
" Kenapa kamu yang bahagia Hamdan, siapa yang di terima lamaran nya kamu yang girang" ucap umma melihat aneh tingkat Hamdan.
" ya iyalah ma Hamdan seneng banget, semoga kak Aisha akan bahagia oleh laki-laki yang tepat. dan kak Hanafi melihat dari atas sana juga bahagia melihat kak Aisha dan kak azzam menikah" hamdan yang masih kegirangan. Azzam masih dalam posisi nya duduk ia malu melihat disekitar.
" Baik kalau gitu, besok Aisha kabarin orang tuamu, Abah mau pernikahan di laksanakan di rumah Abah. ini pernikahan putri Abah dan Abah ngga mau lama-lama, niat baik harus di segerakan" ucap Abah yang juga merasa bahagia bahwa harapan Hanafi terkabul.
" Kalau pernikahan nya Minggu depan gimana bah, soalnya Azzam akan wisuda di Minggu selanjutnya" Setelah lulus belum adanya wisuda, Azzam berniat saat wisuda nanti ia akan membawa istrinya ke Amerika.
" Lebih baik nak, kita siapkan pernikahan secara cepat. Hamdan bisa urus semuanya kan" Hamdan terlihat sangat bahagia.
" siap bah akan Hamdan urus semuanya"
" Bah Aisha tidak mau terlalu mewah bah, udah tetangga dan saudara saja. " Abah mengangguk menuruti kemauan aisha karena memang Aisha wanita yang sederhana.
Hati berbunga-bunga, bayangkan saja ada love berterbangan di dada azzam ,😂. ( ngehalu author).
mereka berbincang menghabiskan minumannya, kemudian Azzam pamit.
suasana yang lama di selimuti kesedihan kini sudah saatnya kebahagiaan itu datang.
sesampainya di rumah Azzam memberitahu mama Raisa, mama terkejut langsung menangis dan memeluk azzam tanda bahagia.
" jadi kamu udah ngelamar Aisha zam" tanya
Mama Raisa.
" iya sebelum ujian Azzam melamar Aisha tapi azzam tidak mau Aisha berpikir gegabah ma, azzam kasih waktu buat Aisha hingga Azzam pulang. Tadi di depan Abah dan umma secara resmi Azzam melamar Aisha." jelas azzam.
" tidak apa-apa nak, mama setuju dengan pilihan kamu. Aisha wanita saliha ia baik. impian menantu mama akhirnya terkabul" mama Raisa terharu mengingat mendiang suaminya.
Azzam pamit masuk ke kamar, ia langsung menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang pikirannya teringat wajah Aisha dengan senyum manisnya. Sama dengan yang terjadi pada Aisha sekarang, Aisha tampak hatinya bahagia. ia lalu memandang foto suaminya Hanafi menitikkan air mata.
" mas aku akan menikah dengan sahabat mu, aku tunaikan permintaan mu. Semoga Aisha dan mas Azzam bahagia mengarungi bahtera rumah tangga ini" Aisha masih mengusap foto Hanafi yang kini terpampang di dinding.
suara notifikasi pesan WhatsApp terdengar di hp Aisha.
Ting.
Azzam : terima kasih banyak Aisha
__ADS_1
Ting
Aisha : sama-sama mas, semoga Allah meridhoi niat baik ini.
Ting
Azzam : aamiin 🤲.
Keduanya masih diselimuti rasa bahagia, setelah akhir-akhir ini kesedihan yang di alami Aisha semoga kedepannya kebahagiaan yang di dapat.
***
Pagi hari sekali Hamdan datang ke kantor dengan senyum sumringah bahagia, rasanya lega bagi Hamdan akhirnya azzam dan Aisha akan menikah menunaikan pesan terakhir kakaknya.
" bos tumben pagi banget udah masuk kantor" sapa Zidan yang udah datang lebih dulu. Zidan karyawan yang rajin dia selalu datang lebih pagi dari yang lain.
" iya Zidan ada yang salah"
" ngga biasanya bos Hamdan ngga sepagi ini, ada moodboster apa nih" Hamdan tersenyum mendengar ucapan Zidan. memang benar hari jni dia pagi sekali ke kantor padahal tidak ada hal yang lebih penting.
" Zidan bantu saya persiapan pernikahan di rumah ya"
semua mata karyawan menuju ke arah Zidan yang terlihat sangat bahagia.
" Zidan, bukan saya..." Hamdan mendelik ke arah Zidan, ada satu karyawan yang sangat mengagumi Zidan ia selalu mendekati Zidan yang tak pernah Zidan respon akhirnya bernafas lega. bukan laki-laki pujaannya akan menikah namanya Amira.
" emang bos Hamdan ngga mau menikah" Zidan mulai konyol hari ini.
" ya mau lah emang mau melajang seumur hidup, tapi sekarang yang mau menikah bukan saya."..
" terus..." masih dengan wajah yang keheranan, anak Abah cuma dua orang Hanafi dan hamdan. Hanafi sudah meninggalkan yang ada cuma Hamdan tapi Hamdan bilang bukan dia yang mau menikah lalu siapa.
Abah ,,,, Zidan membelalakkan mata nya dan menutup mulutnya.
" kamu berpikiran apa sih Zidan, jangan berfikir Abah yang akan menikah ya" Zidan mengangguk langsug di pukul kepalanya dengan berkas yang ada di meja Zidan oleh hamdan.
" fikiran kamu kenapa si hari ini zidan, yang akan menikah itu kak Aisha"
" mba Aisha benarkah, siapa yang melamar. padahal saya sudah siap " Zidan meringis kembali lagi Hamdan memukulnya.
__ADS_1
" jangan mimpi kamu Zidan sudah bukan jodohmu, kak Hanafi sudah menyiapkan orang yang akan menggantikan dia"
" siapa Hamdan" Zidan penasaran.
" kak Azzam" jawab Hamdan.
" dokter Azzam, cocok banget sama mba Aisha itu. terus acaranya kapan"
" Minggu ini"
" ha...cepat sekali. "
" iya makanya aku minta bantuan kamu buat mengurusnya." Zidan mengangguk mengerti.
Hamdan akan menyelesaikan seluruh pekerjaan nya, sewaktu acara di rumah pekerjaan Hamdan sedikit berkurang. untuk beberapa hari ini ia sibukkan di kantor nya sambil mempersiapkan acara pernikahan Aisha yang di gelar secar sederhana.
***
Aisha pun di ajak mama Raisa untuk fitting baju pernikahan, sebenarnya Aisha menolak ia tidak ingin terlihat mewah Aisha ingin yang sederhana saja. tapi mama Raisa kekeh ingin pernikahan anak semata wayangnya berkesan. berharap ini adalah pernikahan yang terakhir kalinya, karena di pernikahan pertama mengalami kegagalan.
Akhirnya Aisha mengiyakan kemauan mama Raisa, azzam menjemput Aisha. Aisha tidak mau sendirian akhirnya umma ikut dengan Aisha ke butik langganan mama Raisa.
Aisha tidak ingin baju pengantin yang glamor ia memilih baju pengantin yang tertutup tidak ketat juga. warna putih dengan lis kuning keemasan ditambah sedikit manik-manik membuat baju itu sederhana tapi tetap terkesan mewah. Azzam pun sudah memilih baju pengantin nya, Azzam selalu memperhatikan Aisha ia tidak mengira bisa jatuh cinta pada orang yang di cintai sahabat nya sendiri.
" Cantik..." tak sengaja ucapan itu keluar dari mulut Azzam ketika Aisha sedang mencoba bajunya.
Seorang designer mendengar suara Azzam.
" Calon istri bapak memang cantik, manis lebih cantik dengan gaun ini. bapak pintar sekali memilih calon istri," Azzam tersipu malu dengan ucapan nya ternyata ada yang mendengar.
" Selain cantik anak saya ini saliha lo mba" umma menambahkan.
" Calon mantu impian saya jeng" mama Raisa ikut berbicara juga membuat Aisha senyum-senyum malu dengan godaan orang di sekitar. Azzam mengalihkan pandangannya saat matanya bertemu dengan mata aisha.
________
bersambung...
terimakasih para readers like nya. tambahkan komen tentang novel ini ya, supaya author lebih semangat update nya.
__ADS_1
trimakasih🥰.