Tiga Cinta Di Hidupku

Tiga Cinta Di Hidupku
* Hatiku Menolak


__ADS_3

happy reading...


***


Fira menyenderkan punggung di kursi kerjanya, menghela nafas yang semakin sesak ia rasa. bukan, ini bukan tentang sesak yang membuatnya sakit atau semacamnya.


sesak yang sekali lagi melingkupi debaran jantung terutama hatinya. tangannya bergerak menyentuh pelan dadanya, berusaha menetralkan debaran akan kenyamanannya dengan laki-laki yang baru saja ia buatkan kopi.


perasaan ini datang lagi, jangan... aku mohon jangan seperti ini, aku tidak mampu menguasainya lagi, kenapa perasaan ini semakin besar untuknya. tidak... tidak.. ini sebuah kesalahan.. yaahh kesalahan!


racau Fira dalan hatinya. ia benar-benar menolak apa yang ia rasakan, ini adalah perasaan asing yang menggelenyar ke dalam hatinya. untuk pertama kalinya ia merasakan hatinya menghangat berada dalam pelukan seorang laki-laki dan dia adalah kaka angkat yang sempat membencinya.


tak luput dari pandangannya, Billy yang berada di sampingnya terus memandangi gadis yang terlihat tidak baik-baik saja itu.


ntah kenapa pemandangan ini sungguh sangat terlihat lucu untuknya, hingga suara kekehan kecil yang keluar dari mulutnya berhasil membuyarkan lamunan Fira.


membuat Musfira sontak memperbaiki duduknya dan berusaha terlihat sibuk.


" loe harus jujur sama perasaan loe " ujar Billy yang membuat Fira mengernyit bingung


" hm?? " melirik ke Billy " maksud kamu apa? "


" Cih, kalian emang belum nyadarin aja! " kalimat de javu seperti itu mampu membuat Fira semakin kebingungan dengan maksud dari Billy


" aku nggak ngerti.. " berusaha cuek dan kembali menyibukkan dirinya


kembali terkekeh tapi sambil menggelengkan kepalanya " loe nggak akan ngerti lah, karena loe berdua berusaha nolak, dan gue pastiin gue benner "


" berdua?? " Fira mengulang


" iya berdua, loe sama pa_ "


ucapan Billy terhenti saat deringan telfon terdengar. Billy meraih gagang telfon itu, " Halo, ini dengan siapa? "


" ......."


" oh.. baiklah akan saya sampaikan pada Presdir kami, "


"......"


Billy sekilas melihat ke arah Fira " iya, dia ada "


" ......"


" baik... "


Billy meletakkan gagang telfon itu kembali, lalu tanpa kata meninggalkan Fira dan berjalan menuju ruangan Arkana.

__ADS_1


tok. tok. tok....


" Masuk! "


Billy membuka dan menutup ruangan Arka dengan pelan, " Maaf pak, tadi sekertaris dari bapak Dirga Wirajaya menelfon saya dan mengatakan akan datang kesini, dan beliau sedang dalam perjalanan. "


Arkana mengerutkan keningnya " ada apa, kenapa mendadak? "


" saya kurang tau pak, dia hanya mengatakan kalau ingin kesini untuk menemui bapak, dan__" billy menggantung ucapannya,


apa gue harus bilang yah?!


" dan?? " Arka mengulang


" mereka sempat menanyakan Fira, " ucap Billy ragu-ragu


matanya menyipit " Fira? kenapa dengan Fira "


" saya tidak tau pak, kalau begitu saya permisi dulu " Billy setengah membungkuk, dan pergi meninggalkan Arkana yang masih terlihat bingung.


" untuk apa Dirga kesini? apa ini ada hubungannya dengan Fira, untuk apa juga mereka menanyakan Fira, ini udah nggak beres " gumamnya pada dirinya sendiri,


beberapa saat kemudian...


Dirga untuk ke dua kalinya mendatangi perusahaan Abraham group ini, awal kedatangannya yang 100% membahas tentang kerja sama mereka, namun kali ini siapa yang menyangka, ia kembali menginjakkan kakinya untuk seorang wanita.


di samping itu, dengan alasan pekerjaan yang sebenarnya di buat-buat oleh Arka, Fira mau tidak mau harus ada di dalam ruangan yang sama dengan Arkana, lelaki itu sengaja membuat Fira berada di dalam pantauannya, ia merasa tidak ingin kecolongan kali ini, seperti dengan membiarkannya berdua dengan Mike beberapa saat lalu.


tok. tok. tok....


" Masuk! "


Billy membuka pintu di ikuti dua lelaki di belakangnya, tidak usah di tebak. ya itu Dirga dan juga Rui sekertarisnya.


Arkana berdiri dari kursi kebesaraannya, menghampiri Dirga " Selamat datang Dirga, " mengulurkan tangannya


" Terima kasih Arka, " melirik sekilas ke arah gadis yang berada di belakang Arka


" well... apa yang membuat seorang Dirga datang ke kantor saya di jam yang masih bisa di bilang pagi ini " tanya Arka to tho poin


" saya punya urusan dengan gadis yang ada di belakang anda " Dirga dengan sedikit senyumnya


" oh ya.. kalau boleh saya tau, ada urusan apa anda dengan sekertaris saya "


tanpa menjawab Dirga memilih mendekat ke arah Musfira, dan berdiri dengan ke dua tangan yang berada di dalam sakunya, menampakkan wajahnya dengan binar ke bahagiaan " kamu tidak mengenalku? "


mendengar itu, Arka menyuruh Billy dan juga Rui keluar dari ruangan itu.

__ADS_1


Mata dua orang yang sedang berhadapan itu saling menatap satu sama lain. Musfira, gadis itu seolah berfikir dan berusaha mengingat siapa lelaki yang kini tengah berdiri di hadapannya ini.


Dirga dengan sedikit tawanya " sepertinya kamu melupakanku, baiklah ak_"


" kak Diga!!! " ucap Fira lantang di sertai dengan mata yang berkaca-kaca


tanpa fikir panjang, lelaki itu menarik Fira ke dalan pelukannya. menyalurkan kerinduan yang sejak bertahun-tahun ia pendam.


apa lagi gadis itu, ia benar-benar merindukan Diganya, bocah lelaki yang meninggalkannya tanpa kata, setelah berjanji akan menjaganya.


Arka yang menyaksikan itu, sejenak tertegun dan dengan cepat membuang tatapannya kesembarang arah, hatinya seolah memanas. lagi?


dengan air mata yang sudah tidak mampu ia cegah " jahat! " hanya itu yang mampu di ucapkan gadis itu


Dirga melepas pelukannya, memegang pundak Fira, menatap wajah gadis itu dengan seksama " Maaf! "


sudah tidak mampu melihat kedekatan mereka berdua, ia berdehem " khemmm " dan itu berhasil. membuat Dirga dan juga Musfira mengalihkan pandangan mereka.


" ah.. Maaf, Maaf Arka saya tidak mampu menahan diri setelah bertemu dengan gadis kecil saya ini " Dirga mengusap lembut puncak kepala Fira


" tidak apa-apa " memaksakan senyumnya.


****


dan disinilah Fira sekarang, di atas Ranjang king sizenya, menatap langit-langit kamar. setelah makan malam ia memilih mengistirahatkan dirinya di dalam kamar.


memutar kembali tentang pertemuannya dengan Dirga, pertemuan yang tidak berlangsung lama, karena Dirga mendapatkan telfon yang cukup penting, tapi ia berjanji akan kembali lagi.


Musfira menghela nafasnya berat, ia tidak tau harus bagaimana sekarang. ia bahagia bertemu dengan Dirga, penantiannya berakhir, karena seseorang yang sangat ia nantikan selama ini sewaktu di panti telah datang, tapi mengingat kalimat terkahir yang di ucapkab Dirga, membuatnya tidak tenang


" Tunggu kaka', kaka sudah berjanji padamu dan akan segera kaka tepati "


ia ingat betul dengan janji itu, janji yang ia genggam selama dia di panti, tapi sekarang hatinya seakan menolak,


apa yang terjadi denganku, harusnya aku bahagia tapi ini? apa ini ? kenapa hatiku tidak mengharapkan kak Diga,


Tok. tok. tok...


mendengar ketukan, Fira beranjak dan segera membuka pintu. terlihat seorang lelaki dengan senyum di wajahnya berdiri di hadapan gadis itu, kaka angkatnya.


" Hai.. gue ganggu nggak??? "


****


kira-kira siapa yah?? kan kaka angkatnya ada tiga...!! kalau ada yang berhasil jawab, selanjutnya aku nggak akan Up satu part tapi Tiga sekaligus...!


Tinggalkan jejak kalian 😭😭😭

__ADS_1


__ADS_2