Titip Istriku

Titip Istriku
RS


__ADS_3

Aisha berasa lelah sekali setelah sore ini ia habiskan waktunya dengan sang suami dilanjutkan malam ynag penuh warna dua insan yang saling mencintai.


" lekas tidurlah, ku lelah " Aisha hanya mengangguk saja dan memejamkan matanya hingga terlelap.


Efek dari lelahnya Hanafi membuat sakit kepalanya kambuh lagi, ia lekas mencari obat untuk meminumnya. Untung saja saat itu Aisha sudah tidur jadi tidak mendapati Hanafi yang sedang kesakitan.


Semalaman Hanafi tidak bisa tidur merasakan sakit kepalanya yang lumayan sakit. Setelah kurang lebih dua jam ia merebahkan tubuhnya di samping istrinya hanafi menatap langit-langit atap di kamarnya. kemudian berbaring mengelus wajah istrinya yang lembut dan putih itu. Tetap tidak bisa terlelap entah kenapa terpikir tentang penyakitnya apa yang akan dilakukannya. Ingin memberitahu istrinya tapi ia tak kuasa, apalagi istrinya sedang merasakan kebahagiaan itu. Rasa cinta yang mulai tumbuh dari keduanya.


" mas, belum tidur " matanya terbuka masih dalam keadaan ngantuk.


" Tidurlah biar esok ngga kesiangan " Hanafi menyuruh Aisha untuk tidur kembali. Tidur memeluk istrinya, Aisha langsung mendekat dan meletakkan kepalanya di atas dada suaminya. Pelukan yang semakin erat pertanda tak ingin jauh satu sama lain.


" Apa yang mas pikirin, tidakkah bisa berbagi " Aisha melerai pelukannya. Tapi dengan sigap Hanafi menarik aisha lagi agar mereka saling memeluk.


" Tidak ada apa-apa, sekarang tidurlah sudah malam" Hanafi kembali mengeratkan pwlukannya.


" Mas berbagilah saat ada masalah, jangan hanya di pendam sendiri aja." ungkap Aisha yang merasa suaminya tidak baik-baik saja.


" Iya sayang sekarang istirahat, mas udah ngantuk " kemudian Hanafi memejamkan matanya dan mengeratkan pelukannya kembali mencium pucuk kepala Aisha dengan lembut.


***


Pagi yang begitu cerah sepertinya matahari tersenyum layaknya dua pasang mata yang berbahagia. Aisha merasa sangat bahagia ia dengan semangat menyiapkan sarapan untuk suaminya.


Hanafi sudah siap dengan segala sesuatunya untuk berangkat bekerja. Terlihat sangat tampan dengan celana bahan warna hitam baju kemeja warna biru muda. Sebelum menikah Hanafi menjadi incaran para mahasiswinya karena pria yang tegas lembut dan yang pasti tampan.


" Mas sarapan dulu ya " Hanafi tersenyum ke meja makan langsung mencium kening istrinya.


" Masak apa dek, kelihatannya enak " Hanafi langsung duduk. Aisha mengambil kan nasi kedalam piring Hanafi...


" Ada sayur capcay sama ayam goreng aja mas "


" Hmmm istriku emang pandai sekali memasak, lama-lama nanti mas gendut nih " goda Hanafi.


" Mas bisa aja, masak sendiri itu lebih sehat dan lebih hemat mas. Nanti Aisha bawakam bekal juga biar ngga jajan sembarangan." Aisha juga ikut sarapan bersama.


keduanya menikmati sarapan pagi bersama tanpa suara hanya garpu dan sendok saling beradu.


Hanafi pamit berangkat ke kampus, Aisha mengantarkan Hanafi sampai pintu depan. Tak lupa Aisha meraih tangan suaminya mencium tangan sudah menjadi kebiasaan mereka setiap pagi, Hanafi mengecup kening sang istri berlalu meninggalkan nya.


Terlihat Hamdan juga pagi sekali berangkat ke kampus dengan motor kesayangannya. Kebetulan Hamdan dan Hanafi bertemu di parkiran, Hanafi yang sedang berjalan menuju gedung dan Hamdan yang baru memarkirkan kendaraannya. Tampak Hanafi berhenti menunggu Sang adik satu-satunya itu.

__ADS_1


Hamdan mengetahuinya dan berlari kecil menemui kakaknya.


" Assalamu'alaikum, apa kabar kak " sapa Hamdan.


" Wa'alaikumsalam, alhamdulilah baik"


" Oh ya kak bagaimana kabar kakak ipar "..


" Alhamdulillah baik juga, main dong kerumah"


" Pingin sih kak tapi lagi sibuk dengan tugasnya pak Harto itu, bikin gemes "


" Namanya mahasiswa mdan yah pasti tugas melulu hiburannya"


" Hiburan kak, hemmm..." Hamdan langsung melemas dan dirangkul kakanya berjalan menuju dalam kampus.


" Belajar yang giat jadi sukses biar bisa pegang perusahaan Abah" sebenernya Hanafi di minta abahnya untuk mengurus perusahaannya tapi Hanafi merasa itu bukan paknya ia, ia lebih suka mengajar di kampus.


" iya kak bismillah, doakan Hamdan ya kak "


" aamiin " Hanafi masuk ke dalam ruangannya Hamdan bergegas masuk dalam kelas.


" Hamdan kapan kita akan perusahaan papanya anita "


" Siang ini tidak apa-apa, mana Anita "


" Kenapa sedang cariin aku, kangen ya"


Tiba-tiba muncul dari pintu kelas Hamdan tidak tau kehadiran Anita, karena posisinya yang sedang membelakangi depan kelas.


" Kirain kamu ngga Dateng nit " ucap Yara.


Anita langsung duduk di sebelah Hamdan, selalu itu yang dilakukan Anita ingin dekat dengan Hamdan pria yang sangat di kaguminya.


" aku udah bilang sama papa siang ini kita kesana dan papa mengiyakan"


" Alhamdulillah baguslah lebih cepat lebih baik, aku ingin segera menyelesaikan tugas ini."


" Bikin kepala ku tambah somplak aja itu dosen " kesal Aris.


" sepertinya kamu fans berat sama pak Ha....." Tomi langsung berhenti berucap tidak melanjutkan, dosen sudah datang masuk ke kelas. Terlihat tomi mengelus dadanya ia selamat kalau tidak entah apa yang akan terjadi selanjutnya. Udah pasti dibikin onde-onde.

__ADS_1


" Semua temannya ingin tertawa menutup mulutnya masing-masing"


Kalau ada yang tertawa pasti pak Harto merasa bahwa ada yang menghinanya dan pastinya di beri tugas banyak lagi.


Perkuliahan berlangsung hingga selesai tak ada yang berani mengeluarkan suara.


🌱


Jam sudah menunjukkan pukul dua belas, masjid kampus segera terdengar suara adzan. Meski Hamdan anak yang gaul tapi ia sekalipun tidak pernah meninggalkan sholatnya, dan dilaksanakan secara tepat waktu.


Selesai shalat Zuhur Hamdan bersama teman-temannya akan pergi ke kantor papa nya Anita. Hamdan dengan asyik menaiki motornya, Aris dan Tomi ikut ke mobil Anita bersama para gadis. Hamdan menolak saat di ajak bareng ia ingin langsung pulang jika sudah selesai.


Hanafi pergi ke rumah sakit langganan dimana dokter keluarga nya praktek. Hamdan melihat seperti melihat mobil Hanafi, lalu ia berhenti.


" siapa yang sakit, kenapa kakak kesini " batin Hamdan.


Karena penasaran Hamdan turun dari motor bergegas menyusul kakaknya. Kebetulan kantor papa nya Anita dekat dengan rumah sakit.


Hamdan terlambat satu langkah, kakaknya sudah masuk ke ruangan dokter. Hamdan tak ingin langsung masuk ia menunggu kakaknya di tempat tunggu pasien.


" Assalamu'alaikum dok "


" Wa'alaikumsalam, nak Hanafi duduk silahkan masuk" dokter mempersilahkan Hanafi duduk.


" kamu kesini, sudah siap mau kemoterapi"


" Bukan dok, entahlah saya belum siap. Apakah masih bisa ditunda lagi dok, saya ingin minum obat yang terbaik dari dokter"


" Nak Hanafi penyakit kanker otak adalah penyakit yang serius, sebaiknya nak Hanafi lekas kemoterapi hanya itu satu-satunya solusi saat ini "


" Dok adakah obat yang terbaik, setelah saya lelah pasti pusing itu datang lagi dok"


ungkap Hanafi.


" Kamu tidak bisa berfikir terlalu keras lagi, syaraf otot akan tegang dan menyebabkan sakit di kepalamu. Coba saya berikan obat yang lebih tinggi lagi dosisnya, minumlah saat kamu tau akan bekerja keras "


tidak lama sekitar satu jam Hanafi konsultasi dengan dokter, kemudian berpamitan dan keluar dari ruangan.


" Siapa yang sakit kak"


.....

__ADS_1


__ADS_2