
" bagaimana keadaan mu fi..." Mama azzam datang menjenguk Hanafi.
" oh Tante kapan datang, alhamdulilah aku sudah lebih baik Tante. azzam merawat ku dengan baik" Mama Raisa tidak menangis ia di janji sama azzam agar tidak menangis di depan Hanafi. padahal yang sebenarnya mama azzam tidak tega melihat sahabat anaknya itu. Hanafi wajahnya masih pucat.
" syukurlah, semangat untuk sehat ya sayang" Hanafi mengangguk.
Tante Raisa melihat Aisha yang begitu telaten mengurus Hanafi, wanita yang sopan ramah membuat kan minum untuk mama Raisa.
" andai saja dia itu menantuku alangkah bahagia azzam dan diriku" batin mama Raissa.
" di minum Tante" Aisya tersenyum mempersilahkan Tante Raisa meminum minuman buatannya.
" iya makasih sayang, siapa namamu"
" Aisha Tante.." jawab Aisha.
" kamu cantik dan manis sesuai namanya." ucap mama raisa kemudian menyeruput teh buatan Aisha.
Mama Raisa di tinggal oleh Azzam, karena Azzam harus memeriksa pasien yang lain. Mama Raisa banyak berbincang tentang Hanafi dan azzam semasa sekolah.
" kamu tau, apa yang Hanafi miliki selalu di miliki azzam juga. dia sangat mengalah orangnya, Azzam anak Tante yang sedikit keras kepala" Aisha dan mama Raisa tertawa, cerita lucu yang mereka bicarakan sontak membuat Hanafi pun tersenyum.
mereka berbincang cukup untuk menghibur Hanafi. Hanafi pun ikut tertawa Tante Raisa menceritakan masa lalu bersama Azzam.
" kak Hamdan ke kampus dulu, nanti jika perlu sama Hamdan langsug hubungi Hamdan saja" Hanafi mengangguk, Hamdan berpamitan dengan semua yang ada di situ.
****
Hamdan melewati jalanan yang cukup padat, untung saja tidak macet hari ini. setelah melewati jalan dan tanpa sengaja ia melihat Zakia sedang menunggu sesuatu. Hamdan terus saja mengemudi kan mobilnya, kemudian Hamdan berhenti ia mengingat takut terjadi sesuatu dengan Zakia.
kemudahan Hamdan memundurkan mobilnya berhenti tepat didepan dimana Zakia berdiri.
Hamdan menurunkan kaca mobilnya untuk melihatnya gadis itu.
" masuklah mungkin taksi akan lama lewat" Zakia berfikir sebenarnya ia ingin cepat sampai kampus karena pagi itu ada kelas.
Zakia hanya mematung mendengar Hamdan menyuruh nya masuk mobil.
__ADS_1
" cepat masuklah aku juga akan ke kampus" Zakia tak ada pilihan lain ia langsung masuk mobil. ia duduk di jok belakang, ia tidak ingin duduk di depan.
" maaf pak.." Hamdan langsug memotong ucapan Zakia, mengetahui maksud yang akan di katakan Zakia. Zakia minta maaf bukan msksud menjadikan Hamdan seperti sopir karena ia duduk dibelakang tapi karena mereka bukan mahram jadi Zakia memilih duduk di belakang.
" tidak apa-apa aku mengerti, kenapa Zidan tak mengantarmu" tanya Hamdan.
" tadi berangkat bersama, tapi karena ada yang perlu aku beli aku memintanya untuk duluan.
Hamdan mengangguk ia tidak bertanya lagi, bahkan nama Zakia pun ia tidak tau. hanya ada keheningan dalam mobil itu, mereka sibuk dengan pikirannya masing-masing.
kebetulan saat itu juga Hamdan membawa mobil bukan motornya karena memang kemarin dipakai untuk mengantar Hanafi.
jika kabarnya Hanafi boleh pulang Hamdan langsung bisa melaju ke rumah sakit tanpa harus pulang terlebih dahulu mengganti kendaraan nya.
Akhirnya mereka sampai di kampus, mobil di parkirkan di tempat yang seharusnya.
" trimakasih pak atas tumpangannya" sebelum beranjak keluar mobil Zakia mengucapkan terimakasih.
" hmmm..." hanya di balas deheman oleh Hamdan. Rasa yang di miliki Hamdan masih sama, ia menyukai Zakia semenjak dari awal bertemu walaupun ia belum pernah melihat wajah nya bahkan namanya pun tidak tau.
" Zakia, cie kamu satu mobil sama kak Hamdan. kamu mengenal nya " tanya Aulia sahabat zakia.
" iya, kak Hamdan adalah bos kakakku dimana kak Zidan bekerja sekarang, kebetulan saja kami bertemu dan ia memberi ku tumpangan." ucap Zakia membuat Aulia takjub.
" wah kak Hamdan CEO Zakia, keren sekali mahasiswa yang berpenghasilan. jarang banget Lo ada orang seperti dia, biasanya anak zaman sekarang itu akan menghabiskan uang orang tuanya untuk berfoya-foya tanpa memikirkan jerih payah orang tua mencari nafkah" ucap Aulia panjang lebar, memang aulia mengagumi sosok Hamdan Tomi dan teman-temannya yang di bilang lumayan tampan..
" yuk masuk kelas," Zakia tak ingin melanjutkan pembicaraan Aulia ia mengajak Aulia untuk segera masuk kelas. tanpa Zakia sadari entah perasaan apa ia senang ketika Hamdan menyapanya.
***
" kamu segera cepat sembuh, Tante ingin kamu main kerumah Tante lagi. nanti akan Tante masakin makanan kesukaan kalian." ucap Tante Raisa mengingat masa dimana Hanafi dan azzam menghabiskan makanan di rumah mama Raisa.
" iya Tante doakan Hanafi, Hanafi akan menghabiskan masakan Tante seperti dulu" Hanafi tersenyum iapun mengingat masa itu dikala makanan yang menjadi kesukaan nya dengan Hanafi mereka habiskan berdua saat papa azzam pulang mau makan di meja makan sudah tidak ada apa-apa, itu membuat mama Raisa harus memasak lagi.
" Tante pamit, Hanafi harus semangat" Hanafi hanya mengangguk saja kemudian mencium tangan mama Raisa dengan takzim begitu pun Aisha.
Mama Raisa pulang menggunakan supir karena memang azzam tidak bisa mengantar, ada jam praktek hari ini.
__ADS_1
Adzan Zuhur sudah berkumandang mereka melaksanakan shalat, sebelum dokter datang untuk memeriksa apakah sudah di perbolehkan pulang.
Setelah shalat jatah makan siang Hanafi pun datang, berbarengan dengan azzam yang membawa makan siang ke ruangan itu. Azzam juga membawakan satu bungkus makan siang untuk Aisha.
Aisha mempersiapkan makanan Hanafi ingin menyuapinya tapi Hanafiah menolak ia ingin makan dengan tangan nya sendiri.
" kita makan bersama saja Aisha , aku bisa memakannya sendiri."
" tidak mas biar Aisha suapi" azzam pun melihat dua pasang suami istri itu merasa iri.
" jangan mas sudah sehat tidak lemas lagi, kita makan bersama azzam sudah membelikan mu makanan kalau nanti jadi ngga enak" akhirnya Aisha mengalah dan mereka pun makan bersama.
" sepertinya kamu sudah bisa pulang setelah aku periksa nanti, "
Aisha dan Hanafi senang, Hanafi tidak menyukai aroma obat yang selama ini ia konsumsi.
" Tidak usah menelepon orang rumah nanti biar kamu ku antar pulang" ucap azzam.
" biarkan Hamdan yang menjemput kami, kamukan harus bekerja Azzam".
" tidak ada penolakan Hanafi saya akan mengantar, di jam istirahat siang begini aku tidak praktek"..
" maaf selalu merepotkan mu teman".
" tidak kamu tidak pernah merepotkan ku, dulu kamu yang selalu aku repotkan dan kamu tidak pernah menolak ku. sekarang aku juga ingin kamu tidak menolak ku" Hanafi tersenyum ingat saat dulu Azzam selalu memaksa Hanafi untuk mengikuti kemauan nya.
" Azzam jangan lupa pesanku"
" Hanafi jangan ucapkan itu lagi aku tak suka"
Aisha masuk setelah habis dari luar membuang sampah bekas makannya.
" pesan apa mas?.....
________
reader bantu like nya beri vote dan selipkan hadiah ya. terimakasih.🥰
__ADS_1