Tiga Cinta Di Hidupku

Tiga Cinta Di Hidupku
* Memelukmu sebentar ( Abimanyu)


__ADS_3

sebelumnya maafkan typo yang mungkin bertebaran! namanya juga manusia yek! tidak lepas dari kesalahan..


Happy Reading...


****


Mobil Arkana telah terparkir di halaman yang memang di khususkan untk parkiran mobil keluarga Abraham. ada beberapa mobil yang juga terparkir di sana. Ralat! bukan beberapa tapi belasan mobil.


setelah dari makan bersama Musfira, keduanya memutuskan untuk langsung pulang. sepanjang perjalanan jari jemari yang saling menggenggam tak pernah lepas sedikitpun, tapi sekarang mereka ada di rumah, dengan terpaksa mereka harus melepaskan tautan itu.


Musfira yang baru saja akan keluar dari mobil, tertahan oleh tarikan dari Arkana " bentar Fir "


" Kenapa? "


" loe ingatkan apa yang tadi gue bilang, kita harus tetap bersikap seperti biasa di depan orang-orang, apa lagi Mami sama Papi "


Fira mengangguk " iya, aku ingat! "


Arkana merapikan anak-anak rambut yang menjuntai di wajah Fira " loe yang sabar yah, percayain semuanya sama gue,! gue janji ini nggak akan lama "


Fira tersenyum tipis " aku percaya sama kamu "


" loe emang yang terbaik " mengelus pipi Fira


Gadis itu meraih tangan Arka yang berada di pipinya, menggenggamnya dengan erat " karena aku sayang sama kamu "


lelaki itu tak mampu menyembunyikan ekspersi senangnya, mendapat pengakuan sayang dari orang yang ia cintai pasti semua orang akan merasa senang bukan.


Arka mengecup kening Fira dengan sayang, cukup lama, hingga membuat Fira memejamkan matanya beberapa saat. " makasih udah hadir di hidup gue Fir, loe hadiah terindah dari Tuhan buat gue "


Fira tak menjawab hanya memberikan senyum manisnya.


***


keduanya sudah masuk ke dalam rumah, dan mendapati Raniah dan juga Hamis sedang mengobrol santai di ruang tamu.


" Eh.. sayang, kalian udah balik. sini deh! " Raniah menepuk pelan sisi kosong di sebelahnya


" Arka nggak yah Mi, mau mandi udah Asem banget ini " Lelaki itu melenggang pergi meninggalkan Fira yang masih berdiri di sampingnya


Raniah mendengus kesal " dasar Arka, paling susah di ajak kumpul " Raniah lalu melihat ke arah Fira " Sayang, kamu sini deh "


mendengar itu, Fira langsung duduk di samping Raniah " kenapa Mi? "


" Mami mau minta tolong sama kamu!? "


" apa itu Mi..? ".

__ADS_1


" kamu taukan besok Abimanyu akan keluar negeri, ninggalin kita semua. Mami bisa minta tolong nggak, kamu___ "


" Mami jangan berfikir untuk mempengaruhi Abimanyu supaya membatalkan keberangkatanya yah! Papi menentang itu " Hamis memotong kalimat istrinya itu


Raniah berdecak " Papi, aku belum selesai ngomong ini, main potong-potong aja! " protesnya tak terima " lagian siapa juga yang mau membatalkan kemauan anak kamu, meskipun Mami cukup nggak setuju kalo anak kedua kita itu harus jauh-jauh ninggalin kita "


" trus mau minta tolong apa sama Fira " Hamis menyeduh kopi yang ada di atas meja


" makanya Papi diam aja, " Ranih kembali Fokus dengan Fira " Kamu tolong bicara sama kaka kamu itu yah, tenangin dia, bilang jangan fikirin macem-macem kalo udah di kampung orang," Raniah menggenggem tangan Fira " Mami yakin kamu bisa, karena dia juga sayang sama kamu Fir " sayang dalam artian lebih dari saudara! lanjut Raniah tapi dalam hatinya


" i.. iya Mi, aku bakalan ngomong sama kak Abimanyu, aku ke kamar dulu yah Mami, Papi " setelah mendapat anggukan dari Raniah dan Hamis, Musfira langsung melangkah menuju kamarnya.


kamu nggak akan ngerti Pi, karena kamu nggak paham perasaan anak kita itu yang menyukai Fira. dan Fhatan??? Huhh.. Mami nggak tau harus ngomong apa sama dia, mami jelas-jelas tidak akan setuju kalau salah satu anak kita harus dengan Fira. Musfira itu anak kita, bukan orang lain. dengan menerima Fira sebagai kekasih salah satu dari anak-anak kita sama aja kita nganggap fira itu orang lain.


" Loh Mami kok ngelamun ? "


" Eng... nggak papa Pi " Raniah menyeduh teh di cangkirnya


***


Selesai membersihkan dirinya, Musfira duduk di depan meja riasnya. tiba-tiba apa yang di minta tadi oleh orang tua angkatnya itu.


membuat Musfira segera keluar dari kamarnya, menuju kamar Abimanyu. ia berhenti sejenak, cukup ragu untuk mengetuk hingga ketika Fira mau mengetuk tiba-tiba pintu kamar itu terbuka dan menampilkan Abimanyu di baliknya.


" Fira?? "


" Oh.. ada apa? " tanya Abimanyu tanpa basa basi


" a.. aku mau ngomong sama kaka! "


" Tentang? "


" boleh aku masuk?? "


" O'.. oh.. sory, silahkan masuk! " Abimanyu membuka pintunya lebih lebar.



Fira mengedarkan pandangannya, menelitik setiap sisi kamar, selama ia tinggal di rumah itu, untuk pertama kalinya gadis itu masuk ke dalam kamar saudara angkatnya. kamar yang di dominasi oleh warna hitam dan putih menambah kesan Men-ly pada diri Abimanyu.


ini kamar kak Abimanyu, gimana yah kamar kak Arkana??? ... issh mikir apa sih aku!!!


" Fir "


" Ya? "


" tadi katanya mau ngomong!? "

__ADS_1


" O'.. oh iya.. Hem kaka lagi ngapain,? "


" gue baru mau cari koper mau packing, kan besok gue udah berangkat " seketika tatapan Abimanyu tersirat kesedihan disana. dan Fira menyadari itu.


" Harus banget yah pergi? "


" Harus! ini buat perusahaan juga, gue nggak mau mimpin perusahaan tapi ilmu gue masik cetek " Abimanyu berusaha tersenyum


" i... iya juga sih kak " ntah kenapa Fira menjadi gugup seperti ini,! mungkin gadis itu masih merasa bersalah, karena ia tau ia cukup andil menjadi salah satu penyebab Abimanyu memutuskan untuk pergi. " kak a.. aku minta maaf yah! "


" Soal? "


" pokoknya aku cuma mau minta maaf aja, dan aku janji aku bakalan jagain semuanya disini untuk kaka " gadis itu berusaha tersenyum


Abimanyu sedikit tertawa " sok banget.. tapi gue mau bilang makasih, karena loe udah ada bersedia ada di keluarga ini " Lelaki itu mengusap puncak kepala Fira lembut.


senyum Fira semakin mengembang " iya kak "


" Fir, "


" Ya? "


" gue boleh peluk loe nggak, untuk terakhir kalinya, anggap aja salam perpisahan " pinta Abimanyu


" Ha? "


" nggak boleh yah! iya deh, nggak papa " ucap Abimanyu sedikit kecewa


peluk ya? nggak papa kali yah? kak Arka nggak bakal liat kan? ini cuma pelukan perpisahan


" bo.. boleh kok kak "


mendapat persetujuan itu, Abimanyu langsung menarik Fira, merengkuh gadis itu ke dalam dadanya, mengalirkan perasaan yang sudah berubah jadi cinta untuk adik angkatnya ini.


gue janji setelah ini, gue akan berusaha lupain loe! cinta nggak harus memiliki!


pelukan itu berlangsung beberapa menit, hingga Fira merasa ini sepertinya sudah cukup " kak??! "


" sebentar Fir, biarin kaya gini sebentar aja! " ucap Abimanyu seolah putus asa dan Fira tentu tak tega mendengarnya, membuat gadis itu tetap tenang dalan pelukan Abimanyu.


Hingga satu suara berat yang sangat tidak asing berhasil membuat Fira membelalakkan matanya dan Abimanyu segera melepas pelukannya


" Apa-apaan ini??! "


****


Nah Looo... siapa tuh yang mergokin Fira di peluk secara erat sama Abimanyu.

__ADS_1


Tinggalin jejak kalian.. 😭😭😭


__ADS_2