
Keringat membasahi dahi para dokter yang sedang berjuang demi keselamatan Aisha. Almira tidak sengaja menitikkan air matanya melihat usahanya belum membuahkan hasil, hentakan terakhir tim dokter membuat Almira putus asa. Almira terduduk di kursi yang terletak di sebelah ranjang yang biasa di pakai oleh azzam menunggu Aisha. Almira menutup wajahnya dengan kedua tangannya, ia merasa tak sanggup mengatakannya kepada Azzam dan keluarganya. namun dokter Vito masih terus berusaha untuk keselamatan Aisha, dengan keyakinan dokter Vito menghentakkan nya dengan lebih keras. Terlihat di patient monitor garis datar itu berubah menjadi garis naik turun kembali dengan sempurna.
" Allahu Akbar..." dokter Vito berteriak kala melihat patient monitor menunjukkan gambar yang mereka inginkan. Almira yang terduduk dengan wajah tertutup akhirnya terhenyak kaget dengan teriakan dokter Vito. Almira berdiri menghampiri dokter Vito kini ia melihat patient monitor yang berada di samping bangsal. Almira menangis melihatnya karena bahagia, ia menengok ke dokter Vito dan dokter Vito mengangguk ia tersenyum di balik maskernya. Almira kembali mengecek keadaan Aisha, Almira bersyukur kini detak jantung Aisha kembali normal menunjukkan kemajuan nya. Selesai mereka melakukan pemeriksaan terhadap Aisha, dokter Vito kembali dengan sangat teliti memeriksa nya agar ia yakin bisa meninggalkan pasien dengan keadaan tenang.
" sungguh keajaiban ini dok, akupun tadinya berfikir sama dengan anda. Apa yang akan kita katakan kepada dokter Azzam jika kita gagal dok." kata dokter Vito kala ia sudah menyelesaikan tugas nya.
" aku sudah putus asa kala itu hampir satu jam kita melakukan tindakan bahkan tidak menghasilkan apa yang kita inginkan dok. MasyaAlloh keajaiban Allah, Pencipta memberi kesempatan untuk merawat anak-anak dokter Azzam." Almira tersenyum dokter Vito mengangguk. semua sudah beres dan perawat masih membenarkan pasien lalu membereskan alat yang telah di pakai oleh para dokter.
Di luar semua yang menunggu sangat panik, hampir satu jam para tim dokter belum keluar. Azzam pun sudah berfikir yang melemahkan dirinya, masih berada di tubuh mama Raisa azzam bersender seakan air matanya habis. masih ada Mr Jack dan Hamdan yang juga menunggu. Dokter keluar dari ruangan, dokter Vito terlebih dahulu keluar dengan senyuman bahagia. Azzam langsung berlari menemui dokter Vito meminta keterangan nya.
" bagaimana keadaan istri saya dok, apa yang terjadi. tolong lakukan yang terbaik dokter." bahkan dokter Vito tidak bisa menjawab Azzam, berbagai pertanyaan Azzam lontarkan. Dokter Vito tersenyum sembari memegang bahu Azzam.
" Allah memberi keajaiban Nya, nyonya Aisha kembali normal kita tinggal menunggu sadar. Berikanlah doa yang terbaik untuk nya, istri anda sangat kuat ia mampu melewati masa kritis nya". dokter Azzam merasa lega dengan ucapan dokter Vito, kemudian Azzam memeluk dokter Vito karena bahagia. dokter Vito pamit undur diri untuk istirahat ke ruangannya. benar-benar menguras tenaga hari ini ia sangat berusahA maksimal karena pasien adalah istri dari rekan kerjanya di rumah sakit itu.
" terimakasih dok, terimakasih banyak" dokter Vito kemudian pamit pergi. bersamaan dengan itu Almira pun keluar dari ruangan dan langsug di hampiri oleh Jack. Almira langsung memeluk Mr Jack suaminya, Jack memberi kekuatan untuk istrinya.
" sudah boleh saya masuk dok" Azzam sudah tidak sabar ingin melihat istrinya.
" sebentar zam suster masih membersihkan ruangan nya, jika nanti suster sudah keluar masuklah" Almira melerai pelukan terhadap Jack suaminya. Azzam mengangguk mendengar penuturan Almira, azzam seorang dokter ia pun tau akan hal itu. Titik terlemah Azzam kala berada di posisi seperti pasien yang ia tangani setiap hari nya.
" terimakasih Almira, terimakasih banyak"
" sama-sama ini tugas seorang dokter kan". Almira menekankan kata dokter pada Azzam, bahwa posisinya sama seperti posisi azzam kala Azzam bertugas. Suster keluar Azzam pun bergegas masuk.
__ADS_1
Semua orang yang berada di situ senang dan bahagia mendengar kabar bahwa Aisha sudah kembali membaik. Mama Raisa dan Hamdan tersenyum bahagia mereka pun menitikkan air mata kebahagiaan nya. Umi dan Abi Aisha datang bersamaan dengan Abah dan umma yang kembali ke rumah sakit. Hamdan dan mama Raisa menyambut kedatangan besannya tersebut, umi dan Abi Aisha tidak tau apa yang sebenarnya terjadi yang mereka tau adalah Aisha melahirkan namun tidak di waktu yang tepat. Bayi aisha memang prematur berat badannya yang kurang hingga harus diletakkan di ruangan inkubator.
" Belum bisa di jenguk ya" tanya umi nya Aisha.
" belum um, namun kak azzam ada di dalam menunggu kak Aisha."
" jika nanti jam besuk bisa masuk menjenguk bu". ucap Almira ia menyalami orang tua Aisha.
" dokter yang merawat Aisha" tanya Abi.
" iya bahkan ia tidak pulang demi merawat Aisha" ucap Mama Raisa, Almira tersenyum.
" terimakasih ya nak"
" semoga kebahagiaan merahmati kalian" Jack mendekati Almira merangkul pinggang Aisha.
" kalian, ini Mr yang datang waktu acara syukuran kehamilan Aisha kan"
" iya bu saya rekan kerja hamdan, sekarang istrinya dokter Almira" Jack memperkenalkan dirinya menyalami orang tua Aisha, yang membuat semua di sana tersenyum.
" MasyaAlloh, kapan kalian menikah selamat ya nak. Semoga kalian lekas di beri momongan bahagia selalu untuk keluarga kecil kalian"
" aamiin". Jack dan Almira menjawab bersamaan.
__ADS_1
Kemudian setelah mengobrol sebentar Jack dan Almira pamit, Jack akan mengantar Almira ke ruangan nya untuk istirahat.
" pasti lelah ya sayang terlihat sekali dirimu kelelahan" Jack menuntun Almira ke sofa.
" iya mas, rasanya duniaku pun ikut berhenti kala melihat detak jantung Aisha yang berhenti tadi. Hampir satu jam kami melakukan tindakan bahkan aku putus asa. Namun dokter Vito tidak berhenti melakukan nya, Alhamdulillah berhasil Aisha kembali jantung nya berdetak mas. akupun tak tau apa yang terjadi jika itu terjadi, mungkin aku akan berhenti menjadi dokter saja bahkan sahabat ku sendiri tidak bisa aku selamat kan" Almira bersender di dada suaminya.
" Semua atas kehendak Nya sayang, kita hanya berusaha. Tapi kamu hebat sayang, usahamu membuahkan hasil. " Mr Jack mencium kepala Almira.
" aku tadi pun membisikkan kata-kata ke telinga Aisha mas, aku kalut bahkan menyerah untung saja dokter Vito tidak berhenti mas."
" ya sudah sekarang kamu istirahat, semoga Aisha lekas sadar sayang. mas kangen sama kamu,"
" kok kangen kan kita bareng terus dari kemarin mas"
" kangen itu sayang, di sini apalagi cuacanya dingin rasanya mas menahan sekali" almira tersenyum memukul dada suami nya.
" maaf ya mas jadi menunggu ku di sini" Almira menci** pipi suaminya dengan lembut.
" iya sayang, tapi janji ya nanti setelah di rumah " Mr Jack menaik turunkan alisnya.
" ih mas mah mesum" Almira menenggelamkan kepalanya di dada milik suaminya. Jack tertawa ia pun semakin merekatkan pelukannya.
______
__ADS_1
bersambung...