
" assalamu'alaikum Aisha"
" wa'alaikumsalam " Almira bengong mendengar suara laki-laki yang menjawab telepon nya, dan ia tahu itu bukan Azzam. ia melihat ke arah suaminya, Jack mengambil telepon Almira.
" maaf ini siapa bisa bicara dengan Aisha".
" ini aku Hamdan, kak Aisha ada di rumah sakit."
" apa, di rumah sakit." Jack sedikit berteriak karena terkejut, benar saja Almira tidak tenang sejak kemarin.
" ada apa mas "
" ada apa dengan Aisha hamdan, "
" kak Aisha kecelakaan, " Almira sudah tidak sabar kemudian ia langsung mengajak Jack ke rumah sakit, Jack pun menuruti sang istri. tanpa pamit Jack menutup teleponnya.
" ya Allah Aisha apa yang terjadi, mas ijinkan Almira menangani Aisha dia pasienku " ucap Almira
" iya sayang pasti, sebaiknya kita lekas ke rumah sakit".
Terlihat Abah, umma, dan mama Raisa datang. Mereka begitu sangat panik, belum tahu cerita yang sebenarnya. apalagi Aisha mengandung di usia masih delapan bulan.
" Azzam apa yang terjadi nak" Azzam langsung memeluk mamanya.
__ADS_1
" maafkan Azzam ma, maafkan Azzam." Azzam menangis dalam pelukan mama Raisa. Mama Raisa pun tidak melanjutkan pertanyaan nya ia tidak tega melihat anaknya menangis dalam pelukan nya..
" insyaallah Aisha baik-baik saja, kita berdoa untuk keselamatan nya. kamu tenang ya, semua terjadi atas kehendak Nya." Disaat azzam masih belum menstabilkan dirinya dokter keluar dari ruangan.
" maaf dokter Azzam, kami mohon persetujuan nya untuk melakukan operasi. Bayi nya harus segera dikeluarkan." Azzam tidak bisa berfikir.
" lakukan dok saya minta izin untuk ikut menangani" Almira datang berjalan dengan sangat cepat bersama Jack.
" Almira..."
" berikan izin ini yang terbaik insyaAlloh" akhirnya Azzam melakukan tanda tangan agar Aisha segera di lakukan tindakan operasi. Almira siap membantu dokter berada di dalam, Jack menemui Azzam ia menguatkan diri Azzam. Hamdan menceritakan kejadian dari awal hingga ia sampai di rumah sakit, Jack yang punya banyak kaki tangan ia langsung menghubungi orang-orangnya dan dengan sangat cepat mencari pelaku.
Perasaan tegang semuanya berdzikir memohon pertolongan, Azzam masih menggenggam tangan mama Raisa. kini ia benar-benar lemah memikirkan istri dan bayi nya, masih di ingat nya kebahagiaan saat Almira berkata bahwa Aisha sedang hamil.
" adzan kan anakmu terlebih dahulu sebelum kami membawa ke ruang inkubator, mereka harus segera di bawa kesana karena berat badan mereka yang begitu sangat kurang." saran Almira. Azzam yang mengetahui hal itu, langsung ingin menggendong bayinya tapi tubuhnya gemetar ia tak sanggup. kemudian Almira mencoba mengangkat bayi Aisah kemudian mama Raisa meraihnya satu lagi umma yang menggendong.
" kasihan bayimu jika terus berada di luar, segera adzan kan supaya lekas di bawa ke ruang perawatan." ucap mama Raisa.
Azzam menghapus air matanya, ia berusaha tegar untuk mengadzani kedua anaknya. setelah selesai Azzam mencium kedua putranya begitu juga dengan mama dan umma kemudian meletakkan di box bayi. Jack mendekati sang istri dan merangkul pinggang nya membuat Almira lalu meletakkan kepalanya di dada suami.
" assalamu'alaikum nak ini ayah, kalian harus kuat ya demi bunda. doakan bunda lekas keluar dari ruangan, bunda cepet sadar." orang yang mendengar pun menangis ikut menitikkan air mata tanpa terkecuali. suster kemudian mendorong kedua bayi itu masuk ke dalam ruangan untuk mendapatkan perawatan yang lebih intensif.
" Aisha masih dalam keadaan tidak sadar, ia kehabisan darah saat itu. Kita doakan semoga ia bisa melewati masa kritis nya". ucap Almira. Azzam kembali menangis, mama Raisa memeluknya dan mengajak nya duduk. Azzam sudah terbiasa menghadapi pasien dengan segala penyakit tapi seorang istri tercintanya ia tidak kuat untuk tidak menangis.
__ADS_1
" Yang ikhlas nak, sabar kita doakan yang terbaik untuk Aisha. sebaiknya kamu shalat dulu bersama Hamdan dan yang lainnya biar mama yang tunggu di sini dulu " Hamdan berjalan memapah Azzam, kebetulan ada musholla kecil dekat ruangan Hamdan, Jack dan hamdan shalat dahulu. Setelah selesai shalat Azzam bersujud sangat lama kepada RabbNya mohon ampun, memohon kesembuhan sang istri.
" ya Allah padaMu ku berserah, kebahagiaan yang sempurna Engkau berikan kepada kami kini kebahagiaan itu bertambah kala dua bayi mungil di hadirkan dalam hidup kami. Biarkan kami menikmati nya lagi ya Allah bersama istri yang Engkau hadirkan dalam hidup ku, tidak ada cacat sedikitpun bagiku seorang Aisha istri yang sangat menyayangi ku semenjak kata sah terucap. Aisha istri saliha yang sangat baik hati, ia menyayangi kami semua melindungi kami ia berikan kebahagiaan itu. Ya Allah tanpaMu kami bukanlah apa-apa, hamba ikhlas dengan jalan takdir hamba ini. sembuhkan Aisha ya Allah. hanya kepadamu kami memohon dan meminta pertolongan " Dengan tangan yang masih menghadap ke atas ia tidak bisa lagi untuk tidak menumpahkan nya.
Azzam kembali lagi mengahampiri ruangan Aisha, di dalam ruangan masih ada dokter Almira dan tim yang lainnya. Hingga Aisha akan di pindahkan ke ruang ICU kondisi yang belum sadar dengan luka di kepala karena terbentur jalan aspal membuat nya kehabisan banyak darah. Suster mendorong brankar milik Aisha, Azzam yang melihatnya ia mendekat berusaha untuk tidak menangis di hadapan sang istri.
" Aisha cepatlah sadar mereka sudah keluar, mereka sangat lucu. Mereka membutuhkan mu Aisha, aku akan menjaganya dengan sangat baik. Segeralah sadar sayang kita rawat bersama dua buah hati kita." Azzam tidak kuat kemudian Hamdan membawa azzam untuk duduk, suster kembali lagi mendorong brankar Aisha untuk masuk ke ruang ICU. Almira keluar kelihatan sekali ia lelahnya, melihat azzam dan yang lainnya ia pun ikut sedih. Almira tahu bahwa sebenarnya Aisha sedang melawan rasa sakit nya, berharap juga lekas sadar. malam ini adalah masa kritis Aisha, jika malam ini terlewat insyaAlloh Aisha akan cepat sadar. jika tidak hanya Allah yang tahu umur manusia.
" Lelah sayang, sebaiknya kamu istirahat dulu. apalagi habis dari perjalanan jauh kamu belum istirahat sayang" ucap Jack menghampiri Almira.
" mas boleh aku menunggu Aisha mas, malam ini adalah malam di mana perjuangannya. Almira tidak ingin melewatkan sedikit pun perkembangan Aisha mas," Almira menangis dalam pelukan Jack. semua melihat kesungguhan Almira dalam merawat Aisha. Umma, Abah, Hamdan dan mama Raisa mengalami hal yang sama sedihnya tidak bisa mereka tahan air mata semuanya luluh mengingat Aisha terbaring di ranjang rumah sakit.
" ia sayang tapi kamu istirahat dulu, kita ke ruangan mu saja jangan menangis di sini akan membuat semuanya khawatir sayang". Almira mengangguk menuruti ucapan Jack, kemudian berlalu ke ruangan Almira.
banyak sekali alat yang terpasang pada tubuh Aisha, tak lupa oksigen berada di mulutnya. Aisha sedang berjuang malam ini untuk melewati masa kritis nya. tak ada yang pulang semua menunggu, suster mempersilahkan satu orang menunggu di dalam. Azzam berusaha untuk kuat ia masuk, keluar bergantian dengan orang tuanya hanya saat waktu shalat tiba. Ruangan di dalam tidak di izinkan untuk shalat, karena terdapat mushola kecil di dekat ruangan. lantunan ayat suci Al-Quran Azzam lantunkan untuk menemani dirinya dalm ruangan dan untuk menguatkan dirinya bahwa selalu masih ada Allah.
________
bersambung
like dan komen ya kakak
masih berusaha menulis maaf jika masih banyak kesalahan dalam kata dan penulisan.
__ADS_1