
Azzam dan Aisha pamit kepada Abah dan umma, sebelumnya juga mereka pamit kepada umi dan Abi tentunya mama Raisa.
Azzam dan Aisha ke bandara di antar oleh Hamdan, mama Raisa tidak ingin ikut Azzam wisuda. Dengan kata lain mama Raisa tidak ingin mengganggu pengantin baru itu yang lagi menjalani pacaran halalnya.
" Kak Azzam berangkat dulu ya Hamdan, terimakasih kamu selalu ada buat kakak dan kak Aisha" ucap Azzam berpamitan dengan Hamdan.
" Kak Azzam dan Aisha itu kakaknya Hamdan, kan kak Aisha anak umma sama Abah. Hati-hati ya kak jaga diri, kasih kabar baik buat Hamdan. Hamdan ngga sabar pingin punya keponakan." Hamdan menggoda Aisha.
" jangan khawatir Hamdan kita akan berusia sekuat tenaga, iya kan Ais"
" mas..." Aisha tersipu malu pasalnya dari menikah mereka belum MP, masih sama-sama dengan gengsinya.
Hamdan langsung pamit karena ia ada jadwal kampus hari ini, seperti biasa Hamdan sudah berkumpul lagi dengan para sahabatnya. hanya saja Hamdan lebih membatasi waktunya tak banyak seperti dulu, Hamdan punya tanggung jawab yang lebih besar perusahaan Abah dan bisnisnya yang lain. di umur yang semuda ini Hamdan sukses, memang dia seorang pekerja keras. Banyak wanita yang ingin menaklukkan nya tapi hati hamdan masih bertaut dengan Zakia, belum bisa menghilangkan dari pikirannya. semakin ingin melupakan semakin ia mengingat nya.
membuat kepala Hamdan pusing di buatnya.
" hai bro sekarang kamu benar-benar sibuk ya, sampai tak punya untuk kumpul lama sama kita. paling bentaran aja habis satu gelas kopi langsung pergi" ungkap Tomi yang kesal dengan sahabat nya ini sudah melupakan motor gedenya.
Biasanya Hamdan suka balapan sama mereka, tapi semenjak kematian Hanafi Hamdan tak ingin turun ke jalan itu lagi. ia punya tugas yang lebih berat, perusahaan yang Abah amanah kan untuknya. Kalau bukan Hamdan siapa lagi, masih untung jika di tinggal kuliah masih ada Zidan yang membantunya.
" sorry bro kamu tau sendiri kan gimana kesibukan ku, tak mungkin aku meninggalkan nya hanya karena waktuku habis buat kumpul-kumpul aja. kan walaupun sebentar aku masih datang kesini ngga ngelupain kalian" Hamdan sambil menepuk pundak Tomi sahabatnya itu.
" iya sih, tapi beda ngga ada kamu bro. terus Anita gimana tu, kamu anggurin aja"
" Aku ngga ada apa-apa sama dia Tom"
" kasihan kali bro dia setia tungguin kamu, apalagi kalau kamu ngga masuk kepoin terus"
" bilang aja ke Anita jangan tungguin aku, kalau jodoh entah bagaimana caranya pasti ketemu. Aku percaya hal itu tom, aku ngga mau mikirin wanita fokus kuliah dulu"
" ya kan sampingan bro, buat moodboster"
" itu kalau kamu tom..." Hamdan menonyol kepala Tomi membuat Tomi mengaduh.
__ADS_1
" Anita buat aku ya bro"
" ambil aja bro"
Tomi memang selalu wanita yang di pikirkan, demen banget tebar pesona. Hamdan paling ngga suka ngomongin soal wanita.
Setelah sekitar tiga puluh menit Hamdan pamit ia harus pergi karena ada meeting, tak mungkin ia membiarkan Zidan sendirian.
***
Azzam dan Aisha sudah mendarat sampai Amerika dengan selamat. pasangan yang lagi mengenal satu sama lain ini turun dari pesawat. Aisha minta izin ke Azzam mau ke toilet dulu, Azzam duduk di kursi menunggu Aisha. Ketika ia masih menunggu Azzam bertemu dengan mantan istrinya dulu. Azzam ngga tau ada apa dia di sini.
Azzam pura-pura tidak melihatnya agar mereka tidak bertemu, itu mengingatkan pada masa lalunya yang kini sudah ia lupakan.
" Hay zam, apa kabar? " sapa Almira mantan istrinya.
" Alhamdulillah baik" jawab Azzam dengan datar ia masih mengingat sakit hatinya. Seorang istri yang tidak menurut dengan suami, azzam harus meninggalkan mama Raisa demi dia tapi yang ia dapat justru perpisahan di saat Azzam benar-benar mencintai Almira.
" iya seperti yang kamu lihat"
" sendirian..." tak lama Aisha datang dari toilet ia mendapati suaminya sedang mengobrol dengan wanita.
" Sudah selesai sayang" Aisha mengerut kan keningnya Azzam memanggilnya sayang langsung menggenggam tangan Aisha yang belum pernah ia lakukan sebelumnya karena pasangan ini masih canggung satu sama lain.
" Sudah mas" jawab Aisha.
" Almira kenalkan ini istriku," Almira terkejut ia tak tau jika Azzam sudah menikah lagi.
Aisha mengulurkan tangannya tanda persahabatan. Almira pun menyambutnya dengan baik.
" Almira mantan istri Azzam" Azzam pun geram kenapa harus sebut nama mantan istri. aisha merasa sakit hati mendengar nya.
" maaf Almira istriku lelah kami ingin segera istirahat, permisi" Azzam menggenggam tangan Aisha kemudian pergi meninggalkan bandara dengan taksi menuju apartemen azzam di Amerika.
__ADS_1
Sesampainya di taksi Azzam melepas tautan tangannya.
" maaf Ais " Aisha tersenyum menetralkan hatinya.
" tidak apa-apa mas Aisha mengerti"
" demi Allah aku sudah tidak mencintai nya, hanya saja sekian lama baru kali ini aku bertemu rasanya hati ini masih sakit" cerita Azzam. Aisha mengelus lengan Azzam menenangkan suaminya, ia tau betapa luka itu masih ada.
" Jangan menyimpan kebencian terhadap seseorang mas, mungkin memang kalian di jodohkan hanya sampai disini" ucap Aisha.
" benar Ais semua sudah takdir, dan takdir membawaku bertemu dengan mu lewat sahabat ku. terimakasih sudah mau menerima ku." Azzam menatap Aisha dengan mesra. Aisha tersenyum malu saat Azzam menatapnya ada desiran di dalam hatinya.
Terlihat Almira yang masih kesal, ia tidak suka melihat Azzam bahagia. ada penyesalan dalam hatinya meninggalkan Azzam yang baik hati dan penyayang. orang yang di tunggu Almira akhirnya datang, ia menjemput sepupunya dari Indonesia yang akan melanjutkan studi di Amerika.
lima belas menit sudah mereka sampai di apartemen, Azzam menyuruh Aisha bebersih dulu kemudian istirahat. Azzam melihat Aisha melihat sedikit lelah, akhirnya Aisha bersih-bersih ke kamar mandi kemudian bergantian dengan Azzam.
" istirahat dulu Ais, mas sudah pesan makanan untuk siang nanti. istirahat lah pasti kamu lelahkan" Aisha mengangguk kepalanya berasa pusing, karena memang Aisha baru pertama kali naik pesawat. Aisha dari kecil sampai dewasa cuma ada di desanya saat kakaknya ke luar negeri pun ia tak pernah ikut mengantar karena waktu itu ia masih sekolah.
Aisha membaringkan tubuhnya di ranjang, tidak lama ia terlelap.
melihat itu Azzam tersenyum, rasanya masih tidak percaya ia menikahi Aisha istri sahabatnya. Azzam mencuri ciuman di kening Aisha, Aisha tidur masih dalam keadaan memakai hijabnya. sampai sekarang Azzam pun belum tau seberapa panjangnya rambut Aisha lurus atau keriting.
tapi dia senang ada kedamaian saat berada di samping istrinya, sebenarnya Aisha melayani Azzam dengan baik tapi untuk masalah ranjang belum mereka lakukan. masih sama-sama malu tingkat akut.
_______
bersambung
Lihat keseruaan di episode berikutnya.
jangan lupa like, komen beri hadiah author ya agar semangat lagi menulis.
trimakasih🥰.
__ADS_1