Tiga Cinta Di Hidupku

Tiga Cinta Di Hidupku
* Mencoba percaya


__ADS_3

happy reading...


***


" Habis ini minum obat yah Fir " setelah menyuapi Fira dengan sendoka terakhir, Arka meletakkan mangkuk yang tadinya berisi bubur.


gadis itu mengangguk tipis " kamunya udah sarapan? "


" belum, ntar aja sayang " Arka meraih beberapa obat yang tadi di antarkan suster dan satu gelas yang berisika Air.


" kamu nggak kerja? "


" terus yang jagain kamu siapa kalo aku kerja " Arka membuka kemasan obatnya.


" aku nggak papa kak, nanti papi marah kalo kamu nggak kerja? " Fira meraih obat yang di sodorkan Arka


" nggak akan mungkin Papi marah, akukan jagain anak kesayangannya " Lelaki itu meraih gelas yang tadi Fira minum airnya.


" nggak boleh sering bolos kerja kak, kamu kan udah CEO sekarang " Fira merebahkan dirinya kembali


" kamu belum jadi istri aku aja udah bawel kaya gini, gimana nanti kalo kamu udah jadi istri aku sayang, bisa-bisa kamu ngedumel mulu " Arka memperbaiki letak selimut gadis itu.


mendengar itu hati Fira menghangat, ada rasa senang yang tidak mampu ia gambarkan, menjadi kekasih seorang Arkana saja sudah mampu melululantahkan hatinya, apa lagi jika nanti ia benar-benar menjadi istrinya. membayangkannya saja membuat pipi gadis itu merona.


" kok diam sih sayang? nggak pengen nikah sama aku yah? " Arka melihat rasa gugup di gadis itu. apa iya salah bicara?


" Eh? ng... nggak kok kak! aku... malu? " Fira berusaha menyembunyikan pipihnya yang sudah seperti kepiting rebus.


" gemes banget sih sayang, sampe mukanya merah kaya gitu. tambah sayang aku tuh " Arka mencubit hidung Fira


drrttt.. drrttt.. drrrtt...


suasana romantis pagi ini terganggu oleh getaran ponsel Arkana, lelaki itu beranjak meraih ponsel yang semalam ia letakkan di meja. senyum yang sedari yang tergambar seketika hilang melihat satu nama yang tercetak di ponselnya.


Natasya is calling...

__ADS_1


sejenak Arka melihat ke arah Fira yang juga tengah melihatnya. ia kembali meletakkan ponselnya yang tidak berhenti bergetar.


lelaki itu mengambil posisi duduk di samping Fira lagi. " kenapa nggak di angkat kak? " tanya Fira penasaran.


" nggak usah, nggak penting yank " jawab Arka cuek


" kalo nggak penting, kan nggak mungkin nelfon terus kak " Fira melihat sekilas ke ponsel Arka yang berada di atas meja. " emang yang nelfon siapa? " tunjuk Fira dengan dagunya.


" bukan siapa-siapa " ucap Arka tanpa mau melihat ke arah Fira.


" Kak " panggil Fira dengan nada memohon.


Arka menghela nafas pelan " itu panggilan Natasya yank "


" Oh " satu kata berjuta arti. perasaan khawatir, tidak suka, dan takut tentu saja menggelayuti fikiran gadis itu saat ini. untuk apa gadis masa lalu dari kekasihnya itu menelfon. apakah ia benar-benar berniat kembali ke Arkana.


dengan cepat Fira menghilangkan perasaan itu. dia mencoba membangun kepercayaan untuk Arka, toh jika memang Natasya berniat merebut Arka dari sisinya tapi pada dasarnya kekasihnya itu tidak akan tergoda. lalu apa masalahnya?!


" mungkin aja ada yang penting kak, angkat aja " Fira memaksa senyumnya


" Nggak papa? " Arka tidak ingin menyakiti perasaan Fira.


Arka beranjak dan meraih kembali ponselnya,


" Halo "


" A.. arka, kamu lagi sibuk yah? "


" loe ngapain telfon gue ? "


" aku mau minta tolong ka "


Arka mengernyit " minta tolong apa Nat "


" aku mau ganti perban yang semalam kamu pasangin, tapi aku nggak tau mau minta antar sama siapa ke RSnya, kamu kan tau semua keluarga aku udah pindah ke luar negeri. jadi aku mau minta tolong di antarin, itu kalo kamu nggak sibuk " ucap Natasya panjang lebar

__ADS_1


" gue nggak bisa, gue lagi di rumah sakit jagain Fira " jawab Arka berusaha tenang


terdengar helaan nafas kekecewaan di seberang telfon yang cukup mampu di dengar di telinga Arkana. " Maaf ya Nat, Fira lagi butuh gue "


Natasya mengangguk meskipun tidak terlihat oleh Arka " yaudah nggak papa, maaf ganggu aku tutup dulu telfonnya "


" kenapa kak ?"


" Oh.. i.. ini si Nata minta antarin kerumah sakit ganti perban yang semalam di tangan dia, dia minta tolong buat di antarin " jelas Arka mengambil duduk kembali di samping Fira


" kamu kenapa nggak ngantarin dia, kasian kan kak?! " Fira mencoba berdamai dengan hatinya.


" sayang, kalau aku ngantarin kamu terus yang jagain kamu siapa, hm? " ucap Arka dengan penuh kelembutan


lagi-lagi gadis itu memaksa senyumnya " aku udah nggak papa, kasian kan mba' Nata', kamu pergi aja. habis ini juga aku mau istirahat "


" Tapi yank... "


" udah nggak papa, " Fir membalas genggaman tangan Arka di jari jemarinya.


" benner nggak papa,? " Arka masih memastikan dan membuat gadis itu mengangguk.


" yaudah, aku antarin dia dulu sebentar, aku janji cuman sebentar habis aku antarin dia aku langsung balik kesini " Arka bangkit dari duduknya mencium gadis itu tepat di keningnya " kamu jangan kemana-mana sebelum aku datang. aku sayang kamu "


Fira mengangguk dan tersenyum manis " aku juga sayang kamu "


" aku pergi " Arka meraih kunci mobil dan ponsel yang ia letakkan tadi di meja dan berjalan keluar dari ruangan.


" aku nggak tau apa tindakan aku ini salah atau gimana ka, aku cuma berusaha percaya sama kamu, sama cinta kita. kalau pada akhirnya kamu akan berpaling ke masa lalu kamu, setidaknya itu akn membuat aku sadar bagaimana arti seorang Musfira di hidup kamu " gumam gadis itu pelan.


***


Huaa.. gimana part ini. kalo ada yang bilang Fira itu bodoh, ya menurut author nggak juga sih. yg namanyaa gadis lugu mana bisa berfikir yang nggak baik tentang orang lain.


Fira cuma berusaha percaya dengan Arka, kan nggak ada salahnya ya kan? tergantung dari si Arkananya nannti mo gimana ke Nata'

__ADS_1


SEBELUM BACA TCH INI LEBIH LANJUT, AKU CUMA MAU NGINGATIN, JANGAN BERHARAP KALIAN AKAN MENEMUKAN HAPPY ENDING DI KARYAKU, KARNA ITU TIDAK AKAN SAMA SEKALI TERJADI.


tinggalkan jejak kalian 😭😭😭


__ADS_2