Tiga Cinta Di Hidupku

Tiga Cinta Di Hidupku
* Kedatangan Mami dan Papi


__ADS_3

baru saja Fhatan akan beranjak dari sisi Fira, tarikan lengan menghentikannya.


" ja.. jangan kak, kita ngga usah ke rumah sakit, orang-orang pasti a....akan curiga, sshhh.." ujar Fira dengan terbata karena menahan sakit di kepalanya


" loe jangan Fikir itu dulu. sekarang yang paling penting loe di obatin dulu Fir. " Fhatan


Fira menggelengkan kepalanya " Fira.. nggak mau nyusahin keluarga ini lagi.. Fira udah janji sama kak Arkana kalau fira nggak akan membuat orang-orang tau kalau Fira bagian dari keluarga ini. Fira mohon kak " ucap Fira dengan memelas


Fhatan menghela nafasnya " yaudah kalau itu mau loe. " menoleh ke Abimanyu " bang kita panggil dokter Frans "


Abimanyu menganggukan kepalanya. karena tidak ada pilihan lain saat ini,


" bawa Fira naik ke atas bang, gue ambil ponsel dulu " Fhatan berlari ke kamarnya, namun langkahnya terhenti di depan Arkana yang sejak tadi berdiri mematung tanpa ekspresi, " ini kan yang loe mau bang!!! selamat loe udah berhasil, dan loe liat, disaat yang seperti ini pun dia masih peduli sama keluarga ini " setelah mengatakan itu Fhatan kembali mempercepat langkahnya


Menohok ke dalam hatinya, mendengar penuturan Fhatan, Arkana langsung merasa bahwa dirinya adalah laki-laki yang paling jahat sekarang


sedangkan Abimanyu dengan sekuat tenaga mengangkat Fira dalam gendongannya, melewati Arkana begitu saja tanpa menoleh sedikitpun.


" Abimanyu.. gu. gue____"


" Stop!!! gue nggak pengen dengar apapun dari mulut loe bang!!! "


Abimanyu kembali melangkahkan kakinya, untuk pertama kalinya juga dia menghilangkan rasa hormatnya pada kaka sulungnya. hatinya begitu sakit melihat wanita yang ada di dalam gendongannya terluka dan itu semua karena Arkana, orang ke dua yang sangat dia hormati setelah Hamis.


**********


" bagaimana keadaan Fira? dia baik-baik sajakan dok? bagaimana lukanya? apakah parah? " pertanyaan beruntun dari fhatan langsung di berikan kepada dokter Frans dokter pribadi keluarga Abraham, setelah keluar dari kamar Fira


dokter Frans tersenyum " dia baik-baik saja, hanya saja dia butuh istirahat. dan ini " memberika selembar kertas kecil " resep obat, itu untuk penghilang rasa sakitnya dan juga ada resep salep untuk menghilangkan bekas lukanya jika sudah sembuh "


" apa tidak perlu di bawa kerumah sakit dok? " Abimanyu


dokter Frans menggelengkan kepalanya " sampai saat ini tidak perlu, beruntung lukanya tidak terlalu dalam hingga mengenai titik sarafnya, dia hanya butuh istirahat dan kalau memang perlu di tindak lanjuti kalian bisa bawa Fira ke rumah sakit untuk CT Scan jika kondisinya sudah memungkinkan, kalau begitu saya permisi dulu "


" baik dok.. terima kasih!!! " Fhatan


" tidak perlu sungkan, hubungi saya jika terjadi sesuatu "


" baik dok " Fhatan membungkukan setengah badannya


setelah kepergian dokter Frans, Fhatan segera meraih handle pintu kamar Fira, namun terhenti, Abimanyu menarik kerah bajunya " mau kemana loe??? "


Fhatan berdecak " gue pengen nemuin Fira bang, "


" loe budek yah, nggak denger kata dokter Frans. Fira itu butuh istirahat jangan loe ganggu "


" ya elaah bang, gue cuma mau liat dia, bukan ganggu dia "

__ADS_1


" Nggak.. mending sekarang loe ke apotik, beli obat buat Fira, buruan!!! "


Fhatan menghembuskan nafasnya dengan berat " yaudah. yaudah.. tapi habis ini gue boleh nemuin Fira yah bang!! "


" bawel loe ah.. buruan,!!! " meraih pundak Fhatan dari belakang dan sedikit mendorongnya


dengan wajah cemberut Fhatan menyeret langkahnya meninggalkan Abimanyu.


memastikan Fhatan telah pergi, dengan pelan Abimanyu meraih handle pintu kamar, berjalan dengan sangat pelan karena takut membangungkan gadis yang sedang terbaring itu.


Abimanyu duduk di bibir ranjang, menatap Fira dengan lekat. ada guratan kesedihan tergambar jelas di wajah tampan laki-laki ini,


" Maafin gue, ini semua karena ke egoisan gue. coba aja gue nggak berantem sama Fhatan semuanya nggak bakal kaya gini. gue___" ucapan Abimanyu terhenti mendengar pintu kamar terbuka kembali, lelaki itu langsung mengalihkan pandangannya ke arah pintu


terlihat Arkana berdiri disana, mendekat ke posisi Abimanyu dan Fira. seolah tak perduli, Abimanyu kembali mengarahkan pandangannya ke Fira.


" Bim.. gue minta maaf, gue nggak ada maksud buat dia terluka kaya gini " ujar Arkana dengan penuh penyesalan


Abimanyu berdecih " kenapa minta maaf sama gue bang, loe nggak punya salah apapun ke gue. " tanpa menoleh sedikitpun


Arkana menghela nafasnya " kalau dia udah sadar, gue bakalan minta maaf langsung sama dia, "


Abimanyu beranjak dari tempatnya. berdiri berlawanan arah di samping Arkana, menepuk pundak Arkana dengan tangan kanannya " gue juga minta maaf karena udah ngomong kasar tadi, biarin Fira istirahat dulu bang! dan yah besok mami sama papi pulang, loe utang penjelasan sama mereka " kembali melangkahkan kakinya


Arkana melangkah mendekati Fira, menatap wajah gadis polos itu. gurat penyesalan tergambar jelas di raut wajah lelaki tampan ini,


Mungkin gue emang keterlaluan sama loe. maafin gue Fira . gumam Arkana sembari menghembuskan nafas kasarnya


Ting. tong. ting. tong


Suara bell berbunyi siang itu, bik minah yang mendengarnya langsung membuka pintu dan mendapati kedua Tuan dan Nyonya besar di rumah itu telah kembali


" Tuan besar, Nyonya.. kalian sudah pulang? "


" sudah bik.. Tuan-tuan muda di rumah ini kemana? " ucap Mami raniah sembari melangkahkan kakinya dan duduk di ruang tamu bersama Papi hamis


" mereka semua mungkin masih ada di kamarnya Nyonya, mau saya bikinkan minum,??? "


" Ngga' usah bik, bawa saja barang-barang saya ke kamar sekalian panggil semuanya kesini "


" baik Nyonya " bik Minah berlalu meninggalkan majikannya


" mami kangen banget sama anak-anak " ujar Mami raniah pada suaminya


" iya mi.. sebulan lebih pergi seperti setahun saja " ujar Papi hamis


beberapa saat kemudian, setelah bik Minah memanggil Arkana, Abimanyu dan Fhatan, satu persatu sudah terlihat menuruni tangga

__ADS_1


" Mamiiiii..... " Fhatan yang melihat kedua orang tuanya langsung berhambur memeluk mami raniah " Fhatan kangen banget sama mami "


sedangkan Abimanyu dan Arkana memilih meraih tangan papinya dan menyalami dengan kening mereka, begitupun Mami raniah dengn masih di peluk erat oleh Fhatan yang duduk di punggung sofa


" Mami kenapa nggak telfon, biar kami jemput di bandara " ucap Arkana yang memilih duduk di samping Papi hamis sedangkan Abimanyu duduk di Sofa tunggal berhadapan dengan mereka berempat


" tidak apa-apa nak, kami tidak mau merepotkan kalian. "


" oh ya Fira mana?? " tanya Mami raniah yang tidak melihat Fira sedari tadi


sontak wajah Arkana,Abimanyu dan Fhatan menjadi pucat pasih dan terlihat mulai bingung.


" loh..kok diam, Mami nanya Fira mana??? "


masih diam.. tak ada yang berani untuk membuka mulut. Papi hamis memperhatikan ekspresi satu persatu dari ke tiga anaknya dan yakin bahwa ada yang tidak beres " ada apa dengan ke diaman kalian,apa ada yang tidak kami ketahui??? "


Arkana bungkam seribu bahasa, ketakukan akan kemarahan orang tuanya sudah melingkupi fikirannya, yang dia tau saat ini, sebentar lagi masalah besar akan menimpanya


" Se.. sebanarnya Fira sedang istirahat pih mih..??? dan__" Ucap abimanyu terbata


" Dan?????? " Papi hamis


tanpa menunggu lanjutan dari ucapan Abimanyu. Mami raniah beranjak dari tempat duduknya dengan raut wajah yang sudah terlihat khawatir, menaiki satu persatu anak tangga dan menuju kamar Fira, begitupun dengan Papi hamis yang menyusul istrinya itu.


Mami raniah melangkah masuk ke dalam kamar, mendapati tubuh Fira terbaring lemah dan kening yang terbungkus perban. Mami raniah mendekat, duduk di bibir ranjang menggenggam tangan gadis cantik itu dengan erat menatapnya dengan penuh senduh


sedang Papi hamis berduri di samping sang istri memberi kekuatan dengan memberikan sentuhan lembut di punggungnya


Fira yang merasakan ada seseorang yang menggenggam tangannya, secara pelan membuka kelopak matanya. mengerjap beberapa kali untuk menguasai dirinya,


setelah benar-benar sadar, matanya menangkap seorang wanita paru bayah yang selama sebulan ini ia rindukan. bibirnya melengkung membentuk senyuman


" Ma... mi "


" iya sayang ini Mami, kamu baik-baik saja nak? apa yang terjadi? kenapa kamu bisa seperti ini sayang? siapa yang udah buat anak mami ini seperti ini? " kekhawatiran yang melingkupi Mami raniah membuatnya memberikan pertanyaan beruntun


Fira tersenyum " Fira baik-baik saja mi,percaya sama Fira, "


" bagaimana mami bisa percaya sayang, melihat keadaan kamu sekarang. kita ke rumah sakit yah? "


" Mami.. dokter Frans udah meriksa Fira kemarin dan katanya__" sela Fhatan


" Diam!!! " bentak mami raniah, menoleh ke arah ke tiga anaknya yang berada di depan pintu kamar " sekarang jelasin sama mami, kenapa Fira sampai terluka seperti ini?? "


Mampus!!!


" i... ini semua ka.. karena___" ucap Abimanyu sambil melirik ke Arkana yang berdiri di sampingnya.

__ADS_1


************


kira-kira apa yah yang akan dilakukan Mami raniah setelah mengetahui kalau Fira terluka karena Arkana... ??? dan apakah setelah kejadian ini Arkana akan tetap mebenci fira atau sebaliknya.. makanya bantu Al buat ngembangin ceritanya!! cuma butuh Like dan komen kalian sebagai penyemangat untuk Al.. jangan pelit-pelit yah 😘


__ADS_2