
Sepasang suami istri yang tengah duduk dibangku putih di taman yang berada dibagian belakang rumah kediaman Abraham,taman yang bisa dikatakan cukup luas,dipenuhi oleng bunga-bunga sepertinya sangat terawat
taman itu adalah tempat yang biasa digunakan keluarga Abraham jika mereka sedang ada waktu untuk berkumpul, sambil menautkan jari jemari Hamis ke jari istri tercintanya itu, mereka menatap salah satu sudut taman.
Hamis dan Rania memutuskan untuk menghabiskan waktu berdua siang ini ditaman setelah ketiga anaknya berpamitan. taman yang mempunyai banyak kenangan indah sekaligus buruk
" pi, mami merindukannya " ucap Raniah dengan Lirih
" papi juga mi, sangat merindukannya, duduk disini, selalu membuat papi mengingat kejadian itu,, kejadian 10 tahun yang lalu " kini Hamis yang tidak bisa menyembunyikan raut wajah kesedihannya, ntah apa yang terjadi di 10tahun yang lalu
"besok kita jenguk dia yah pi, udah lama kita nggak jenguk dia "
Hamis mengangguk dan tersenyum " iya sayang "
****
Panti asuhan
"bunda, fira udah masak untuk makan siang nanti, sekarang fira harus berangkat " teriak fira kepada bunda anisa yang berada ditaman panti
" iya hati-hati sayang" bunda anisa melambaikan tangannya ke fira yang sudah melangkahkan kakinya meninggalkan pagar kecil di depan halaman panti
Fira berjalan di trotoar menuju halte tempatnya menunggu bis, ia harus menempuh perjalanan selama 30menit untuk. bisa sampai di restoran menggunaka bis.
beberapa saat kemudian..
"Fir, lo udah sampe? cepetan gih lo ganti baju, tamunya lumayan banyak masalahnya " Nana yang memang benar sedang sangat sibuk karna pagi ini restotan cukup ramai.
****
" akhirnya selesai juga Na', lumayan juga hari ini. " Fira memijit bahunya yang sedikit kelelahan mengantar kesana kemari pesanan.
" lo benner fir, hari ini lumayan rame, mungkin karna hari ini akhir pekan makanya rame "
"kaya'nya aku harus balik sekarang karna udah jauh malam juga takut bunda khawatir" guma fira...
" Na,, aku balik duluan yah, soalnya udah malam banget" ucap fira sambil berjalan meninggalkan Nana,
__ADS_1
"oke.. lo hati-hati " Nana terus menatap punggung fira yang hilang dibalik pintu restoran.
Fira berjalan menuju halte bis seperti biasa. ketika ingin menyebrang tanpa fira sadari ada sebuah mobil mewah yang melaju dengan cukup kencang,
Chiiiiiiiiitttttttttt (suara Rem_an mobil)
" aaaaaaaaa " teriak Fira dengan kencang.
"Nak,, kamu nggak papa? " Hamis langsung turun dan menghampiri Fira yang masih terlihat syok
Rania juga ikut turun dari mobil menghampiri suaminya, melihat ke arah gadis yang hampir saja mereka tabrak " kami minta maaf nak kami sama sekali tidak sengaja.. "
sentuhan Rania di lengan fira berhasil menyadarkannya dari perasaan syok yang beberapa detik yang lalu menimpanya " aku nggak papa nyonya, hanya sedikit terkejut saja " Musfira tersenyum manis,, ntah kenapa fira masih saja bisa tersenyum seperti itu saat dia hampir saja mati konyol..ahh yang benar saja!!!
Mata indah ini???. Raniah membatin.
" kamu mau kemana nak, ini sudah malam!!! " tanya Hamis
" saya baru pulang kerja tuan, dan saya mau menyebrang ke halte yang ada di sana " sambil menunjuk halte yang tidak jauh dari mereka.
" kami antar pulang yah Nak " Raniah menawarkan
" nggak usah Nyonya, saya tidak ingin merepotkan " tolak Fira halus.
Musfira menimbang, memirkin dia yang harus masih menunggu bis yang belum tentu akan lewat, apalagi ini sudah malam. di samping memikirkan perasaan bunda Anisa yang mungkin akan sedikit khawatir karna sampai jam 9 ini dia belum pulang. dan pada akhirnya Fira mengangguk.
yaaa Hamis dan Rania baru saja kembali dari urusannya, menemui seseorang yang katanya sedang ia rindukan hingga mereka lupa waktu.
beberapa saat mereka tiba didepan sebuah rumah panti asuhan.
" ini rumah kamu nak? " Rania bertanya
" iya nyonya, ini panti asuhan tempat saya tinggal, Terima kasih karena Nyonya__" belum sempat fira menyelesaikan ucapannya,terdengar suara tangisan dan teriakan dari dalam panti
tanpa fikir panjang, Fira langsung berlalu keluar dari mobil dan berlari masuk kedalam panti meninggalkan Hamis dan Raniah.
sesampainya di dalam panti, fira terkejut melihat keadaan yang sudah acak-acakan dan anak-anak panti yang memeluk erat bunda anisa sambil menangis
" apa-apaan ini..!!!! kalian siapa? " Fira bertanya kepada dua orang laki-laki bertubuh besar dipenuhi tato.
__ADS_1
" Loe nggak perlu tau siapa kita, karena kedatangan kami cuma mau nagih hutang sama ibu panti ini "
fira membelalakkan matanya keheranan,pasalnya selama ini dia sama sekali tidak pernah mendengar tentang bunda anisa yang berkeluh kesah tentang masalah keuangan panti,
Fira mengalihkan pandangannya ke arah bunda anisa, seolah bertanya apakah yang dikatan oleh kedua pria ini adalah benar, tanpa menunggu lama bunda anisa menganggukkan kepala dan Fira mengerti itu.
" Nak ada apa ini? " suara Rania memecah ketegangan yang terjadi. setelah melihat Fira yang berlari keluar dari mobil dengan terburu-buru, dia yakin bahwa sesuatu telah terjadi
membuatnya harus membujuk Hamis untuk ikut masuk kedalam panti melihat apa yang sebenarnya terjadi.
awalnya Hamis menolak karna iya tidak mau ikut campur dengan urusan orang lain tetapi Rania sedikit memaksa dan disinilah mereka berdua berdiri sekarang
Rania menatap tajam kedua pria preman itu "sebenarnya ini ada apa? "
" kami kesini hanya ingin menagih hutang ibu panti ini, karna sudah 2 bulan ini mangkir untuk membayar hutangnya " jawab salah satu preman itu
" memangnya hutang ada berapa? " sambung Raniah
Fira masih terdiam ditempatnya tepat disebelah bunda anisa memperhatikan wanita yang tadi mengantarnya pulang tiba-tiba ikut campur dengan masalahnya.
"10 juta, itu sudah termasuk bunganya" jawab preman itu
" Nyonya,, sebaiknya anda pulang. ini masalah kami " Fira angkat suara.
Namun Raniah tidak perduli, seolah menulikan pendengarannya " hanya 10 juta? " mengambil sesuatu didalam tas miliknya,amplop kecil berwarna coklat " ini isinya uang 15juta untuk melunasi hutang-hutang mereka dan saya harap kalian tidak mengganggu panti ini lagi "
Hamis masih diam memperhatikan apa yang dilakukan istrinya, berbeda dengan Fira yang sudah tidak bisa diam melihat ini. bagaimana tidak orang yang baru saja ia kenal harus mengeluarkan uang untuk melunasi hutang yang ia tau jumlahnya cukup besar.
" Nyonya,, apa yang anda lakukan saya tidak ingin berhutang lebih banyak lagi " Fira
alih-alih menanggapi, Rania malah menatap kedua preman itu " sekarang kalian keluar, karna kalian sudah tidak punya urusan disini "
tanpa berfikir , kedua preman itu segera berlalu meninggalkan panti asuhan.
Fira beranjak dari tempatnya, ingin menghampiri Raniah, seolah mengerti dengan maksud Fira,
Raniah mengalihkan pandangannya ke gadis itu. " saya hanya berniat membantu kalian, anggap saja ini permintaan maaf saya karna hampir menabrak kamu dan ini sudah terlalu malam saya harus pulang, Permisi..." Rania berlalu pergi dari panti itu diikuti oleh Hamis yang sampai saat ini masih tetap memilih diam.
Fira berlari keluar dari panti dan berniat mengucapkan terima kasih pada Raniah, tetapi sayang mobil mereka telah pergi.
__ADS_1
****
gimana sampai disini??? bosan nggak nih? maaf yaah lagi nyari' fillnya.. setelah ini kehidupan Musfira akan berubah.. ,tetap stay yaahh jangan lupa like komenya 😘