Titip Istriku

Titip Istriku
TAMAT


__ADS_3

Bahagia itu bukan saat segala do'a kita terkabul, tapi saat kita mengerti, semua kehendak Allah adalah baik. Ngga ada yang tahu bagaimana jalan hidup ke depannya, yang terpenting kita harus berdoa untuk yang terbaik. Seperti kisah Aisha dan Azzam mereka di pertemukan setelah melewati jalan yang berliku-liku. Ujian itu untuk menguatkan kita.


Sarapan pagi biasa mereka lakukan sebelum berangkat kerja, Aisha dengan sigap menyiapkan sang suami sstelah ia menyusui dua jagoan. Suster sangat membantu sekali, Aisha pun bisa mengurus suami saat akan berangkat bekerja. Kebahagiaan yang tak terbayangkan sebelumnya oleh Azzam, dulu dengan Almira tidak seperti itu.


" Ammar dan Ameer sudah tidur lagi sayang, "


" iya ada suster yang sedang menunggu."


" pintar ya kalau malam jarang menangis"


" iya kan udah ada susu yang udah Aisha peras mas, jadi mba Rista ngga perlu membangunkan Aisha tinggal langsug di minumkan aja"


" istri dokter azzam memang cerdas, " Aisha tersenyum ia tau maksud suaminya, walaupun adanya anak tidak akan mengganggu kebersamaannya.


Azzam pamit berangkat seperti biasa banyak pesan yang di lontarkan dari Azzam. seperti jangan lelah banyak istirahat dan banyak makan, Azzam tak peduli jika istrinya nanti akan gemuk yang penting tetap menjalankan Marwah sebagai istri.


***


" mas jadi pergi ke Australia Minggu ini"


" iya sayang ada bisnis di sana yang harus mas selesaikan, kamu mau ikut" tanya Jack.


" pekerjaan ku tak mungkin Almira tinggalkan dengan tiba-tiba mas".


" jika kamu mau, kamu tak perlu pergi bekerja lagi. cukup di rumah saja biar aku yang bekerja."


" disini Almira bukan bekerja lebih mengejar ke materi mas, tapi Almira menyukai pekerjaan Almira."


" ya sudah kapan-kapan kita akan berlibur."


" terimakasih mas sudah mengerti Almira"

__ADS_1


" iya sayang lakukan apa maumu asal kamu bahagia" mereka saling mencurahkan rasa cinta mereka dengan bergemul di bawah selimut


sensor... sensor... sensor...


Ancaman umma masih berlaku untuk Hamdan namun Hamdan pasrah dengan apa yang dilakukan umma nya. ia tak bisa memenuhi permintaan umma untuk membawa calon istri ke rumahnya, Minggu ini ia akan pergi ke Australia bersama Mr Jack untuk perjalanan bisnisnya.


" besok mama akan melamar ke orang tuanya, kamu ikut ya hamdan."


" Jangan memaksa anak gadis orang ma, tak baik"


" umma tidak memaksa sebelumnya umma udah melamar gadis itu sendiri, dan ia setuju jika kedua orang tuanya setuju."


" apa akan umma lakukan secepat ini, ngga menunggu gadis itu lulus dulu ma".


" tidak, umma mau mengikatnya terlebih dahulu. kuliah juga bisa kok sambil kuliah lagian suaminya sudah lebih dari cukup untuk membiayai nya"


" astaghfirullah umma ngebet banget, yang mau menikah itu emang siapa sih ma"


" kamu pasti nanti akan jatuh cinta berlipat-lipat percaya sama umma" Hamdan mendengus ia berlalu ke samping rumah. ia mengingat saat dia merenungi kepergian Hanafi ada kia yang tak sengaja menghampiri dan ia di nasehati, hatinya berasa ces dingin mengingat sorot mata kia.


***


" assalamu'alaikum" Azzam masuk rumah di sambut oleh istri tercinta.


" wa'alaikumsalam, sudah pulang mas" Aisha menghampiri seperti biasa mencium tangan dan membawakan tas kerja suami. Azzam kaget melihat siapa yang datang kerumah, yah dia Monica bersama kedua orang tuanya. Azzam geram terlihat dari ia mengepalkan tangannya namun Aisha mengelus lengannya meredam emosi suami..


" mereka ke sini punya niat baik mas, tak baik kita menyimpan dendam. Mereka sudah meminta maaf dan Monica menyesali kesalahannya. Monica pun sudah mendapat pelajaran mendekam beberapa hari di penjara" Azzam pun mendengar ucapan istrinya, akhirnya Azzam ikut duduk menemui tamunya.


" Kami ke sini mau meminta maaf atas kelakuan Monica zam, dan sangat berterima kasih karena nak Aisha berbesar hati mau mencabut laporannya." ucap papa Monica.


" maafkan aku zam" Monica mencoba berlutut dan di biarkan oleh Azzam namun Aisha mencegah Monica agar ia duduk kembali.

__ADS_1


" semua orang itu ada khilaf nya ngga ada yang sempurna semua juga pernah punya dosa, yang penting Monica mohon ampun lah kepada Allah dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi." Monica mengangguk ia percaya jika Aisha memang pantas untuk Azzam selain cantik ia punya hati yang sangat lembut.


Mereka berbincang juga menyambut kedua anak Aisha. senang bahagia mereka ikut merasakan. semua masalah sudah selesai kini mereka pamit, meski dalam hati Azzam ia belum rela memaafkan namun karena istrinya yang baik itu ia mengikuti apa yang di katakan istrinya.


Di dalam kamar Azzam meletakkan kepalanya di pangkuan Aisha, hari ini memang cukup melelahkan pasien cukup banyak. tapi lelah itu akan hilang ketika bertemu dengan istri dan kedua jagoannya. dengan adanya suster yang membantu Aisha bisa leluasa melayani suaminya. saat Azzam tidak dirumah Aisha akan merawat bayinya dengan maksimal tapi ketika Azzam di rumah ia akan lebih mengutamakan suaminya. Mama Raisa mengerti ia akan membantu suster Rista mengurus Ammar dan Ameer. kedua jagoan itu sangat nyaman, menangis jika Pampers nya penuh saja ataupun haus.


" Sayang terimakasih, hatimu baik sekali"


" Memang seperti itukan selayaknya kita sebagai manusia, jika sudah meminta maaf kita wajib memaafkan semoga Monica bertaubat."


" aamiin" Azzam mencium tangan Aisha begitu lembut mereka berbincang seputar anak-anak siang ini.


" Kita harus menjadi contoh yang baik buat Ammar dan Ameer mas, di bawah umur 7 tahun adalah masa emas bagi mereka. kita harus sepakat bagaimana dalam kita mendidik anak-anak".


" itu pasti sayang tak akan ku biarkan masa itu hilang".


" mas mba Rista itu luar biasa sepeninggal suaminya ia bekerja keras menghidupi kedua anaknya, aisha salut mas"


" iya mas sudah tau cerita mba Rista dari dokter Ronald, mas boleh minta izin. kita berikan gaji lebih buat mba Rista ya supaya anak-anak nya bisa lanjut sekolah sesuai dengan cita-cita nya."


" iya mas, Aisha juga berfikir begitu apalagi ia bekerja untuk dua bayi tidak satu sudah sepantasnya di beri gaji lebih" Azzam mengangguk kemudian ia berdiri menatap foto saat acara syukuran Ammar dan Ameer.


"Lihatlah sayang semuanya nampak bahagia, kecuali Hamdan yang masih terlihat ada tanda tanya besar di wajahnya"


" target author kak Feni itu memang cerita Hamdan dan Zakia mas, "


" oh begitu ya, sepertinya memang banyak pembaca yang tidak sabar menunggu cerita mereka"


" jangan lupa ya pembaca novel titip istriku tamat akan ada novel selanjutnya berjudul " Mujahadah Cinta Zakia Humaira" karya Fenitri azzukhruf baca ya gratis sampai tamat".


terimakasih sudah terus mengikuti cerita kami sampai tamat.

__ADS_1


Salam manis dan sayang untuk pembaca dari kami Azzam dan Aisha. semoga pembaca sehat selalu dan di berikan Allah rezeki yang luas 🥰🥰🥰.


____________________TAMAT___________________


__ADS_2