Titip Istriku

Titip Istriku
Aurel


__ADS_3

Meeting selesai Hamdan dan zidan akan menuju ke rumah sakit tetapi sebelumnya Zidan akan menjemput Zakia, karena jam kuliah sudah selesai. Zakia ingin melihat Aurel gadis kecil yang di cerita kan Zidan pagi itu. Zakia merasa sangat kasihan mendengar Cerita dari Zidan anak yatim piatu dan mengidap penyakit yang cukup serius.


" maaf Hamdan bolehkah saya ajak kia, dia ingin sekali melihat gadis kecil itu"


" oh iya silahkan," kini mereka satu mobil, pemandangan yang membuat Hamdan hatinya panas, Zakia selalu mencium tangan kakaknya jika baru bertemu ataupun berpamitan.


" jadi ikut ke rumah sakit kan kia" tanya Zidan mendapati Zakia masuk ke dalam mobil.


" iya jadi kak" ucap kia.


" assalamu'alaikum pak Hamdan maaf harus menjemput saya dulu"


" wa'alaikumsalam tidak apa-apa kita kebetulan melewati juga" Hamdan tersenyum hatinya selalu berdesir saat mendengar suara Zakia.


Mereka sudah sampai di rumah sakit di mana adiknya Kiran di rawat. Zidan berjalan lebih dulu, Zakia dan hamdan hampir jalan sejajar. karena Zidan ingin memastikan lebih awal keadaan Aurel dan hari ini hasil lab nya keluar.


ketika berada di lobi rumah sakit Hamdan berpapasan dengan Azzam.


" kak Azzam.." Azzam pun mendongak melihat siapa yang memanggil.


" hey hamdan, ada sesuatu kamu ke rumah sakit. siapa yang sakit?".


" adiknya teman ku masuk rumah sakit"


" siapa dan sakit apa" " tanya Azzam penasaran, barusan Azzam memeriksa pasien satu persatu, hari ini jadwal ia piket.


" namanya Aurel ada di ruangan,,,,,," Hamdan berpikir sejenak karena tadi belum tanya kepada Zidan sedangkan Zidan dan Zakia sudah duluan pergi.


" Aurel gadis kecil bukan"


" oh iya sepertinya itu namanya Aurel gadis kecil, tinggal di ruangan apa ya dia, Hamdan lupa belum bertanya kak"


" Aurel ada di ruangan teratai, kebetulan saya baru saja memeriksanya. ayo kakak antar"


" apa tidak merepotkan kak, kak Azzam masih bekerja."


" tidak, ini pas istirahat kakak sudah selesai memeriksa pasien" Hamdan mengangguk dan akhirnya Azzam mengantarkan ke ruangan Aurel. di sana sudah terlihat zidan Zakia dan kiran. Zakia sangat telaten menyuapi Aurel, memang Zakia ini penyayang apalagi terhadap anak-anak. Saat makan siang ibu panti akan menyuapi Aurel, tapi Zakia memintanya agar ia yang menyuapkan.


" Kak hamdan, maaf kak saya tadi izin tidak masuk kerja" Kiran berdiri menyambut Azzam dan hamdan yang baru saja datang.


" tidak apa-apa fokus dulu sama kesembuhan adik kamu, bagaimana anak cantik sudah lebih enakan" karena masih mengunyah makanan Aurel pun hanya mengangguk. hamdan sempat melirik Zakia yang sedang menyuapi, rasanya hatinya bergetar kencang saat berada di dekat Zakia rasa itu selalu ada hingga detik ini. meski hamdan berusaha menghilangkan tapi tidak bisa, berkali-kali ia akan di hadapkan pada situasi pertemuan.

__ADS_1


" Alhamdulillah nak Aurel sudah sehat nak, terima kasih banyak atsa bantuannya." ucap ibu panti.


" oh iya ini adalah dokter azzam dia kakakku suami dari kak Aisha. insyaallah akan membantu penyembuhan Aurel."


" selamat siang dok," sapa ibu panti, tadi mereka tau saat memeriksa Aurel. Azzam mengangguk menanggapi salam.


" maaf dok boleh saya bicara sebentar" . Azzam mempersilahkan Kiran untuk berbicara. Azzam mengajak keluar karena tidak baik berbicara yang serius di depan Aurel.


" iya, kita belum bisa menyimpulkan jika hasil lab belum keluar". Kiran mengangguk seakan mengerti penjelasan dari dokter.


" sebenarnya semenjak kapan Aurel sakit seperti ini, kenapa sepertinya sudah cukup lama"


" iya dok sudah cukup lama, kami hanya mengira Kiran mimisan biasa. terlihat parah hingga pingsan baru kemarin"


" ya sudah lebih baik jika hasil lab keluar cepat lakukan tindakan" Kiran lesu mendengar penjelasan dokter, memang sepertinya sakit Aurel ini serius. sebenarnya Azzam sudah menebak tapi Azzam tak ingin mengatakan biarkan melihat hasil lab nanti.


Hamdan keluar menemui Azzam yang sedang berbicara bersama Kiran.


" sudah selesai"


" sudah kak, dokter sudah menjelaskan" kemudian Azzam pamit untuk ke ruangan nya.


" kakak pamit dulu ke ruangan ya Ndan maaf tidak bisa terlalu lama"


" bagaimana Kiran, ada apa dengan Aurel"


" belum tau kak jika hasil lab belum keluar dokter juga belum bisa menyimpulkan".


" semoga Aurel baik-baik saja".


" aamiin" Hamdan keluar ternyata ia melihat Zidan dan Zakia yang sedang menghibur Aurel, perasaan Hamdan sedikit terusik melihat kedekatan adik kakak yang ia pikir mereka suami istri. misteri ini tidak akan terpecahkan jika hamdanpun tidak bertanya.


( Waduh sampai kapan ya readers 😁 )


" makannya di habisin Aurel biar cepat sehat, anak pintar" bujuk Zakia agar Aurel mau menghabiskan makanannya.


" iya kak, kak boleh Aurel tanya. kenapa kakak pakai penutup seperti itu" Zakia tersenyum mendengar pertanyaan Aurel. yang di maksud Aurel adalah cadar.


" karena kakak ini cantik bahaya kalau ada yang liat kecantikan kak kia ". ucap Zidan menjawab pertanyaan Aurel.


" jadi kakak kia ini cantik seperti bidadari ya, Aurel penasaran mau lihat wajah kakak" zidan dan zakia terkekeh, Aurel anak yang lucu.

__ADS_1


" iya bidadari nya kak Zidan, Abi dan umi kak kia " ucap Zidan lagi.


" boleh Aurel lihat bidadari kak" mohon Aurel kepada Zidan yang dari tadi sudah di dengar oleh Kiran dan Hamdan.


" Aurel ngga boleh, ngga sopan sayang " Kiran memperingati adiknya.


" Aurel mau lihat bidadari kak Kiran, kak kia ini katanya bidadari pasti cantik " Zakia dan Zidan kembali terkekeh.


" makanya Aurel sembuh dulu nanti kalau sudah sembuh Aurel main ke rumah kak kia, nanti boleh aurel lihat wajah kak kia"


" kenapa harus ke rumah kak kia, emang kalau sekarang di sini ngga boleh" Aurel masih kekeh padahal sudah di peringatkan Kiran.


" Kan tadi kak Zidan bilang kak kia ini bidadari nya kak Zidan, umi dan Abi kak kia jadi yang boleh melihat hanya yang mahram saja. Aurel kalau mau lihat nanti di rumah kak kia ya. kak Zidan janji kalau sembuh nanti Aurel kakak jemput. sekarang habis makan minum obat terus istirahat." bujuk Zidan kepada kia.


" kak Zidan janji ya sama Aurel"


" InsyaAlloh sayang " Zidan memberikan kelingkingnya kepada Aurel dan mereka menautkan kelingkingnya. Aurel segera menghabiskan makanannya.


" kak Zidan jangan bikin janji sama Aurel, nanti pasti Aurel akan menagihnya"


" tidak apa-apa Kiran aku pasti menepati janji itu, insyaAlloh".


sedangkan Hamdan di situ tidak banyak vokal rasanya jika ada kia ia tak bisa bebas berbuat apa-apa.


" Keluarga nona Aurel, maaf di panggil ke ruangan dokter " suster yang sedang menemui mereka.


" iya saya ibunya sus "


" ibu biar saya saja yang ke ruangan dokter, ibu di sini saja temani Aurel" Kiran tidak ingin ibu panti mendengar kabar yang tidak enak di dengar.


" saya temani Kiran " Hamdan menawarkan diri.kemudian keduanya datang ke ruangan dokter Azzam.


ceklek.


" silahkan masuk dan duduk" ucap Azzam.


" Bagaimana dok hasilnya ". Azzam menghela nafas kasar.


" dari hasil lab di sini Aurel mengidap penyakit gejala leukimia"


______

__ADS_1


bersambung


bantu like kakak readers.


__ADS_2