Tiga Cinta Di Hidupku

Tiga Cinta Di Hidupku
* Mendengarnya langsung


__ADS_3

Happy reading....


***


" Permisi pak! "


salah satu karyawan menghalangi langkah Arkana dan Musfira tepat di depan lift.


" kamu, ada apa? " Arkana dengan suara dinginnya.


" saya hanya ingin menyerahkan ini pak, " menyerahkan sebuah Map " ini laporan pemasaran minggu ini yang di minta pak Billy kemarin "


Arkana menaikkan satu Alisnya menatap Map itu tanpa berniat mengambilnya " ini Billy yang minta, lalu kenapa kamu kasi ke saya?, "


" Maaf pak atas kelancangan saya, saya_"


" kamu memang sudah lancang " sarkas Arkana


mendapat sarkasan keras dari Arka membuatnya menggigit bibir bawahnya. ntah kenapa Arka sangat tidak menyukai wanita yang ada di hadapannya ini.


wanita itu bernama Mita, kepala dari Divisi pemasaran yang ia ingat betul bagaimana ia merendahkan Fira di depannya langsung.


" Maaf pak, dari tadi saya tidak melihat pak Billy makanya saya nenyerahkan ini ke bapak "


" Fira, ambil berkas itu. "


Fira beralih ke samping Arkana dan meraih Map itu dengan memasang sedikit senyumnya, terlihat Mita seperti tidak rela menyerahkan, sebenarnya ia berharap bahwa Arkana langsung yang merih Map itu dari tangannya.


" kamu tetap di samping saya " Fira yang memang berniat kembali berdiri di belakang Arkana, langsung memaku dirinya. lelaki itu berucap tanpa ekspresi " lalu masih ada lagi? "


" tidak ada pak, saya permisi..." Mita segera pergi dari hadapan Arka sebelum ia mendapat masalah.


ting...


Pintu lift terbuka, Arka masuk terlebih dahulu tapi gadis yang berada di sampingnya mematung di tempatnya.


" ada apa? " Arka


" saya mau ke toilet pak "


Arkana mengangguk tipis " jangan lama-lama, biar gue bawa Mapnya " meraih Map ditangan Fira dan pintu lift tertutup.


sepeninggal Arkana, Fira membawa dirinya ke toilet khusus wanita dan masuk ke dalam salah satu bilik, tidak lama setelah itu ia mendengar suara seseorang, sepertinya seorang wanita.


" *loe tau nggak Ran, gue ngebbet banget gampar muka tuh cewe, ihh.. gila pelet apa sih yang dia pake sampe-sampe pak Arkana mau nerima dia sebagai sekertaris,"


" loe benner Mit, gue juga pengen banget gampar dia, dia itu cewe **** nggk punya pengalaman apapun, eh malah jadi sekertaris CEO, menang tampang doang.. "

__ADS_1


" gue curiga deh Rin, jangan-jangan emang benner dia tuh udah ngejual dirinya sama pak Arkana, kessel gue* "


Fira yang mendengar langsung gunjingan dari orang lain tentangnya, hanya bisa menahan air matanya. ia sebenarnya marah dengan tuduhan yang mengatakan ia menjual tubuhnya. di samping itu Faktanya memang bennar kan dia cuman gadis bodoh yang beruntung diangkat anak sama keluarga Abraham.


anggap saja saat ini ia menahan dirinya dari kemarahan karena menjaga nama baik keluarganya, ia tidak ingin dianggap sebagai gadis bar-bar jika harus berkelahi. apa yang akan di katakan oleh keluarga angkatnya itu.


merasa sudah aman, gadis itu memberanikan diri keluar dari toilet. ia masih berusaha menahan air mata yang sudah sangat ingin keluar membasahi pipinya.


ia melangkah dengan tatapan sendu nan datar, menunggu pintu lift yang sedari tadi tidak terbuka.


ting....


gadis itu akhirnya berada di dalam lift 'sendiri'


sudah tak mampu! air mata itupun mengalir tanpa jeda, dianggap menjual diri bagi seorang wanita adalah hal yang paling memalukan begitu juga Fira.


pintu lift kembli terbuka, segera ia menghapus air matanya dan memaksakan senyumnya, karena menyadari Arkana berdiri di depan mejanya


" loe dari mana sih Fir, gue kan udah bilang jangan lama-lama " Arkana yang melihat kedatangan Fira.


" maaf pak, " hanya itu yang mampu di ucapkan Fira. berusaha menyembunyikan matanya yang sembab.


Arkana menatap Fira seksama " loe kenapa? loe habis nangis? " mungkin Arkana terlalu pintar membaca raut wajah.


" nggak pak, hanya kelilipan tadi " kilah Fira


" loe yakin?? "


" yaudah.. kalau ada apa-apa bilang sama gue, gue nggak mau yah bokap nyokap nyalahin gue kalo loe kenapa-napa "


Fira diam..


" oh ya, hari ini Billy nggak masuk, "


" iya pak "


" jadi loe jangan kerja sendirian disini, loe kerjain tugas loe di ruangan gue aja "


apa! gimana-gimana


Fira mengerjap keheranan, jadi dia seharian harus bersama Arka. oh Tuhan! ini seperti uji nyali untuknya. " maksud bapak apa yah? maaf tapi saya nggak papa disini sendiri pak "


" Fira pembantah balik lagi, Ck! apa perlu gue ulang apa yang tadi gue bilang "


menggeleng " nggak pak "


" yaudah.. " Arka kembali keruangannya diikuti Musfira di belakangnya.

__ADS_1


****


" bang, loe beneran pengen lanjut kuliah loe di luar negeri, yakin loe mau ninggalin kita "


Abimanyu terus mengaduk jus yang sedari tadi tak ia seduh sedikitpun. ia menghela nafasnya panjang " iya.. mungkin ini yang terbaik "


Fhatan berkerut, ini bukan Abimanyu yang ia tahu. sedari tadi di lokasi syuting ia memikirkan tentang kakaknya ini yang akan keluarga negeri. iya tau sejak dulu Abimanyu sangat tidak bisa jauh dari keluarganya terlalu lama. dan sekarang Abimanyu memutuskan untuk keluar negeri, Aneh bukan?!


makanya dia memutuskan mendatangi Abimanyu langsung ke kampusnya. dan disini lah mereka berdua, duduk di dalam Cafe yang tidak terlalu jauh dari kampus Abimanyu.


" sebenarnya ada apa sih bang? loe aneh tau nggak sih bang! nggak ujan nggak petir, loe mau ninggalin kita gitu aja "


" siapa yang mau ninggalin kalian, gue pergikan cuma buat balik " sanggahnya


" nah itu.. ngapain loe pergi kalau bakalan balik juga... "


" jadi loe berharap gue nggak usah balik gitu? yaudah... biar gue disana aja nggak usah balik lagi, "


kalimat itu mendapat toyolon dari Fhatan " anyiiing.... sakit nih pala gue tan. "


" habis.. loe ngomong nggak pake saringan, lagian perjuangan loe sampai sini doang, nggak niat gitu buat merjuangin Fira, katanya loe cinta, Cih... cinta gue emang lebih besar dari loe "


tanpa sadar kalimat Fhatan itu mampu membuat Abimanyu kembali terdiam, sekali lagi iya mengehela nafasnya berat " gue udah berjuang, tapi dianya nggak mau di perjuangin " ucap Abimanyu putus asa


Fhatan mengernyitkan keningnya " maksud loe? " ia berfikir sejenak, dan langsung membelalakkan matanya " loe udah nembak dia "


Abimanya mengangguk..


" gila.. gercep loe, trus apa jawaban dia? "


" di_ "


" nggak usah di jawab deh, liat kondisi loe yang mengenaskan kaya gini, gue udah tau jawabannya..Di tolak!! "


" Sialan loe nying... "


" pantesan aja, tadi pagi gue celetukin loe masalah di tolak dianya langsung salting gitu.. ternyata emang benner.. "


" bacot! " menatap Fhatan malas.


" jadi satu Rival gue udah gugur, " Fhatan berucap dengan seringai kemenangan.


Abimanyu berdecak " kaya yakin aja kalau loe bakal di terima sama Fira "


" kan belum di coba bang, " ucap Fhatan yang sebenarnya juga mulai tidak percaya diri. jika Abimanyu saja yang sikapnya dewasa di tolak, gimana gue yang ugal-ugalan gini. Fikirnya.


*****

__ADS_1


ini part ke tiga yang udah aku janjiin.... lunas yah 😘. tenang aja aku orang yang selalu nepatin omongan kok..


Tinggalkan jejak kalian... 😭😭😭


__ADS_2