Titip Istriku

Titip Istriku
bertemu


__ADS_3

" kak Hajar benarkah"


" Hamdan MasyaAlloh kamu sudah besar saja"


Hamdan tersenyum ia bertemu orang yang sangat tergila-gila dengan kak Hanafi. Takdir berkata lain meski kakaknya juga menyukainya tapi ayah dari hajar tidak setuju dan menjodohkan dengan anak sahabat nya. Hajar tidak bisa berbuat apa-apa ia mengikuti pilihan orang tuanya.


" Tante tidak apa-apa, maafkan asma Tante" anak kecil itu terlihat sangat lucu dengan suara cempreng nya ia membantu Zakia yang terjatuh duduk di lantai. Hamdan dan hajar kemudian tersadar menatap wanita yang di tabrak oleh Asma.


" maafkan anak saya, anda tidak apa-apa" hajar kemudian ikut membantu wanita itu.


Lagi-lagi Hamdan di pertemukan, wanita yang di tabrak asma adalah Zakia. Matanya selalu menghipnotis Hamdan meski Zakia tak pernah memandang lawan jenis terlihat anggun mata itu.


" obat, anda sakit" tanya hajar.


" Tidak, Abi saya yang sakit" jawab Zakia.


" kamu sendiri. Biarkan Zidan yang jemput kamu saya akan hubungi dia" Hamdan mengambil ponsel di sakunya.


" Tidak terimakasih, dia sedang bekerja aku tak mau mengganggunya" ucap Zakia dengan lembut.


" Tidak apa-apa perusahaan akan mengerti aku bosnya" hajar melihat dua insan itu, Zakia yang masih menunduk tak membalas tatapan Hamdan. Hamdan yang penuh dengan rasa cinta yang terpendam dalam hatinya.


Hajar adalah seorang psikiater jadi ia tau keadaan jiwa para dua insan ini.


" Biarkan kamu aku antar "


" Tidak perlu saya tidak apa-apa, trimakasih saya sendiri saja"


" Tante temani asma minum es krim, disana" Asma menunjuk tempat itu mall dekat rumah sakit ini.


" Asma tak baik menahan Tante ini mungkin ia sedang buru-buru" Asma malaj menangis begitu kencang.


" Anak manis baik akan Tante temani, berhenti menangis ya " Zakia mencoba menenangkan asma.


" Apalagi tidak menggangu mu, maafkan anak saya. obatmu apakah tidak di tunggu ayahmu"


hajar mengkhawatirkan itu.


" Tidak kak ini stok obat untuk beberapa hari kedepan dirumah masih ada untuk di minum" ucap Zakia sangat lembut membuat Hamdan makin gemas mendengar suaranya.


" Om temani asma juga" Asma menunjukkan wajah memelas agar Hamdan juga menemani.


" Ayolah Hamdan sudah lama kita tidak bertemu, sebentar kita minum jus di depan" Hamdan akhirnya mengiyakan apa yang di mau asma.

__ADS_1


" Hore aku punya om dan Tante..." asma tampak bahagia.


Semua yang melihat tersenyum melihat tingkah anak yang bikin gemas itu. Asma menara tangan Hamdan dan Zakia. Hamdan di gandeng asma dengan tangan kanannya sedangkan Zakia di tangan kirinya. Hajar mengekorinya di belakang.


" sebentar saja mama aku ingin sama om tampan dan Tante manis ini" asma pun tau meski di balik cadrnya Zakia terlihat sangat manis, aura yang timbul dari dalam senyuman yang hanya ditunjukan dengan mata menyipit cukup menghipnotis asma.


Hajar hanya bisa menggelengkan kepala melihat tingkah anaknya.


" Begitulah asma jika dia cocok dengan orang yang di temuinya ia akan melupakan mama nya. apalagi saat ia tau mama nya mengenali ia akan langsug seperti apa yang ia lakukan sekarang.


Pesanan yang mereka minta datang, asma tampak bahagia. Ia di suapi oleh zakia, Hamdan dan hajar berbincang tentang banyak hal.


" Bagaimana aku akan menyiapkan Tante" ucap asma ia bingung dengan Tante yang memakai cadar bagaimana cara makannya.


" Bisa sayang anak manis, lewat jendela sini. ini jendelanya" Zakia mencontohkan bagaimana cara ia makan dengan masih menggunakan cadarnya. Asma tertawa melihat Zakia.


" xixixi... Tante lucu, asma suka" asma terus tertawa mencoba menyuapi Zakia.


Hamdan sesekali melirik Zakia, itu di sadari oleh hajar.


" kamu menyukainya, lamar Ndan " Hajar berbisik mengeluarkan suaranya.


" kak itu tidak akan terjadi"


" Masalah nya disini beda kak" Hamdan masih dengan suara yang lirih.


" Om sini asma suapi " hajar dan Hamdan menoleh melihat ke arah asma. Asma meminta Hamdan untuk membuka mulutnya. Hamdan mengikuti apa yang di minta anak kecil itu.


" om ini sendoknya bekas Tante, om sama Tante cocok nanti om sama Tante akan menikah seperti mama dan papa." Hamdan dan Zakia melongo mendengar ucapan anak kecil itu. Hajar hanya bisa tersenyum melihat tingkah anaknya itu.


" Iya kan ma" asma menekankan kata-katanya.


" iya sayang kita doakan om sama Tante berjodoh lalu menikah kita akan di undang"


hajar tambah membuat keduanya saling salah tingkah.


"itu tidak akan terjadi wanita ini sudah menikah" batin Hamdan.


" Aamiin" justru Zakia mengaminkan membuat Hamdan kaget mendelik kan matanya.


" Bisa-bisanya dia mengaminkan, itukan doa " batin Hamdan lagi.


kembali asma dan Zakia melanjutkan menghabiskan es krimnya. Hamdan dan hajar kembali berbincang, hajar kaget mendengar berita tentang Hanafi.

__ADS_1


" Kamu serius hamdan, Hanafi mengidap kanker otak"..


" iya kak, hari ini adalah jadwal kemoterapi makanya aku ada di sini"


" Astaghfirullah Hanafi begitu kaget aku mendengar kabarmu" Hajar meneteskan air mata nya lelaki sepuluh tahun yang lalu yang membuat nya jatuh cinta untuk pertama kalinya.


Suara telepon berdering milik Hajar. Di lihat di layar itu adalah suaminya .


" Assalamu'alaikum sayang kalian kenapa lama"


" wa'alaikumsalam mas kami sedang mampir di mall asma meminta es krim di makan di sini.


" kalau sudah selesai lekaslah pulang "


" iya sebentar lagi akan selesai kami akan langsung pulang."


Pembicaraan berakhir kemudian Hajar menutup teleponnya.


" sayang cepat habiskan es krimnya papa sebentar lagi pulang"


" iya ma,,, Tante boleh asma minta nomer ponsel Tante".


" asma..." hajar memperingatkan agar asma sopan.


" asma hanya minta nomor telepon ma, kalau asma kangen nanti asma bisa menelepon" Hamdan dan Zakia tersenyum ia gemas sekali dengan asma...


" baik sayang akan Tante berikan nomor Tante, jika kangen atau ingin bertemu asma tinggal hubungi Tante." asma tampak senang. kemudian Zakia memberikan no ponselnya kepada hajar.


" Maafkan anak saya ya, dia begitu jika sudah menyukai pasti sampai seperti ini."..


" Tidak apa-apa mba namanya anak-anak, asma ini cerdas."


Hamdan hanya tersenyum mendengar penuturan Zakia, hatinya bahagia saat ini mereka bisa berdua menatap lebih dekat cukup lama.


" hamdan sampaikan salamku untuk Hanafi, maaf saya belum bisa menemuinya hari ini. insyaallah lain waktu, berikan nomor ponselmu kepada ku" Hamdan kemudian menyebutkan angkanya satu persatu.


" Aku antar saja kita searahkan " akhirnya Zakia menyetujui tawaran Hajar.


mereka pamit Hamdan berdiri melepaskan kepergian mereka bertiga, Zakia ikut mobil hajar. Hamdan kemudian berlalu pergi menuju rumah sakit lagi.


Didapatinya kakak yang masih berbaring di bangsal. Rasanya teriris melihat kakaknya yang berbulan-bulan harus bertemu dengan jarum suntik lagi.


________

__ADS_1


__ADS_2