Tiga Cinta Di Hidupku

Tiga Cinta Di Hidupku
* Aku Mengikhlaskanmu.


__ADS_3

Happy reading...


***


Seminggu setelah kejadian makan siang bersama Fhatan. Fira kembali makan siang tapi kali ini bersama Dirga. jangan tanya kenapa, karena sekali ini saja Fira harus jadi wanita yang sedikit pembangkang karena sudah membohongi Arkana.


Fira beralasan ingin menemui bunda Anisa di panti Asuhan, tapi gadis itu malah membelokkan arahnya ke restoran tempatnya ia bekerja dulu. Semoga Arka tidak mengetahuinya! satu kalimat mantra yang selalu gadis ini ucapkan sedari tadi.


ia bisa saja menolak ajakan Dirga untuk makan siang dengannya, tapi mendengar lelaki itu memohon, sungguh egois sekali dirinya jika tidak menuruti permintaan Dirga. bagaimapun juga Dirga adalah cinta pertamanya.


" Fir. "


" Ya? "


Dirga menyadarkan Fira dari lamunannya, sedari tadi gadis itu hanya terlihat mengaduk makanannya.


" kamu kenapa, nggak seneng kaka ajak makan?! " tanya Arka tepat sasaran.


" bu... bukan gitu kak, aku__ " kalimat itu terhenti, menyadari sesuatu menggenggam tangannya, yang tidak lain adalah jari jemari Dirga


" Kak.... " Fira terlihat keberatan akan genggaman itu, dengan pelan gadis itu melepaskan tangannya dari genggaman Dirga.


membuat lelaki itu mengangkat sebelah alisnya " kenapa? kamu nggak suka kaka pegang kamu? "


" i...ini tempat umum kak, aku nggak nyaman " ujar Fira sambil tertunduk


" kamu kenapa sih Fir, kaka perhatiin kamu berubah sama kaka, apa karena kaka nggak pernah cari kamu selama ini. " Dirga menjeda kalimatnya, lelaki itu mengeram frustasi " kaka ngajak kamu kesini, supaya kaka bisa tenang Fir, tapi respon kamu malah kaya gini sama kaka "


" a... aku nggak__ "


" nggak apa? kamu nggak niat nyakitin aku, tapi sayangnya kamu udah ngelakuin itu Fir, selama ini kaka nahan diri untuk kamu karena kaka nggak mau bikin kamu tertekan, tapi semakin kaka biarin kamu, kamunya malah semakin menjauh dari kaka, " tanpa sadar Dirga sudah mengeluarkan unek-uneknya.


lelaki itu menaikkan suaranya satu oktav, ntah kenapa siang ini Dirga sedikit berbeda, sosok yang tenang bahkan tutur kata yang lembut sudah tak terlihat lagi. Fira menyadari itu, semua pasti karena dirinya yang memang sudah tidak bisa lagi di samping Dirga seperti dulu. sekarang ceritanya sudah berbeda, apa lagi ini masalah hati. dan itu di luar kuasa gadis itu.

__ADS_1


" Maaf " ucap Fira lirih tapi masih cukup bisa di dengar Dirga dengan jelas.


" Maaf kamu nggak akan bisa ngerubah semuanya Fir. oke! kaka akuin, kaka emang nggak nyari kamu selama ini dan kaka minta maaf untuk itu, tapi bukan berarrti kamu bersikap begini sama kaka Fir, " Dirga meraih kedua tangan Fira lagi dan menggenggamnya " kaka sayang sama kamu dek. kaka udah janji akan nikahin kamu dan kaka akan ngebuktiin itu kalo__ " kalimat Dirga terhenti karena merasa tangan yang sedang ia genggam itu bergerak untuk terlepas " Fir "


" jangan kaya gini kak! aku mohon jangan kaya gini. aku minta lupain semuanya " Fira menggigit bibir bawahnya, " aku tau aku jahat, karena nggak bisa nepatin itu semua. ini di luar kendali aku. aku nggak bisa nahan diri aku untuk nggak jatuh cinta sama__ " Fira menutup mulutnya cepat. ia hampir saja mengatakan yang sebenarnya


" sama siapa? " tatapan Dirga kini menajam " jawab Musfira yuniar! kamu jatuh cinta sama siapa " bentak Dirga yang tidak melihat situasi. untung saja restoran saat ini tidak terlalu ramai


sudah terlanjur, sekalian saja basah " Arkana " jawab Fira pelan dan kembali tertunduk " Maaf " tambahnya lagi.


mendengar satu nama itu membuat Dirga menggeleng tak percaya. " nggak... nggak.. kamu bohong kan? kamu berusaha menjauh dari aku dengan menyebut nama Arkana, kaka nggak percaya "


" Maaf.. maaf kak, aku..... " Fira menggantung ucapannya, dadanya terasa sesak. sungguh ia tidak pernah menginginkan keadaan ini. kenapa Dirga harus muncul disaat gadis itu sudah berpindah hati.


" aku nggak butuh kata maaf kamu, aku mau kamu cabut kata-kata kamu!!! " pekik Dirga. emosi lelaki itu sudah sampai di ubun-ubun. meninggalkan sosok tenang yang selama ini melekat pada dirinya. yang terpenting sekarang adalah gadisnya.


" Maaf " satu kata itu membuat Dirga benar-benar mengerang Frustasi. lelaki itu menarik nafasnya berat, berusaha mengontrol emosinya, ia tidak ingin menyakiti Fira.


" kak? "


" aku nggak bisa maksa perasaan kamu untuk melihat aku lagi, dan yang harus kamu tau, penyesalan terberatku adalah kaka tidak mencari kamu, dan saat kamu berdiri di depan kaka, hati kamu bukan lagi untuk kaka "


****


Ting!


dentuman suara pintu lift membuyarkan semua hal yang sedang caruk maruk di dalam kepada gadis itu. matanya memandang lurus kedepan, Kosong.


" sayang? " Arka yang baru saja muncul di balik pintu ruangannya, melihat gadisnya sedang tidak baik-baik saja " Hey.. kamu kenapa? " Arka menangkup kedua pipi gadisnya.


gadis itu melebur kepelukan Arka, merasa bersalah karena sudah membohongi kekasihnya itu, semenit kemudian ia mengingat kalimat terakhir yang di katakan Dirga sebelum lelaki itu keluar dari restoran.


kaka akan lepasin dan ikhlasin kamu, nggak akan muncul lagi di hidup kamu. semoga kamu bahagia dengan cinta yang sedang kamu perjuangkan sekarang... kaka pergi..!!!

__ADS_1


Dirga meninggalkannya lagi sekarang, sedih tentu saja! tapi kesedihan yang gadis ini rasakan lebih kepada seorang adik yang kehilangan sosok kakanya.


maaf kak Diga...!!!


***


akhirnya sampai di part ini, Terima kasih untuk yang masih setia dengan cerita ini, nggak akan sampai di Part ini tanpa dukungan kalian.


Maaf yah Dirga bakal di hilangin dulu.. sedih ako tuh! yah mo gimana lagi dong, namanya juga pemeran pendamping. ceileehh kek film aja, sok nya akoh..


siap-siap konflik guys..


Tinggalkan jejak kalian 😭😭😭


.


.


.


.


.


.


..


.


.


..

__ADS_1


__ADS_2