Titip Istriku

Titip Istriku
Hajar


__ADS_3

Azzam mengajak Hanafi jalan-jalan, ia mendatangi sekolah SMA dulu tempat mereka menimba ilmu. kini Hanafi berdua hanya bersama azzam, Aisha tidak ikut.


" Hanafi kamu ingat saat dulu kamu ku ajak membolos dan kita di hukum sama pak Broto"


" iya aku ingat, kamu selalu memaksa aku memenuhi keinginan mu" mereka tertawa semua memori saat masih SMA diingatnya.


Setelah keliling sekolahan mereka melanjutkan untuk duduk di taman. Ada anak kecil yang sedang berlari bermain di taman itu, bola yang di mainkan berhenti di depan Hanafi dan azzam.


Hanafi mengambil nya dan ia mengelus kepala anak kecil itu.


" Halo sayang siapa namamu"


" aku asma om " tak lama ibu dari sang anak mencarinya.


" asma jangan mainan jauh-jauh nak"


Hajar terkejut siapa yang ada di depannya yaitu Hanafi dan Azzam teman semasa SMA dulu.


" Azzam..." Azzam pun menoleh asal suara memanggil. hajar mendekati nya ia melihat dua teman SMA nya dulu, hajarpun kaget melihat Hanafi wajahnya yang sedikit pucat dengan kepala tanpa rambut.


hati hajar terasa teriris orang yang dulu pernah di cintai nya, melihat keadaan Hanafi yang begitu memilukan. namun hajar berusaha untuk menyembunyikan kesedihannya itu, ia berjalan mendekat menyapa dua temannya.


" Hajar kamu apa kabar." tanya azzam.


pasalnya satu wanita ini dulu di sukai oleh dua sahabat ini, begitulah tetapi Hanafi tidak memperlihatkan sikapnya hanya saja azzam sahabat nya tau.


" Alhamdulillah aku baik"


flashback on


Hajar berjalan menuju kelas saat itu hajar adalah murid baru di kelasnya, pindahan dari Belanda. ayahnya kembali di tugaskan di Indonesia jadi hajar harus mengikuti ayahnya pindah.


kedua sahabat ini menyukainya karena memang hajar cantik diapun baik bisa dikatakan sempurna. Azzam melihat Hanafi menyukainya baru kali ini azzam mengalah untuk Hanafi, ia mundur tidak mendekati hajar. tapi memang juga Hanafi tidak ingin mendekati karena ia tau batasan yang bukan mahram.


cinta berujung di balas, hajar menyatakan cintanya ia mengirim sepucuk surat untuk Hanafi. Hanafi saat sekolah tidak banyak tingkah membuat semua wanita menyukai nya selain tampan ia juga alim dan cerdas.


Azzam mengetahui hal itu, tak ada sesuatu pun yang tidak diketahui Azzam tentang Hanafi begitu juga Hanafi sebaliknya.


Azzam mempertemukan keduanya tapi azzam tidak pergi di situ ia menemani Hanafi, jadi semua apa yang dibicarakan Hanafi dan hajar pun Azzam tau.


Kesepakatan hajar dan Hanafi ia akan memberitahu orang tua mereka saat sudah lulus kuliah akan menikah. takdir tidak semulus keinginan nya, keinginan itu hanya sebuah impian yang tidak terwujud kan.


Hajar di jodohkan semasa kuliah nya, hajar menolak dan mengatakan kepada orang tua nya bahwa ia sudah mempunyai calon.

__ADS_1


begitupun Hanafi ia memberitahu orang tuanya untuk melamar hajar meskipun masih dalam status mahasiswa.


orang tua Hanafi tidak menolak karena memang itu sebaiknya agar tidak berlarut dalam dosa walupun ketidak sengajaan.


Mungkin memang takdir mereka tidak jodoh, hajar di paksa ayahnya dan ia menikah saat masih menjadi mahasiswi dengan pemuda yang bernama Ghazwan.


seorang pemuda yang sukses tampan baik juga Soleh, awalnya memang hajar tidak menerima Ghazwan menjadi suaminya.


Ghazwan menerima sikap hajar terhadapnya, namun dengan sikapnya yang lembut itu hajar luluh lama kelamaan ia mencintai suaminya hingga hadirlah asma.


Cintanya terhadap Hanafi lama kelamaan luntur, hajar lebih mencintai suaminya. kini hajar ikhlas menerima takdirnya bahwa Hanafi bukanlah jodohnya.


Hanafi pun menyibukkan dengan kuliah nya, ia sudah tidak ingin mengenal wanita lagi hingga ia di jodohkan oleh orang tuanya.


Dan Aisha istri yang sangat di cintai nya saat ini.


Setelah sekian lama baru kali ini mereka bertemu, kini getaran hati di antara keduanya sudah hilang.


flashback off


" om tau dia adalah mamaku, bidadari yang baik turun dari surga kata papa" hajar tersenyum mendengar asma berceloteh.


" Betul asma seorang ibu adalah bidadari yang turun dari surga, ia di tugaskan untuk menjaga kita. "


" dia anakmu hajar" tanya Azzam.


" lucu sekali kamu cantik sayang" azzam mengelus kepala asma.


Asma menarik Azzam untuk di ajaknya bermain bola, kini yang tinggal hajar dan Hanafi.


" bagaimana kabarmu Hajar" Hanafi mulai membuka suara.


" Alhamdulillah aku baik, kamu sakit fi"


" iya seperti yang kamu lihat,"


"maafkan aku fi"


" tidak perlu minta maaf hajar, kita memang di takdirkan untuk tidak berjodoh selamanya kita teman. mencintai itu tidak harus memiliki bukan" Hanafi tersenyum pandangannya ke arah depan tanpa melihat hajar.


hajar pun ikut tersenyum mengingat kenangan saat ia mencintai Hanafi dalam diamnya.


" Bagaimana kabar suamimu"..

__ADS_1


" dia baik fi, alhamdulilah sebentar lagi kesini nanti aku kenalkan" Hanafi mengangguk.


" Semua yang di tetapkan Allah itu yang terbaik, dan aku yakin kini kamu juga meyakininya"


" iya betul apa yang kamu bilang, kita pun tidak bisa melawan takdir"


" Allah mengirimkan seseorang yang lebih baik buat kita daripada pilihan kita sendiri, suamimu pasti orang yang baik karena ia menjadi jodohmu yang baik hati. begitupun dengan ku Allah mengirimkan ku istri yang sangat baik".


Hajar masih merasa sangat bersalah dengan kejadian beberapa tahun silam.


" istrimu tidak ikut fi"


" tidak, hari ini aku ingin berjalan bersama Azzam. kebetulan hari ini Azzam libur dan bisa mengajak ku jalan-jalan"


" bagaimana dengan sakitmu fi" Hanafi mengerutkan dahinya, darimana ia tahu kalau Hanafi sakit.


" kamu tau aku sakit" tanya Hanafi heran darimana Hajar tau.


" iya kemarin aku ketemu hamdan saat dirumah sakit, Hamdan yang memberitahuku."


" Alhamdulillah aku sudah baikan"


" papa..." asma berteriak melihat papa nya datang. semua mata ke arah asma yang berlari menyambut papanya.


" hallo sayang putri papa yang cantik". Ghazwan memeluk putrinya yang saat itu berlari ke arahnya.


Azzam mendekati Hanafi dan Hajar, ia tidak ingin ada kesalahan pahaman antara suami istri itu melihat Hanafi dan Hajar hanya duduk berdua. Ghazwan mendekati istrinya, Hajar memcium tangan Ghazwan.


" Mas kenalkan ini teman-teman SMA ku, kebetulan kami tadi bertemu di sini" Ghazwan mengulurkan tangan dan di sambut oleh keduanya.


" lanjutkan saja mengobrol nya dulu, mas masih ingin bermain di sini bersama asma" Ghazwan mempersilahkan kemudian ia berlari mengejar asma mereka bermain begitu asyiknya.


" Benar suamimu orang yang baik Hajar, semoga kamu selalu bahagia"


" aamiin, betul azzam mas Ghazwan seseorang yang baik. ia sangat menghormati ku dan memberikan ku kebebasan, berkali-kali aku menolaknya tapi ia selalu sabar."


"pilihan Allah memang yang terbaik," ucap Hanafi.


" kamu harus sehat Hanafi supaya cepat juga mempunyai bidadari ataupun pangeran kecil" Hanafi tersenyum.


" Aamiin, aku terima semua takdir ku apapun yang terjadi aku ikhlas. Mungkin Allah belum memberikan ku keturunan agar aku fokus dengan penyakitku dan istriku fokus merawatku"


" Baiklah kalau begitu aku pamit, semoga kalian berdua nanti akan bahagia. Maaf tidak bisa lama mengobrol kasihan mas Ghazwan ia baru datang dari Belanda."

__ADS_1


Azzam dan Hanafi pun mengangguk.


Suami istri itu pamit, Ghazwan sangatlah ramah dengan teman istrinya.


__ADS_2