Titip Istriku

Titip Istriku
melamar


__ADS_3

Almira sedikit berlari menuju kafe di mana Aisha pun sudah berada di sana. Azzam pun berjalan berada di belakang Almira, Almira segera melajukan mobilnya. Jack memberikan pesan bahwa ia harus cepat membayar hutang nya padanya, Almira sangat kesal dengan tuntutan Jack. Azzam yang melihatnya merasa aneh Almira seperti ada masalah, Azzam mengikuti dari belakang meskipun rasa itu telah hilang ia hanya merasa Almira adalah teman dari istrinya karena istrinya sangat dekat dengan Almira. Azzam terkejut ketika arah yang Almira tuju adalah kafe di mana ada Aisha. Azzam setiap kali menyempatkan dirinya untuk menemani istrinya makan siang. Almira turun dan berjalan cepat mencari sosok yang mengganggunya akhir-akhir ini. Dari semenjak acara itu Jack sering mengirim pesan kepada Almira, Jack senang mengganggu Almira apalagi saat wajah juteknya muncul merasa gemas saja. Azzam ke kafe langsung menuju ke ruangan Aisah, setelah Azzam tau bahwa Almira menemui laki-laki yang Azzam juga tau itu Jack teman bisnis keluarga Hamdan.


" santai honey jangan terburu-buru, waktu istirahat masih lama"


" ini uangnya aku sudah melunasi hutang ku padamu". Almira meletakkan lembaran rupiah tepat di depan di mana Jack duduk.


" ini uang Indonesia sedangkan kemarin aku membayar nya dengan dolar, maaf aku tidak bisa menerimanya." ucap Jack yang membuat Almira makin tampak kesal. makanan datang Jack mempersilahkan Almira untuk makan siang dulu.


" apa maumu..." teriak Almira.


" tenang, lihatlah semua orang melihat ke arahmu" Jack tersenyum senang.


" katakan apa maumu, sekarang kita ada di Indonesia dolar tidak akan bisa untuk membayar di sini"


" makanlah dulu tak baik marah-marah di depan makanan"


" ck...kamu..." Jack meletakkan jari telunjuknya di bibir Almira. Almira kaget lalu menyingkirkan tangan Jack.


" ayo makan, apa kamu ingin aku suapi"


" mimpi apa aku semalam harus dihadapkan oleh orang seperti ini"


" mimpi jodoh sudah dekat " Jack menjawab gumaman Almira yang masih terdengar di telinga Jack.


Akhirnya Almira makan menghabiskan makanan yang sudah dipesan Jack, karena memang jam makan siang dan Almira sangat lapar ia menghabiskan makanannya dalam piring. Jack tertawa melihat Almira yang makan begitu lahapnya.


*


Sedangkan di dalam ruangan seperti biasa Azzam di sambut oleh Aisha dengan begitu manis, Azzam memeluk istrinya kemudian mencium kening Aisha. Aisha sudah menyiapkan menu makanan nya.


" mas mau langsung makan"


" iya sayang mas ada operasi hari ini," Azzam dan Aisha makan siang bersama, Azzam memperhatikan istrinya ia berfikir bagaimana bisa cinta itu berlabuh untuk sang istri cantik dan saliha apalagi ia istri dari seorang sahabat sahabatnya.


" kenapa mas, ngga nambah" ucap Aisha yang masih makan, porsi Aisha dan Azzam memang beda. Aisha dengan kondisi hamilnya yang terdeteksi anak kembar porsinya lebih banyak dari suaminya tapi Azzam membiarkan nya meski sekarang tubuh Aisha makin berisi saja.

__ADS_1


" ngga sayang mas ngga bisa makan banyak takut ngantuk nanti pas di ruang operasi"


" memang operasi jam berapa mas"


" ini di percepat sayang, ada dua pasien. jam 1 ini mas harus sampai rumah sakit. maaafin mas ya sayang tak bisa menemanimu istirahat"


" tidak apa-apa mas, nanti Aisha setelah makan langsug tidur saja."


" jaga dia sayang dua jagoan kita" Azzam mengelus perut istrinya yang sudah terlihat sedikit besar.


" insyaallah mas, ada Allah juga yang menjaga mereka"


" mas jadi ingat Hanafi sayang" wajah Azzam sendu.


" mas Hanafi sudah tenang di sana mas, apalagi melihat kebahagiaan kita dan adanya anak ini mas." Azzam lebih merasa kehilangan sahabatnya itu. Aisha sudah ikhlas dengan semua takdir yang ia alami.


" iya sayang skenario Allah yang terbaik, mas juga ngga menyangka akan menikahi mu memiliki mu, menyayangimu bahkan sekarang mas sangat mencintai mu."


" Alhamdulillah mas atas anugerah yang Allah berikan untuk kita, mungkin memang takdir yang akan kita alami seperti ini untuk menyatukan cinta kita yang sudah Allah tulis di lauhul Mahfudz" Aisha memeluk suaminya azzam semakin mengeratkan pelukannya dan menghujani ciuman di kepala istrinya.


" sudah siang mas nanti mas terlambat, kasihan mereka nyawa mereka juga sangat penting"


" iya sayang kamu istirahat jangan lelah, ayah pergi kerja dulu ya nak jangan bikin bunda lelah jagain bunda untuk ayah" Azzam mengelus perut Aisha ia berpamitan untuk kembali ke rumah sakit. Aisha mengantar Azzam sampai luar, pemandangan yang biasa bagi karyawan bikin para jiwa jomblo meronta.


Jack masih memandangi Almira yang masih makan, buat Jack itu sangat lucu entah ia juga heran menyukai wanita yang baru saja ia kenal. tapi hatinya langsug klik saja setelah melihat Almira. kematian istrinya empat tahun yang lalu karena akan melahirkan anaknya, tapi naas takdir tidak berpihak kepadanya istri dan anaknya tidak bisa tertolong. Jack menutup diri kepada siapapun yang mendekati nya, ia masih belum bisa melupakan mendiang istrinya. tapi beda saat ia bertemu dengan Almira, setiap malam ia mengingat wajahnya akhirnya ia memutuskan untuk mencari tau tentang Almira.


" memang benar sebaiknya marah-marah dulu biar bisa makan banyak, nanti bisa marah-marah lagi. mau nambah" goda Jack. Almira malu setengah mati ia tidak sadar menghabiskan makanannya.


" maaf aku lapar" kini suaranya melembut.


" tidak apa-apa kalau mau nambah nanti ku panggil kan karyawan nya" tangan Jack sudah naik untuk memanggil pelayan namun Almira mencegah.


" eh tidak-tidak aku sudah kenyang, terimakasih makanan nya" Jack terkekeh.


" kenapa kamu tertawa ada yang aneh" Almira mengelap mulut nya takut ada yang tercecer.

__ADS_1


jack memberinya tisu saat tangan keduanya bersentuhan dengan tidak di sengaja hati Almira pun berdesir sama dengan apa yang di rasakan Jack.


" astaghfirullah" batin Almira.


" Maaf saya sudah banyak mengganggumu, saya tidak serius ambil uang ini saya tidak bisa menerimanya."


" tapi saya berjanji akan membayar hutang ku padamu"


" saya tidak mau, bayarlah dengan cara yang lain. maukah kau menikah dengan ku menjadi permaisuri ku, kalaupun kamu tidak mau aku akan memaksamu" Almira melotot bisa-bisa nya mereka baru kenal sudah melamar nya. Aisha keluar ruangan dan mendengar percakapan mereka Aisha dan azzam saling pandang.


" apa maksudmu, kau ini gila" Almira kesal di lamar begitu saja.


" iya aku gila, gila karena mu. Semua tentang mu aku tau, dan status mu saat ini"


" kita baru tau dan mengenal, bahkan aku tidak tau siapa kamu"


" aku tau siapa mr.jack, CEO yang mapan dan juga tampan ia baik hati juga penyayang" keduanya menoleh ke arah suara ternyata Azzam dan Aisha. Almira rasanya malu setengah mati, kepergok dua insan itu.


" kalian..."


" maaf kami tidak sengaja mendengarkan pembicaraan kalian, mencobalah mengenal lagi Almira. aku yakin Mr Jack ini serius denganmu. shalat lah istigharah itu akan lebih meyakinkan hatimu, mencobalah untuk memulai hidup baru lagi."


" tapi sha "..


" tak ada yang tidak mungkin Almira, contoh nya aku dan mas Azzam"


" duh kalian apa-apaan aku tambah pusing, " ketiganya justru malah terkekeh melihat Almira


" sudah aku tidak akan memaksamu, tapi tolong jangan paksa aku untuk tidak mendapatkan cintamu. aku akan berjuang untuk itu karena setelah bertemu dengan mu duniaku berasa hidup kembali. Terimakasih sudah menemani ku makan siang hari ini, aku juga akan kembali ke kantor". Jack pergi begitu saja meninggalkan Almira, begitulah Jack selalu begitu sifatnya dingin. Beda setelah bertemu Almira kini ia sudah mulai bisa tertawa kembali.


Azzam pun berpamitan tak lupa ia mencium kening Aisha, Aisha pun mencium tangan suami nya. sedangkan Almira masih duduk terpaku di kafe.


____


bersambung

__ADS_1


__ADS_2