
Sedangkan di jalan yang penuh sesak Hamdan dan azzam mencari keberadaan Aisha, di mana tempat-tempat yang pernah Aisha datangi tidak ada sosok Aisha di sana. Azzam merasa kesal dengan masalah yang menimpanya hari ini, Hamdan menggantikan Azzam menyertir karena Hamdan tau azzam sedang tidak fokus.
" tenang kak, kak Aisha pasti ketemu. mungkin saat ini memang ia marah. kak Aisha sementara ingin sendiri dulu" ucap hamdan sambil mengemudi kan mobil.
" kalau sampai terjadi apa-apa dengan aisha aku tak akan mengampuni diriku sendiri" Azzam meremas rambutnya. penampilan nya pun sudah acak-acakan bahkan ia tidak ingin makan saat Hamdan mengajak nya makan terlebih dahulu. Di perjalanan perut Azzam merasa mual ia ingin muntah, Azzam meminta Hamdan menghentikan mobilnya terlebih dahulu. Azzam keluar dan muntah di pinggir jalan.
" kak azzam kenapa, mungkin sakit magh kakak kambuh" Azzam hanya melambaikan tangan nya ia terus mual dan muntah. Azzam tak pernah punya sakit lambung sebelumnya karena ia selalu memperhatikan kesehatan nya.
" kita cari obat di apotik itu dulu " hamdan menghentikan mobilnya di depan apotik, azzam pun turun mencari apa yang dia inginkan.
" kita makan dulu ya kak, nanti kak Azzam malah sakit kalau tidak makan. kita cari kak Aisha lagi setelah makan" mungkin benar apa yang di katakan Hamdan ia harus mengisi perutnya agar tetap bisa mencari Aisha.
Ada warung di pinggir jalan Hamdan menghentikan mobilnya bergegas menuju warung makan itu, setelah memesan ia pun makan. Azzam berusaha untuk memasukkan makanan itu ke mulutnya tapi ia kembali mual, terus ia paksa agar masuk ke dalam perut.
sejak tadi Azzam belum membuka handphone nya, ia fokus di jalanan mencari keberadaan Aisha. setelah makan sambil menunggu Azzam ia membuka pesan yang nomor nya belum tersimpan. Azzam mengerutkan keningnya, siapa no baru itu. Azzam pun membuka karena penasaran.
" Aisha ada bersama ku kamu tenang Azzam, Aisha baik-baik saja. biarkan dia sendiri dulu. tolong jangan telepon. Almira." pesan yang dikirimkan Almira ke Azzam. Azzam juga heran kenapa bisa-bisanya Almira bersama Aisha bukankah Almira ada di Amerika, kapan ia pulang ke Indonesia. Azzam memberitahukan pesan itu kepada Hamdan, Hamdan tampak senang melihatnya.
" kak lebih baik jangan temui kak Aisha dulu, biarkan kak Aisha tenang. jika kakak temui dalam keadaan emosi seperti ini itu justru tidak akan menyelesaikan masalah. emosinya masih berapi-api, tenanglah sebentar kak kita temui besok lebih baik kita istirahat dulu." saran hamdan, Azzam masih kekeh ingin cepat menemui Aisha.
__ADS_1
" Aku ingin menjelaskan semuanya Hamdan, ini semua salah paham aku ngga pernah berjanji kepada Hanafi meskipun itu Hanafi utarakan"
" iya Hamdan mengerti kak lebih baik kita menginap di sekitar sini agar besok pagi lebih dekat menemui kak Aisha"
hamdan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, ia sudah tenang meskipun belum menemui nya tapi keberadaan Aisha sudah di ketahui. akhirnya Hamdan memilih hotel tempat di mana dekat di apartemen Almira, Almira memberikan alamat apartemen nya.
meski keberadaan Aisha sudah di ketahui malam ini Azzam gelisah tidak bisa tidur, ia masih merasakan mual. Azzam berharap malam ini cepat berlalu hingga pagi menjelang, rasanya ingin sekali lekas menjelaskan semuanya kepada Aisha agar kesalahan pahaman berakhir.
Begitupun dengan Aisha ia merasakan kerinduan yang teramat kepada suaminya, tapi ia mengingat kejadian tadi membuat nya berasa sesak di dadanya. Aisha masih tidak berselera makan ia hanya makan sedikit dan minum pun sulit ia telan.
" Aisha kenapa kamu belum tidur, tidurlah ngga baik bersedih terus menerus."
" entahlah rasanya sulit sekali aku tidur, tidurlah terlebih dahulu"
" rasanya sesak sekali aku mendengarnya Al," Aisha meneteskan air matanya kembali, ia merebahkan tubuhnya membelakangi Almira. Almira tak ingin Aisha tidur sendiri, sebenarnya masih ada kamar kosong di apartemen itu satu namun Almira enggan meninggalkan Aisha. takut terjadi sesuatu karena kondisinya yang tidak stabil.
" baiklah cepat tidur " Almira menarik selimutnya.
" maafkan aku merepotkan mu Almira"
__ADS_1
" tidak, sama sekali tidak merepotkan mu justru aku senang bisa berteman dengan mu dan menolong mu. aku ngga nyangka kamu bisa menerima kehadiran ku, kamu hebat jarang lo orang yang mau menerima mantan istri dari suaminya menjadi teman tapi kamu melakukannya untuk ku. meskipun awal pertemanan kita dalam kondisi tidak menyenangkan seperti ini. mungkin takdir ini yang membawamu datang untuk ku menjadi sahabat mu. terimakasih aku tidak memiliki banyak teman di Indonesia." Almira membuka selimut yang tadi sudah menutupi kepalanya.
" semua manusia punya masa lalu Al kita tidak boleh menghakimi sendiri, kamu dan mas Azzam adalah masa lalu "
" okey, senang berteman dengan mu. tidurlah aku tidak mau Azzam menyalahkan ku jika kamu tidak nyaman bersama ku. Selesaikan masalah kamu besok biar semuanya clear, aku sangat yakin Azzam tidak melakukan itu sudah cukup lama aku bersama nya aku tau bagaimana Azzam."
" aku belum ingin bertemu mas Azzam, besok aku ingin pulang ke rumah Abi"
" Kamu ingin membuat orang tuamu khawatir, ia mengira pernikahan mu ngga bahagia. jangan Aisha kasihan orang tua mu, pasti mereka akan sedih." Aisha pun tidak menjawab Almira lagi, ia berpikir benar apa yang di katakan Almira abi dan umi pasti sedih, Abah dan umma pasti sangat sedih apalagi mereka semua sakit takut juga membuat kesehatan nya memburuk.
Azzam berdiri di balkon kamar hotel itu, ia berharap bisa melihat Aisha kembali. Rindunya seperti tak tertahankan walau baru beberapa jam saja mereka berpisah, berpisah dalam keadaan yang tidak diinginkan. ia merasa bodoh karena telah membuat Aisha sedih, tidak akan pernah ia ulangi lagi. Aisha membawa kehidupan nya berwarna lagi, setiap pagi ia selalu tersenyum kepada suaminya di saat suaminya membuka matanya. Aisha mengurus Azzam dengan baik, melayani Azzam dengan baik tak pernah sekalipun ia menolak Azzam jika Azzam menginginkan dirinya. Azzam berjanji akan membahagiakan Aisha seperti dirinya yang sangat bahagia mempunyai istri Aisha. cinta yang ia pupuk selama satu tahun, dalam mimpi nya dalam shalat istikharah nya Aisha yang menjadi wanita yang mengisi hatinya. ia berharap Aisha jodoh untuk terakhir kalinya.
" aku mencintaimu Aisha " Azzam membuka layar handphone nya melihat wajah Aisha yang senyum. banyak foto yang Azzam curi tatkala Aisha sedang tersenyum, manis sekali. istri saliha yang banyak diinginkan oleh seorang pria.
" semoga besok kamu mau mendengarkan penjelasan ku" gumam Azzam. sedangkan hamdan sudah tidur terlelap, Azzam kemudian masuk dan merebahkan tubuhnya mencoba memejamkan matanya.
______
bersambung
__ADS_1
hayuk kak minta like nya ya.
beri komentar tentang novel ini.