini jam makan siang,? nggak usah sok berperan jadi bos yang nggak punya hati " ucap Mike tanpa melepas genggamannya.


" termasuk urusan pribadi? Cihhh.. gue juga pemimpin perusahaan dan gue tau batasannya " Mike memotong kalimat Arka


" masalahnya perusahaan ini milik gue! " suara Arka naik satu oktav


" dan Fira bukan milik loe! " Sarkas Mike cepat.


Skak!!!!


kalimat yang membuat Arka tak berkutik. kenapa perasaannya sedikit tidak nyaman mendengar itu. Fira memang bukan miliknya? lalu, apa masalanya? kenapa ia tidak bisa menerima itu? dan apa yang ia lakukan disini, berusaha mencegah Fira berdekatan dengan Mike dengan alasan pekerjaan. Cih! yang benar saja!


di balik saku celana itu ada tangan yang terkepal kuat, benar-benar kuat! jangan tanya siapa!? tentu saja Arkana. dari pada terjebak disituasi yang sungguh tidak mengenakkan ini, ia memilih pergi dari hadapan Fira dan Mike.


" udah ayo', nggak usah loe fikirin Arkana emang kaya gitu kan? " Mike memukul pelan bahu Fira

__ADS_1


Gadis itu hanya tersenyum paksa, dan mengangguk " aku nggak papa kak "


" jadi kan makan siangnya? "


" Ee... tapi__ " Mike langsung menarik lengan Fira, lelaki seolah tak membiarkan Fira menolaknya lagi


***


" Fir, si Arka itu kenapa sih? akhir-akhir ini aneh banget, kek dingin gitu sama loe " Mike memulai pembicaraan di sela kegiatan makan mereka.


mendengar itu, Fira yang baru saja akan memasukkan makanan di mulutnya sedikit terpaku, ia juga tidak mengerti atas perubahan Arka yang mendadak. bahkan setelah kejadian di dalam ruangannya.


tak berniat menjawab, gadis itu kembali fokus dengan makannya. memangnya ia harus menjawab apa? apa dia harus bilang itu terjadi setelah mendapat first kissnya dari lelaki itu kemudian membisikkannya kata sayang?. jangan bercanda!!


" Fir, loe dengerin gue kan? " Mike menelisik perubahan raut wajah yang di tampilkan gadis berambut coklat itu.


" aku dengar kok kak " Fira meraih minumnya dan meletakkannya kembali " tapi aku nggak tau harus jawab apa, aku juga nggak tau alasanya, dan nggak mau tau " berusaha acuh.


nggak mau tau? omong kosong? bahkan pertanyaan itu selalu menghantui gadis itu selama dua minggu ini, pertanyaan yang tidak kunjung ia dapat jawabannya. kenapa Arkana berubah sikap padanya?


Musfira menghela nafasnya pelan dan berdehem untuk memperbaiki suasanan hatinya yang tiba-tiba tidak baik, dua minggu inj perubahan sikap Arkana sunggu menyita waktu dan Fikirannya. lalu iya bisa apa?


sikap Fira itu tak lupur dari Mike, " maaf yah Fir, gue nggak maksud buat__"


" nggak kok kak, aky nggak papa, jangan di bahas lagi yah! " Fira tersenyum manis


" siap bos!! " seru Mike, dan kembali fokus dengan makannya.


sebenarnya *loe ada ka??? apa sekarang loe udah nyerah? kalau emang iya, bagus deh, gue nggak harus rival sama loe!


***


Hai. hai.. hai... i am back*.. gimana? sori yah, mungkin ceritanya terkesan bertele-tele. aku sebagai penulis yang amatiran hanya mencoba membuatnya tampak real, kan nggak mungkin kan ya, orang yang sudah 5tahun nggak bisa move on dari mantannya, lalu bisa segampang itu jatuh cinta, well.. aku cuma bisa bilang, nikmatin aja prosesnya. karna semua pasti ada saatnya..

__ADS_1


Tinggalkan jejak kalian, sekalian poinnya dong say 😭😭😭


__ADS_2