Tiga Cinta Di Hidupku

Tiga Cinta Di Hidupku
* Flashback...


__ADS_3

happy reading...


**


Sang surya masih setia menyapa pagi ini, dengan mata yang masih enggan untuk terbuka, Arka memaksa untuk menetralkan rasa ngantuk yang masih menderanya.


ia melirik kearah brangkar yang masih setia di tempati oleh Fira, belum ada tanda-tanda perkembangan disana. gadis itu masih dengan betahya memejamkan matanya. apa dia tidak tahu bahwa Arka merindukannya?.


sudah satu minggu ini, Arka pulang balik dari kantor dan juga rumah sakit, sebagai seorang CEO ia tidak mungkin mengabaikan tanggung jawabnya, bagaimana nasib para karyawannya jika perusahaan Abraham mengalami kebangkrutan. meskipun itu mustahil!


dan sudah satu minggu ini juga, Arkana harus merelakan jam istirahat malamya ia gunakan untuk memantau perkembangan Fira, karena siang hari, mau tidak mau ia harus di gantikan oleh orang lain. Fhatan jika tidak sibuk syuting, kedua orang tuanya jika dalam ke adaan sehat, dan Abimanyu.


huh, Abimanyu yah?


lelaki itu terlihat sesekali menghela nafasnya, mengingat hubungannya dengan adiknya itu tidak baik-baik saja. Setelah kepulangannya kembali, Abimanyu mengambil langkah untuk mendiamkan Arkana.


satu kalimat terakhir dari Abimanyu masih terekam jelas di benaknya, membuat Arka mematung sejenak


loe udah main-main sama omongan gue. sebelumnya gue udah peringatin loe bang! jangan sekali-kali loe nyakiti Fira, karena gue nggak akan berfikir dua kali lagi ngerebut dia dari loe! satu lagi, jangan pernah loe berani ngomong sama gue, sampai Fira kembali baik seperti semula.


lagi, Arkana menghela nafasnya berat, lelaki itu memilih masuk ke dalam kamar mandi untuk sekedar menyegarkan dirinya.


seusai dari membasuh wajahnya, Arkana mendekat ke arah Fira, menatap gadis itu dengan pilu. ia merindukan gadisnya, gadis lugu yang selalu terlihat ceria, gadis polos yang mampu memporak-porandakan hatinya. sungguh ia merinduka kalimat manja yang selalu Fira lontarkan jika mereka sedang berdua.


Flashback..


" Fir! "


gadis berambut panjang berwarna coklat itu menoleh tersenyum manis. ia kenal betul suara itu, suara yang mampu membuat hatinya berdegup kencang


" kenapa pak? " Fira berusaha seformal mungkin, mengingat mereka masih di halaman kantor


" Formal amat " Arka mengikis jarak di antara keduanya.


Fira mengedarkan pandangannya, takut-takut jika ada orang lain yang melihat keduanya, beruntung keadaan parkiran siang ini terlihat sepi karena kebanyakan karyawan sedang memanfaatkan jam istirahat kantor.


" kita masih di area kantor kak " Fira mengingatkan dengan pelan.


" nggak ada orang juga kok yank. lagian kamunya mau kemana? "


" mau ke cafe seberang, mau beli makan. kakak mau kesana juga? "


Arka menggeleng " nggak, aku mau berlabuh "


" berlabuh? "


" di hati kamu " ucap Arka tak lupa dengan senyum menggodanya.


seketika Fira terkekeh dengan wajah merona " Gombal ih ".


" tapi kamu juga suka "


" mana ada, nggak yah! "

__ADS_1


" suka "


" nggak! "


" suka, ngaku aja "


" nggak, mana buktinya "


" nih pipi kamu sampe merah gini " Arka menoel pipi gadis itu.


ini yang lagi bucin, Arkana bukan sih?!


" kamu nggak usah kesana, biar aku pesan makan, kita makan di ruangan aku " Arka berjalan masuk ke dalam kantor


" Tapi kak__ "


" kamu paling tau Fir, aku nggak suka penolakan " potong Arka tanpa berbalik, membuat Fira mau tidak mau mengikuti lelaki itu.


keduanya sudah ada di dalan ruangan, dengan berbagai macam makanan yang siap mengganjal perut mereka.


Fira menatap satu persatu makanan yang tersaji di depanya, dengan mulut yang sedikit menganga " ini apa nggak kebanyakan kak? "


" nggak "


" emang ada yang mau makan selain kita berdua disini? "


" nggak ada "


" terus kenapa banyak banget "


" Ya ampun kak, nggak segitunya juga. kan mubazir kalo nggak habis "


Arka memutar bola matanya malas " mulai deh bawelnya "


Fira berdecak pelan " aku nggak bawel kak, aku__ "


" udah deh yank, ini mau makan apa ngomel sih. udah lapar ini " Arka meraba pelan perutnya


Fira terkekeh " iya.. iya maaf yaudah kita makan " Gadis itu sudah meraih salah satu makanan di depannya tapi Arka sendiri, belum ada pergerakan dari lelaki itu.


" katanya laper, kenapa nggak di makan? "


" nggak mau " Arka mencebik manja


Fira mengerutkan kening " tadi katanya laper, sekarang nggak mau makan, kenapa sih? "


" nggak jadi laper " masih dengan tampang menjengkelkannya


" kok gitu? " Fira menelisik wajah kekasihnya, sepertinya hari ini Arka memang sedang dalam mode yang tidak jelas. " kamu mau aku suapin? "


mendengar itu, mata Arka langsung menoleh ke Fira dengan semangat " emang boleh? "


Fira mengangguk " emang mau? "

__ADS_1


" Mau " ucap Arka dengan semangat.


Fira berdecih geli " kamu nih ya, kalau mau aku suapin itu bilang, nggak usah pake acara ngambek-ngambekan gini. " gadis itu meraih sendok dan garpu yang berada di atas meja


" kamunya aja yang nggak pekaan yank "


" aku nih cewe kak, mana ngerti aku sama kode-kodean. aaaaaa'. " Fira menyendokkan makanan ke dalam mulut Arkana, " kamu kalo mau apa-apa itu bilang langsung, biar akunya nggak bingung "


" oku geongsi kali yonk " ucap Arka dengan makanan yang memenuhi mulutnya


" telan dulu kak, baru ngomong. "


Arka segera mengunyah makanan itu hingga tak tersisah di dalam mulutnya, " aku bilang, gengsi kali yank, masa iya aku setiap aku pengen sesuatu harus ngomong, malu aku tuh yank "


" gengsi aja di gedein, yaudah cepet abisin makanannya, ini jam istirahatnya udah mau habis " Fira meraih satu botol air mineral dan menyodorkannya untuk Arkana.


" suapi tapi. "


Fira terkekeh geli " iya. Ck, pacar aku ini manja banget " ucap Fira sambil menyuapi Arkana lagi.


Flashback off....


" kamu bangun dong yank, nggak kangen apa sama aku. kamu kalau mau ngambek, mukul aku atau tampar aku boleh kok, asal kamu bangun dan setelah itu maafin aku. "


" kamu nggak cape apa tidur terus,? " ucap Arka mengusap puncak kepala Fira dengan lembut " capek dong yank, supaya kamu bangun dan lihat aku. aku__ "


Ceklek...


ucapan lelaki itu terhenti karena mendengar suara pintu ruangan Fira terbuka dari luar, pandangan Arkana teralihkan ke pintu yang terbuka semakin lebar, menampilkan sosok wanita yang sungguh tidak ingin lagi dia temui.


***


iya.. iyaa.... author jahat! hummm... udah jarang up, eh sekalinya Up ngegantung. mau gimana dong? aku kan juga btuh ide, buat apa selalu up tadi ceritanya ngelantur kan nggak ngeh jadinya.


ato gini deh, aku mau kasih tantangan, kalo komennya di atas 10 dan yang like 20,aku bakal up langsung sampai Tamat..


gimana??? adil kan?


.


..


...


.....


...


.


.


...

__ADS_1


.


__ADS_2