Titip Istriku

Titip Istriku
acara pesta Ammar dan Ameer


__ADS_3

hari yang di nanti tiba, saat ini adalah hari syukuran bayi Aisha dan Azzam yang mereka beri nama Ammar dan Ameer. Semua datang tanpa terkecuali kakak Aisha yang berada di luar kota ataupun luar negeri pun datang. acara yang ingin di buat sederhana menjadi acara sangat megah, semua adalah campur tangan Hamdan juga Mr Jack. mereka sudah pulang dari Lombok sebelumnya dan sepakat akan membuat acara dua jagoan jadi sangat meriah.


Almira dan Jack datang lebih pagi untuk ikut mempersiapkan acara di rumah Azzam begitu juga Abah dan umma serta hamdan. dua jagoan di dandani oleh suster Rista dengan baju baru yang kakaknya Aisha belikan dari Madinah, sedangkan baju untuk Aisha sudah Almira persiapkan gaun yang sangat indah. dokter Almira sangat memperhatikan penampilan Aisha dengan gaun berwarna putih ada sedikit kombinasi warna gold, lebih longgar sangat cantik saat di kenakan Aisha. Azzam pun terpukau saat melihat istrinya yang sudah rapi di dandani oleh Almira.


" jangan tebal-tebal Al bedaknya "


" siap nyonya azzam tak akan, aku tau selera Azzam ia tak suka istrinya berdandan terlalu tebal" celetuk Almira ia keceplosan, itu mengingatkan Aisha bahwa Almira adalah mantan istri Azzam.


Ada anak yatim piatu yang mereka undang, Kiran datang dengan barengan anak yatim piatu panti asuhannya. Zidan pun datang bersama orang tua dan Zakia, kini Zakia memakai gamis berwarna biru terlihat sangat cantik itu tak lepas dari pandangan Hamdan.


" ya Allah aku tak pernah melihat wajahnya namun kenapa terlihat anggun sekali kia, terlihat cantik di mataku apalagi matamu itu menusuk hingga kalbuku" batin Hamdan, matanya masih melirik ke arah kia.


" om suka sama kak kia, dia cantik kan" bisik Aurel adik Kiran.


" iya cantik" Hamdan terkesiap kaget ternyata ada seseorang yang berbisik di samping nya.


" hayok om deketin" Hamdan menoleh ke samping.


" anak kecil tau apa kamu soal suka" Hamdan mendekat ia bungkukkan tubuhnya agar sejajar dengan Aurel.


" tapi benr kan om suka, Aurel tau dari tadi om natapin kak kia. awas ketahuan kak Zidan ya, apa aku beritahu saja kak Zidan ya biar om di marahin."


" eh jangan-jangan Aurel" ucap Hamdan ia gugup bisa berabe jika Zidan tau.


" imbalannya apa, Aurel akan tutup mulut"


" ish.. anak kecil berani bernego ya"


" ini bisnis om" Aurel cekikikan.

__ADS_1


" emang kamu mau apa gadis kecil."


" emmm...apa ya" tampak Aurel berfikir.


" Aurel suka coklat om belikan yang banyak"


" cukup itu aja," Aurel mengangguk. Hamdan mengacungkan jempolnya, kemudian Hamdan keluar meminta tolong security untuk membelikan nya tak hanya sedikit bahkan dua kantong besar jika di bagikan ke anak panti pun akan tersisa.


dua jagoan sudah di letakkan dalam box bayi, nampak ke dua nenek menunggu nya di samping box bayi. umma dan umi mereka siap menggendong jika dua jagoan menangis. sedangkan mama Raisa sedang menyapa tamu yang datang karena Aisha dan Azzam belum keluar masih berdandan.


semua sigap membantu bahkan karyawan kafe pun datang, Hamdan memerintahkan hari ini kafe tutup karena hari spesial untuk dua jagoan. banyak yang membantu dalam acara mereka semua bahagia tanpa terkecuali. nampak Aisha dan Azzam turun, sebelum nya Aisha telah memompa ASI nya agar saat dua jagoan menangis masih dalam acara padat tamu bisa langsung meminumnya. Azzam membawa Aisha mendekat ke dekorasi dimana ada banyak balon dan bunga di sana terpampang foto dua jagoan, foto Azzam dan Aisah serta tak lupa Azzam meletakkan foto Hanafi bersama Aisha. aisha meneteskan air mata, air mata kebahagiaan ia berdoa untuk Sang suami yang telah tiada.


" Kamu selalu menyuruh ku untuk berjanji agar aku menepati untuk menjaga istri mu, tapi aku tak bisa Hanafi. Allah yang selalu menjaganya dan memberikan kebahagiaan untuk nya. Terima kasih atas restumu, atas segala doa yang engkau panjatkan Allah mengabulkan, kami bahagia. Sekarang ada dua jagoan fi, satu untukku dan satu untukmu kita tetap berbagi" Azzam tersenyum kemudian mengecup kepala Aisha saat mereka masih menatap foto Hanafi, Aisha memeluk Azzam dengan sangat erat. mereka yang melihat adegan itupun ikut meneteskan air mata.


" Terimakasih mas, Aisha mencintaimu" kembali Azzam mencium pucuk kepala istrinya.


Di karenakan Aisha belum di perbolehkan banyak bergerak ia hanya duduk saja di tempat yang sudah disediakan. Azzam berjalan menemui semua tamu-tamunya. Hari ini adalah hari bahagia mereka dan seluruhnya. yah harus di bikin happy ending kata pak suami author novelnya, jadi author nurut aja emang harus nya gitu ya biar bahagia menular ke semua pembaca juga.


" Aurel apa dek, kamu buat kesepakatan apa jangn gitu dek bikin kakak malu."


" ini misi kak Kiran" Aurel nyengir ia langsung membagikan coklat nya membuat Hamdan tersenyum ikut senang melihat Aurel yang tampak bahagia.


" maafin Aurel ya kak, itu terlalu banyak Kaka beliinya"


" ngga apa namanya anak-anak, sisanya biar di bawa pulang. kakak senang liat Aurel tersenyum, lihatlah wajahnya Kiran ia bahagia hanya dengan coklat"


" dari dulu memang itu kesukaan nya kak"


" kamu sudah makan, makan dulu Kiran supaya tak sakit. pekerjaan di kantor masih menumpuk" Kiran mengernyit ternyata tak lepas dari kantor.

__ADS_1


" siap bos akan Kiran laksanakan dengan baik"


" becanda Kiran, yuk makan yuk" Hamdan berjalan di ikuti Kiran mengambil menu makanan. jauh dari sana kia tak sengaja melihat Hamdan dan Kiran sedang berjalan berdampingan meski dengan jarak.


' kenapa hatiku sidikit tercubit melihatnya jalan dengan wanita lain, astaghfirullah maafkan aku ya Allah'. batin Zakia.


Acara demi acara telah terlewati, semua tampak bahagia tanpa terkecuali ada permainan kecil di sela acara untuk keluarga. Mereka yang kalah akan di taburi bedak oleh pemenangnya, begitu sangat seru. tak di sangka putaran balon untuk giliran lawan berhenti di Hamdan dan kia, Hamdan melawan kia dengan suit gunting batu kertas. Hamdan selalu memberikan tangannya terakhir setelah kia. artinya Hamdan mengalah demi kia, saat akan di beri bedak kia tak mau melakukannya akhirnya Zidan dan aurel yang maju melumuri bedak untuk Hamdan. semuanya tertawa melihat wajah Hamdan yang banyak di lumuri bedak. Seru ramai sekali acaranya hingga sore hari.


Acara demi acara telah selesai tamu undangan udah banyak yang pulang tinggal sanak keluarga saja, dua jagoan juga sudah di mandikan dan di letakkan dalam kamar kembali. Satu persatu telah pamit, acara berjalan dengan sangat lancar.


Azzam memeluk Aisha dari belakang yang saat itu selesai mandi dan berganti pakaian. Aisha merasakan hangatnya pelukan suami, tampak wajah yang berbinar keduanya bahagia.


" sayang bahagia"


" Alhamdulillah mas, Aisha selalu bahagia"


" terimakasih sudah membuat mas, mama semua keluarga bahagia." Aisha berbalik kemudian melingkar kan tangannya di leher sang suami. Azzam masih pada posisi tangannya di pinggang Aisha, keduanya saling berbagi Saliva.


" akan lama ya sayang,"..


" ngga cuma 40 hari" Azzam mendelik ia memang baru kali ini mengalami istri yang sedang nifas.


" lama ya sayang, Azzam kembali menelusuri leher jenjang Aisha yang mulus"


" dulu mas bisa menahan sekarang kenapa tidak".


" beda sayang dulu ngga ada kamu di sampingku, sekarang melihat dirimu berpakaian seperti ini saja bikin mas panas" Aisha tersenyum tersipu malu ia lalu mengeratkan pelukannya ke sang suami.


______

__ADS_1


bersambung


__ADS_2