Titip Istriku

Titip Istriku
syukuran


__ADS_3

waktu berjalan begitu cepat kini kehamilan Aisha sudah berumur empat bulan masuk ke lima bulan dan saat nya akan di adakan syukuran kecil-kecilan. mengundang anak yatim piatu serta tetangga adapun karyawan kafe dan teman terdekat.


Umi dan Abi Aisha juga datang ikut mendoakan kebahagiaan anaknya dan calon cucunya. Umma dan Abah pun tak lupa begitu semangat nya mendengar kehamilan Aisha bahkan sering umma datang berkunjung ke rumah mama Raisa ataupun ke kafe saat Aishaa tak berada dirumah. Di usia janin seratus dua puluh hari terhitung sejak terjadinya sel ****** dan ovum ruh di tiupkan pada janin.


" Selamat ya semoga lancar sehat sampai hari kelahiran" ucapan selamat kini bergulir di lantunkan mereka yang hadir.


Alangkah bahagianya mereka semua menikmati hidangan yang disajikan oleh keluarga dokter Azzam. Zidan datang bersama Zakia dan kedua orang tuanya, itulah Zakia ia tak pernah melepaskan kakaknya memegang lengan kakaknya membuat orang lain cemburu. bagaimana tidak Zidan yang tampan seharusnya di umurnya yang cukup ia belum punya pasangan hidup, alasannya memang belum ada yang sreg di hati bahkan banyak yang ingin mengajaknya ta'aruf. Zidan selalu menolak nya. Kini Hamdan datang bersama mr.jack kebetulan hari ini ia ada agenda ke Indonesia menengok cabang perusahaan nya, hamdan bertemu kemudian mengajak ke acara Aisha. Sungguh acara yang membuat orang sangat bahagia, lebih lagi azzam dan Aisha pasangan itu. Hamdan tak lepas matanya dari sosok Zakia ia melihat Zakia yang tersenyum bercanda dengan Aurel adik Kiran karena panti di mana Kiran tinggal di undang oleh Azzam. Berkali-kali Hamdan merutuki dirinya bisa-bisanya ia mencintai wanita yang telah bersuami menurutnya, disamping Zakia pun tak jauh dari Zidan kakaknya. Zidan selalu menjaga Zakia, ia sangat menyayangi adiknya mereka memang begitu dekat dari kecil.


" Apa yang kau liat Mr, inginku kenalkan" Hamdan melihat mr. Jack yang sedang memperhatikan Almira.


" trimakasih, ,,,"


" kak Almira kenalkan ini teman bisnis Hamdan namanya mr.jack" Almira tersenyum namun ia mengingat saat ia berada di Amerika telah di tolong oleh mr.jack.


" Hay, mr.jack" Jack memberikan tangannya tapi Almira tidak menerimanya hanya menangkupkan tangannya di depan dada.


" Almira, sepertinya kita pernah bertemu." Almira mengingat nya.


flashback on


Almira sedang berbelanja di sepermarket di Amerika, kebetulan semua bahan makanan dan kebutuhan rumahnya habis.


" semuanya habis 750.000 nona"


( maaf ya othor ngga bisa bahasa Inggris jadi pakai bahasa Indonesia aja 😁 )


" baik mba, sebentar" Almira mencari-cari dompetnya di dalam tas ia tak mendapatinya.


" pakai ini saja mba" seorang pria menyodorkan kartu kepada kasir. kasir pun menerima nya dan langsung menggesek kartu itu.


" eh Mr. tidak perlu saya punya uang, "


" Anda akan berdiri di sini sampai sore, kasihan juga yang lain akan bayar dan kasihan pegawai juga yang akan mengembalikan belanjaan anda." Almira melongo saja bisa-bisanya dia lupa bawa dompet.

__ADS_1


" kalau gitu berikan no rekening anda akan saya ganti" tapi mr. Jack tak menghiraukan Almira ia pergi begitu saja.


" dasar cowok sombong" Almira kesal, ia pun pergi pulang membawa belanjaan nya.


Namun setiap hari Jack mengingat wajah Almira terus, ia sangat mengingat nya. senyum yang manis, Jack selalu mencoba menghilangkan ingatan wajah Almira namun sampai detik ini ia masih mengingatnya.


flashback off


" yah mungkin " jawab Mr Jack.


" tunggu-tunggu anda yang membayar belanjaan saya waktu di mall Amerika"


" ingatan Anda tajam sekali nona" ucap Jack. Hamdan pamit pergi menemui saudara yang lain meninggalkan Almira dan Jack.


" oke akan saya kembalikan uang anda," Almira membuka tasnya sialnya hari itu ia tidak membawa uang cash hanya tertera uang seratus lima puluh ribu saja di dompet.


" sudahlah nona jangan berpura-pura lagi anda tidak membawa uang" Almira melotot mendengar sindiran Jack.


" berapa no rekening mu tuan akan saya kembalikan hutang ku padamu"


" iya kenapa tidak saya juga punya uang kebetulan saya tidak membawa cash lagi"


" kalau begitu temui saya esok siang di jam makan siang di kafe milik tuan Hamdan, tidak ada tawar menawar"


" tapi saya besok bekerja"


" walaupun kamu seorang dokter memang dokter ngga perlu makan " Almira terkejut ternyata mr.jack tau kalau ia seorang Dokter.


" kamuh..." mr.jack pergi begitu saja. menemui umma dan Abah karena mereka mengenalnya, orang tua mereka berteman mengenal dalam bisnis.


Ting.


" jangan lupa saya tunggu nona ". notifikasi pesan dari handphone Almira.

__ADS_1


Almira hari ini di buat kesal oleh laki-laki yang baru saja di kenalnya. Almira pun terkejut laki-laki itu mengetahui nomor ponselnya. apa yang tidak mungkin buat mr.jack, ia bisa melakukan apapun. ternyata jauh hari sebelumnya Jack sudah mencari informasi tentang sosok Almira.


Suasana syukuran itu berjalan dengan sangat lancar, semua orang mendoakan ibu dan bayi. Azzam sangat antusias mendampingi sang istri. Perhatian Azzam semakin bertambah saat dokter Almira mengatakan bahwa detak jantung bayi mereka ada dua, kemungkinan besar bayi mereka kembar.


" sayang jangan terlalu banyak gerak nanti kamu lelah, sudah duduk di sini saja biarkan mereka yang menemuimu " Azzam meminta Aisha agar tidak terlalu banyak bergerak, ia takut istrinya kelelahan. Azzam membayangkan seperti apa besarnya nanti perut Aisha jika kandungan nya berumur 8 sampai sembilan bulan...


" Aisha ingin menemui mereka mas"


" aisha nak nanti kamu lelah biarkan mereka yang menyapamu, mereka semua pasti akan menemuimu di sini" umi menyarankan karena melihat Aisha yang dari tadi sibuk menemui para tamu. akhirnya Aisha pun pasrah ia duduk di dampingi sang suami yang tak pernah lepas menggenggam tangan nya.


Ternyata mama Raisa juga mengundang teman Arisannya tak lupa Monica dan mamanya. Monica sengaja ikut karena ingin melihat Azzam dan istrinya, ia sangat kesal melihat kebahagiaan mereka berdua.


" lihat saja aku akan memberi pelajaran buat mereka" gumam Monica.


Monica hanya berdiri jauh ia tidak menemui Azzam, namun matanya selalu melihat ke arah Aisha. kebencian nya mengalahkan segalanya.


Sudah di penghujung acara, Azzam membagikan sesuatu untuk anak-anak yatim piatu itu. dan sedikit bingkisan untuk para tamu di bawa pulang. Mereka satu persatu pamit untuk pulang, tinggal ada keluarga dekat Azzam saja dan keluarga Zidan yang masih ada di sana. Umma menggandeng tangan Zakia, Hamdan justru malah menghindari ia sengaja ke belakang bersama para bibi.


" nak umma mau ngomong sesuatu sama kamu" Zakia mengangguk mempersilahkan umma berbicara, sekarang posisi mereka ada di meja dekat pintu yang sudah sepi. yang lainnya berada mendekati Aisha dan Azzam.


" adakah laki-laki yang sudah kamu sukai" Zakia hanya tersenyum jantung nya deg-degan ia gugup apa yang akan umma bicarakan.


" Umma minta izin mau melamar mu untuk anak umma " Zakia semakin gugup ia beristighfar di dalam hatinya, ngga mungkin ia langsung menolaknya itu tidak sopan ia berfikir karena masih kuliah.


" maaf umma, Zakia tidak berhak sebelum yang berhak atas diri Zakia mengizinkan." jawaban yang tepat menurut Zakia, sopan dan tidak membuat sakit hati lawan bicara.


" Baiklah, nanti setelah umma bicara dengan anak umma secepatnya umma minta izin dengan orang tuamu" Zakia mengangguk, umma kemudian memeluknya sangat erat. Setiap hari umma berdoa dalam setiap sujud malamnya jika pilihan umma ini tepat untuk anaknya.


Keduanya kemudian berjalan menuju di mana masih ada banyak orang. Zakia ke belakang untuk ke kamar mandi, saat keluar ia bertemu Hamdan. entah apa yang di rasakan Zakia kini jantung nya pun sama berdetak nya kencang seperti detak jantung hamdan saat ini. mereka bertatapan sebentar, keduanya langsung menunduk dan beristighfar tanpa mengatakan sepatah katapun.


_____


bersambung

__ADS_1


🥰🥰🥰🥰


__ADS_2