Tiga Cinta Di Hidupku

Tiga Cinta Di Hidupku
* Pemindahan Kekuasaan


__ADS_3

jam makan siang...


" Selamat siang pak Dirga " Sapa Arkana dengan uluran tangannya


" Selamat siang juga pak Arkana " menyambut uluran tangan Arkana " Maaf sekali kalau saya harus menyita waktu makan siang anda hari ini, berhubung ini masalah pekerjaan jadi saya tidak punya pilihan lain "


" tidak apa-apa pak Dirga, memang seharusnya seperti itu " menyandarkan bokongnya duduk di depan Dirga di ikuti Billy yang masih setia berdiri di belakang bosnya.


" baik, sebelum kita bicara tentang bisnis bagaimana kalau kita makan siang saja dulu? " Dirga menawarkan


" sepertinya bukan ide yang buruk, baiklah.. "


mereka berdua mulai memesan dan menikmati makan siangnya. sedangkan Billy dan sekertaris Dirga duduk di meja yang tidak jauh dari kedua bos mereka.


beberapa saat kemudian...


" kita langsung saja pak Arkana, ahhh sepertinya saya lupa, bisa kita bicara tidak terlalu formal, saya sedikit tidak nyaman !! "


" terserah anda saja Dirga " mengulas senyum


dan perbincangan tentang bisnis itupun dimulai dan hanya mereka berdua yang memahami,..


" saya rasa kita akan sering bertemu Arkana, karena ada beberapa yang harus kita bahas lebih lanjut, dan " melihat jam tangannya " ini sudah menjelang sore, sepertinya saya harus pergi "


" tidak masalah Dirga, anggap saja kita adalah teman, di luar dari kontrak kerja kita ini.. "


mengutas senyum " bukan ide yang buruk " di sertai kekehan kecil dari Dirga karena berhasil membalas ucapan dari Arkana.


" baiklah.. saya permisi " Dirga pun beranjak dari tempatnya meninggalkan Arkana dan Billy. tidak selang lama Arkana dan billy juga segera pergi dan kembali ke perusahaan


***


di atas mobil..


" Billy, apa skejul saya sore ini? "

__ADS_1


" Maaf pak, ada rapat mendadak yang di adakan di kantor oleh Pak Hamis, dan sekertaris dari pak Hamis tadi mengkonfirmasi bahwa anda harus hadir. " jelas Billy


Rapat mendadak,? kenapa? apa ada masalah? . batin Arkana


" ya sudah.. kita ke kantor sekarang!!! "


" Baik pak "..


Mobil Arkana terparkir apik di halaman parkiran kantornya. melangkah masuk ke dalam kantor dengan aura yang tak mampu di tolak oleh kaum Hawa yang melihatnya.


dengan tetap memasang wajah datar dan ekpresi dingin, Arkana dengan gagahnya melangkah masuk ke dalam lift yang terkhususkan untuk para petinggi perusahaan di ikuti oleh sekertarisnya.


setiap wanita yang melihat lelaki itu, tidak mampu mengalihkan pandangannya barang sedetikpun, terlalu sayang untuk di lewatkan. Arkana, tidak hanya terkenal dengan Sikap dinginnya kepada lawan jenisnya, dia juga adalah seorang pemimpin yang tegas dan tentu berkharisma, sangat jarang memperlihatkan sisi lembutnya kepada orang luar, apa lagi tentang perasaan. dengan modal seperti itu, siapa yang mampu menolak pesonanya.


" Maaf saya terlambat " Arkana melangkahkan kakinya, berdiri di samping sang ayah karena tidak ada kursi kosong yang tersedia untuknya.


Arkana menelitik wajah-wajah yang ada depannya, yang Arkana tahu betul mereka adalah dewan direksi, para pemegang saham dan juga para petinggi perusahaan.


" baik.. karena semuanya telah berkumpul saya akan memulai rapat mendadak ini " Hamis berdiri dari kursi kebesarannya " kalian pasti tahu saya mempunya tiga putra, dan yang sedang berdiri di samping saya ini adalah putra sulung saya Arkana Fatih Abraham, tanpa basa-basi dan membuang waktu, Sore ini saya putuskan saya Hamis Fatih Abraham akan mundur dari jabatan saya sebagai CEO dari Abraham group, dan mengalihkan kekuasaan saya pada anak sulung saya " ucap Hamis dengan mantap


semua orang tercengang, separuh tak percaya.. pasalnya belum ada pembicaraan sebelumnya tentang pengalihan kekuasaan. terdengar beberapa orang berbisik-bisik. Hamis menyadari pasti ada sebagian orang yang akan menolak keputusan ini, namun Hamis sudah memperhitungkan sebelumnya.


" Saya selaku pemilik dan pemegang saham terbesar di perusahaan ini, berhak bahkan sangat berhak untuk mengambil keputusan ini. dan mohon maaf kali ini saya tidak menerima penolakan!!!! jadi jika ada yang tidak setuju dengan keputusan saya, bisa mengajukan surat pengunduran sebagai bagian dari perusahaan ini " imbuh Hamis dengan tegas


satu paragraf kalimat dari Hamis sudah mampu membungkam mulut dari para petinggi perusahaan Abraham group. mereka memang memiliki hak untuk menolak. tetapi ucapan yang keluar dari Hamis bukan sekedar penekanan tapi di sertai ancaman bahwa keputusannya tidak dapat di tolak.


bagi mereka dapat bekerja sama dan menjadi bagian dari Abraham group adalah investasi menjanjika bagi mereka-mereka yang paham sebesar apa kekuasaan yang dimiliki oleh Abraham group, tidak sembarang orang mampu bekerja sama dengan perusahaan terbesar di negeri X ini..


setuju atau tidak, mereka tidak punya pilihan lain selain menerimanya. dan disinilah Arkana berdiri, Hamis menepuk punggung putranya sebagai tanda bahwa ini saatnya ia harus berbicara dan meyakinkan para petinggi bahwa iya yang paling mampu menggantikan posisi sang ayah.


" Terima kasih yang pertama saya ucapkan untuk Ayahanda saya, saya juga cukup terkejut dengan keputusan yang di ambil oleh beliau, tapi saya yakin dan percaya bahwa apapun keputusan yang beliau ambil adalah yang terbaik untuk saya terlebih untuk perusahaan ini "


" Saya Arkana Fatih Abraham, meminta dengan hormat kepada seluruh petinggi perusahaan, dewan direksi dan juga para pemegang saham, agar bisa memberikan saya kesempatan untuk melanjutkan apa yang telah di mulai oleh Papi saya, Terima kasih "


mereka tercengang dengan kalimat paragraf yang tersusun apik keluar dari mulut Arkana, seakan terhipnotis para petinggi perusahaan itu berdiri dan memberikan tepuk tangan mereka. Arkana dan Hamis mengulas senyum kelegaan.

__ADS_1


****


" Papi, ko' nggak bilang dulu sama aku " Arkana memulai protesnya


" Kenapa Papi harus bilang sama kamu, sebagai anak sulung kamu pasti paham betul bahwa hari ini akan datang nak "


" Arka tau' pi... tapikan ini terlalu mendadak, "


" Mendadak bagaimana Arkana, Papi fikir pengalaman kamu sebagai direktur perusahaan selama ini sudah cukup mapan, dan Papi tidak harus menunggu lama lagi kalau saatnya memang sudah tiba, seperti hari ini.. "


" Come on Papi,.... " Arkana dengan wajah memelasnya


" Papi sudah lelah nak.. Papi hanya ingin menghabiskan waktu tua Papi bersama dengan Mami kamu, dan Papi harap kamu mengerti itu "


Menghela nafas, tak mampu lagi berdebat. ada rasa kasihan yang terbersit dalan hati Arkana, Papi hamis memang sudah waktunya untuk istirahat, dan dia sebagai anak sulung harus bisa mengembang tanggung jawabnya sebagai anak tertua.


" baiklah.. kalau itu kemauan Papi, Arkana akan berusaha memberikan yang terbaik untuk perusahaan " ujar Arkana pasrah


" Bagus nak, itu yang ingin papi dengar " berhenti sejenak " Oh ya Arkana 3 hari lagi, Fira akan masuk keperusahaan kita, Papi harap kamu bisa menghendelnya dengan baik, Papi tau kamu tidak menyukainya tapi lakukan ini demi Mami kamu, "


" iyah.. Arka mengerti pih.. "


ini lagi satu.. kok nih mulut susah banget buat bilang ' nggak ' .. ayolah Arka, jangan lemah!!! gumam Arkana


" khemmm..." Arkana berdehem " Pih.. kenapa Fira harus jadi sekertaris Arka sih, kan kita bisa rekrut orang lebih kompeten, ini sekertaris CEO loh pih.. apa nggak bakal bikin masalah, apa lagi Fira nggak punya pengalaman apapun tentang perkantoran, jadi___ "


" jadi kamu akan menolak??? " tanya Hamis dengan selidik


" yaaa.. bukan nolak sih pih...."


" berarti kamu terimah "


" bukan juga.. ta__"


" Tapi itu keputusan Papi. Arkana, Fira memang tidak punya pengalaman. makanya Papi pilih kamu untuk mengajari dia, karena cuma kamu yang bisa, dan juga Papi mikirin masa depan dia, karena..... " menggantung ucapannya " sudahlah kamu tidak akan mengerti " Papi hamis beranjak dari tempatnya meninggalkan Arkana.

__ADS_1


Arkana menghela nafas beratnya,


gue nggak punya pilihan lain.. sial.!!!!!


__ADS_2