
Happy reading..
****
jam kerja berakhir. Nana dan Fira baru saja selesai mengganti pakaian kerja dengan pakaian yang akan mereka pakai untuk pulang.
" Fir, habis ini lo kemana?? " tanya Nana
" Aku Nggak kemana-mana, mau langsung pulang "
" ya udah.. gue balik duluan yah!! hati-hati loe "
" iyah bawel.." tersenyum
sebenarnya ia cukup senang dengan perhatian Nana, itu berarrti persahabatan mereka terjalin dengan baik.
****
Fira berjalan menuju gerbang besar berwarna hitam yang tidak lain adalah rumah yang ia tinggali saat ini 'Kediaman Abraham'.
sebenarnya ia bisa saja menghentikan bus tepat di depan pintu gerbang rumah itu, tapi dia takut kalau sampai ada yang tau jika ia sudah tinggal disana. apa lagi jika mengingat peringatan Arka tadi siang.
Fira menghentikan bus yang di persimpangan, sedikit berjalan untuk bisa sampai di rumah.
gadis itu kini berdiri tepat di depan gerbang rumah Abraham yang menjulang tinggi. terlihat salah satu pengawal berlari kecil menuju gerbang utama, meraih gagang gerbang dan segera membukanya
" Selamat sore Nona muda " sapa pengawal dengan ramah
Fira sempat tertegun mendengar sapaan itu. pasalnya ini untuk pertama kalinya selama tinggal di rumah itu, dia di sapa dengan ramah oleh salah satu pengawal.
jika ada yang bertanya tentang sikap pelayan yang ada di dalam rumah utama. jawabannya Hambar!!!! mereka hanya akan bicara jika Fira yang mengajak mereka bicara. bahkan terkesan sangat Formal dan Fira tidak menyukai itu.
Fira tersenyum menanggapi sapaan pengawal itu.. " Selamat sore pak "
" Nona muda baru pulang kerja?!! sepertinya anda sangat lelah Nona muda " ucap pengawal itu dengan sangat ramah
" yang namanya kerja pasti capek pak. tapi aku senneng, dari pada di rumah seharian nggak ngapa-ngapain kan?? " mereka terus berjalan beriringan, dan telah sampai depan pintu utama
" iya juga sih Non, ya sudah silahkan masuk Non dan langsung istirahat saja "
" makasih pak.. Fira masuk dulu " melangkah membuka pintu utama.
ada rasa bahagia yang menggelayut di hatinya, karena dia merasa sedikit demi sedikit kehadirannya sudah mulai di terima meskipun hanya dari seorang pengawal.
__ADS_1
rentetan senyum manis dari gadis cantik itu di sadari Raniah yang sedang menyandarkan punggungnya di sofa ruang tamu.
" kheeemmm.. " Raniah berdehem.
Fira menoleh ke ibu angkatnya itu, senyum manis Fira berubah menjadi senyum kikuk " Ehh.. Mami "
" Sepertinya anak Mami lagi bahagia banget "
" Apaan sih Mi.. biasa aja " sambil menggaruk leher belekangnya yang sebenarnya tidak gatal " Oh yah Mi, papi kemana, udah pulang..?? " Fira mengalihkan.
" sepertinya ada yang nanyain papi.. siapa sih?? " Hamis yang melangkah menuruni anak tangga
" owh Papi udah pulang.. yaudah aku balik ke kamar yah." Fira mengecup pipi ibu angkatnya itu, berlari melewati Hamis " Bye papi "
Raniah dan Hamis, menggelengkan kepala melihat tingkah anak angkatnya. dan fatan menyaksikan itu, terlihat ujung bibirnya tertarik ke atas membentuk senyuman" Lucu juga anak itu " fatan.
semua telah ada di meja makan, hening tercipta di antara satu sama lain.
"khemm.. " memecah keheningan, " anak-anak, besok Papi akan berangkat ke negara J bersama Mami "
" Loh ngapain Pi..??? " tanya Abimanyu
" Papi ada perjalan bisnis selama sebulan nak, dan Mami kalian akan ikut."
" mendadak banget pi? " Fhatan
Hening, tidak ada yang menjawab.
" kalian nggak apa-apakan Mami tinggal sebulan,? " Raniah
" Asal jangan lupa pulang aja Mam " Fhatan
" Kamu ini gimana sih, orang rumah Mami dan anak-anak Mami ada disini, masa mau lupa pulang!! " Raniah yang terkekeh
lalu Raniah menyentuh kepala Fira, mengusapnya dengan lembut " Kamu nggak papakan Mami tinggal ??"
Fira menganggukan kepala " Nggak papa kok Mi.. " dengan setengah senyum
kalau boleh jujur, Fira sedih jika harus di tinggal oleh kedua orang tua angkatnya itu, mengingat hubungannya dengan saudara-saudara angkatnya ini yang masih saja stak di tempat.
sampai sekarang ke tiga laki-laki itu masih menunjukkan ketidak sukaannya pada Fira, meskipun sudah tidak ada lagi perkataan kasar yang Arkana lontarkan serta sikap penolakan Abimanyu dan fhatan yang di tunjukkan waktu awal Fira tinggal dirumah itu.
tapi tetap saja, dia akan merasa sedikit kesepian. selama ini hanya Hamis dan Raniah yang mengaggapnya ada di rumah ini. begitu juga dengan salah satu pengawal yang baru-baru ini menyapanya, mengingat itu semua, Fira menghela nafasnya dengan berat.
apa yang akan terjadi padaku setelah ini.. Fira.
__ADS_1
****
setelah makan malam tadi,
Fira duduk di bangku taman belakang rumah.
ia menyenderkan punggungnya, menatap langit malam.
ayah ibu... kalian apa kabar di atas sana. apa kalian merindukanku?? meskipun aku belum pernah bertemu kalian dan tidak akan pernah bertemu kalian.tapi percayalah aku merindukan kalian. apa kalian akan bertanya apa aku bahagia??? yaahh aku sangat bahagia. aku mendapatkan pengganti kalian disini yang menyayangiku, 😊.
Fira terus bergumam dalam hatinya. berharap apa yang dia katakannya mampu di dengar oleh orang tuanya di atas langit sana,
" Loe ngapain duduk disini?? " suara ini membuat Fira terlonjak kaget, menoleh ke suara itu
Arkana berdiri tepat di belakang Fira sambil menyilangkan kedua lengan di dadanya. tak mendapat jawaban.
" Gue tanya loe ngapain disini?? " Arka dengan tatapan tajamnya.
" aku... aku.. " Fira menunduk, meremas ujung bajunya gugup " aku lagi duduk "
" heh!!!! gue juga liat kalau loe lagi duduk, maksud gue ngapain loe disini.. siapa yang udah ngijinin loe buat duduk disini.. "
" aku..aku minta maaf Kak " masih dengan ketakutannya.
Rahang Arkana mengeras, mengepalkan tangan, dengan emosi yang membuncah " Berani banget loe panggil gue kakak!!! hah? " Arka berdecih " catet ini baik-baik di kepala loe " menunjuk kening Fira dengan telunjuknya.
" jangan pernah panggil gue kaka karena gue bukan kaka loe dan nggak akan pernah jadi kaka loe, karna bagi gue loe itu disini cuma PARASIT!!!! ."
perkataan Arka tentu saja menyayat hati, menimbulkan sakit yang tak berwujud,kristal bening yang sejak kemarin ia tahan akhirnya keluar, setetes..dua tetes... Fira menggigit bibir bawahnya, menahan segala rasa sakit yang bergejolak.
tak ada rasa bersalah terlihat di wajah tampan Arka. dia seolah puas melihat reaksi gadis yang ada di depannya ini menangis.
Arkana melangkahkan kakinya meninggalkan Fira yang masih mematung di tempatnya. dan Fhatan menyaksikan semuanya... lagi.
ada rasa bersalah dan marah yang ditunjukkan Fhatan melihat kakaknya berkata dengan sangat kasar kepada gadis itu.
Fhatan segera menyeret langkahnya, mendekat ke arah gadis itu. tangan Fhatan dengan ragu-ragu mulai menyentuh pundak Fira dari belakang. Fira yang menyadari jika ada yang menyentuhnya lalu menoleh dengan cepat, menyadari siapa yang menyentuhnya,membuatnya lagi-lagi terkejut.
" Maafin aku.. aku Nggak bakalan duduk disini lagi " Fira mulai takut.
ya Tuhan setelah ini apa lagi. Fira
" hahahahha... kenapa gue harus marah liat loe duduk disini " Fhatan tertawa mendengar ucapan Fira yang menurutnya sangat menggemaskan. ia menyandarkan bokongnya di bangku, " udah.. loe duduk aja " menarik lengan gadis itu.
karena tarikan dari tangan Fhatan membuatnya harus terduduk dengan canggung. ia merasa aneh dengan tingkah satu lelaki ini yang tidak biasanya.
__ADS_1
alih-alih ia mendapat umpatan dari lelaki ini, seperti dengan apa yang di lakukan oleh kakaknya tadi, Fhatan malah memperlakukkanya sedikit berbeda.
*****