
Keesokan harinya Aisha sudah tampak lebih sehat, ia sudah bisa duduk menyenderkan kepalanya di ranjang. meskipun belum boleh banyak gerak karena luka di kepalanya lumayan, atas benturan kala ia jatuh terserempet. Azzam dengan sangat telaten mengurus sang istri, kini di temani umi Aisha. Azzam mendapatkan cuti kerja, kebetulan juga ada dokter yang sedang magang di situ bisa membantu dokter Haris selaku dokter bedah partner Azzam.
" mas Aisha pengen lihat anak-anak". Azzam masih membenarkan posisi Aisha .
" iya sayang kita tunggu dokter dulu, dan jika kamu memang sudah lebih baik kita temui anak-anak. mereka tidak bisa di bawa ke sini karena mereka butuh perawatan." jelas Azzam sambil tersenyum dan menyuapkan sarapan pagi untuk Aisha.
" Aisha ingin sekali lihat anak-anak mas, seperti siapa mereka." Aisha tersenyum, Azzam mengelus kepala istrinya itu.
" jelas seperti bunda nya juga ayahnya, sekarang habiskan dulu sarapannya. jika nanti dokter mengizinkan kita bisa liat anak-anak" Aisha mengangguk kembali fokus mengunyah makanan yang sudah berada di mulutnya.
Terdengar suara pintu di buka, ternyata Abah dan umma serta Hamdan yang datang. mereka senang sekali melihat perubahan Aisha. Hamdan sebelum ke kampus ia mengantar kedua orang tuanya dahulu ke rumah sakit, untuk melihat keadaan Aisha.
" Ini umma bawakan puding biar lebih enak perutnya, dingin kamu pasti kangen kan makanan ini." umma mendekati Aisha dan meletakkan puding di meja dekat ranjang.
" terimakasih umma, ngga perlu repot-repot umma. Aisha belum begitu nafsu untuk makan"
" jangan gitu sayang kamu harus banyak makan supaya lekas sehat, asi mu sangat di butuhkan cucu umma yang tampan-tampan". ucap umma.
" Aisha segera ingin melihat mereka umma."
" Ibu baru ini ingin cepat melihat anak-anak ya, lekas sehat semangat sembuh nanti supaya bisa melihat mereka. anak-anak belum bisa di bawa ke sini Aisha". suara Almira membuat kaget seluruh ruangan pasalnya Almira datang tiba-tiba. Jack sebelum ke kantor ia mengantar Almira dulu ke rumah sakit, Jack tidak sempat menjenguk Aisha karena ada klien yang sudah menunggu.
" Almira mengagetkan kami saja nak," Almira tersenyum sebenarnya ia mengucapkan salam tapi tidak terdengar oleh siapapun mereka sedang tertawa bahagia suara Almira jadi kalah.
" maaf tadi sebenarnya sudah mengucapkan salam tapi karena semuanya masih tertawa bahagia hingga tidak terdengar. Aku periksa dulu ya sha," hening kala Almira di periksa oleh Almira.
" Gimana keadaan istri ku Al"
" Alhamdulillah dok istri anda banyak perubahannya, tinggal pemulihan saja. Aisha yang semangat ya itu bisa membantu cepat pemulihan mu."
__ADS_1
" terimakasih Almira sudah merawatku dengan baik"
" sudah menjadi tugas saya sha, saya permisi dulu masih ada yang harus saya kerjakan" Almira meninggal kan ruangan Aisha dan pergi ke ruangan lainnya untuk melakukan pemeriksaan pagi.
" Assalamu'alaikum" terdengar ucapan salam.
" wa'alaikumsalam" serentak mereka menjawab.
Ternyata yang datang Zidan dan kia mereka menjenguk Aisha sebelum Zidan ke kantor. Kia selalu saja memegang lengan kakaknya saat mereka jalan berdua, membuat cemburu satu pasang mata yang ada di ruangan. Zidan dan Aisha menyalami semua nya, tak lupa juga umma yang begitu antusias ia melakukan cipika cipiki untuk calon menantunya itu.
" Gimana kabarnya kamu nak sehat" tanya umma kepada Zakia.
" Alhamdulillah ma sehat"
" sudah lama umma tidak bertemu rasanya kangen" Zakia tersenyum kemudian pamit untuk menengok Aisha.
' kenapa mama perhatian banget sama kia, lah itu Zidan ke sini juga bawa kia ngga tau apa hatiku begitu panas' batin Hamdan yang dari tadi memperhatikan Zakia. Tatapan nya di ketahui oleh Azzam, dan Azzam pun berfikir Hamdan ada rasa sama Zidan.
" Alhamdulillah lebih baik kia, terimakasih sudah menyempatkan datang" kia mengangguk mereka mengobrol sebentar. ada Hamdan yang pamit keluar ia akan segera ke kampus. Tak lama juga Zidan dan kia pamit mereka akan ke kantor dan kia ke kampus.
" Halo ada apa Kiran" ponsel Zidan bergetar ada panggilan dari Kiran.
" ada klien pak yang minta segera bertemu dengan pak Hamdan atupun yang mewakili nya"
" Hamdan pagi ini tidak bisa ia ke kampus"
" kalau begitu kak zidan saja, beliau sudah menunggu setengah jam yang lalu."
" oh iya maaf saya sednag menjenguk Aisha dulu tadi ke rumah sakit. saya segera kesana."..
__ADS_1
" baik pak" Kiran langsung menutup teleponnya, Zidan segera berlari kecil menghampiri Hamdan yang berjalan tidak jauh di depannya.
" Kamu pagi ini ada jadwal ke kampus kan"
" iya ada apa, saya harus segera ke kampus".
" di kantor ada klien yang sedang menunggu, ia menunggu sudah setengah jam yang lalu aku segera ke kantor. jika kamu ke kampus aku nitip KIA ya, kalau aku harus anterin KIA dulu pasti kelamaan takut yang menunggu tamabh bosan" Hamdan terkejut, ia harus satu mobil lagi sama kia. Zidan menoleh ke belakang ia berhenti sebentar menunggu kia bisa sejajar dengan nya.
" dek kakak harus cepat ke kantor ada klien yang sudah menunggu setengah jam yang lalu, kamu barwng Hamdan ya. jika naik taksi kamu pasti terlambat"
" tapi kak, "
" ya udah kakak tinggal ya dek". Zidan memutus perkataan adiknya yang belum menyelesaikan kalimatnya. ia segera berlari kecil menuju tempat parkir.
' ya Allah kenapa juga Zidan membiarkan istrinya bareng sama saya, apa ngga cemburu itu orang. aku aja cemburu ngeliat mereka' gurutu Hamdan ia terus berjalan tanpa menoleh ke belakang. sedangkan Zakia mengekorinya dari belakang sampai ke tempat parkiran.
" maaf jika saya merepotkan"
" tidak apa-apa ayo cepat masuk nanti terlambat" Zakia akhirnya masuk memang benar ia akan terlambat jika harus menunggu taksi, ia duduk di belakang sedangkan Hamdan di depan sebagai pengendara.
Zakia sibuk dengan bukunya, ia membuka dan membacanya hari ini ada kuis di salah satu mata pelajaran nya. Hamdan melirik nya lewat spion ia sangat mengagumi mata indah milik Zakia, sembari beristighfar karena itu tidak halal baginya bisa di sebut dengan zina mata.
" apa kamu tidak pusing membaca dalam kendaraan, "
" Alhamdulillah tidak aku sudah terbiasa, hari ini ada kuis dan harus belajar juga bisa cepat sampai ke kampus" ucap Zakia.
entah kenapa Hamdan sedari rumah sakit memelankan laju mobilnya, hatinya berharap ingin berlama dengan sang pujaan hati padahal Hamdan tak punya pikiran begitu. Ketika zakia mengatakan ingin cepat sampai ia baru sadar jika laju mobilnya sangat lambat. Hamdan menginjak gas lebih cepat untuk sampai ke kampus, membuat Zakia tertawa di balik cadarnya.
_______
__ADS_1
bersambung