Tiga Cinta Di Hidupku

Tiga Cinta Di Hidupku
* Khawatir


__ADS_3

" yah Fir, benaran ini hari terakhir loe kerja?? " Ujar Nana dengan wajah sedihnya


" iya Na'.. maaf ya!! "


" kok tega benner sih loe sama gue Fir, "


" Maaf, ini bukan kemauan aku.. kamu tau sendiri alasannya "


" Cih.. orang kaya mah gitu, bebas mau ngelakuin apa aja.. tapi gue juga bersyukur setelah semua kesedihan hidup loe, loe akhirnya ngedapatin keluarga yang bener-bener tulus sayang sama loe "


" aku juga mikirnya kaya gitu Na', setelah tau kalau paman aku ngebuang aku di panti asuhan, aku kaya nggak punya tujuan hidup Na', tapi setelah aku ada di tengah orang-orang baik seperti orang tua angkat aku, aku jadi punya semangat Na' untuk buat hidup aku lebih baik "


dan merekapun berpelukan. sangat erat, bagi Nana kehilangan sahabat seperti Fira adalah kesedihan berat untuknya. Nana tau betul penderitaan Fira selama menjadi anak panti asuhan yang hidup serba kekurangan dan keluarga kandung yang tidak sama sekali perduli.


meskipun mereka baru bersahabat tapi Fira sudah menceritakan semua permasalahan hidupnya karena hanya Nana tempat ternyamannya untuk berbagi.


" khemmm " deheman dari belakang membuat kedua sahabat itu melepas pelukannya " kamu tidak ingin mengucapkan kata perpisahan untuk saya Fira?? "


" Ehh pak Dhani. " ujar Fira sambil menyeka air mata yang sempat menetes setelah berpelukan dengan Nana


" kenapa pak, mau di peluk juga?? " ucap Nana bercanda


pak Dhani membulatkan matanya " kamu mau di pecat "


" becanda kali pak "


" sekarang kamu pulang, ini sudah jam pulang dan kamu Fira, ini pesangon kamu selama disini, Terima kasih untuk semuanya " pak dhani tersenyum tulus


meraih amplop yang di berikan pak dhani " sama-sama pak.. saya yang harusnya berterima kasih karena sudah menerima saya!! kalau begitu saya permisi pak "


" iya.. " jawab pak dhani singkat


saya tidak tau hubungan kamu dengan Tuan Hamis apa Fir, tapi saya berharap kamu bisa menemukan kebahagiaan kamu. kamu gadis yang baik. pak dhani membatin.


*******


Fira berjalan menuju halte seperti biasa, namun dirinya tidak sendirian, Nana juga ikut di sampingnya kali ini. seolah benar-benar tak ingin berpisah dari sahabatnya itu.


" Fir.. loe yakin?? nggak mikir-mikir dulu gitu buat ninggalin gue " ucap Nana yang terdengar seperti rengekan anak kecil


Fira yang melihat ekpresi Nana, terkekeh geli " kamu ini apa'an sih Na', banyak orang tau, nggak malu apa? lagian yang ninggalin kamu siapa, aku cuma pindah kerja bukan pindah negara Na', nomor telfon aku juga masih kamu simpan kan?? jadi kalau ada apa-apa kamu bisa hubungin aku.. " jelas Fira

__ADS_1


" iya sih.. " Nana bercebik jengkel, tak mampu lagi membujuk Fira.


Namun suara seseorang yang tidak asing terdengar di kedua telinga gadis cantik itu.


" Haiiii "


" kak Fhatan? kaka ngapain disini? "


" jemput loe lah Fir, gue mau ngajak loe belanja " jawab Fhatan santai


" belanja? buat apa? "


" ya ampun.. lusa kan loe udah mulai ngantor, masa iya loe pake baju kaya gini "


" iya juga sih.. " melihat ke Nana yang sepertinya masih tertegun dengan kedatangan Fhatan " Na'.. aku nggak papa yah pulang sama Fhatan, "


" ya?? " Nana menggeleng " nggak papa kali Fir, gue ngerti.. " kembali melihat ke arah Fhatan


" kalau gitu gue bawa sahabat loe ya.. dan yaaahh loe hati-hati " Fhatan berucap dengan kedipan satu mata dan berlalu meninggalkan Nana.


sontak itu membuat pipi Nana merona merah dan salah tingkah. jika tidak mengingat ini adalah tempat umum dia mungkin sudah berteriak sekencang-kencangnya.


****


" kita belanja dimana kak?? " tanya Fira setelah duduk dengan baik diatas mobil fhatan,


" tenang aja, Mami udah punya langganan boutiq terbaik, disana juga ngejual baju-baju kantoran sama sepatu branded buat loe pake nanti. "


" nggak usah yang mahal-mahal kak.. kan pemborosan namanya. sayangkan uangnya " ujar Fira dengan wajah polosnya


Fhatan yang melihat itu tak sanggup menahan tangannya untuk tak mengusap kepala gadis itu di sertai dengan tawa kecilnya " loe ini polos banget sih Fir, loe tenang aja, mau loe beli sama butiknya juga nggak bakalan habis duit gue. "


" tapi kan__ "


" tapi apa ?? " sela Fhatan " bisa nggak sih Fir, sekali aja langsung nurutin gue dan nggak pake ngebantah, heran!! loe polos tapi pembangkang juga yahh?!! " Fhatan dengan seringai jahilnya " kalau masih ngebangkang juga, loe gue turunin disini .. Mau??? "


dengan cepat Fira menggelengkan kepalanya dan memberi gerakan tutup mulutnya yang sedikit mencebikkan bibir mungilnya.


Fhatan tergelak dengan tawanya.


gimana gue nggak jatuh cinta sama loe. loenya polos gini.. Fhatan.

__ADS_1


*****


karena ke asikan belanja, Musfira dan Fhatan sampai lupa waktu dan jam sudah menunjukkan pukul 9 malam. mereka memutuskan untuk sekalian makan malam di salah satu restoran yang ada di dekat boutiqe tempat mereka belanja sebelum kembali ke rumah.


seperti biasa, Musfira dan Fhatan yang melangkahkan kakinya masuk ke dalam restoran lagi-lagi menjadi pusat perhatian. bisik-bisik yang terdengar di telinga mereka di anggap angin berlalu. Fira kini telah lebih bisa mengatur dirinya untuk tidak perduli dengan orang-orang yang mungkin mengumpatnya saat ini, karena datang dengan seorang aktor yang sangat di kenal di negara X ini.


" loe sekarang beda yah Fir, lebih berani " ujar Fhatan dengan sendok di tangannya karena tengah menikmati makannya


Musfira paham arah pembicaraan Fhatan. " lalu aku harus kaya gimana kak.. nggak mungkin kan aku menutup mulut mereka satu-satu, jadi kenapa nggak aku yang memilih untuk menutup telinga " jelas Fira


" Wah.. wah.. wah.. makin cin___ " Fhatan dengan cepat menghentikan ucapannya.


mengernyitkan keningnya " cin..??? apaan kak? "


" emang gue bilang cin??? maksud gue itu makin kagum gue sama loe.. iyah itu.. " Fhatan berkilah.


Fira hanya membalas dengan senyuman cantik di bibirnya.


" yaudah.. sekarang habisin makannya trus kita pulang, dari tadi Mami nelfonin gue, dia kira gue bakal bawa loe lari apa.. "


" iya kak.. "


" seandainya bisa gue udah ngelakuinnya Fir, " gumam Fhatan dengan pelan, namun samar-samar terdengar di telinga Fira


" kenapa kak??? "


" eh.. nggak Fir. .. nggak papa.. lanjutin makannya " Fhatan dengan ke gugupannya.


*****


" ini Fhatan kemana sih pih. dari tadi mami telfonin tapi nggak di angkat-angkat. Mami jadi khawatir, Fira juga di hubungin tapi nggak aktif "


" Mami jangan Fikirin yang aneh-aneh..mungkin mereka terjebak macet. kita kan nggak tau " Papi hamis mencoba menenangkan


Abimanyu yang sebenarnya juga khawatir karena memang ini sudah malam, dan lewat jauh dari jam pulang kerja Fira. dia juga tau kalau Fhatan menemani Fira untuk belanja baju kantornya tapi masa iya mereka belanja menghabiskan waktu sampai empat jam. begitu Fikiran Abimanyu.


sedangkan Arkana, memasang wajah datarnya. fikiran-fikiran negatif juga hinggap di dalam hatinya memikirkan Fira dan juga Fhatan belum pulang sampai sekarang. jika saja bukan rasa gengsi yang besar mungkin saat ini dia telah menarik tubuhnya untuk mencari Fira dan Fhatan.


*****


Al.. mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya pada akun " Tina Agustina " yang sudah memberikan Votenya untuk novel Author ini. semoga yang lain juga di berikan hidayah untuk mengikuti jejaknya. tetap like dan komen yah sayang-sayang kuh... 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2