
hehe.. moon map yah, baru muncul aku, bukan lupa ato nggak mau nulis lagi tapi emang kerjaan menggunung say. ceileeh, sok sibuk aku tuh 😅.
Happy reading geys...
***
Mobil Mike dan juga Leo telah terparkir di depan halaman rumah keluarga Abraham. Ya, sesaat setelah meninggalkan Arkana dan si wanita ular itu, Mike menghubungi Leo, bahwa lelaki itu akan langsung memberi tahu Fira yang sebenarnya.
takut jika Mike lepas kendali dan tidak mampu menenangkan Fira, akhirnya Leo juga memutuskan untuk ikut, dan disini lah mereka berdua, menunggu pintu terbuka setelah Mike menekan Bell
" Eh, den Mike sama den Leo, lama nggak main kesini, " Bik Minah membuka lebar pintu utama
Leo dan Mike tersenyum ramah, " iya bik, lagi sibuk. Fira-nya ada? "
Bik Minah mengangguk " ada den lagi di kamar, bibik panggilin dulu "
bik Minah segera meninggalkan Mike dan Leo seteleh menyuruh keduanya menunggu di ruang tamu. Tidak lama setelah itu, Gadis cantik yang di cari Mike terlihat menuruni undakan tangga dengan senyum yang tidak lepas di bibir ranumnya.
" Kak Mike, kak Leo? ada apa, kata bik Minah kalian nyari'in aku? " Fira duduk di seberang sofa menghadap kedua lelaki itu.
melihat senyum yang tidak lepas dari wajah Musfira, membuat Mike berfikir untuk mengurungkan niatnya, ia merasa tidak sanggup jika menceritakan ini, senyum manis itu pasti akan hilang.
" kita cuma kangen sama loe kok Fira " jawab Leo spontan. ia juga berfikir sama dengan Mike, ia tidak ingin melihat gadis polos itu menangis hanya untuk seorang Arkana. sahabat brens*knya.
" bentar deh, kak Arkana mana? "
deg...
" tadi pagi pamit sama aku kalo dia mau kumpul sama kalian di club, terus sekarang dia kemana? " Fira menatap Mike dan Leo bergantian
Tangan Mike seketika mengepal kuat, niatnya untuk tidak memberitahu Fira tentang kelakuan bejat Arkana sepertinya pilihan yang salah, biarkan gadis itu terluka saat ini. menurutnya itu lebih baik sebelum gadis itu benar-benar jatuh terlalu dalam.
Mike tersenyum miring " jadi dia jual nama kita supaya dia nggak ketahuan bohong? "
" Mike! " Leo menatap Mike tajam seolah mengisyaratkan, menyuruh lelaki itu untuk diam.
Fira, mulai tidak mengerti situasi ini. Bohong? tentang? lalu sikap kak Leo, seperti ingin menyembunyikan sesuatu. ?
" ada apa? " Fira menatap kedua lelaki di depannya ini, meminta penjelasan.
" asal loe tau Fir, udah sebulan ini gue sama Arka nggak pernah ngumpul di club atau dimana pun itu. dan loe harus tau sekarang dia itu lagi sama___ "
__ADS_1
" Mike! " Leo semakin menatap Mike tajam, bukan! bukan ingin melindungi Arka, Leo hanya tidak sanggup melihat reaksi gadis itu setelah mengetahui semuanya.
" apa si loe yo', loe ngebelain Arkana, mau coba ngelindungin dia, iya? loe mau terus menutup ini dari Fira? sampai kapan? "
Leo diam...
" sampai kapan yo', sampai Fira nggak bisa ngelepasin Arkana, sampai Fira jatuh terlalu dalam dan nggak bisa bangkit lagi, itu yang loe mau " Suara Mike naik satu oktav. untung saja saat ini Raniah dan Hamis sedang tidak di rumah, dan Fhatan sedang syuting.
" ini sebenarnya ada apa'an sih, maksud kaka apa " Fira menatap Mike lekat " aku ngelepasin Arka, kenapa? dan nyembunyiin apa, kalian jangan bikin aku bingung "
Mike mengusap wajahnya kasar, terdengar helaan nafas berat dari lelaki itu, ia harus bicara " Arka selingkuh sama Natasnya "
duar...
sungguh satu kalimat yang mampu membuat Fira bagai tersambar petir di siang bolong, gadis itu menggeleng tak percaya " Nggak! aku nggak percaya sama kak Mike, kak Arka selingkuh? sama Natasya? " Fira tertawa hambar " nggak mungkin! "
Fira setengah mati menahan air mata yang mungkin sebentar lagi akan mengilir di pipinya. tidak! dia tidak ingin terlihat lemah, karena ia tahu kalau Mike pasti sedang berbohong.
Leo, lelaki itu menutup matanya, tidak sanggup melihat kehancuran gadis polos ini. dan benar saja, meskipun Fira menolak untuk percaya, tetap saja luka yang di rasakan gadis itu tidak mampu untuk ia sembunyikan.
" ini cuman alasan kak Mike kan untuk pisahin aku sama kak Arka. kak Arka pernah bilang, kalo kak Mike suka sama aku, aku nggak nyangka kak Mike akan pake acara kaya gini " Fira berdiri dari duduknya.
" Fir " Mike juga ikut berdiri.
" Fir_ "
" Diam! aku nggak mau dengar!! " Fira masih menutup telinganya dengan kedua telapak tangannya, benar-benar berharap ia tidak mendengar apapun lagi, meskipun ia tahu kalau itu percuma.
" oke, loe boleh nggak percaya sama gue, loe boleh berfikir yang tidak-tidak tentang gue, tapi kalau Leo yang jelasin ini semua ke loe, apa loe bakal percaya? " Mike sesaat mengalihkan pandangannya ke arah Leo,
Leo membuang wajahnya, ia tidak mau melihat ini, lebih tepatnya ia tidak ingin melihat kehancuran gadis itu, tapi jika tidak ia lakukan. Benar kata Mike, Fira akan semakin hancur nantinya.
Helaan nafas berat juga terdengar dari Leo, ia memaksakan matanya untuk melihat ke arah Fira. gadis itu juga menatapnya dengan penuh tanya, lebih tepatnya kepastian.
jika ia tidak bisa mempercayai Mike, dia bisa mempercayai Leo. Lelaki itu tidak mungkin berbohong kepadanya, apa untungnya?
" Kak Leo? " Fira melepas kedua tangannya yang sedari tadi menempel di dinding telinganya " aku percaya sama kaka, bilang kalau yang di bilang sama kak Mike itu bohong kan? " Tanya Fira dengan penuh harap.
tenggorokan Leo tercekak, ia tidak tau harus memulai semuanya dari mana, tapi jika mendiamkan ini, semuanya juga tidak akan baik kan? " Maaf Fir, yang di bilang Mike itu semuanya benner. "
Retak!
__ADS_1
Fira menggigit bibir bawahnya kuat, ia masih berusaha menolak untuk percaya. Arka sudah berjanji dian tidak akan meninggalkanya, lalu apa ini?
" sejak kapan? " tanya Fira dengan suara bergetar " sejak kapan kalian tau,? "
" baru tadi Fir, gue sama Mike jalan-jalan ke Mall, soalnya gue mau beli kado buat cewe gue, ehh nggak taunya Mike malah liat Arkana dia lagi bareng,...... " Leo menghentikan ucapannya, seolah tidak sanggung melanjutkan kalimat itu
" lanjutin! " perintah Fira
" bareng Natasya. "
" waktu pertama gue lihat, gue berusaha positif tingking, gue Fikir mereka nggak sengaja ketemu, tapi..... Maaf Fir, gue harus sampei ini, Nata' ngerangkul tangan Arka dan Arka nggak nolak bahkan dia kelihatan seneng banget, gue nggak bisa nahan diri gue buat nggak nyamperin dia, jadi__ "
" Stop! "
ucapan Mike terhenti.
Fira tidak mampu mendengarnya lagi, gadis itu masih berusaha untuk tidak mau percaya, jadi jalan satu-satunya adalah melihat itu langsung, melihat dengan mata kepalanya sendiri, meskipun sakit, itu mungkin lebih baik dari pada harus terus berada di ambang kebingungan.
" bawa aku ketemu kak Arka, aku mau liat semuanya sendiri " putus Fira yang langsung melenggang pergi menuju pintu utama.
***
Waah keknya ada yang mau di labrak nih... duh deg.. deg akoh!
kalo mau aku rajin Up, rajin juga dong ninggalin jejak biar sama-sama enak gitu. hahaks..
Tinggalkan jejak kalian ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜
...
....
......
.......
.....
....
...
__ADS_1
... ..