Titip Istriku

Titip Istriku
resepsi


__ADS_3

" iya Mr Jack dokter Almira menerima lamaran mu " kembali Almira menekankan jawabannya.


" Alhamdulillah... " Jack menutup wajahnya ia meneteskan air mata.


Suasana kafe hari itu begitu cerah seolah menyambut atas apa yang mr.jack nantikan selama ini, di mana akan apa yang ia usahakan berbuah manis. Tidak sia-sia setelah beberapa bulan lamanya ia berusaha mencari tahu siapa sosok seorang Almira, berkali-kali ia meyakinkan dirinya untuk mencoba mendekati Almira. tak pernah terlewat sedikitpun di sepertiga malamnya ia memohon dan berdoa kepada sang pencipta.


" terimakasih Almira, terimakasih banyak " mr.jack menghapus air matanya, Almira memberikan tisu untuk nya. Almira pun lega kegundahan nya selama ini sudah ia tuntaskan pada hari ini juga.


Mr Jack langsung menghubungi orang tua nya bahwa Almira sudah memberikan jawaban yang mereka nantikan. Kedua orang tua Jack pun sangat bahagia, setelah sekian lama menantikan hal itu. Jack sudah menemukan cintanya kembali, orang tua Jack akan melakukan penerbangan segera ke Indonesia karena Jack tidak ingin berlama-lama ia akan menyegerakan mengingat padatnya pekerjaannya.


***


Pernikahan akan digelar seminggu setelahnya, meski ini di bilang dadakan tapi tak ada yang tak mungkin bagi mr.jack semua sudah di atur oleh asisten pribadinya. pernikahan yang bisa di bilang sederhana di kalangan Mr.jack tapi ini sangat mewah bagi orang-orang di sekitarnya. Pernikahan akan di gelar di masjid dekat apartemen Almira sedangkan resepsi di hotel milik mr.jack. pernikahan yang di hadiri oleh sanak saudara kedua belah pihak serta kolega bisnis mr.jack di dalam maupun di luar negeri.


" sah " ketika suara itu menggema di setiap sudut masjid, air mata mengalir bagi dua insan yang kini memiliki status baru yaitu suami istri.


Semua hadir tidak terkecuali Aisha dan Azzam dengan perut Aisha yang semakin besar Azzam tak pernah sedetikpun meninggalkan Aisha. mempelai wanita di hantarkan oleh sang mama dan di jemput oleh mama Husna, kini kedua mama mendekat kan Almira kepada mr.jack. mr.jack meletakkan tangannya diatas kepala Almira sembari berdoa, Almira pun menitikkan air matanya. kini kedua kalinya ia mengalami hal ini dan ia berjanji ini untuk yang terakhir kalinya. Almira akan menuruti semua perintah sang suami, senangnya lagi mereka akan tetap tinggal di Indonesia dan Mr.jack tetap mengizinkan Almira untuk melakukan pekerjaannya sebagai seorang dokter. satu kecupan mendarat di kening Almira dan lelehan tetesan air mata jatuh di pipi Jack mengenai jilbab yang Almira pakai saat itu.


Semua orang terharu melihat nya, kebahagiaan terpancar dari dua insan yang saling mencintai. Almira berjalan mendekati Aisha yang sedang duduk di antara para saudara yang menyaksikan pernikahan mereka, Almira menghampiri karena ia tau Aisha sulit untuk berjalan dan tidak mungkin berlama duduk. Almira memeluk Aisha meski tidak bisa begitu erat karena ada perut Aisha yang mengganjal.


" baik-baik ya twins sehat selalu, tunggu dokter Almira jika mau keluar " ucap Almira mengelus perut Aisha dan mendekatkan telinganya ke perut buncit aisha. Aisha tertawa begitu juga Azzam dan yang lainnya.


" Tunggu dokter Almira pulang bulan madu ya twins " Aisha kembali terkekeh. Almira memukul lengan Jack, Jack pun memeluk Azzam. Azzam mengucapkan selamat kemudian berpindah ke Hamdan sebagai teman bisnisnya.

__ADS_1


Resepsi akan di laksanakan siang ini, karena memang tidak akan lama di laksanakan, namun Aisha dan Azzam akan pulang ia tidak bisa menghadiri resepsi Almira. Aisha sudah sulit untuk berdiri lama atau pun duduk lama, taksiran kelahirannya tinggal bulan esok. kini usia kandungan Aisha sudah mulai memasuki delapan bulan. Almira tidak akan tenang pergi jika Aisha belum melahirkan jadi rencananya Almira dan Jack hanya bulan madu di Bali saja selama tiga hari.


Almira terlihat sangat cantik dengan balutan gaun pengantin yang begitu mewah, begitu juga dengan Jack wajah blasteran nya bikin yang melihatnya pun terpana akan ketampanan sang raja hari ini. Ratusan kolega bisnisnya datang dari dalam maupun luar negeri, begitu juga saudara papa Jack yang di luar negeri semuanya datang. Hari bahagia antara keluarga Jack dan Almira, semuanya menampakkan senyum bahagia nya tanpa terkecuali. Hamdan juga menemani resepsi pernikahan Jack sebagai teman bisnisnya hingga selesai acara pukul 5 sore. tak ingin berlama-lama menggelar resepsi, karena pernikahan ini adalah yang kedua.


" Hay bro selamat ya akhirnya sang Arjuna mendapatkan permaisuri nya ".


" thanks bro sudah datang" semua yang datang mengucapkan selamat.


" pak Hamdan wah kapan ni menyusul, anda sudah mapan pasti banyak wanita yang tergila-gila dengan anda. apakah tidak ada salah satunya yang anda inginkan" Hamdan terkekeh dengan pertanyaan teman bisnisnya itu tuan Xander.


" Nanti lah pasti akan aku kabari jika sudah ku dapat kan permaisuri."


" baguslah jangan lama-lama mumpung tenaga masih kuat untuk buat anak yang banyak ".


" pasti jika sudah ku temukan aku akan undang kalian semua " semua tertawa bahagia tidak terkecuali, tidak adanya minum-minuman seperti layaknya di luar negeri. kini para tamu mengerti karena Jack adalah seorang muslim hanya di sediakan minuman panas dan juz saja.


" Saya pamit kak Almira tuan Jack, selamat berbahagia " ucap Hamdan menyalami Mr Jack.


" terimakasih sobat,sudah menemani ku seharian ini." ucap Jack sembari berjabat tangan.


" terimakasih Hamdan sudah menemani acara kami hingga selesai, " ucap Almira.


" iya kak sama-sama, kalian seperti kak Aisha juga teman bisnis juga kakak bagiku. kalian sudah ku anggap seperti saudara ku yang lain."

__ADS_1


" semoga kamu juga lekas menyusul ya, jangan takut menikah muda jika sudah ada yang berkenan di hatimu segerakan jangan menunggu lama-lama". Almira tersenyum Jack merangkul pinggang istrinya sembari merekatkan tubuhnya.


" aamiin, insyaAlloh kak. doakan hamdan."


" kita selalu saling mendoakan Hamdan."


Kemudian Hamdan pamit dan pergi, setelah punggung Hamdan sudah tidak terlihat Jack memegang tangan Almira mengajak nya masuk ke dalam kamar hotel. kini jantung Almira berdegup lebih kencang dari sebelumnya, pasalnya ini malam pertama. tapi bagi keduanya bukan hal yang asing karena mereka pernah melakukan nya kepada yang pertama. tapi tetap membuat keduanya gugup apalagi Almira, setelah cukup lama ia tidak melakukannya setelah berpisah dari Azzam. Almira kesusahan membuka gaunnya ia bingung ingin minta tolong pada suaminya masih sangat malu. Mr Jack lebih dulu masuk ke kamar mandi membersihkan diri sebelum berganti pakaian tidurnya, kebiasaan yang hanya memakai celana pendek dan tidak mengenakan baju. Almira malu melihat sosok Jack yang keluar dari kamar mandi, tubuh yang atletis dengan perut kotak-kotak nya seperti roti sobek membuat jantung Almira berdesir.


" kenapa tidak cepat lekas membuka gaunmu Ra". Almira hanya terdiam duduk di tepi ranjang.


" ini mas... ". kata-katanya terpotong ia malu meminta tolong.


" kenapa sini ku bantu membukanya" Jack mendekat mencoba membuka gaun Almira . baru saja mendapat setengah Almira menghentikan tangan Jack.


" aku bisa sendiri mas, ini sudah mudah aku buka" Jack justru malah memeluknya dari belakang m*nci*m punggung Almira yang kini sudah halal baginya.


" mas aku mau mandi."


" sebentar saja sayang" Almira membiarkan suaminya memeluk sebntar.


" mr Jack aku mau mandi, badanku lelah sekali" Almira berbalik melingkar kan tangannya di leher suaminya. Jack pun langsung menge**p bi*** Almira dengan singkat.


" mandilah aku tunggu di ranjang " Jack menggedipkan matanya menggoda Almira. Almira tersenyum kemudian berlalu masuk ke kamar mandi.

__ADS_1


_________


bersambung


__ADS_2