Tiga Cinta Di Hidupku

Tiga Cinta Di Hidupku
* yang penting nggak ada Mike!!


__ADS_3

tak berselang lama, setelah Arka dan Fira menyelesaikan makan siangnya, janji temu dengan Dirga Wirajaya akan segera mereka lakukan, sebab pintu Restoran M, telah di buka oleh sosok yang sedari tadi mereka tunggu.


pintu itu terbuka, menampakkan sosok laki-laki yang gagah, berkharisma, dan sangat menunjukkan auranya yang mempertegas bahwa dia bukan orang sembarangan. tentunya di ikuti oleh sang sekertaris.


tak menunggu lama Arkana berdiri dari kursinya di ikuti Musfira, menyambut teman barunya itu dalam hal bisnis.


" Selamat siang Dirga " sambut Arka ramah di barengi dengan mengulurkan tangannya.


" Selamat siang Arka, senang bisa bertemu kembali " meraih uluran tangan Arka


Arka mengangguk dan tersenyum...


Dirga langsung mengalihkan pandangannya ke arah gadis yang berdiri dengan setia di samping Arkana.


" Dia??? " tanya Dirga


" ahhh... dia sekertaris saya yang baru " menoleh ke Fira " Fira, perkenalkan diri kamu "


Fira mengangguk tipis, dengan sedijit canggung gadis itu mengulurkan tangannya, " Selamat siang pak. perkenalkan, nama saya Musfira, bapak bisa memanggil saya Fira " tak lupa menyisihkan senyum di dalamnya.


Musfira? Fira? mata ini?? aku kenal mata ini? apa dia... Dirga membatin.


Dirga membalas uluran tangan Fira, namun pandangannya tetap Fokus menyorot ke dua mata gadis cantik itu.


" Dirga Wirajaya, panggil saja Dirga "


Dirga?? kak Diga?? apa dia........ batin Fira


sepersekian detik, pautan tangan itu belum terlepas, Arkana yang ada di samping Fira mulai menatap Dirga dengan tidak suka, apa lagi melihat tangan keduanya yang belum menunjukkan tanda-tanda akan terlepas.


" Kheemmmmm.. " Arkana berdehem cukup keras dengan sengaja. hingga membuat Fira dan Dirga sontak melepaskan pautan tangan mereka.


" Ma.. maaf " Dirga terbata, sedangkan Fira langsung mengalihkan pandangannya ke sembarang arah.


" Bisa kita mulai dirga.!! " Arkana sedikit ketus, ntah mengapa melihat Dirga menatap Fira dengan cara yang tidak biasa membuatnya tidak suka dengan laki-laki ini.


" Oh.. tentu.. tentu saja " Dirga menyandarkan bokongnya di salah satu kursi yang sialnya tepat berada di depan Fira.


Arkana membuka lembar per lembar berkas yang telah mereka bawa sebelumnya, ia menjelaskan setiap detail tentang proyek besar yang sedang mereka tangani berdua.


Namun sepertinya Dirga tidak menanggapinya dengan baik, perhatiannya malah teralihkan dengan gadis yang duduk di samping Arkana, siapa lagi kalau bukan Musfira. sedangkan yang di tatap hanya bisa terus menunduk dan salah tingkah.


Arkana menyadari itu, dengan cepat menghentikan aktifitasnya, meraih gelas yang berisikan air, menenggaknya hingga tandas dan dengan sengaja meletakkan kembali dengan sedikit keras. hingga menimbulkan suara yang membuat Dirga tersentak.


" Maaf.. " Arkana berpura-pura menyesal " tapi sepertinya anda sedang tidak Fokus Dirga? "


" mmmmm???.. yah? Maaf, hari ini memang perhatian saya teralihkan " menoleh ke Fira.


" Tentang??? " meskipun Arka tau, tapi ia tak mampu menahan dirinya untuk tak bertanya langsung


" ah.. bukan apa-apa, hanya masalah pribadi!! " jelas Dirga


masalah pribadi? tentang Fira, apa mereka saling mengenal. Arkana


" tidak apa-apa, kita bisa melanjutkan ini lain kali " Arkana

__ADS_1


" hmmm?? sepertinya anda benar, ini bukan waktu yang tepat, saya benar-benar minta maaf " Dirga merasa bersalah


" tidak masalah.." Arkana berucap sambil melihat ke arah Fira. " kalau begitu kami permisi dulu, " dan menarik lengan gadis itu.


namun kali ini berbeda, tidak ada lagi tarikan kasar dari seorang Arkana untuk Fira, tetapi lelaki itu menarik Fira dengan lemah lembut. seolah Fira adalah barang yang mudah pecah.


" ka... kami permisi pak " pamit Fira pada dirga dengan setengah berlari karena Arka sudah menariknya keluar secepat mungkin. sedangkan Dirga hanya mengangguk dan tersenyum tulus.


Setelah memastikan bahwa Arka dan Musfira telah hilang di balik pintu, Dirga memanggil sekertarisnya,


" Rui..!!!!! "


" iya pak.. " jawab Fira


" kamu cari tau tentang gadis yang bersama dengan Arkana " perintah Dirga


Rui mengernyit bingung " Maksud bapak, Fira?? "


" kamu Fikir siapa lagi!!, saya mau informasi Fira dalam 3hari, dan ingat jangan ada satu informasipun yang lolos.. kamu mengerti?!! "


" Baik pak " jawab Rui


Ada apa dengan pak dirga.. dan gadis itu?? siapa dia? sampai bisa membuat seorang Dirga wirajaya penasaran seperti ini.. Fikir Rui.


****


Arkana sedari tadi merasa tidak tenang dengan dirinya sendiri, bayangan kilasan tentang tatapan Dirga pada Fira, sangat menyita fikirannya.


dan yang paling Arkana tidak suka adalah, wanita yang sedang duduk di sampingnya di dalam mobilnya ini malah membalas tatapan Dirga dengan tidak biasa juga.


cih... kenapa gue harus mikirin itu, hah.. apa perduli gue!! tapi.....mereka ada hubungan apa, apa Dirga juga menyukai Fira sama seperti Mike, yang jatuh cinta pada pandangan pertama? . segala macam Fikiran menggelayut dalam diri Arkana.


" iya pak "


" habis ini ada rapat lagi nggak? " tanya Arkana lembut.


Fira bergegas meraih buku catatan kecilnya di dalam tas selempangnya, jika di tanya kenapa Fira tidak memakai benda-benda canggih semacam laptop atau tablet, itu karena Fira lebih nyaman dengan catatan kecil yang tidak merepotkan.


" tidak pak.. hari ini tidak ada rapat atau Meeting, "


Arkana mengangguk, " ya sudah kita pulang, tapi kita keperusahaan dulu, saya mau ambil berkas di kantor "


" baik pak " jawab Fira singkat.


selang beberapa lama, Mobil Arkana sudah sampai di kawasan perusahaan Abraham group. tidak terlalu banyak karyawan yang terlihat, hanya ada beberapa mobil dan motor yang terparkir di sana,


karena jam memang sudah menunjukkan jam pulang kantor seperti biasanya.


" Loe mau tunggu disini atau ikut gue? " melepas seatbeltnya.


" saya ikut saja pak, ada barang yang ketinggalan di meja "


" ya sudah.. " membuka pintu dan keluar dari mobil.


Arkana seperti biasa, melangkah menuju ruangannya yang di ikuti oleh Fira, namun tiba-tiba langkahnya terhenti karena mendengar suara yang tidak asing memanggilnya, Fira yang sedari tadi mengikuti langkah Arkana, sontak membuatnya menabrak laki-laki itu dari belakang.

__ADS_1


" Ehh.. Ma__ " belum sempat Fira berkata maaf, ia langsung tertegun dengan sosok laki-laki yang berdiri di samping Arkana,


" Haiii.. Fira!! " sapa Mike, lalu mengalihkan pandangannya ke Arkana " Loe gue panggilin dari tadi tapi nggak nyaut-nyaut "


" ka... kamu?? " Fira mengernyit heran, mengapa Lelaki ini ada disini


" iya,.. ini gue!!! nggak nyangka yah kita ketemu disini.. wah tanda-tanda Alam nih " ucap Mike menggoda


" tanda-tanda pala loe!! " ujar Arka ketus " Loe ngapain keperusahaan gue?? "


" dih.. sensi, orang gue mau nemuin Fira bray, tenang aja gue nggak ganggu loe kok.. iya kan Fir?? " melirik Fira


Fira masih mengerjap bingung, " kamu kok ada disini ?"


" Karena ada loe disini!!! " jawab Mike nyeleneh


" Modus loe,, cepet bilang loe ngapain kesini?? " Arkana mulai geram


" gue mau jemput Fira " jawab Mike


" Nggak bisa!!! " pekik Arka " apa-apaan loe, loe datang seenak jidat loe keperusahaan gue dan mau bawa-bawa sekertaris gue gitu aja.. "


" ahh elah.. jam kantorkan udah selesai, jadi Fira bebas dong sekarang!! " balas Mike tak mau kalah


" apa'an... eh Fira nggak boleh kemana-mana selain sama gue, "


Mike terkekeh " emang loe siapanya dia, kaka?? haha loe lupa yah kalau loe nggak pernah nerima kehadiran dia, pacar? hah apa lagi "


Fira yang mendengar itu, menjadi melemas. awalnya ia senang melihat Arkana mempertahankannya untuk tetap bersamanya dan tidak membiarkannya pulang dengan laki-laki lain, tapi kenyataan bahwa sampai sekarang ia belum di terima oleh lelaki itu seperti tamparan keras untuknya.


meskipun akhir-akhir ini perlakuan Arkana padanya berbeda, menjadi sedikit lembut tapi itu tidak merubah apapun, bahwa ia wanita yang di benci Arkana.


" gu... gue bosnya!! loe mau apa?? " Arkana mulai geram


" gue tau,, tapi loe liat ini bukan jam kantor lagi, jadi sekarang loe bukan bosnya sampai besok pagi!!! " Mike


" whatever!! initinya gue nggak ngizinin Fira pulang sama loe. Titik " tegas Arka..


tidak ingin melanjutkan perdebatannya Arkana beranjak dari hadapan Mike dan sekali lagi menarik Fira dengan lembut. bukannya menuju pintu Lift untuk menuju ruangannya. Arkan malah kembali berjalan menuju parkiran.


" Loh.. loh.. loh.. pak!! ini mau kemana bukannya kita mau ke rungan bapak, saya juga mau ngambil sesuatu pak di meja saya " protes Fira


" diam nggak loe!! kemana aja, yang penting nggak ada Mike " membuka pintu mobil dan membawa Fira duduk di dalamnya.


Arkana menarik seatbelt dan berniat memasangkannya ke tubuh Fira, ia sedikit membungkukkan badannya. akibatnya wajahnya dan wajah Fira berada dalam kedekatan yang intim.


setelah memasang seatbelt Arkana melirik ke arah Fira, menelitik wajah gadis itu mulai dari kening, mata, hidung dan berakhir di bibir. mata Arkana terpaku di satu titik itu, bibir kecil yang di lapisi lipsgols berwarna pink lembut.


Fira yang mendapat tatapan tak biasa dari Arkana, menelan salivanya dengan susah payah. rasa gelenyar aneh merangkup ke dalam tubuhnya. perasaan yang tidak pernah ia rasakan jika berhadapan dengan laki-laki manapun.


Arkana sepertinya terhipnotis dengan bau tubuh gadis itu, parfum Vanila yang bercampur dengan keringat membuat Arkana menyukai wangi itu.


*******


**Nahhh looo... bakal terjadi apa lagi nih di dalam mobil, apa kabar sama Mike tuh!!..

__ADS_1


iya.. iya author jahat!! nanggung nulisnya.. tapi benner dah.. aku tuh paling susah nulis adegan romantis-romantisan kaya gini, soalnya kelamaan jadi jomblo ngennes gue.. hahaks..


sekalian mau ngasih tau.. mungkin akan nggak akan up untuk besok.. soalnya aku mau meriveuw ulang part-part 1 sampai 10 kali yahh, nggak tau juga deng.. maklum aku kan penulis amatir, banyak yang nggak rapih dan melember kemana-mana jadi mau di perbaikin dan di rapihin...ok.. oke... see you all.....😘😘**


__ADS_2