
sesampainya di kafe azzam menyapa seluruh karyawan, semua pun hormat dengan suami atasannya. Azzam langsung masuk ke dalam ruangan Aisha, ia terkejut mendapati Aisha yang sedang tidur di sofa. ia tidak tega kemudian mengangkat kepala Aisha dan ia sandarkan kepalanya di pangkuannya. Azzam membelai Aisha istrinya terlihat lelah, Azzam tidak ingin membangunkan istrinya. rasanya tidak tega Azzam memilih untuk menunggu Aisha bangun. baru sekitar lima belas menit Aisha menggeliat ia mengerjap kan matanya berusaha untuk bangun, saat terasa belaian tangan suaminya di kepalanya Aisha membuka mata.
" mas ini kamu, semenjak kapan mas datang". Aisha mencoba untuk duduk kemudian menyenderkan kepalanya di lengan Azzam, Aisha sangat manja semenjak kehamilannya. membuat Azzam gemas setiap kali Aisha manja dengan nya sangat berbeda dari sebelum hamil.
" belum lama juga, Ais lelah ya" tanya Azzam sambil membelai istrinya yang saat ini sedang bersandar di dadanya.
"Ngga, biasa saja cuma ngantuk saja mas, kenapa ngga bangunkan Ais tadi." Azzam tersenyum melihat wajah lelah istrinya. sebenarnya Aisha tidak melakukan apapun dari tadi, mungkin lelah ia duduk saja.
" ya udah ayo kita pulang ini hari udah sangat sore kita lanjutkan istirahat di rumah saja" Aisha pun mengambil tas nya lalu mereka pergi keluar berpamitan dengan para pegawai. Rini dan Salwa adalah karyawan kepercayaannya, Salwa lebih dulu bekerja di kafe ia sangat rajin dan jujur hingga kafe itu di percaya kan kepada Salwa soal keuangan nya. Di perjalanan Aisha melihat ada yang menjual rujak, ia meminta Azzam untuk menghentikan mobilnya. Azzam pun menuruti apa yang di minta istrinya.
" di bungkus aja ya sayang ini sudah sore" Aisha mengangguk, Azzam turun ia membeli banyak sekali rujak untuk di bawa pulang. ternyata Azzam pun menginginkan rujak itu juga. saat penjual nya sedang menyiapkan pesanannya Azzam menelan salivanya, ingin segera melahap rujak itu. tak hanya beli satu bungkus, belinya sampai lima bungkus.
" mas banyak banget beli rujaknya, boleh Aisha habiskan semua"
" jangan sayang mas juga mau, pingin dari semenjak di rumah sakit tadi" ternyata Azzam juga merasakan hal yang sama dengan Aisha.
Mobil berjalan dengan kecepatan sedang, sambil menikmati alunan lagu nasyid yang mengalun indah. Aisha mengikuti nyanyian itu, Azzam tertawa kecil melihat Aisha yang sedang menyanyi padahal itu sama sekali tidak pernah di lakukan Aisha. Aisha ini pemalu awalnya tapi beda dari semenjak hamil tingkahnya lebih ke kanak-kanakan. Azzam tidak mengeluh bahkan dia sangat menyukai hal itu, setelah kejadian salah paham tempo itu Azzam berjanji akan selalu menjaga Aisha. ia merasakan cinta untuk Aisha melebihi cintanya saat bersama istrinya dulu, Aisha selalu bisa membuat Azzam tersenyum.
" mas kok senyum-senyum, kenapa?"
" ngga apa-apa, Ais lanjut nyanyi aja mas seneng dengerin nya".
" ih jelek ya suara Ais mas, yah kan Aisha suka dengan nasyid ini dari dulu mas".
" ngga sayang suaramu bagus mas suka, makanya mas senyum-senyum" Aisha tersipu malu.
Kegiatan di sore hari mama Raisa selalu asyik dengan tanamannya, Aisha yang pulang bersama Azzam langsung menemui mama dan mencium tangan beliau yang sudah paruh baya itu.
" langsung naik ke atas bersih-bersih lalu istirahat, jangan melakukan pekerjaan di dapur ya disana sudah ada bibi" ucap mama Raisa.
" iya ma, Azzam pasti ajak Aisha istirahat" kedip mata azzam di tujukan kepada istrinya, Aisha melongo melihat tingkah genit suaminya apalagi di depan mama mertuanya Aisha malu.
__ADS_1
" ih dasar kamu zam, awas ya terjadi apa-apa sama menantu dan cucu mama"
" InsyaAlloh tidak apa-apa ma, Aisha sehat ma. Aisha masih bisa sebenarnya melakukan pekerjaan apapun."
" tidak-tidak mama ngga mau, udah Azzam bawa istrimu kedalam"
" siap ma " tanpa aba-aba Azzam mengangkat Aisha seperti pangeran membawa ratunya. Mama melihatnya geleng-geleng kepala, tapi bahagia kini anaknya menemukan kebahagiaan nya istri salihah.
" mas aisha malu mas ada mama juga bibik"
" biarin aja cuma mereka berdua, mas udah kangen banget sama kamu temani mas istirahat" azzam pun bersikukuh tidak mau menurunkan istrinya hingga ke kamarnya.
" Aisha siapkan air dulu mas mandi duluan," Aisha berlalu ke kamar mandi untuk menyiapkan air di bathtub up. Azzam masih melepas kemejanya yang masih di pakai. Setelah selesai Aisha keluar dan menyiapkan baju santai suaminya.
" handuknya mana sayang"
" sebentar kenapa masuk ngga mas bawa sekalian sih"
" mas mandi dulu"
" mandi sama mas ya, punggung mas sudah lama tidak ada yang menggosoknya" Azzam memeluk istrinya dari belakang dan menc**mi tengkuk leh** istrinya yang polos tanpa penutup itu, Aisha merasa sangat geli.
" mas, tapi..."
" ayo, dosa lo nolak suami" ketika Aisha sudah di hadapkan dengan suaminya ia pun tak bisa menolak. Akhirnya mereka mandi berdua, tapi tidak bisa lama seketika Aisha merasa mual perutnya ingin muntah. Azzam segera menyelesaikan mandi nya dan mengambil handuk Aisha yang tadi masih di luar.
" kamu ngga papa sayang, maafin mas ya terlalu memaksamu" azzam terlihat sangat khawatir mendapati Aisha lemas, sejak tadi ia muntah.
" ambilkan rujak tadi mas, Aisha mau memakannya" pinta Aisha yang sudah berganti pakaian gamis sorenya. Azzam bergegas turun ke bawah mencari rujak yang di belinya tadi.
" ada apa zam kamu kok buru-buru" tanya mama Raisa yang sudah selesai dengan tanamannya.
__ADS_1
" ngga papa ma kami mau makan rujak tadi azzam beli" Azzam tersenyum, jika mama sampai tau apa yang di perbuat Azzam membuat Aisha yang kini mual lagi bisa di hajar Azzam oleh mama. baru naik dapat setengah tangga Azzam melihat Aisha turun.
" kok turun sayang, mau ke mana? mas udah bawain rujak kamu nih".
" makannya di belakang aja mas deket kolam kayaknya sejuk di situ, angin sore bikin segar. panggilkan bibik dan mama mas"
" untuk apa sayang"
" mas..." Azzam tak bisa menolak ketika mata Aisha sudah melotot. Mama Raisa pun jalan tergopoh-gopoh menemui Aisha begitu juga dengan bibi, takut ada apa-apa dengan menantu kesayangan nya itu diikuti bibi dari belakang.
" kenapa kamu Aisha, apa yang terjadi " mama mendekat mengelus perut Aisha yang masih rata, mama menelisik seluruh tubuh Aisha. begitu juga dengan bibi yang mengikuti nya dari belakang, Aisha justru malah tertawa seakan lucu melihat mama dan bibi.
" mas memang kamu bilang apa sama mama dan bibi mereka khawatir banget sama Aisha mas".
" ngga bilang apa-apa cuma bilang, Aisha perlu dengan mama dan bibi" ..
" emangnya ada apa , jangan bikin Mama khawatir untung saja mama ngga punya riwayat penyakit jantung. Mama ngga mau mati sekarang, mama masih ingin lihat cucu mama"
" ngga apa-apa ma, Ais mau ngajak kalian makan rujak bareng-banreng di sini. Aisha ngga mungkin makan sebanyak ini, mas Azzam belinya banyak. Aisha juga ngga mau makan makanan beli kemarin. jadi, kita habisin sekarang bareng-bareng"
" lagian mas Azzam beli rujak banyak amat, hadeh bibi ngga suka rujak ini." bibi menelan ludahnya sangat sulit sekali.
" pokoknya Ais mau bibi juga ikut habisin rujak ini" mau ngga mau mama dan bibi ikut makan rujak, wajah bibi sudah terlihat merah menahan makanan yang masuk ke mulutnya. Aisha malah tertawa melihat mertua dan bibinya ngabisin rujak, Aisha dan Azzam mah santai karena memang yang mereka inginkan. demi sang menantu dan nona nya itu mereka berkorban ikut menghabiskan satu bungkus rujak. akhirnya bibi menyerah sudah ngga kuat karena rasanya asam sekali. Sore itu di lewati dengan candaan yang sangat bahagia, menambah kebahagiaan kedua insan yang saling mencintai itu.
****
jangan lupa kasih hadiah dan vote nya ya reader mumpung hari Senin.
selamat membaca kasih like dan saran untuk othor ya readers.
trimakasih 🥰
__ADS_1